
Setelah 2 minggu aku bekerja seperti biasa aku memutuskan pulang kerumah dengan berusaha untuk menyembunyikan rasa rindu dan sakit yang aku rasakan setelah hampir 2 bln lebih aku merasakan kerinduan dan sakit yang aku rasakan secara bers@maan . sebelum pulang aku mencoba untuk datang memeriksak@an kedokter yg biasa menangani ku
assalamualaikum dok... ! ucapku saat masuk ruangannya
waalaikumsalam eh bu yuman.... tumben sekali datang kemari? jawabnya
eh... dokter bisa aja. jawabku
iyalah... aku kaget atas kedatangan ibu apalagi udah malam begini! jawab dokter AISYAH
DOKTER AISYAH adalah dokter yg biasa menangani ku sejak aku divonis penyakit kanker serviks yang aku cerita ini.. dia orang yg sekaligus bisa aku ajak kerjasama menutupi kenyataan sebenarnya tetang penyakit ku ini yah awalnya dia tidak mau membantumu dan tidak mau membohongi keluarga ku tapi karena desakan ku dan karena kasihan dengan keadaan ku akhir nya dia menyerah dan mau melakukan nya... Terima kasih DOKTER karena mau membantukku.
jangan ngomong seperti itu dong dok! jawabku sambil tertawa kecil
yum.... seperti nya kamu tidak baik baik saja... muka kamu pucat sekali dan seperti nya kamu sedang menahan sakit? tanya dia lagi sambil cepat dia menghampiriku yang memang aku merasakan nyeri dan badanku lemas sekali saat ini
ah.. ngga kok... aku biasa aza cuma hanya sedikit nyeri diperut ku ini... jawabku
lalu dia menyuruh ku langsung duduk ditempat tidur pemeriksaan diruangan itu...
__ADS_1
mari sini aku langsung periksa aja... udh berapa lama ini kamu rasakan ?terus obat nya apa kamu makan rutin? tanya nya lagi sambil cepat dia memanggil perawat yang ada diluar..... asri... asri ayo cep@t kesini tolong saya... panggil nya pada perawat yg ada luar ruangan itu
oh iya dok ada yg bisa saya bantu? tanya perawat itu
tolong saya oleskan gel diperut ibu itu aku akan memeriksa nya? ucapnya sambil dia memakai kan tangan nya sarung tangan karet yg biasa dipakai kala melakukan pemeriksaan
baik dok..., ibu maaf boleh angkat bajunya dan maaf saya akan menguleskn gel ini... ucapnya sambil membuka baju dan jaket yang aku pakai saat itu lalu dia mengoleskan gel itu di atas perutku guna mempermudah untuk melakukan USG seperti biasanya... lalu dokter aisyah mendekat dan memulai pemeriksaan itu dengan seksama dan sangat teliti dan juga dengan raut wajah yang sangat serius kemudian terkaget dan terkejut dia saat menatap layar monitor yang ada didepan kita sekarang.... lalu dia menatap ku penuh kesedihan..
yum.... kenapa jadi seperti ini? apa kamu tak pernah melakukan terapi dan mengabaikan memakan obat nya? tanya nya dengan raut wajah yang penuh kecemasan serta kekhawatiran kala melihat ku
memang kenapa dok...? tanya ku
oh jadi...perkembangan nya seperti itu apa itu akan mempengaruhi ku dok.? jawab ku tenang dan tanpa rasa bersalah sama sekali walau sebenarnya dalam hatiku sangat takut
kamu masih bisa setenang ini yum.. ini sangat bahaya! apa akhir akhir ini kamu mengalami sesuatu ? tanya nya lagi
oh... tidak dok hanya saja sudah hampir sebulan ini selalu datang nyeri dan ngilu yg lebih di area disini jawabku sambil menunjukan daerah perut yg tepat di area rahim itu berada . jwb ku
terus apalagi yang kamu rasakan ? tanya nya lagi
__ADS_1
seberapa sering itu terjadi? dan nyeri nya seperti apa? terus apa terjadi pendarahan? lalu dia meme berondong aku dengan pertanyaan
aduh dok... pertanyaannya satu satu aku jadi bingung jawabnya.. ucapku
sakitnya memang sering.... yach nyeri nya pun tidak seperti biasanya terus..... kalo pendarahan... aku ragu menjawabnya... kalo aku bilang ada aku takut kalo aku disuruh kerumah sakit.... tapi kalo bilang tidak nanti takut terjadi lagi saat aku dirumah gimana.. aku bicara dalam hati ku tapi aku harus ngomong biar nanti dokter kasih obat buat itu... lalu aku jawab iya pernah dok... tapi ngga terlalu banyak tapi itu sangat sakit dok... jawab ku akhir nya
kemudian dia menarik napasndalam dan menghabiskan nya kasar kemudian mengakhiri pemeriksaan USG itu lalu menyuruh ku duduk dan membiarkan perawat tadi memebereskan peralatan dan menyuruh nya keluar
setelah itu lalu dia menatapku dengan kecewa dan khawatir bersamaan
yuman... kamu ini sangat keras kepala usiamu q sudah tak muda lagi kenapa kamu masih saja seperti ini... aku sudah sering memeperringatkkan kamu jangan anggap enteng penyakit mu ini.. iya dia bisa hilang dan sembuh bila kamu bisa jaga pola makan... atau pola hidup kamu yg sehat, makan obat teratur, sering cek up,... tapi kamu itu pasien yang sangat bandel semua kamu langgar jadi ini akibat nya... lihat... dia berbicara panjang lebar dengan nada yg sangat sangat kecewa padaku karena perkembangan penyakit ku ini..... dan dia berbicara sambil menunjukan hasil USG yang baru dilakukan... lihat ini... ini... ucap nya padaku
aku sih sudah bisa menebaknya mungkin perkembangan kanker yang ada dalam rahimku sudah semakin pesat dan cepat bisa jadi meme besar kenapa dok? hanya itu yg keluar dari mulutku.
kanker yg ada di ovarium dan mulut rahim mu mengalami perkembangan yang sangat pesat ini akan sangat membahayakan sekali dan sel kangker ini sudah menjalar kebagian yang lain ini harus segera diangkat dan sangat membahayakan nyawa kamu yuman... ucapnya.. deg... aku sempat terkaget tapi aku tak mau kelihatan lemah didepan dokter ku ini . lalu apa yg harus aku lakukan tapi aku mohon jangan suruh aku untuk menetap dirumah sakit ataupun menjalani operasi... aku tidak mau itu ucapku lagi
Terus harus mau kamu apa ini harus secepatnya di lakukan tindakan ini teramat sangat membahayakan diri kamu bisa berujung kematian yum... kamu ini sangat sangat keras kepala pokok nya tak ada tawar menawar besok aku rujuk kamu kerumah sakit... jawabnya.. tidak dok... aku tidak mau amel kukan semua itu aku tetap dengan keputusan ku aku akan bertahan dengan caraku sendiri mengatasi semua ini dokter cukup mementau ku saja aku masih kuat untuk melawan nya tak usah dokter mengkhawatirkan aku seperti itu... tolak ku
yuman ini sangat tidak mungkin dibiarkan lagi ini harus segera ditindak aku takut terjadi sesuatu dengan kamu ini sangat beresiko.. ucapnya lagi sambil terus membujuk. ku. tapi aku terus menolak dan kekeuh sdengan keputusan ku dan komitmen ku dari awal dengan dia cukup dia membantuku merahasiakan ini dan mentah perkembangan penyakit ku saja aku akan berusaha sebaik mungkin menghadapi semua dengan cara ku sendiri dan menyerahkan semua itu pada Allah SWT yg menguasai Kehidupan ku ini aku akan mengikuti garis Takdir yang sudah tertulis untuk ku ini dengan perdebatan yang cukup alot akhir nya terciptalah keputusan dimana DOKTER AISYAH mengalah padaku dengan catatan akun menjaga pola hidup sehatku dan mengikuti tetapi serta makan obat dengan teratur dan juga tidak boleh stress akupun menyanggupinya tapi yach kita lihat saja apakah aku bisa atau tidak setidaknya aku hanya mengiyakan dokter biar aku tak terjeb@k dirumah sakit dan ruang gerakku dibatasi itu saja.. akhirnya aku pun pamit pulang dengan segala nasehat dan wejangan dari beliau yang sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri yach aku dan dokter aisyah sudah seperti kakak adik jadi dia tidak akan pernah ragu untuk memarahi ku seperti tadi.
__ADS_1