Kebahagiaan Berujung Perpisahan

Kebahagiaan Berujung Perpisahan
ADA PERTEMUAN ADA PERPISAHAN 2


__ADS_3

Kabar itu membuat semua keluarga bahagia terutama kedua gadis yang kini sedang bersiap untuk pergi kerumah sakit menemui sang momy yang mana sebelum nya tak pernah mereka temui hanya HP mereka melihat nya pun.


" Ara... Siwi cepat lah kalian berdandannya kasian ayah elang dan aini menunggu di bawah " ucap Ibu Tini pada Puteri nya.


" iya bu ini juga sudah siap kok..jawab ara.


"Ayo dek... kita langsung ke bawah saja aba*zng dan kakak ku mereka ngga ikut juga katanya ! " ucap Siwi.


" Jadi kita cuma berdua saja, orang tuaku juga katanya mau mengunjungi nenek dan kakek ku di daerah C A... biar sekalian katanya karena sudah lama juga ngga pulang " ucap ara.


" iya ibu sama bapa mau berkunjung ke mapungufu halaman kita mungpung ada kesempatan kapan lagi kita bisa " ujar bu Tini.


" ya udah... kalo gitu kita pamit pergi dulu dan ibu hati hati dijalan! " ucap Siwi pamit pada bu Tini lalu pergi meninggalkan bu Tini yang tengah bersiap siap menuju kampung halamannya.


kemudian... "Assalamu'alaikum... ayah... 1aini... ucap mereka berdua yang sudah berada di loby hotel mereka menginap .


" Waalaikumsalam... cantik dan sayangnya momy yuman...! " ucap elang yang sudah mulai akrab dengan kedua anak online yuman.


" eh.... ayah kok panggil kita seperti itu, malu yah... ucap Siwi sambil melihat sekeliling nya.


" eh.. kenapa malu kan emang itu panggilan momy untuk kalian kan! " ucap Aini sambil tersenyum.


" iya tapi kami lebih nyaman dipanggil nama kami saja..! " jawab ara yng terlihat sedih kala ada orang yg memanggil nama itu.


" Oh... ya udah sekarang kita langsung pergi ya! kalian sudah siapkan? " tanya Elang .


" sudah yah... kami sangat siap dan sudah ngga sabar ingin melihat momy langsung! " jawab mereka berdua bersamaan.


"Oke... lets go... my sister..! " ucap aini sambil tangan menarik ara dan siwi.


" ayo... mereka pun pergi menuju tempat parkir dimana elang menyimpan mobilnya tadi.


Mereka kini sudah sampai di parkiran rumah sakit dimana yuman dirawat, Mereka berjalan beriringan dimana ara dan Siwi mengikuti elang dan aini yang berada didepan di sebuah ruanggan bertuliskan sebuah nama Dr, Aisyah spesialis kanker dan tumor.


Elang kemudian mengetuk pintu itu dan membukanya setelah terdengar jawaban dari dalam.


"waalaikumsalam... jawab jawab suara seorang wanita yg tersenyum ramah dan mempersilakan pada kami masuk.


" Pagi dok..! ucap Elang


"Eh... Aa elang Aini dan... ini siapa dia gadis cantik? " tanya dokter itu.


"Oh iya dok.. sampai lupa ini adalah Ara dan Siwi anak yang aku cerita kan waktu itu! " ucap Elang.


"oh.. salam kenal aku dokter aisyah, yang merawat momy kalian " ucapnya sambil mengururkan tangan nya .


" Ara " dan siwi jawab kedua gadis itu sambil menyambut tangan dokter itu.


"silahkan duduk dulu... jadi ada perlu apa ya..kalian kesini? " tanya dokter aisyah.


" Begini dok, apa kah boleh kami menjenguk istri kami sekarang dan saya ingin mereka berdua ini berbicara langsung dengan yuman mudah mudahan dengan adanya mereka yuman bisa terbangun dari komanya! ucap Elang.


" iya dok, izin kan kami menemui momy kami bolehkan dok? " ucap ara dan Siwi.


"Iya bu dokter, karena mereka sangat dinantikan kedatangan nya sama mama ! " ucap aini.


"Ehmm... jadi ini adalah kedua anak yang sangat dinantikan oleh yuman sehingga dia bertahan sampai saat ini... ehm... baik lah tapi tidak bisa lama lama yach karena kondisi yuman belum pulih betul! " ucap dokter aisyah.


" Iya dok... baik asalkan kami berdua bisa melihat serta bicara langsung walau hanya 5 menit kami mau dok... ucap Ara sangat antusias sekali.


" Oke baik lah waktu kalian hanya 15 menit saja.. jadi pergunakan dengan baik , Mari kita keruangannya! " ajak dokter aisyah pada mereka semua.


kalau mereka meninggalkan ruangan itu menuju ruangan khusus dimana yuman berada tetapi sebelumnya mereka masuk merek harus memakai baju khusus terlebih dahulu.


" Ayo.. kita masuk... ajak dokter Aisyah .


Pintunpun terbuka... terlihat beberapa ruangan kaca di dalam yang berjejer tiga bagian dengan semua kondisi pasien penuh dengan peralatan yang menempel ditubuh mereka...


Ara dan siwi sudah tampak menangis kala melihat sosok yang mereka rindukan terbaring lemah dan mata yang tertutup rapat wajah yang pucat.... serta suara alat yang saling bersahutan dengan pasien lain.


" kak... mom... itu mom.... kan kak? " tanya ara pada siwi... yang berjalan disamping nya.


Air mata keduanya mengalir deras..


" iya... dek... itu momy.. kita... ucap siwi yang sama terisak tak tahan dengan apa yang dilihat nya.


Elang yang mengetahui kesedihan anak anaknya lalu mendekat dan merangkulnya .


"Iya nak..... itu momy kalian... dia bertahan menunggu kalian, sekarang masuk lah dan berbicara lah padanya tapi ingat hapus dulu air mata kalian! " ucap Elang sambil mengusap kedua pucuk kepala anak anaknya.


" ingat momy ngga suka kalo kita menagis dia akan semakin sedih " ucap aini sambil mendekat pada kedua saudarinya itu dan mengusap airmata dari kedua pipi saudarinya itu.


" momy... pasti senang dan bahagia kalian ada disini, jadi masuk dan tersenyum lah untuk momy kita " ucap aini yang nampak menegarkan diri didepan kedua saudarinya itu padahal dia juga sama hancur dan sedih melihat keadaan sangat mama.


" Iya.. baiklah boleh kami masuk sekarang " ucap ara dan siwi.


Elang, Aini ndan dokter Aisyah pun mengangguk, lalu mereka berdua masuk.


" Assalamu'alaikum, mom... ucap kedua nya sambil bergandeng tangan dan terus mendekat pada sosok sangat momy dengan menahan air mata mereka serta tersenyum yang dipaksakan.


mereka duduk dan meraih tangan yuman lalu mencium nya bergantian serta mencium kening nya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum... mom... ini lihat aku dan kak siwi sudah datang... apa mom ngga merindukan kami " ucap ara yg terbata sambil mengenggam tangan yuman.


"Iya.. mom.. apa mom... ngga mau ngelihat kita... mom janji kan kita akan jalan jalan... hangout... dan ngobrol kita sampai pagi... " ucap siwi.


" mom... Aku dan kakak siwi minta maaf karena sudah mendiamkan mom!" tapi...... suara ara terhenti.. karena dia tak sanggup... melihat sangat mom... yg terbaring dihadapan nya..


"Iya mom kita berdua hanya becanda kok... tidak marah sama mom... kita hanya kecewa sama mom... tapi kita sangat sayang sama mom.... " lanjut siwi yg melihat ara memalingkan muka dan mengusap air matanya.


tanpa mereka sadari air mata yuman mengalir di sudut mata nya dan merespon semua ucapan mereka berdua.


" mom... makasih atas hadiah yang mom berikan untuk kita... padahal kita kan sudah bilang jangan mom buang buang uang mom untuk kita! tapi mom.. curang mom telah persiapkan semuanya.. tapi mom sendiri malam tertidur seperti ini...! ucap ara lagi yang menahan isak tangisnya.


" Bener tuh... terus kenapa mom.. kasih hadiah kalo mom.. malah... lelap tertidur dan ngga lihat betapa kami sangat bahagia mendapat semua hadiah itu" ucap siwi.


" iya betul tuh... mom.. tidak sayang lagi dengan kita ya? mom... marah dengan kita ya...?sehingga mom.. ngga mau memeluk dan melihat kita lagi? .. ucap ara dengan air mata nya yg sudah tak terbendung lagi jatuh membasahi pipinya.


" Iya.. bener dek.... mom... pasti sangat marah..!",


"sehingga mom... ngga mau bangun untuk menyapa dan ber bicara dengan kita lagi.!",


"mom... !kami mohon bangun! kami sangat merindukan mom.!."


"Mana mom kami yang cerewet...? "yang setiap hari ngingetin kita sholat... !"ucap siwi.


" Iya mom... aku kangen mom yang selalu ngingetin kita jangan telat makan..!


" jangan lupa banyak minum.. ! ",


"Mom... aku mohon bangunlah !!... " ,


"Ayo mom kita jalan jalan kami sudaah disini..!",


" Bangun mom... !" ucap ara yang menahan tangis nya.. tapi terisak.


" Mom... apakah mom... ngga kasihan dengan anak anak mom? " ,


"Mereka siang malam menantikan mom bangun...!


"kami ingin mom.. bangun dari tidur mom... !",


"kami menyayangi dan kami sudah memaafkan mom kok...! ",


"Jadi kami mohon bangun mom..! ucap siwi yang menciumi tangan yuman.


Begitu juga dengan ara dia terus menjelang tangan yuman diwajah nya berharap ada keajaiban agar sang momy bisa merasakan kehadirannya.


Tanpa mereka sadari... air mata yuman semakin deras juga keluar dari sudut matanya.... yang merespon semua perkataan keduanya.. sampai.. mereka sadar kala seorang perawat datang yg akan menggantikan infusan yuman.


"Oh baik lah ucap keduanya sambil mengusap pipi masing masing.


" Eh.. kok.. ini basah ya dek... ini air apa yach? " tanya sang perawat. sambil menujuk arah sarung bantal yuman terbaring.


" Oh ngga tau ya sus kami ngga memberi atau membawa air dari luar kok"! jawab siwi.


"Apa mungkin air mata kalian? tadi saya lihat kalian menagis? " tanya perawat lagi .


"Ngga mungkin sus kami menagis ngga tidur juga.. kok..! jawab Ara.


lalu mereka menatap yuman yang masih lelap dalam tidurnya.. dan mereka terkejut.. disudut mata yuman mengeluarkan air yang tak henti henti nya.


" Sus... lihat.. momy..... menangis....! lihat .. kak momy.. mendengar ucapan kita... teriak ara.


" iya benar.. pasien merespon.. ucap suster.


Lalu dia pergi keluar dan memanggil dokter aisyah yg berada diluar.. kemudian dokter aisyah masuk dan meminta ara dan siwi untuk keluar agar dia bisa memerikaa pasien.


Ara dan siwi keluar dengan berat hati tapi demi kebaikan sang momy mereka pun keluar.


"apa yang terjadi nak.. kenapa dokter aisyah memeriksa momy kalian... ?tanya Elang yang kaget melihat dokter aisyah masuk terburu buru.


" yah.... momy menangis.. momy merespon kita yah.. itu kata susternya "ucap ara.


"Iya yah air matanya mengalir dari sudut matanya tak henti hentinya sampai kain di setiap sudut mata nya basah yah ! " ucap siwi lagi yang langsung memeluk Elang tanpa malu malu lagi karena saking senang nya.


" Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah semoga kedatangan kedua anak kami ini adalah awal yang baik untuk perkembangan yuman ! " ucap nya sambil merangkul ketiga putrinya .


Memeluk dan menciumi pucuk kepala mereka bertiga. sambil terus berucap syukur.


Tak lama kemudian dokter keluar dan memberitahukan bahwa yuman telah bangun dari komanya sekarang dia mungkin sedang beradaptasi untuk bisa mengerjakan seluruh tubuhnya.


Pergerakan mata nya pun sudah merespon cahaya yang kami tujukan itu artinya dia sudah sadar namun masih menyesuaikan dengan morotiknya,


Mungkin 2 atau 3 hari kedepan yuman sudah bisa membuka mata atau mengerakkan jarinya. dan dia mungkin akan sadar serta bangun.


Saat Elang dan ke empat anaknya keluar dari ruangan dokter Aisyah mereka dikagetkan oleh kedatangan 4 orang yang memanggilnya nama Elang dan Aini.


" Elang.... Aini..... panggil salah satu permpuan yg berperawakan tinggi berhijab biru toska dengan mengunakan blazer warna senada dari atas sampai bawah juga tas yg dipakainya.


" Ua.... ua Rahma...." teriak aini sambil berlari menubruk wanita itu dan memeluk nya erat sambil menangis .


" Teh Rahma, teh dini .. Mr. Tanaka... Aa Rian.. ucap Elang. kala melihat siapa yg datang.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Elang....! " ucap wanita yg satunya lagi yg mengunakan pakaian syariah nya.


"Waalaikumsalam, teh... aa" jawab elang juga ara dan siwi yang tampak bingung melihat keempat orang yg datang.


" AINI... sayang.. maafkan ua.. ya? ua baru bisa datang dan ua ngga bisa menghubungi kalian..! " ucap wanita yg dipanggil ua Rahma oleh aini.


" Aini pun melerai pelukan nya yang masih terisak dan menatap sendiri sang Ua.


" Ua... kemana saja selama ini... kami merindukan ua! " ucap aini sambil mengoyang goyangkan kedua lengan wanita itu.


" Maaf kan ua ya... ua tau ua salah tapi itu semua karena ponsel ua hilang dan kalian sudah mengganti no HP kalian kan? " tanya Rahma.


" iya bener teh, yuman dan kami memang #udah mengganti no kami jadi itu sepenuhnya bukan salah Ua juga Aini! " ucap Elang pada anaknya.


" udah itu ngga akan ada ujungnya bila kalian berdebat seperti ini terus yang jelas kita datang untuk melihat keadaan yuman kesini! "ucap dede yg melihat perdebatan antara kakaknya dengan


keponakan nya.


" Elang bagaimana keadaan yuman saat ini dan kenapa baru kamu kasih tau keluarga ku saat semua nya seperti ini? " tanya Rahma pada Elang dengan nada sedikit tinggi.


" Maaf teh, bukan cuma teteh yang kaget akan keadaan ini, kami sekeluarga juga sama teh! " jawab Elang yg tak Terima disalahkan oleh Rahma.


takhta iya... terus saat yuman berjuang melawan penyakitnya kamu dimana heuh... apa kamu seperti waktu itu lagi yang lebih mementingkan keluarga mu iya! " tanya Rahma lagi dengan nada sinis pada Elang itu karena dia teringat saat keponakan nya sakit Elang tak datang untuk bertanggung jawab pada anak anak nya.


" Teh.. maaf aku dan keluarga besarku pun tak tau kalo yuman memiliki penyakit itu dia menyembunyikan semuanya sendiri dan kami tau saat semua atau yuman drop seperti sekarang ini " jelas Elang yang merasa kesal karena telah dituduh tak becus menjaga yuman.


" Honey... sudah lah bukan waktu kita saling menyalahkan tapi yg sekarang kita pikirkan bagaimana membuat yuman sembuh dan bukan kah kamu sangat merindukan nya ? " ucap mr tanaka pada Rahma yg tengah emosi.


" Iya honey... tapi aku sangat ngg terima adik ku jadi seperti ini karena ketidak becusan laki laki ini "! ucap Rahma pada sangat suami sambil menunjuk Elang.


" Teh... sudah sekarang teteh cepat temui yuman kasihan dia sudah sangat merindukan teteh , mudah mudahan dengan datangnya teteh dia akan bangun dan bisa sembuh lagi! " ucap dede adik nya Rahma.


" Iya betul, lebih baik aku melihat adiku daripada bicara dengan orang yg tak becus macam dia, Ayo Aini antar ua menemui dokter yng menangani mamah kamu ! " ajak rahma pada Aini .


" Iya ua mari itu kita keruangan yang itu tunjuk Aini sambil mengikuti langkah Rahma.


" Ayo.. " ucap Rahma smbil pergi meninggalkan orang yang ada dihadapannya.


setelah sampai Rahma langsung meminta izin untuk menemui yuman danenayakan bagaimana perkembangannya dan dia meminta izin akan membawa yuman ke Jepang bila memang tak ada perkembangan kedepan nya dan dokter pun menyetujui nya dengan syarat pihak keluarga menyetujui nya.


setelah berbincang kerang lebih 30 menit Rahma kemudian masuk keruangan dimana yuman dirawat dengan ditemani Aini serta menguna kan pakaian khusus.


"Assalamu'alaikum... yuman. Ucap Rahma dan Aini bersamaan ketika memenuhi ruangan itu dan berjalan mendekat pada yuman.


setelah dekat dia langsung tertegun melihat sangat adik yang nampak pucat dengan tubuh nya dipenuhi alat yang menempel dibadan nya.


" Hai... jalu nya teteh.... kamu ngga kangen sama aku yach? " ucap Rahma sambil menggenggam telapak tangan yuman dan menciuminnya.


" Jalu.... ini teteh.. datang untuk menjemput kamu! bukan nya dulu kamu mau ikut teteh yach! " ucap Rahma lagi sambil terisak,iya Nama "Jalu" disematkan oleh Rahma karena sifat tomboy nya dan tanda sayang dia untuk yuman yg sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


Dan sedikit cerita kenapa Rahma begitu benci dengan Elang.. waktu usia aini dan rizki kurang lebih 2 thn mereka sempat sakit dan dirawat dirumah sakit karena kekurangan cairan dan ada sedikit penyumbatan pembuluh darah menuju jantung untuk iky.. tapi kalo Aini hanya kekurangan cairan karena mencret akibat susu formula. dambutuhkan biaya tapi elang saat itu tak ada uang dan yuman menghubungi nya


lalu elang tak Terima yuman meminta bantuan dari Rahma sehingga bertengkar begitu hebat dan sampai sekarang Rahma kurang tespek terhadap elang.


" Jalur... maafkan teteh yang telah mengabaikan kamu tapi ngga ada maksud aku seperti itu tapi karena ponselku hilang jadi aku tak ingat akan no kamu! ucap Rahma lagi.


" Jalu...... bangun kita jalan jalan kita shoping, atau kamu mau ke gunung Bromo,kita mendaki lagi, kita kemping bersama lagi... ayo jalu teteh kangen pisan sama kamu! " ucap rekha yang tak henti nya menagia melihat kondisi adik kesayangan nya sepeti ini.


" Jalu.., bangun.... atau kalo kamu ngga bangun bangun aku akan bawa aini dan rizki dari kamu? aku tak peduli kamu marah atu bahkan membenci kaml semua iya? ucapnya lagi.


tanpa disadari.... tangan yuman yg diletakan kembali oleh Rahma.... jari jemari nya bergerak gerak perlahan dan mata... yuman mulai mengerjapap mengerjap ....ngerjapkan.....matanya......perlahan dan membuka sedikit demi sedikit menyesuaikan...dengan cahaya dalam ruangan....yang....menyilaukan .....matanya......dan....setelah merasakan kenyamaan dengan...pencahayaan lalu dia membuka mata nya ...... dia melihat sosok sang kakak Rahma dan Aini yang belum menyadarinya kalo dirinya sudah sadar karena dia terus menagis dan menciumi punggung tangan yuman serta aini fokus menatap Rahma yang menangis ...... pilu melihat sang mama.


" Te... te... h... Rah..... ma... ! "... suara yuman terbata dan lemah..... hampir tak terdengar.


" A.... a... i.... ni..... ! "ucapnya lagi.


Teh..... Rah..... ma....!" ucapnya lagi sedikit agak keras.


aini yang sedikit mendengar ada suara memanggilnya nama Rahma menoleh... kearah sang mama..... dan...


" mama...... mama.... bangun..... sudah bangun.....! " ucap aini setengah berteriak.


Rahma yang kaget dengan apa yang diucapkan Aini replek melihat kearah wajah sang Adik....


" JALU....YU.... MAN.. kamu bangun..... ucapnya sambil menangis dan tertawa dalam satu waktu..


yuman...... kemudian dia mwnciumi wajah adik yang sangat dia rindukan......


" Te.... h.. Rah... ma... ucap Yuman terbata dan lemah


iya.... ini aku... ini aku jalu. ... ucap Rahma yang mendengar nama nya dipanggil.


A... ini... ucap yuman sambil menoleh.. perlahan pada sang putri...


"Iya... ma... ini aku... aini... aku.. disini ma... ! " jawab aini


"jalu... kamu ada yang sakit... aku panggilkan dokter yach! ... tanya rahma kemudian dia menekan tombol warna merah yang ada di atas kepala yuman berkali-kali.


Sehingga membuat para dokter dan perawat terlihat panik berlarian keruangan itu karena takut terjadi sesuatu dengan pasien mereka yang dalam pengawasan ketat.


Situasi itu membuat Elang dan yang lain menjadi khawatir tentang keadaan yuman karena semua dokter yang menangani yuman berlari masuk keruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2