Kebahagiaan Berujung Perpisahan

Kebahagiaan Berujung Perpisahan
DIBALIK KEBAHAGIAAN ADA PERASAAN ANEH YANG SULIT DIARTIKAN...


__ADS_3

Sebulan sudah Yuman merasakan kebahagiaan tak pernah hilang dan sangat lah indah untuk dikenang, melakukan banyak hal yang sangat ingin ia lakukan bersama dengan orang orang yang dia sayangi terutama bersama Ara dan Siwi.


Tapi entah kenapa. selama dua hari ini perasaan teramat sangat sedih dan sangat takut terjadi sesuatu sehingga dia terasa akan pergi sangat lah jauh sekali yng entah kemana perasaan itu semakin terasa sekali kala dia berada bersama dengan orang orang yang dia cintai saat ini.


Tubuh nya entah kenapa merasakan ada sesuatu yang salah, terasa lemas, pening yng tiada tara, jantung nya berdebar kencang , serta deman tapi dia berusaha untuk menyembunyikan dari semua orang agar orang orang tidak merasakan khawatir dan membuat resah semua nya dia tutupi semua nya dengan sikap riaang, tersenyum dan terus berusaha untuk menguatkan diri sendiri.


" Ya Allah apa sebenarnya yng terjadi dengan diriku ini kenapa badan ku seperti ini, kepalaku teramat sakit, badan ku lemas dan perasaan ku kenapa gelisah seperti ini...? "


"Apakah aku sudah berada dalam batas waktu yang terakhir sehingga Engkau memperingatkan ku dengan segala tanda yg kini ku rasakan? andai iya seperti itu maka aku ikhlas dan aku dan akan menerimanya tapi tolong jangan buat keluarga ku bersedih karena kepergian ku! "ucap yuman sambil menatap setiap anggota keluarga yang ada disana saat ini.


" Momy... kan hari ini keluarga kita kumpul semuanya bolehkah kita photo bersama? momy orang yang sangat susah buat berphoto dengan segudang alasan boleh mom? " tanya Aini pada Yuman.


Iya Yuman adalah orang yg sangat anti untuk diphoto hanya photo photo tertentu dia miliki itu pun hanya moment moment penting saja diantara nya phoho pernikahan pasti saat kelulusan, photo dia mau itu pun dipaksa, kalo untuk acara acara lain dia hanya dibelakang layar saja.


Maka nya Aini yang melihat ini adalah moment yang sangat baik disaat semua keluarga nya lengkap terutama dengan kehadiran Ara, Siwi, Kel. Bunda Rahma dan juga Kel. Bunda Rekha setra sang Momy yang jarang memiliki waktu untuk bisa berkumpul seperti ini.


"Oke... tapi siapa yang mem photo nya Dek...? " tanya Yuman yang sedang tidur dipangkuan Rahma.


" Tenang Aza mom... kan Kita ada kamera sendiri jadi kita tinggal atur posisi dan waktu yang tepat jepret sendiri dech... " jawab Aini yang memang memiliki kamera yang digunakan untuk menyalurkan hoby nya untuk traveling dan eksperimen sosial nya.


Sifat kedua anak Yuman semua nurun dari Yuman baik Aini maupun Rizki.. yaitu tidak tegaan, jiwa sosial tinggi, penyayang, dermawan, dan sangat santun tutur katanya juga sangat baik serta sangat menghormati orang yg lebih tua dan menghargai yg lebih muda takpernah sombong dan apa adanya.


" Iya sayang ini moment langka dimana kita semua bisa berkumpul dan paket komplit lagi ditambah kini ada personil baru " ucap Rahma.


"Dan kapan lagi kita bisa kumpul apalagi momy besok sudah pergi jauh lagi " ucap Yuman yang berkata santuy tapi membuat orang yang mendengar kaget.


" Ih.....Kamu itu! emang kamu mau pergi kemana? dan kalo ngomong suka asbun kebiasan " sergah R Rekha yang duduk sambil memijit kaki Yuman.


" Iya momy kalo ngomong suka kemana aza... aneh kita yang mau pulang momy yang mau pergi " ucap Siwi yang duduk dibawah sofa dimana Yuman, Rekha dan Rahma duduk.


"Ehmm... Momy memang mau pergi jauh karena tugas momy sudah selesai.. dan waktu Momy juga sudah habis jadi Momy mau pulang kerumah " jawab Yuman sambil menatap satu wajah yang menatap nya aneh.


" Ih... dasar Jalu... kirain kamu mau pergi kemana ? ya iya lah kamu kan sudah lama ngga pulang kerumah kamu ! " ucap Rekha sambil mengeraskan pijitan dikaki Yuman.


"AUW.,... teteh sakit atuh ! ini teh kaki bun.. bukan gebog cau....! ucap Yuman yg merasa sakit karena kerasanya pijitan Rekha.


" Makanya.. kalo ngomong itu disaring jangan asbun! " ucap Rahma lagi.


" Ih... aku kan betul.. ngomong nya aku mau pulang tugas aku udah selesai dan waktunya sudah habis.. " Jawab Yuman.


"Udah.. ach kelamaan cepet Dek... ambil kameranya sekalian punya Aa juga ada dikamar biar bisa diambil dari dua angel sekalian " potong Rizki yang sama berkumpul didekat sang momy.


"Siap.. ayo Ara kita ambil kameranya biar cepat kelar keburu bubar udah malam juga " ajak Aini pada Ara.


" Ayo... aku sama Aini ambil dulu kamera ya! " pamit Ara pada semua. kemudian pergi meninggalkan ruangan itu menuju kamar Aini dan Abang nya untuk mengambil kamera .


" Masa kita pake baju ini kita kan punya baju sama kaos couple kita pake sekarang aza oke! " ucap Rahma yang tempo hari beli baju dan kaos yang sengaja dibeli untuk seluruh keluarga besar nya.


" Betul tuh! sayang ko ngga dipake " ucap Rekha yg membenarkan ucapan Rahma.


" Yah tolong donk ambilin baju sama kaos yang kemarin disimpan diruang baca... kita bagikan dan pakai sekarang untuk berphoto bersama!" ucap Rekha pada suaminya.


" Oke... bunda... laksanakan...! " jawab topan sambil berlalu menuju ruangan dimana baju baju itu berada.


" Kira aku sudah kamu bagikan Rek,. ternyata belum toh! " tanya Rahma.


" Mana berani kalo belum ada titah dari bunda Ratu! " jawab Rekha.


" Iya bener teh.... kita mah rakyat jelata ikut aza sama titah bunda ratu... " ucap Yuman sambil memeluk perut Rahma.


Rahma yng melihat Yuman seperti itu dia merasakan sesuatu dalam diri nya kenapa setiap melihat adik nya itu... ada rasa sedih yg teramat dalam dan dia merasa hari ini Yuman begitu manja seperti seorang anak yg tak ingin ditinggal ibu nya, karena seharian ini dia tak lepas dari pangkuan dia dengan Rekha makan dia minta suapin,mandi dia mau ditunggu in, bahkan baju yg dia mau pake saja minta di pilihin.

__ADS_1


Rekha melihat Rahma yg menatap Yuman dengan sendiri dan air mata nya mengalir dipipi nya, heran...


Kemudian dia mengusap lengan Rahma.


" Rahma... kenapa..? "tanya Rekha.


" Eh... ngga ngga kenapa kenapa.. " jawab nya gelagapan sambil mengusap pipinya cepat.


" Jangan bohong... aku lihat kamu begitu sedih? ada apa Rahma? " tanya Rekha lagi setengah berbisik karena takut Yuman mendengar.


" Nanti saja aku ceritakan.. tuh bagikan sana baju nya biar cepat kita ber photonya " elakkan Rahma.


" Baik lah... Jalu maaf angkat dulu kakinya teteh mau bagiin bajunya " pinta Rekha pada yuman.


" Ah ngga mau teteh diam aja disini biar Dini dan A Topan aza yg bagiin " tolak Yuman.


" Eh... kan mereka ngga tau yang mana mana nya dek.. sebentar yach! " bujuk Rekha lagi.


" Mom... manja banget perasaan hari ini sama 2 bunda ini... " ucap Ara dan Siwi.


" Biarin... Kapan lagi bunda kaya gini... untuk terakhir kali besok besok mah mana bisa " ucap Yuman.


"Pokok nya teteh ngga boleh pergi atau nanti akan nyesel kalo ngga bisa liat aku lagi! " sambung nya sambil menenggelamkan wajah nya diperut Rahma.


" Jalu... kalo ngomong ngga boleh gitu... kaya anak kecil aza... " ucap Rahma sambil mengusap kepala Yuman.


" Euhhhhh.... ya udah.. yaudah... teteh ngga kemana mana.. kalo udah merajuk gini mah lain ceritanya! " ucap Rekha yg akhir nya mengalah dan menuruti kemauan Yuman.


Lalu menyuruh Siwi untuk mengatakan pada tantenya dan juga ayahnya untuk membagikan semua baju sesuai nama yg terdapat pada plastik nya.


kini semua telah bersiap didepan kamera dengan formasi yg sudah diatur dan kamera pun jeprat jepret.... jeprat jepret... mengambil gambar dengan berbagai pose dan mulai per keluarga masing masing pokoknya hari itu pengambilan photo dengan berbagai sesi dan latar serta pose yg diinginkan semuanya.


Kegembiraan yg teramat sangat tidak dapat dilupakan untuk semua keluarga besar Yuman.


Dengan perdebatan yg sangat alot akhir nya keinginan Yuman dikabulkan dengan Alasan ini terakhir kalinya dan kita ngga tau kapan lagi akan bisa kaya gini... alasan yg cukup masuk akal untuk semua karena besok Ara ,Siwi dan keluarga Rekha pulang kedaerah masing masing, begitu juga Rahma yg akan kembali ke Jepang , Yuman pun akan pulang kerumah nya dan melakukan aktifitas seperti biasa begitu juga yg lain.


Akhir nya kita perempuan tidur diruang keluarga dengan mengelar kasur serta karpet yg lumayan tebal.. yuma tidur tak mau jauh dari Rahma anak anak mereka pun berebut ingin dekat dengan sang momy Aini membiarkan Ara dan Siwi tidur dekat sang momy dia pikir bisa setiap hari juga dia tidur dengan momy nya.


Para ibu tidak tidur disana karena alasan kesehatan mereka tidur dikamar bu Dewi dan para bapa tidur di kamar Hendra, bocah bocah tidur dikamar Yuman.


Ara dan Siwi senang sekali akhir nya dia bisa tidur dipeluk sang momy .Sebelum tidur bercerita maklum emak emak kalo udah ngumpul pasti acara gibah dan ngerumpi no 1 dech... he.. he.. karena saking asyik dan serunya mendengar para emak emak Ara dan Siwi tertidur dan yang lain pun sama satu persatu berguguran ( daun x) tinggalah Yuman, Rahma dan Rekha..


" Teh... boleh ngga aku pindah ke tengah situ? " tanya Yuman yang sudah melepaskan pelukan kedua putrinya.


" Emang kenapa kalo disana dek? " tanya Rekha .


" Ngga... aku masih kangen sama kalian.. please yach! " mohon nya Yuman pada kedua kakanya.


Rekha dan Rahma saling pandang heran tapi kemudian mengagumkan kepalanya.


lalu Yuman dibantu Rekha dan Rahma menggeser Aini agar tidur berdampingan dengan Siwi dan Ara.


Kemudian Rahma berbaring dikanan Yuman dan Rekha dikiri Yuman pun tersemyum.


"Teh Rahma makasih selama aku sembuh udah nemenin aku dan mengabulkan semua keinginan aku dan Maafkan aku yang belum bisa jadi adik yang baik dan membanggakan teteh juga abang serta keluarga teteh yach... aku sayang sama teteh " ucap yuman yang duduk sambil menatap ke arah Rahma lalu menciumi wajah Rahma penuh sayang dengan mata berkaca kaca.


Rahma pun lalu bangun lalu memeluk erat lalu mencium balik wajah sang adik.


" Jalu.. kenapa kamu ngomong seperti itu kamu ngga ada salah sama teteh, kamu sudah banyak membanggakan teteh dan keluarga besar ,


Kamu adik kesayangan teteh sampai kapanpun dan teteh sudah memaafkan semua kesalahan mu selama teteh mampu dan masih bernafas keinginan kamu pasti akan aku penuhi .

__ADS_1


Teteh juga minta maaf selama ini teteh banyak mengabaikan kamu dan dan teteh tak pernah ada di saat kamu membutuhkannya "ucap Rahma sambil memegang wajah Yuman lalu menciumi wajah nya dengan sayang dan memeluk sambil menagis terisak.


Yuman melerai pelukan nya dan mengusap air mata Rahma dan mengelengkan kepalanya memberi isyarat jangan menagis pada Rahma.


Lalu dia berbalik pada Rekha yang sudah menagis melihat mereka berdua Rekha langsung memeluk Yuman dan berkata :


" Kamu kenapa ngomong gitu ?Jalu nya teteh ngga kaya gitu dia selalu tegar, tidak cengeng ,tidak suka bicara ngaco gitu! Teteh ngga suka Jalu.


Kamu adalah adik terbaik yang kami punya adik yang selalu mementingkan orang lain daripada diri kamu sendiri,


Adik yang selalu memikirkan kebahagiaan orang lain dari pada kebahagiaan kamu sendiri,


Adik yang tak pernah mau menyusahkan orang lain pokoknya kamu adalah orang yang teramat penting bagi kami jadi mulai saat ini jangan bicara ngaco dan omong kosong lagi Jalu! " ucap Rekha dengan sedikit meninggi karena kesal melihat sikap Yuman akhir akhir ini.


" Tapi Teh... Yuman banyak salah dengan kalian banyak menyusahkan, belum bisa membanggakan kalian aku banyak kekurangan teh jadi aku mohon memaafkan aku yach.. !


Dan aku janji mulai saat ini dan kedepan nya aku tak akan menyusahkan kalian lagi jadi sekali lagi maafkan aku teh " ucap Yuman sambil melerai pelukan nya dan mengusap airmata nya lalu mengusap air mata Rekha dan mencium seluruh wajah Rekha dan berbisik I love you so much sister dan memeluknya erat .


" Love you too Jalu " Ucap Rahma dan Rekha yang ikut memeluk kedua nya.


" Udah.. ah.. teh aku mau tidur ngantuk sesek juga teteh berdua meluk aku kenceng banget... " ucap Yuman sambil mengoyang kan badannya melerai pelukan kedua kakak nya.


" Maaf.... sayang.. teteh ngga sengaja abis kamunya bikin kita nyesek dan kesel aza jadi gemes aku sama kamu " ucap mereka berdua sambil men cubit pipi dan hidung Yuman.


"Auw.... teteh.... sakit atuh... kalian mah kebiasaan " ucap Yuman yang kesal karena dicubit oleh kedua kakak nya.


" Udah ah.... aku sudah cape mau tidur... tapi mau dipeluk kalian berdua yach? boleh kan? pintar Yuman pada kedua kakaknya sambil berbaring lalu merentangkan kedua tangan nya.


" Uluh... uluh adik kita manja banget... boleh cayang ayo sini" ucap Rekha yang langsung berbaring disamping Yuman disusul Rahma yang juga ikut berbaring lalu memeluk Yuman dan mencium kening Yuman bergantian dengan Rekha.


" Makasih kakak ku cayang aku sangat sayang banget sama kalian sambil menecup pipi Rahma dan Rekha bergantian.


Sebenarnya saat itu yuman merasakan dada nya sangat sesak kepala nya teramat sakit mata berkunang kunang namun dia tahan dengan sekuat tenaga agar tidak terlihat oleh semua orang dan badan nya lemas teramat sangat.


Setelah berbaring dia pun mencoba untuk menenangkan dirinya dengan mengatur nafas nya namun semakin lama semakin kabur penglihatan nya dan badan nya semakin lemah pendengaran nya semakin samar dan semakin lama semakin gelap... dan etah lah semua hilang dan gelap dan gelap.....


Yuman pun tertidur dalam sekejap saja dipelukan kedua kakak nya yang saat ini melihat terheran heran melihat berapa cepat adik nya tertidur dan dengan nafas yg menurut mereka seperti orang yang mengalami sesak namun kemudian nafas itu pun perlahan berangsur teratur .


Tapi entah kenapa mereka merasa bahwa adik nya tidak baik baik saja ,tapi pikiran itu mereka tepis dan mereka saling tatap lalu membelai kepala dan mencium kening Yuman bergantian dan berkata


" We love you Jalu " ucap mereka bersamaan.


Lalu Rahma melepas pelukannya perlahan lahan begitu juga dengan Rekha dan dia lalu menarik selimut yang mereka gunakan menutupi tubuh Yuman agar dia merasa nyaman saat tidur.


Rahma memberi isyarat pada Rekha untuk pergi dari situ karena ingin membicarakan sesuatu yang dia rasakan sejak dia hari lalu yg merasakan ada kejanggalan yang dia rasakan .


" Ada apa Rahma... kenapa kamu mengajak aku kesini apa ada yng ingin kamu sampaikan? " tanya Rekha.


" Iya aku ingin menanyakan sesuatu padamu apa kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini ataukah tidak!? " tanya Rahma pada Rekha.


" Perasaan apa Ma... aku ngga tau maksud mu apa? " jawab Rekha.


" Apa kamu merasakan ada sesuatu yng aneh dengan sikaf Jalu dengan kita tidak biasanya dia bersikap sangat manja !,


Dan kenapa juga dia sangat marah pada saat kita menolak mengantar dia beli kaffan dan kenapa dia selalu mengatakan bahwa dia akan pergi


Serta selalu mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu untuk yang terakhir kalinya.! jelas Rahma panjang lebar pada Rekha yng dengan serius mendengarkan Rahma.


" Iya itu yang selalu aku dan A Topan bahas kalo kita sudah pergi dengan Yuman , Rahma " ucap Rekha.


" Dan entah kenapa tadi saat aku melihat dia tertidur perasaan ku sangat sedih sekali seakan akan aku ngga akan bisa melihat nya lagi dan aku merasa dia

__ADS_1


begitu tenang dan wajah nya bercahaya mencarkan ketenangan ach... entah kenapa perasaan ku takut sekali kehilangan dia Rekha! " ucap Rahma lagi.


" kenapa pemikiran mu sama dengan pemikiran ku sama aku juga begitu aku merasa sangat takut kehilangan dia dan aku merasa heran dengan segala sikap nya setelah kesembuhan nya " ucap Rekha sambil melihat Yuman yang sedang tertidur lelap dan senyum nya begitu menenangkan.


__ADS_2