
"Aini yang baru keluar dari kamar ibu nya berpapasan dengan RIZKI.
"De apa itu kok kamu bawa keluar barang dari kamar mama? "tanya rizki pada adiknya.
"Oh... ehmm... ini memang barang Mama tapi...." ucapan Aini terpotong dengan kehadiran Om nya
Hendra yang memang datang untuk menjemputnya
"Assalamu'alaikum,. Hai Aini rizki... kalian ngapain?" ucap Hendra yang melihat keponakan nya berdiri didepan kamar kakaknya.
"Waalaikumsalam Om... " jawab mereka berdua.
" Oh ngga ngapa ngapain Om? jawab Rizki.
"Om sendiri mau ngapain? kok pulang Mama gimana Om?" tanya Rizki balik.
"Oh... itu dia.... tapi ibu sama bapak mana ?" tanya Hendra lagi.
"Oh adaIibu dikamar tadi habis makan langsung masuk lagi katanya lemes" jawab Aini.
"Kalo bapak tadi pergi ke rumah pak Tedy diminta betulin sanyo dia katanya "ucap Rizki lagi.
"Oh gitu... "ucap Hendra sambil berjalan menuju meja makan diikuti keponakan nya.
"Oh iya Om kok belum jawab pertanyaan kita?" tanya Rizki.
"Oh iya... kondisi Mama kamu sekarang sudah baikan dan Om kesini di suruh jemput kalian...! "ucap hendra pada ponakan nya sambil melepas sepatu dan jaket yang dipake nya.
"Dan tadi papa kamu bilang Mama mau bertemu kalian ,maka nya om datang mau jemput kalian " ucap nya.
"Kalo gitu... ayo Om sekarang kita pergi aku sudah kangen sama mom! " ucap Aini yang sangat antusias ingin ketemu dengan sang momy.
"Sabar dulu ! Eh kamu itu bawa apa Ain?" tanya Hendra yang heran melihat aini membawa sebuah kotak.
"Ehmmm ini Om..." ucap aini sambil menyimpan kotak itu diatas meja makan.
"Iya itu apa... dan buat apa? "tanya nya lagi.
"Ini.... ini... "Aini bukan menjawab malah air matanya mengalir di pipinya sambil memegang kotak nya.
"Eh... kenapa kamu malah menangis.... "ucap Rizki dan Omnya.
"Ini...ini barang barang punya Mama...." ucapnya.
"Lalu kenapa kamu menangis memangnya barang mama apa itu dek. "tanya rizki lagi
"Sebaiknya nanti aku jelaskan nya ketika kita semua sudah berkumpul " ucap Aini sambil terisak dan tangan nya mengusap kedua pipinya.
"Kenapa dek...." tanya Rizki lagi.
"Iya ain kenapa. ngga sekarang dibuka aza?" ucap Om nya.
"Jangan Om nanti saja karena isi nya sangat penting dan semua harus tahu isi kotak ini jadi biar aku simpan dulu aza " ucap Aini.
"Oh ya udah kalo itu mau mu tapi sudah jangan menangis ,sekarang Om mau tidur sebentar iya!" ucap sang Om dan Hendra pun tak memaksa untuk melihat isi kotak itu walaupun itu barang kakaknya sekalipun.
"Baik lah aku masuk dulu Om !" pamit Aini pada sang Om.
"I ya om juga mau tidur sekarang ngantuk banget udah kerja langsung kerumah sakit. "Hendra pun berlalu masuk kamarnya.
" Iya om..." jawab Aini dan rizki yang ikut berdiri pergi kekamar masing masing.
Dua jam berlalu keponakan dan Om nya kini sudah siap untuk pergi ke Rumah sakit kini mereka masih berbincang dengan Ibu dan Bapak nya mengenai kondisi Yuman setelah dirasa cukup mereka pun pamitan.
"Ya udah ibu dede pergi dulu dengan mereka berdua ya! "pamit Hendra pada sang ibu.
"Iya udah sana pergi... awas jangan lupa tadi makanan sama baju ganti nya dibawa" !ucap Ibu dewi .
"Iya bu ini udah aku masukin ke tas aku ini "jawab rizki sambil meenunjuk tas yang sedang digendong nya.
"oh yaudah awas hati-hati kalian dijalan nya, jangan ngebut ngebut yah Om! "ucap Bu Dewi lagi.
" Baik kalo begitu kami pamit asalamualaikum.."
ucap merka bertiga sambil mencium kedua orang tuanya.
Satu jam diperjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan kini mereka sudah berada di depan ruangan yuman dimana disitu ada elang dan siti yang menunggu yuman
"Assalamu'alaikum... " ucap ketiga orang itu ya Aini, Rizki dan juga Hendra yang baru saja nyampai.
"Waalaikumsalam... ucap Elang dan Siti berbarengan.
" Ua... papa... " sapa Aini dan Rizki pada Sang Papa dan Siti sambil mencium tangan kedua orang itu lalu memeluknya.
"Aini... kamu sudah sehat nak... ?kamu baik baik aza sayang... ?"tanya siti pada Aini.
"Iya... Ua aku baik baik aja... gimana Ua... ?maaf aku baru bisa datang... habisnya aku sekolah jadi ngga bisa gantiin Ua disini... !ucap Aini sambil memeluk kakak dari ibu nya.
" Ngga apa apa Ua tahu kalian sibuk kerja sama sekolah kok dan U a kan kerjanya ngga terikat gitu jadi bisa tukeran sil juga.. jawab Siti.
"Ehmm... maaf ya Ua kami selalu merepotkan "ucap Rizki.
" Ngga apa apa a ngga merasakan direpotkan kan Mama kamu adik Ua juga jadi udah kewajiban Ua untuk menjaganya... jawab Siti.
kemudian Aini berjalan mendekat kearah jendela dimana sangat mama terbaring dengan segala peralatan yg terpasang ditubuhnya..
__ADS_1
"Mama.... Ade kangen sama Mama...! " ucapnya menatap sendu sangat mama yg sedang diperiksa oleh dokter..
Setelah selesai pemeriksaan baru lah dia melihat sang mama melambaikan tangan nya.... sambil tersenyum Aini pun membalasnya.... dan segera ia berganti baju khusus buat masuk keruangan itu dibarengi sangat kakak Rizki...
"Assalamu'alaikum Ma..." ucap mereka berdua setelah masuk keruangan itu.
"Waalaikumsalam" jawab Yuman dengan suara terbata dan lemah menahan air matanya karena tak ingin terlihat sedih oleh kedua anak nya.
"Ma... apa kabar.." ucap Aini sambil mengambil tangan ibu nya untuk dicium dan kemudian dia menciumi sluruh wajah ibunya
"Mama baik baik saja nak... kamu sehat..?. terus sudah makan... ? gimana sekolahnya... ?" jawabnya dengan sederet pertanyaan terluncur dari bibirnya
"Aku sehat Mama aku juga selalu makan banyak.. sekolah aman Ma...! sesuai perintah Bu boss," jawab Aini nyeleneh.. dia pun tak tahan langsung memeluk sang mama sambil menangis.
Yuman.... mengusap sayang punggung kepala dan punggung sang anak sambil menatap putra sulung nya yang sama menyimpan rindu dan sedih melihat ibunya trrbaring saat ini
"sSudah de... jangan menangis gitu.. kasian Mama berat?! "lerainya pada sang adik
"Iya de jangan nangis Mama baik baik saja dan sebentar lagi Mama pasti pulang ya! "bujuk Yuman lagi dengan berat hati Aini bangun melerai pelukan nya dengan sang ibu
Aini duduk sambil mengenggam tangan mama nya dan ditatap lekat wajah sang ibu guna melepas kangen yang teramat sangat ia rasakan dengan sesekali meciumi punggung tangan ibunya
Rizki pun tak jauh beda dia menatap sang ibu tanpa berkata apa apa mereka bertiga diam tanpa sepatah kata pun dengan pemikiran nya masing masing
"YA ALLAH KU MOHON BERIKAN AKU WAKTU UNTUK BISA MEMBUAT ANAK ANAK KU BAHAGIA" ucap Yuman dalam hati nya
.
"Ya Allah sembuhkan dan angkat penyakit ibu hamba agar dia bisa berkumpul lagii bersama kami" ucap Rizki.
"Ya Allah kuasa mu sangat besar sembuhkan ibu hamba agar kami bisa bersama lagi" ucap Aini.
"Aa.. Ade... kenapa diam.. Mama kangen sama kalian.". suara Yuman yang memecah keheningan.
"Eh.. iya Ma kita juga sangat kangen sama Mama" ucap Rizki dan Aini.
"Aa... tolong jaga Ade baik baik kalian hanya berdua saja aa harus bisa melindungi Ade jangan dikasari, jangan terlalu keras sama Ade ya... ! kalinya harus saling sayang saling jaga saling mengingatkan kalau salah dan jangan tinggalkan sholat dalam keadaan apa pun dimana pun.. "ucap Yuman pada kedua anaknya
"Iya.. ma aa kan jaga ade dan sayang ade ma tapi mama harus sembuh biar aa ada yang inget ini kalo aa salah "ucap Rizki
"Iya ma ade juga janji ngga nakal ngga ngelawan lagi dan akan jadi anak baik ma.. tapi mama temenin ade terus yah..". ucap Aini sambil terisak
"Iya nak in sya Allah mama akan menemani kalian dan doa mama selalu menyertai kalian, "ucap Yuman yang terbata sambil menahan sakit yang saat ini entah kenapa datang disaat yg tidak tepat...
"Sudah jangan nangis lagi jelek... mama akan baik baik aza dan pulang.. yah.." Di ucapnya lagi sambil tersenyum dan mengusap airmata yang ada dipipi anak bungsunya.
yuman berusaha menahan rasa sakit itu dia tak ingin anak nya melihat itu. setelah cukup dia melepas kangen dengan anak nya.
Dan waktu yang mengbatasinya karena Yuman harus banyak istirahat
Kedua anak nya pun meninggalkan ruangan dengan berat hati dan dengan rasa takut kehilangan yang sangat besar... dihati mereka entah kenapa mereka berdua merasa bahwa ini seperti terakhir kalinya mereka bisa berbicara dengan sang mama.
"ASSALAMU'ALAIKUM tante om... ucap kedua nya.
"Waalaikumsalam jawab Rekha dan Topan sambil berdiri menyambut kedua keponakan nya.
"Aini... dia mendekat pada Aini yang mengilurkan tangan untuk mencium tangan nya.. lalu menarik masuk kedalam pelukan nya dan menciumi wajah nya.
Lalu Rekha berpindah pada Rizki dan kembali memeluk keponakan nya itu begitu pun dengan Topan.
"Sini.. nak duduk disini sama tante..." ucap Rekha
sambil membimbing kedua ponakan nya itu di kebangku yang bekas tadi mereka duduk
Aini dan Rizki pun mengikuti. langkah Rekha dan duduk mengapit tante nya sedang topan disebelah rizki dan elang disebelah aini
"Tante apa kabar..." tanya aini pada rekha yg pada saat itu sedang mengusap air mata nya.
"Alhamdulillah tante dan om baik dan sehat! jawab rekha.
"Kalian sendiri gimana?"' tanya rekha
"Alhamdulillah juga tan seperti yang tante dan Om lihat, hanya hati kami saja sedang sakit tan, melihat mama dalam keadaan seperti itu.. "ucap aini dan rizki yang bersahutan.
"Kalian yg sabar yach.. mama kalian wanita yg kuat... pasti bisa melewatinya dengan baik...! "ucap topan sambil menepuk bahu rizki dan membelai sayang kedua keponakan nya itu.
"In sya Allah tan ,om ! mohon doa nya aza semoga mamah dapat melewati semuanya dengan baik" ucap rizki lagi karena aini sudah terisak menangis.
"Sudah nak jangan nangis dilihat mama nanti sedih , kalo nanti lihat kamu nagis kaya gini ucap Rekha yang langsung merangkul Aini dan mengusap air mata nya.
" Ya udah Om sama tante mau melihat mama dulu kalian tunggu tante disini ya! ucap nya lagi sambil bangku dari duduk nya dan masuk ruangan tempat dimana harus memakai baju khusus... lalu mereka berdua masuk ruangan dimana tempat yuman di rawat.
"Assalamu'alaikum.... anak degil... ucap Rekha dan Topan... bersamaan.
Yuman melirik sumber suara... dia tersenyum sambil menahan tangisnya... dan
"Wa'alaikumussalam salam..." ucap nya.
"Sekarang gimana rasanya anak degil, puas kamu bikin kita jantungan... bikin kita khawatir kaya gini heeuh...? "ucap Rekha sambil mendekat pada yuman.
Dan menangis.. kesal, marah dan sedih jadi satu... lalu memeluk yuman erat... yuman pun membalas pelukan Rekha... sambil tersenyum kearah Topan.
"kamu tuh... senyam senyum dek...! tidak tau kakak kamu ini 2 hari dia sampe ngga makan karena khawatir sama kamu! "ucap Topan sambil mengusap pucuk kepala yuman .
"Ehmmm.... maaf... "ucap yuman yang berubah sendiri kala mendengar kata kata Topan karena rasa bersalah nya.
__ADS_1
" udah sekarang jangan kamu ulangin lagi turutin apa kata dokter sekarang ini.. jangan degil lagi! "ucap Rekha yg sudah melerai pelukan nya dan melihat raut muka yuman berubah karena kata kata suaminya .
"Iya yuman sudah dianggap sebagai adik oleh mereka karena umur Yuman 2 tahun lebih muda dari mereka berdua dan Yuman memang sangat disayangi oleh keduanya dari sejak mereka kenal karena yuman benar benar anak yang baik.
Sama halnya dengan Rahma juga sama teman rasa saudara yuman yang mereka kenal saat di SMK sampai akhirnya mereka berpisah karena Rahma dapat beasiswa ke Jepang sebenarnya saat itu Yuman pun dapat tp karena ada sesuatu lain hal Yumna mengundurkan diri .
kami berlima sangat dekat sudah seperti saudara sendiri kedekatan kami tidak hanya seputar kami tapi juga dengan keluarga masing masing.
Oh iya ada satu lagi yaitu kakang dia sama teman sekolah yuman saat SMK tp lain sekolah dulu kakang dekat dengan Rahma atau bisa dikatakan pacaran yach tapi jodoh belum berpihak pada mereka 🤭🤭🤭 kakang ada dibanding tepatnya didaerah C B sudah yah..itu sedikit ceritatentang kami.
Yuman lalu menatap mereka berdua sambil tersenyum lagi... "maafkan aku teh... aa aku sudah membuat kalian khawatir dan membuat kalian susah.. "ucap nya lemah dan terbata.
"Sudah lah semua sudah terjadi sekarang jangan mikir macam macam pikirkan kamu sehat dan cepat sembuh "ucap Rekha sambil menciumi tangan sangat adik dan mengusap airmata yuman yang mengalir di pipinya.
"Ehmm..sekali lagi maafkan aku yach...dan aku titip anak anak ku terutama tolong teteh dan aa temui Aysera kata sampaikan maaf ku untuk nya ! ,
Dan Aa,Teh bila nanti terjadi apa apa dengan aku saat operasi tolong kakak berikan suratku dan hadiah untuk nya yach...!"ucap Yuman yang terbata dan menagis.
Topan dan Rekha yg mendengar itu langsung kaget, dan..."Hus...kamu itu ngomong apa kamu pasti sembuh dan pasti sembuh jadi sampai kan sendiri semua nya sendiri pada Anak itu?" ucap Rekha.
"Iya kamu tuh jangan ngomong kemana aza..harua nya kamu harus optimis bahwa ku akan sembuh"!sambung Topan yng sedikit kesal dan marah mendengar omongan Yuman.
Yuman menatap mereka berdua sambil mengelengkan kepalanya....."tidak...aa ...tidak mungkin karena waktu ku tinggal sudah habis...dan..."
belum selesai yuman bicara telunjuk Rekha sudah mendarat di bibirnya...
"Stttt...sudah jangan ngomong ngelantur kamu pasti kuat waktu mu sangat banyak dan kamu tak akan pergi kemana mana kamu disini berkumpul dengan keluarga mu kita pasti kita semua akan menemani!" ucap Rekha.
sambil menahan tangis nya tapi sayang air matanya sudah mendahului jatuh di pipinya .
"Sudah jangan bicara apa apa lagi sekarang kamu istirahat lah persiapkan diri kamu buat operasi nanti dan masalah Aysera serah kan pada ku dan Rekha !" ucap Topan.
"Oh iya aa ... teh.... tapi tetap sebelum aku operasi tolong datang kerumah ku dan ambil kotak yg ada dilemari buku ku yang diluarnya terbungkus pelepah daun pisang lalu nanti tolong kasih kan pada suami ku dan dalam kotak ada beberapa barang kasih kan sesuai nama yang sudah aku tulis serta untuk Aysera..... "suara yuman terhenti.... karena menahan sakit yang datang dan..... dari hidung nya keluar sedikit darah segar.... lalu dia dengan cepat mengusap nya.
"Sudah cukup yuman hentikan omong kosong mu.." ucap Rekha sedikit meninggi.
"Tidak teh tolong dengarkan dan tolong sampai kan pada suamiku... kumohon !"ucap Yuman terbata... bata sambil terus meringis menahan sakit serta darah semakin banyak keluar dari hidung nya.
'Yah cepat pijit tombol itu! " ucap Rekha tunjuk topan pada tombol yang ada diatas tempat tidur yuman.
dengan cepat Topan menijit tombol merah yang ada diatas tempat tidur Yuman namun sayang kalah cepat karena yuman menahan tangan Topan.
"Aa aku mohon jangan sekarang... Aa please...." ucap Yuman... dengan menatap Topan.
Topan yang tak tahan dengan tatapan memelas yuman akhirnya mengalah dan hanya berdiri menatap nanar yuman dan membiarkan untuk menyelesaikan ucapan nya.
"Teh... aa , aku mohon sebentar hanya sebentar saja sebelum... aku benar benar..... ah sudah lah "ucap yuman.
"Aa teh aku mohon yang untuk Aysera tolong sampaikan oleh kalian dan katakan penyesalanku serta bilang aku sangat menyayanginya dan juga katakan maafkan aku... ingat kotak itu kalian serahkan pada Elang setelah aku pergi karena aku benar benar sudah tak kuat lagi jadi maafkan aku serta tolong jaga anak anakku juga..... or.. ang.. tua.... ku... setelah itu Yuman.. tak bergerak dan matanya menutup serta tangan nya yang Rekha genggam terjatuh begitu saja...
dengan panik Topan dengan cepat menekan tombol merah itu Rekha menepuk nepuk pipi Yuman dan memanggilnya
" Yuman.... Yuman... bangun kamu.... anak degil jangan becanda kamu..". teriak nya sambil menagis
Elang dan kedua anak nya heran melihat Rekha menepuk nepuk pipi yuman dan memangil mangil istri nya.
Lalu tak lama kemudian melihat suster dan para dokter yang menangani yuman berlarian masuk keruangan istri nya.
"Papa ada apa dengan mama pa... "ucap Aini dengan panik.
"Iya pa kenapa mama pa...?" ucap Rizki
"Papa ngga tau nak, sabar kita akan tau nanti,kita tunggu tante dan om keluar yach... "ucap Elang. berusaha menenangkan kedua anaknya.
Tak lama Rekha keluar sambil dipeluk oleh Topan
yah... yuman yah. ... yuman....? ucap Rekha sambil menangis dalam pelukan Topan sambil menuju Elang dan kedua anak nya berada.
"Om tante... apa yang terjadi dengan mama?" tanya Aini.
"Iya om kenapa mama? , kenapa para dokter terihat panik memeriksa mama om..? " tanya Rizki pada topan.
Aa tenang dulu, ade sabar... biar tante dan om nya duduk dulu nak... ucap Elang padahal hatinya sama khawatir nya seperti kedua anak nya.
"iya sebentar yach... sebentar nak om pasti jelasin tapi tolong beri tante minum dulu yach biar tenang "ucap topan.
dengan cepat Elang mengambil air mineral yang ada didalam tas nya lalu menyodorkan kepda Topan
ini
" Aa... kasih dulu minum Teh Rekha nya biar tenang dia! "ucap Elang.
"Makasih Lang... "jawab Topan sambil menerima air dan memberikan pada isterinya.
Rekha meminum nya dengan perlahan kemudian dia menarik nafas nya dalam walau tetap sambil terisak dan melihat kearah dalam dimana Yuman sedang ditangani Belum juga Rekha menjelaskan tiba tiba
Dokter Aisyah datang menghampiri mereka dengan cepat Elang bangkit....
"A Elang.... sebaiknya kita lakukan sekarang juga operasinya karena pasien benar benar sudah drop dan say mohon bapa bersedia menandatangani surat pernyataan dari bapak karena tindakan yang akan kami lakukan sangat beresiko dengan keadaan pasien saat ini " ucap dokter Aisyah pada Elang.
Apa dok... istri saya ngedrop lagi?" tanya nya balik.
"Iya Pak tadi kami sempat kehilangan beliau... untung nya saat ini beliau kembali lagi..! ucap dokter lagi.
"Dok... mama baik baik aza kan dok? " Aini.
__ADS_1
"Dok tolong selamatkan Mama saya dok? "sambung RIZKI.
LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK ISTERIKU DOK, BAIK SAYA AKAN MENANDATANGANI SURAT PERNYATAAN ITU . ucap Elang tegas karena tak ingin membahayakan isterinya.