
Setelah para dokter berlarian keluarlah Rahma dan Aini. aini langsung berlari menuju sang ayah dan memeluk nya sambil berkata bahwa sang mama telah bangun.
" Honey... what happen?" tanya sang suami yang melihat Rahma menagis dan langsung memeluk nya erat.
" Honey... yuman... yuman bangun... dia sudah sadar...! " ucapnya sambil terisak dalam dekapan sang suami.
"What... yuman sadar dan dia terbangun...? "tanya mr tanaka.
"Iya... iya... honey....! " jawab Rahma.
"Apa... teh... jadi istriku.... sudah sadar... dia sudah bangun"! tanya Elang.
" Iya pa... mama sudah bangun dan dia sudah sadar "! jawab aini
Alhamdulillah... ucap semua yg ada disitu termasuk Ara dan siwi yang sudah berpelukan menangis mendengar sang momy sudah sadar.
Beberapa saat kemudian keluarlah para dokter yang langsung diserbu pertanyaan dari Elang juga Rahma yang penasaran mentang kondisi yuman saat ini yang mewakili yg ada disana.
" DOK.. gimana keadaan adik, istri saya ? " tanya Rahma dan Elang bersamaan.
Dok... apa dia benar benar sudah bangun dan akan baik baik saja dok? " tanya Rahma.
Iya dok apa kah dia akn sembuh seperti sedia kala lagi dok? " tanya Elang.
sehingga dokter aisyah hanya tersenyum menanggapi semua pertanyaan itu .
" Aa dan ibu saya mohon tenang dulu.... dan bertanya lah satu satu saya bingung harus jawab yang manaterlebih dahulu! " jawab dokter Aisyah.
" Iya honey.... tolong tenang lah.. biar dokter bisa menjelaskan dengan baik pada kita. " ucap mr tanaka.
" Lebih baik kalian ikut keruangan saya agar lebih leleuasa saya menjawab semua pertanyaan Anda dan saya akan menjelaskan semua nya pada kalian. ucap dokter Aisyah yang mengajak keluarga yuman
keruangan nya.
Didalam ruang perawatan.. yuman masih diperiksa dengan seksama oleh salah satu dokter yang menangani yang yang..
" ibu.. apa ibu bisa melihat saya dengan jelas? " tanya nya.
" iya... saya bisa melihat semua dengan jelas ! " ucap yuman.
" apa ibu juga mendengar sangat jelas bu? " tanya nya lagi.
" iya saya bisa mendengar semua suara diruangan ini dengan sangat jelas " jawabnya dengan terbatas lalu tersenyum.
"coba ibu gerakan jari atau tangan nya perlahan lahan." ucap nya lagi.
lalu yuman menggerakan dan tangan serta jarinya bergerak sempurna.
apa kakinya juga bisa digerakan bu.? tanya sangat dokter.
" bisa... dok..". jawab yuman sambil mengoyang goangkan kedua kakinya perlahan.
"Syukur lah ternyata Allah sangat sayang dengan ibu... karena ibu bisa bertahan sejauh ini dan ini keajaiban yang sangat sangat kuat biasa.... masya Allah.... sekali.., semoga ibu segera pulih kasian keluarga ibu mereka sangat khawatir! "ucap sang dokter sambil tersenyum.
" Terima kasih dok.... dan saya pasti bertahan untuk keluarga saya... sekali lagi Terima kasih ' ucap yuman terbata dan suaranya sangat lemah namun jelas terdengar oleh sang dokter.
" sama sama bu, sekarang ibu istirahat nanti kami cek lagi kondisi ibu, semoga cepat sembuh ya bu... tetap optimis yach untuk sembuh "ucap dokter itu.
" iya dok. maaf dok... apa kah alat alat ini sudah boleh dilepas saya risih dok... saya rasa saya sudah baikkan...? tanya yuman pada sang dokter.
"Maaf Bu... belum. semua kami bisa lepas mungkin untuk oksigen kami bisa tapi yang lain nya menunggu pemeriksaan lebih lanjut mungkin besok pagi sudah bisa... mudah mudahan... ibu bersabar ya! ucap sang dokter.
" Tapi dok... ehmm.... baik lah tapi bila besok saya baikan saya boleh pindah keruangan lain kan dok? " tanya nya lagi.
" Iya bu... kalo semua hasil pemeriksaan baik semua alat akan kami lepas dan kami akan pindah ibu keruang perawatan biasa untuk pemilihan dan ibu bisa bertemu dengan keluarga ibu! " jawab sang dokter.
" Baik lah kalo begitu... Terima kasih dan maaf sudah merepotkan anda! " ucap yuman pada dokter itu sambil tersenyum.
" Oke... sekarang saya tinggal dulu. ibu istirahat biar besok bisa bertemu dengan keluarga ibu lagi dan cepat pulang tentunya, akan ada perawat yg akan memeriksa ibu nanti dan kalo ada apa apa atau butuh apa apa tekan tombol merah ini yach."pamit sang dokter sambil berlalu pergi.
"ALHAMDULILAH... 'ucap yuman ternyata aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang orang yang aku sayangi.
"Ya Allah bila pun waktu ini adalah saat terakhirku biarkan aku merasakan kebersamaan ku bersama mereka walaupun hanya sebentar " ucap yuman yg beonolog pada dirinya sendiri.
Diruangan Dokter Aisyah semua khusus mendengarkan penjelasannya.. yang menyatakan bahwa Yuman 100%telah sadar dan membaik ini sebuah keajaiban yang luar biasa dimana pasien yng baru sadar dari koma dia bisa mendengar, melihat bahkan mengerjakan badan nya secara normal atau dalam keadaan seperti biasa nya dan yang dokter bikin kagum semua diagnosa yang ada menujukan membaik atau hampir 80% kondisi yuman dinyatakan sembuh.
__ADS_1
Bahkan sel kanker itu pun hilang dan dinyatakan bersih. Tapi saat ini yuman dianjurkan untuk tidak ditemui terlebih dahulu agar pasien bisa istirahat hanya bisa dilihat dari luar saja.
semua yang ada didalam ruangan pun mengucap syukur alhamdulillah karena orang yang sangat khawatir kan dinyatakan baik baik saja.
Didepan ruangan yuman.. terlihat yuman sedang disuapin bubur oleh seorang perawat.. dan dia terlihat lebih baik.. dia terlihat tersenyum
Kala dia melihat kearah luar dia melambaikan tangan nya. Dan mengelengkan kepalanya sambil mengelap kedua mata nya memberi isyarat bahwa kita tidak boleh bersedih (menagis) .
Kami yang melihat sangat terharu sekali tak terasa airmata mengalir begitu saja melihatnya sudah bisa berinteraksi walaupun masih sangat kelihatan lemah tapi senyum itu teramat sangat kami rindukan.
Seminggu sudah yuman bangun dari koma nya seluruh keluarga sangat bahagia dan kondisinya berangsur angsur baik dan dia memaksa untuk pulang karena sudah penat dengan suasana rumah sakit .
" Pa... tolong bilang donk sama dokter Aisyah aku pulang hari ini bosan aku disini terus.. aku mau pulang kasian Ara dan siwi aku mau ajak mereka jalan jalan " buruknya pada sang suami.
" Iya sayang nanti aku bilang tapi sekarang makan bubur ini kamu belum makan kan?! " jawab elang.
" AY... aku malas makan makanan rumah sakit aku rindu masakan mama ku.. "tolak yuman.
" Tapi... ngga ada tapi tapian pokoknya aku mau pulang sekarang"! ucap yuman merajuk.
kala sedang berdebat dokter Aisyah pun datang
"Assalamu'alaikum, pagi aa pagi yuman.. sapa nya
" Waalaikumsalam, jawab keduanya.
" Gimana... yuman hari ini keadaan apa ada yng masih kerasa sakit ? " tanya dokter Aisyah.
" Alhamdulillah.. dok aku baik baik saja dan ngga ada yang sakit yang aku rasakan hanya aku penat terlalu lama disini apakah aku bisa pulang hari ini? " jawab yuman.
" Ehmm rupanya ada yng sudah ngga betah nih ceritanya ! " goda dokter Aisyah.
" iya dok... boleh ya... bolehkan aku pulang..
hari ini? "bujuk nya.
" Ehmm... baik lah tapi nanti siang yah setelah kita melakukan pengecekan terakhir untuk melihat perkembangan selanjutnya nya.. tapi kalo belum baik mohon maaf tidak akan diizinkan ! " ucap dokter Aisyah.
" yah... kok gitu kenapa siang dok? ngga sekarang aja? " ucap yuman.
"Nggak bisa karena kita menunggu hasil lab dan sctscan dulu baru kita bisa ngambil keputusan boleh atau ngga nya kamu pulang" jawab sang dokter.
" Iya baik lah !" saya tinggal dulu yach.." sampai ketemu nanti siang " pamit sang dokter.
Baru dokter keluar dari luar terdengar orang mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum., suara dari luar suara beberapa orang yg sudah yuman kenal.
"Waalaikumsalam " jawab nya.
pintu pun terbuka dan masuklah Rahma ara siwi juga Sini serta tak lupa dini.mereka datang membawa makanan kesukaan yuman yang dipesan kemarin.
" Teh Rahma.. kok teteh sendiri mana abang? " tanya yuman yg heran melihat sangat kakak datang sendiri.
" Abang udah balik ke Jepang.. banyak kerjaan dan terlalu lama juga nia ninggalin kantor nya! " jawab Rahma sambil memeluk yuman dan mencium kening nya.
" eh... anak anak momy.... sini..kalian ngga ingin peluk mom..? " tanyanya pada ketiga putrinya.
lalu aini, ara dan siwi pun mendekat dan bergantian memeluk setra mencium sang momy.
"Eh sudah.. kalian ini udah kaya teletabies aza, sekarang biarkan momy kalian makan dulu ! " ucap Rahma yg langsung melerai pelukan yuman dengan ketiga ponakannnya.
"uh... Ua mah kebiasaan kalo kita sedang seru seru nya suka ganggu " ucap Aini yg kesal dengan Rahma.
"iya... bunda kenapa sih suka banget ganggu kita! ucap ara dan siwi sambil cemberut karena mereka masih betah memeluk sang momy.
" eh... udah marah nya nanti lagi kita makan dulu kasian momy kalian pasti nungguin kita tuch! "ucap Rahma yg langsung membagikan makanan .
setelah menikmati makanan mereka kemudian berbincang atau ngobrol ringan tertawa dan denda gurau begitu bahagia yuman menikmati kebersamaan nya dengan orang orang yang dirindukan .
Tak lama setelah itu Rekha dan Topan pun datang karena merasa rindu dengan sangat adik yang mana baru hari ini mereka baru bisa mengunjungi yuman dari mulai dia tersadar karena kesibukan nya dan juga ada sesuatu yang tak bisa dia tinggalkan.
" Assalamu'alaikum, semuanya... ucap Topan dan Rekha saat masuk ke ruangan itu.
"Waalaikumsalam... jawab semua yang ada didalam.
__ADS_1
" Rekha.... topan.... ucap Rahma yg baru bertemu keduanya sambil merentang kan tangan mendekati rekha cipika cipiki dan berpelukan erat...
" kamu kemana aja , sudah lupa kamu dengan kita ? "ucap rekha saat berpelukan.
" Aku ngga kemana mana rekha... tp ponselku hilang jadi semua kontaknya hilang semua ! " jawab Rahma sambil melerai pelukannya dan menatap rekha yg sudah menangis.
" kamu sombong... kamu lupa sama kita? kamu ngga tau gimana dia... sangat merindukan mu? " ucap rekha sambil mendekat pada yuman yg sudah merentangkan tangan.
"Maafkan Aku... sudah banyak menyusahkan mu untuk merawat anak degil itu! " ucap rahma sambil mendekati yuman yng sedang memeluk rekha.
"teteh... aku kangen sekali sama teteh... " ucap yuman pada rekha dan semakin erat memeluk rekha..
Ara, Aini dan siwi kaget melihat manjanya sang momy mereka yang keliatan tegar mandiri dan tangguh dimata mereka ternyata begitu manja bila di hadapan kedua kakak nya. mereka bertiga saling pandang lalu tersenyum.
" Ehmm... ternyata momy kita ini bisa manja juga... yach "" ledek ketiga putrinya pada yuman yang sedang bergelayut manja di pelukan rekha.
" Kalian ini kenapa baru tau ya... momy kalian itu anak paling manja bila sudah ketemu kedua bunda kalian ini " ucap Topan yang tau gimana sikap yuman pada istri dan sahabatnya itu.
" oh... jadi.. jalur nya bunda Rahma yang tomboy ini ternyata... anak manja yach " goda ara yang kaget dengan sifat sang momy yang dia kenal.
" terus... terus aja ngeledek! emang momy ngga boleh sama bunda bunda kalian ini yach? " tanya yuman pada anak nya.
" bukan ngga boleh momy tapi... ha.. haa. haa pecah sudah tawa ketiga anak anaknya yg sejak tadi ditahan..
" Dosa kalian ngetawain orang tua " ucap yuman dengan nada kesal.
" sudah kalian ini kasian momy kalian biarkan momy kalian bermaja seperti itu kapan lagi bunda bunda kalian juga susah ketemu juga! " ucap topan.
" yeh... ayah mah gitu... belain momy terus.. mentang-mentang adiknya kita dicuekin! " ucap siwi ara dan aini.
" iya... momy begini juga untuk terakhir kalinya nya besok besok ngga akan ! kalian boleh sepuasnya bermanja manja sama bunda bunda kalian ini! " ucap yuman.
" ih... momy apa an sih kok gitu ngomong nya...? " ucap siwi sambil mendekat sambil memeluk sang momy.
" iya momy ini ngomong apa sih... besok atau kapan pun momy boleh peluk bunda sepuas nya! iyakan bun? tanya Ara pada Rekha dan Rahma .
" momy.. mah kebiasaan kalo ngomong itu suka asbun... " sambung Aini.
" ud@h ... kalian ini..segala hal gitu di ributin! " lerai topan. dan dini sambil geleng geleng kepala.
" iya ngga malu tuh sama bu dokter yang dari tadi nungguin kalian debat " ucap dini.
" Eh... bu dokter maaf kami kira ngga ada bu dokter" ucap Rahma .
" oh ngga apa apa seru juga kalo udah pada ngumpul dan senang melihat yuman yang semangat sekali " ucap dokter Aisyah.
" Dok... apakah aku sudah boleh pulang sekarang aku sudah sehat dan aku baik baik saja kan ? " Tanya yuman pada dokter Aisyah.
" Sebaik nya kalian menepi dulu biar bu dokter memeriksa momy dulu ya! " ucap rekha pada ketiga pitrinya yg sedang duduk mengelilinginya.
" iya cepat... mingir. kalian ini.. malah duduk disana " ucap Rahma. lagi .
" iya... iya bun... biasa aza kali nyuruh nepinnya kita juga mau turun kok" ucap Aini lalu mereka bertiga turun dan bergeser menjauh dari yuman.
" Ngga... apa apa kok... aku kesini cuma memberitahu bahwa hari ini yuman boleh pulang dan hasil pemeriksaan dari Lab semuanya menyatakan baik." ucap Dokter Aisyah.
"Alhamdulillah.... akhirnya aku bebas.... " ucap yuman yg memang sudah ngga mau lama lama di rumah sakit.
" Alhamdulillah... semua yg ada di ruangan itu pun berucap syukur karena yuman sudah diizinkan pulang.
" Tapi tetap dirumah jangan lupa jag pola, makan pola tidur serta minum obat yg teratur dan harus kontrol 3 hari sekali untuk awal selanjutnya kita lihat perkembangan nya oke! " ucap dokter Aisyah.
" oke dok... pasti, saya jalani yang penting saya pulang nya hari ini dan sekarang kan? " ucap yuman setengah bertanya pada sangat dokter.
" Ehmmm..... iya yuman... sekarang tapi ingat pesan saya tadi.. jangan di abaikan saya tau gimana kamu! " jawab dokter Aisyah sambil tersenyum karena dia sangat mengenai yuman seperti apa.
" Tenang dok ada kita... pasti kita awasi dia kami bertiga yg akan jadi perawat momy 24 jam ' ucap siwi.
Setelah selesai dengan perbincangan itu dokter Aisyah pun berpamitan yuman beserta keluarga bersiap siap Elang pun telah memberitahu keluarga nya bahwa yuman telah diizin kan pulang hari ini merka sangat gembira dan mempersiapkan persyaratan penyambutan untuk yuman.
menggunakan 3 mobil mereka pulang yuman tentu dengan Elang dan ketiga pitrinya rizki menanti dirumah dengan membantu persiapan penyambutan untuk sang mama. dua mobil lain rekah dan topan dan satu Rahma dan Dini.
Dua jam melewati jalanan kota bandung yang cukuplah padat karena hari ini hari libur jadi sedikit drama kamacetan pun terjadi. akhirnya sampai ketiga mobil itu di halaman rumah orangtua yuman.
Rumah yang sangat dirindukan yuman karena kurang lebih 4 bulan dia terbaring dirumah sakit .
__ADS_1
Dengan duduk dikursi roda yuman melihat sekelilingnya menatap rumah yang teramat sangat ia rindukan juga sangat merindukan kebersamaan bersama keluarga nya.. air mata nya tak terasa jatuh perlahan di pipinya... terkenang banyak hal hal yg sudah dia lewati dirumah itu semuanya... melintas bagai sebuah film berdurasi sangat lambat membuat dia semakin sedih... entahlah perasaan apa yang dia rasakan saat ini.. "
Ya... Allah dirumah ini aku banyak mengalami semua perjuangan untuk hidup banyak kasih sayang yang aku rasakan disini banyak cinta yang aku dapatkan Terima kasih engkau telah mengabulkan segala keinginan ku saat ini aku berjanji aku akan mempergunakan nya sebaik mungkin waktu yang Engkau berikan pada ku saat ini "dia bermonolog pada dirinya sendiri.