
Ara kini beralih membuka surat yang ditulis oleh yuman... Dear.., Cantik nya Momy Ara
"Assalamualaikum, Cantik.... semoga kamu bahagia dan sehat selalu, sebelumnya Momy... minta maaf karena telah lancang menulis surat ini tapi ini harus Momy lakukan karena sekarang Cantik susah dihubungi dan tak mau mamblas chat momy...
Tapi ngga apa apa Momy ngga marah kok... izinkan Momy buat mengungkapkan perasaan Momy yach....
"Tapi maaf sekali lagi ini mungkin bener bener yg terakhir dan mungkin saat kamu baca surat ini Momy sudah pergi jauh sekali dan tak bisa melihat cantik lagi....
"Mom hanya ingin minta maaf atas keegoisan dan kebodohan yang Momy lakukan , Mom bertindak tidak memikirkan akibatnya, yang Mom pikir hanya niat baik Mom saja ,tapi ternyata salah yang baik menurut Mom belum tentu baik untuk kalian sehingga menorehkan luka yg teramat dalam dihati kamu!,
Tapi percaya lah ngga ada maksud Momy melakukan itu dengan sengaja tapi momy hanya ingin memberikan sebuah kejutan dihari jadi Cantik dan Siwi ! "......
"Dan Mom tak Terima karena Cantik nya menyembunyikan pertengkaran Cantik bahkan Cantik sampai ditampar oleh orang tua Cantik ! hanya itu saja alasan nya kok ngga ada yg lain jadi Mom harap kamu mau memaafkan Mom... ! ",.....
"Oh iya dan tolong Terima juga semua hadiah untuk Cantik dari keluarga mom yach...!!!🙏🙏🙏🙏 jangan pernah menolaknya kalo kamu lakukan Mom akan sangat kecewa tapi terserah Cantik aza dech Mom ikhlas kok! "DAN INGAT MOM TAK PERNAH MELUPAKAN CANTIK KARENA MOM SAYANG SAMA CANTIK "
Oh iya tolong juga bilang sama Siwi maaf kan Mom yach... dan kalo Mom boleh minta satu permintaan dari kalian izin kan Mom melihat dan memeluk kalian untuk terakhir kalinya..! hanya itu saja, aku menunggu Cantik... maaf Mom ngga bisa menemui cantik dan Siwi.
Sudah dulu yach mom cape dan letih sekali mau istirahat dulu love you... Cantik nya Momy...
ku tunggu kalian.. untuk memaafkan ku.
Wasalamualaikum
dari yang sangat menyayangi Cantik
Momy Yuman....
Itu lah isi surat nya dan Ara menangis sambil memeluk surat itu dan terisak sangat pilu sekali entah lah dia menagis karena sedih .
Ataukah senang kecewa atau merasa bersalah karena tindakannya ternyata berakibat fatal untuk Sang Momy tak akan pernah ada yang menganggu lagi entahlah..!
Ara kemudian menatap Topan dan Rekha.
" Bapak.. IBU., apakah benar semua ini? benarkah Momy.. sekarang koma...? benarkah?" tanya nya sambil terbata merasa tidak yakin dengan yang dia baca dan dia dengar karena takut kejadian yang sudah sudah terjadi lagi.
" Kamu masih tidak percaya Ara... dlm surat itu sudah jelas kalo dia bilang bila kamu membacanya dia sudah pergi jauh...! itu benar! apa kamu perlu bukti lagi...? baik.... aku akan telpon Dokter yang menangani nya saat ini biar kamu puas !dan tidak bilang ini lelucon receh lagi!" ucap Rekha yg marah mendengar pertanyaan Ara.
"Bukan... bukan begitu.. maksud ku.... Bu tapi...ucapan nya dipotong oleh Rekha yg geram dengan sikap Ara.
" Tapi apa kamu ngga percaya kan... !lihat lah sendiri biar kamu puas dan jelas! "potong Rekha lagi.
Lalu Rekha mengambil ponselnya dan menghubungi Dokter Aisyah... melakukan vc agar Ara dan keluarga yakin ini bukan rekayasa...
Sambungan pun tersambung... Dokter Aisyah kebetulan sedang memeriksa kondisi Yuman...
"Assalamu'alaikum, Bu Rekha... "ucap Dokter Aisyah.
"Waalaikumsalam salam Dokter..." Jawab Rekha.
"Dok maaf saya menganggu bisakan Dokter memperlihatkan kondisi Yuman sekarang ini? "ucap Rekha to the point.
" Oh... iya kebetulan ini saya sedang berada di ruangan perawatan Yuman bu...!" jawab Dokter Aisyah.
Lalu mengarahkan kamera HP nya kearah Yuman yg terbaring dengan peralatan yang terpasang hampir di seluruh tubuh nya.
"Lihat.... lihat lah apa ini Rekayasa... ! "ucap Rekha sambil menunjuk ponsel dan menatap tajam Ara dan juga orang tuanya dengan suara yg meninggi dan air mata yg terus mengalir di pipinya.
Semua yang ada di ruangan itu melihat kaget... termasuk Ara...
"Astagfirullah... mom...?! " ucapnya sambil menutup mulut nya dengan kedua tangannya tidak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini.
"Maaf... Dok ini saya sedang berada dirumah Ara anaknya Yuman dia ingin melihat langsung ibunya dirawat.. "ucap Rekha berbohong.
" Oh gitu yach.,.hai Ara... selamat siang.... iya Ara ini Ibu Yuman dia sekarang koma tapi perlu kamu tahu bahwa dia sangat sayang sama kamu karena dalam alam bawah sadar nya saja hanya ketiga anak nya yang dia sebut... kalian teramat sangat beruntung karena setiap detik hanya nama kalian yang dia sebut... Aini, Ara dan rizki.... iya kalian! "ucap dokter Aisyah dengan muka yg sendu sambil menatap Yuman.
Ara semakin terisak iya tak menyangka sikap diam nya berdampak fatal untuk Sang Momy....
"Iya dok makasih aku juga sangat sayang sama momy...." jawab nya.
lalu Dokter Aisyah meminta mengakhiri panggilan karena kondisi Yuman tiba tiba drop...
" Maaf Bu aku tutup Yuman drop lagi jantung nya melemah lagi....." tanpa menunggu jawaban langsung ditutup oleh Sang Dokter.
DOk..... dok ... apa yang terjadi... "teriak Rekha sambil menagis.
"Yah.... Yuman Yah.....apa yg terjadi dengan Yuman Yah...." teriak Rekha sambil mengoyang goyang lengan topan.
__ADS_1
" Sabar... ya bun!... mudah mudahan itu reaksi Yuman untuk bangun karena mendengar suara yg sangat dia rindukan! iya suara dek Ara Bun..! " ucap Topan yg menenangka Rekha yg panik kala sambungan telpon nya terputus.
"Lihat... kamu Ara... segitunya... dia sangat merindukan mu...! kamu lihat sendirikan... !reaksi dia saat mendengar suara kamu....! " ucap Rekha sambil menangis dan menatap Ara yg menangis terisak.
" Dia bahkan dengan cepat merespon suara mu...! tapi kami... kami... yang sejak dia tertidur tak pernah dia respon sama sekali! kamu tau kenapa? ... tau kenapa... heuh...? ... karena dia sangat merindukan dan menyayangi kamu! " ucap Rekha lagi setengah membentak Ara.
" ibu Rekha... cukup...! anda membentak anak saya saya ngga Terima itu! "ucap Bu Tini yang melihat anak sulung nya di bentak dan ditunjuk tunjuk oleh Rekha.
"Kenapa ada menyalahkan anak kami sedang anak kami tak tau apa apa dan bukan penyebab wanita itu sakit! " ucap nya lagi.
"Tapi sedikit nya Anak anda ambil andil dalam hal ini karena sikap diam nya membuat dia drop karena rasa bersalah dan rasa menyesal terhadap anak anda! "ucap Rekha yg masih tak Terima atas keadaan Yuman saat ini.
" Kalian perlu tahu ! adik kami paling Anti untuk didiamkan dia akan merasa dia teramat bodoh dan teramat merasa bersalah..
"Dia bukan tipe orang yg akan mengabaikan masalah walaupun itu masalah sepele! cukup dengan mendengar kata Maaf dia bisa terlihat bahagia! " ucap Rekha lagi yg belum habis rasa kesal dan marah atas sikap Ara dan keluarga nya walau ia tau kalo Yuman juga salah.
"Tapi apakah semua salah anak kami? dia nya aza yah lebay membesar besarkan masalah yang cuma karena tak mendapat kata maaf saja sampai segitu nya! " jawab ibu Tini lagi.....
ucapan ibu Tini semakin menyulut emosi Rekha...
"Eh..... asal ibu tau dia itu bukan lebay tapi dia tau diri ! dia sudah minta maaf dengan berbagai cara pada anak ibu yang sombong ini! "ucap rekha sambil menunjuk ke arah Ara .
" Tapi apa yang anak ibu perbuat !dia abaikan..... dichat dia ngga balas! dtlpn dia ngga angkat! apa segitu hina nya adik kami dimata anak ibu iya!? "
"Padahal kamu tahu sejak dia kenal kamu dia bangga bangga kan pada seluruh keluarga dia bahkan anak anaknya sendiri iri segitu sayang nya dia sama anak anda! ,
"Tapi apa balasan yang dia dapat karena kebodohan dan niat baik yg salah cara dia diabaikan! "ucap Rekha penuh amarah.
Topan yang dari tadi menyimak akhirnya angkat bicara karena melihat perdebatan semakin sengit dan melihat Ara yang kelihatan semakin tertekan dengan ucapan ucapan istrinya.
"Sudah bun...! cukup! Ayah bilang cukup! semua bisa diselesaikan baik baik Bun! bukan begini caranya! ucap Ropan pada Rekha.
"Dengarkan ayah ! biar Ayah yang bicara, Ayah tau dan paham Bunda sakit hati melihat Yuman seperti sekarang ini, tapi bukan ini yang Yuman mau Bun! bukan begini Bun! " ucapnya lagi.
Rekha hanya diam dengan nafas yang tersenggal karena menahan sesak dan emosi yang sangat besar .
Karena tak terima atas perkataan dan penghinaan ibu Tini pada Yuman dia tidak membantah ucapan suaminya karena mungkin benar bahwa dia datang kesini ingin membawa Ara bertemu Yuman untuk mengurangi rasa sakitnya.
Pa aslan pun membuka pembicaraan kembali,
"Mungkin kalian paham bagaimana tidak adik yang dia sayangi kini kondisinya tidak baik baik saja dan baru kita lihat sendiri bahwa saat ini dia drop lagi!"
" Jadi saya mohon kita jangan mengunakan emosi dan jangan egois karena dengan hal itu semua tak akan menemukan titik terangnya! " ucap Pa Aslan bijak .
"Iya pa... saya juga minta maaf karena sikap isteri saya juga karena tak Terima anak kami dibentak dan disudutkan serta di tunjuk tunjuk seperti itu! " ucap Pak Wira.
" Baik lah kami ingin mendengar tanggapan Dek Ara mengenai masalh ini serta kami minta maaf karena sikap isteri saya yang seolah olah menyalahkan kamu penyebab dia drop.
"Tapi sebenarnya bukan seperti itu, memang karena kondisi dia yang memang sudah stadium akhir dan semua itu memang berakibat patal untuknya...! "ucap Topan.
"Tak ada hubungan nya dengan masalah ini mungkin hanya kebetulan saja pada saat dia drop sedang ada masalah dengan kamu! jadi maafkan kami ya! " ucap Topan lagi .
" Iya kak sebaik nya kamu bicara agar masalah ini tak berlarut larut dan kamu jadi kena imbasnya!" ucap Pa Wira pada anak nya.
Ara pun kembali mengangkat wajah nya dan menatap semua orang yang ada ruangan itu tapi
"Izin kan saya menelpon Kak Siwi... karena dia juga harus tahu keadaan Mom sekarang in!i, dia juga sama seperti saya anak Mom dia juga yang tau semua permasalahan kami ini! "ucap nya meminta izin.
" Baik lah itu lebih bagus biar dia juga tahu karena dia juga ada disebut dalam surat Yuman kan!?" tanya Topan.
"Iya benar dia... sama sayang dan kecewa sama Mom... tapi terus terang kami sangat sayang dan tulus pada Mom.. ucap Ara lagi .
" Ayo kamu panggil dan biarkan dia tahu sekarang tentang Momy mu siapa tau dia mau menemui nya!? " ucap Pa Aslan yg tak mau membuang buang waktu lagi.
Kemudian Ara masuk membawa HP nya kedalam dan masuk lagi lalu... melangsungkan pangilan Vc dengan Siwi... tak lama kemudian tersambung lah panggilan itu.
"Assalamu'alaikum, kak...! "ucap Ara.
" Walaikumsalam... Dek ada apa kok tumben telpon siang siang gini emang kamu ngga sekolah? " tanya Siwi yang heran menerima panggilan dari Ara.
" Ngga kak aku libur.... aku ada yang ingin dibicarakan dengan kamu tentang Momy.... jawab Ara terbata.
" Momy..... ada apa lagi dengan ibu Yuman dia ganggu kamu lagi iya..? apa dia bikin drama receh lagi? ngga ada kapok kapok nya tuh orang? bener bener bukan tobat ?" jawab siwi yg emosi mendengar nama Yuman disebut oleh Ara.
" Ngga kakak... ini... belum juga selesai ucapan Ara Siwi memotong kembali ucapan Ara.
" Eh.... tunggu... kamu kenapa kamu nangis...? bikin ulah apa lagi itu wanita gila? ucap siwi. yang melihat mata adik nya sembab.
__ADS_1
"Ngga... ngga kakak aku ngga apa apa...! dengarkan aku dulu aku mau bicara yach! "ucap Ara yang takut melihat Rekha yang sudah menatap tajam saat mendengar Yuman disebut wanita gila oleh Siwi.
" Baik lah tapi kalo dia macam macam aku akan viralkan wanita penipu itu!" jawab Siwi.
" Sudah ka! dengarkan aku.... aku saat ini kedatangan kakaknya Mom, dia datang membawa kabar yang kurang baik mengenai Mom.... saat ini Mom..... suara Ara terbata... Mom... koma kak! "ucap Ara .
" Apa... Mom... koma...? apa kamu masih percaya dengan drama receh nya itu dek? ha... ha.. ha.. kamu itu terlalu bodoh dek..! yang terus mau dibohongi wanita penipu itu! " ucap Siwi.
" Tidak kakak.... kali ini benar adanya barusan aku melihatnya sendiri dan ini.... Ara menunjukan orang orang yang ada di depan aAra dan menunjukan sederet hadiah yang Momy nya berikan....
" Siapa mereka dek? dan ada hubungan apa barang barang itu dengan kamu dan juga Momy?" tanya siwi.
"Mereka adalah kakak Momy dan barang barang itu hadiah dari Momy untuk ku dan ini surat dari Momy.... ara menjelaskan dan menunjukan surat yang ia Terima.
" Apa... jadi.. Momy benar benar koma.... jangan becanda kamu dek? "ucapnya lagi.
"Ngga kakak ini benar dan serius adanya aku juga awalnya menyangka hanya becanda tapi setelah melihat tadi aku percaya dan aku bingung harus gimana? aku merasa bersalah sekali kakak karena sikap diam ku menyakitkan Momy kak! " ucap Ara sambil terisak lagi.
" Astagfirullah.... ya Allah... kenapa jadi begini... kami hanya ingin memberi hukuman kecil saja pada dia ya Allah... tak ada maksud lain... karena kami sangat sayang padanya... "! ucap Siwi yg juga terisak.
" Mom... maafkan aku yang sudah kasar padamu.... trus dek... sekarang gimana keadaannya...? tanyanya lagi.
"Tadi saat kita Vc dengan Dokternya tiba tiba sambungan terputus dan Mom drop lagi kak..? ucap Ara terisak.
" Apa... drop lagi...? terus sekarang? "tanya siwi makin terisak dan terus meminta maaf.
"Kami ngga tau kakak karena tak ada kabar lagi dari Dokternya dan Dokternya dihubungi belum angkat angkat telponnya lagi! " jelas Ara.
"Sekarang jangan kakak matikan telpon nya yach, kita akan dengar penjelasan dan keinginan mom untuk kita ya kakak! ucap Ara pada Siwi.
" Baiklah... lakukan lah aku akan stand by disini!" ucap Siwi sambil terus terisak menangis.
" Assalamu'alaikum nak Siwi.. perkenalkan aku kakaknya Yuman atau Momy kalian aku datang untuk menemui Ara guna menyampaikan amanat ini dan sedikit menyampaikan keinginan keluarga besar kami seperti nya Momy kalian mau bertemu langsung dengan kalian dan berbicara langsung sesuai janji nya dia! "ucap Topan.
"Tapi berhubung dia ngga mungkin datang! bisa kah kalian datang mengunjunginya? "tanya Topan pada kedua gadis itu.
" D an Ara silahkan jelaskan dulu kenapa kamu menghindari yang sebelum masalah ini terjadi?" tanya Topan.
"Tidak Ara anak kami tidak akan kemana mana dia akan tetap disini..! "ucap Pak Wira tegas yang mendengar Topan meminta menemui Yuman .
Semua orang yang mendengar kaget serta menatap dengan menatap tajam Pak Wira.
" Maksud Bapak apa? tanya Pa Aslan.
"Iya anak kami Ara tak akan pergi kemana mana kami melarangnya dan tak akan pernah kami izinkan sampai kapan pun! "ucap Bu Tini lagi.
" Dan untuk semua yang kalian bawa kami tak membutuhkan nya ! silahkan bawa lagi! sekarang kalian keluar dari rumah ini! "Usir Pa Wira.
"Dan bawa semua ini sekalian Terima kasih kalian sudah menyayangi anak kami dan Terima kasih atas perhatian nya tapi tidak akan pernah kami berikan Pada Ara, Pergi!" ucap Pa Wira tegas sambil memasukan kembali semua barang dalam tas dan menyuruh pergi tamu nya.
" TIDAk... Pak... cukup! " ucap Ara.
" Jangan bapak lakukan itu lagi! "cukup Bapak memaksa Ara menjauhi Momy..
.. Ara nurut sama Bapa tapi untuk kali ini.... Ara mohon! izin kan Ara untuk menemui Momy Pak!
"Ara mohon..! "ucapnya sambil berteriak dengan lantang kemudian bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya dengan menyatukan kedua tangan nya didadanya.
" Ara mohon Pak.... Ara minta maaf karena Ara melawan Bapak sama Ibu !tapi Ara mohon izin kan Ara bertemu momy satu kali saja Pak... lepas itu Ara janji ngga akan berhubungan dengan Momy lagi... izinkan Pak Ara hanya mau pamit sama dia pak !" ucap Ara yang memohon pada kedua orang tua nya membuat Siwi menangis terisak semua orang menjadi haru melihat Ara bersikap seperti itu.
" Pak... saya mohon bapak izin kan Puteri bapak menemui adik kami mungkin saat ini dia sedang menunggunya maka dia bertahan dalam keadaan nya sekarang ini!' ucap Rekha yang merasa kasian dan terharu atas sikap Ara yang begitu ingin menemui Yuman disana terlihat ketulusan seorang anak yang menyayangi ibunya.
" Iya Pak kami mohon.. izinkan kami membawa anak bapak menemui Yuman... biar dia terbebas akan janji nya yang akan menunggu anak Bapak untuk memeluk dan melihat nya! "ucap Topan .
" Bapak ibu sekeluarga boleh pergi bersama kami jika kalian takut kami membawa Ara pergi jauh, sekalian Bapak bisa berkunjung ke kampung halaman bapak di Cianjur kami akan menanggung semua biaya nya Pak! " ucap Pa Aslan
" iya Pak kami mohon... izinkan dan kamu nak siwi minta lah izin pada orang tua mu telebih dahulu nanti kami juga kan menyuruh saudara kami yang lain menjemput kamu! "ucap Topan.
" Iya Pak baik kalo gitu saya tutup dulu saya akan bicarakan semua ini dengan keluarga saya dan mohon maaf atas ucapan kasar saya tadi! "ucap Siwi
"Assalamu'alaikum.. " Siwi mengakhiri panggilan
Ara masih dalam posisi yang sama dengan terus memohon untuk diizinkan setelah cukup lama kami
dan Ara membujuknya akhirnya orang tua Ara menyetujui dengan catatan untuk terakhir kalinya dan Ara beserta kami pun menyetujuinya...
Dua hari dari drama itu kami pun telah siap untuk pergi ke bandara menuju Bandung sementara Siwi di jemput oleh adiknya Elang dan akan ketemu di hotel saja nanti sebelum bisa menemui keluarga besar dan yuman dirumah sakit.
__ADS_1