
Disisi lain di sebuah rumah sakit tim dokter sedang berusaha keras dengan segala kemampuan yg mereka miliki dan silih berganti untuk mengangkat kanker serviks yang membuat yuman terkapar.
"Dok... detak jantung nya menurun dan... " ucap seorang perawat.
"cepat.. berikan lagi.. obat yang tadi tambah dosisnya.".. ucap dokter.
Dan kemudian tambah lagi darah nya.. ucap salah satu dokter di ruangan itu....
" Baik. dok.... "ucap sangat perawat.kemudian perawat pun melakukan apa yang diperintahkan oleh dokter tersebut setelah beberapa saat pasien pun kembali stabil.
Operasi dilanjutkan setelah tadi berhenti beberapa saat... setelah berjibaku kurang lebih 6 jam di ruang operasi kemudian akhirnya operasi pun selesai...
Dengan kondisi pasien yang baik dan stabil tinggal}menunggu perkembangan pa sca operasi
Akhirnya ruang operasi itu pun terbuka.... dan..
para dokter pun keluar dengan wajah yg sedikit menegang namun masih bisa tersenyum
Beberapa saat setelah lampu mati pintu ruang operasi terbuka muncullah dokter Aisyah dan yg lain nya... Elang, Topan dan Rizki... pun cepat bangun dan mendekat pada mereka.
Dok... bagaimana hasilnya... tanya Elang pada dokter Aisyah.
"Alhamdulillah pak... operasi berjalan lancar dan pasien dalam kondisi stabil walaupun tadi sempat menurun tapi dengan izin Allah SWT dia kembali'
jawab dokter Aisyah.
"Kami baru mengangkat kankernya alhamdulillah semua terangkat tinggal menunggu hasil dan reaksi dari pasien saja mudah mudahan semua baik baik saja...! " ucap Dokter Aisyah lagi.
"Iya betul Pak, kami sangat salut dengan keinginan pasien yang sangat kuat untuk bertahan tapi kami sudah mengusahakan yang terbaik untuk pasien semua keputusan nya ada pada Allah SWT yang mengatur semuanya... "ucap Dokter Putri.
"Iya dok.. kami ucap kan banyak banyak Terima kasih karena telah menangani istri saya dengan baik, sekali lagi Terima kasih... "ucap Elang kepadabpara Dokter yg ada disitu.
"iya dok, kami tahu kami semua sudah pasrahkan semua pada yg diatas karena Dia lebih tau apa yang terbaik untuk adik kami... sekalipun yang terburuk yang harus kami Terima.. "sambung Topan.
" Hanya itu yang sekarang harus kita lakukan pak berdoa memohon yang terbaik untuk pasien agar cepat sadar dan pulih lagi.." ucap dokter yang lain.
"Untuk kamu.. boy.. harus kuat lihat perjuangan ibu didalam sana begitu hebat disaat dia antara sadar dan tidak dia hanya menyebut nama anak anak nya..? "ucap salah satu Dokter laki laki bernama Bukhori yg ikut menangani Yuman sambil menepuk pundak nya.
Rizki hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum terpaksa.
"Kamu pasti Rizki... jaga kedua adik mu.. karena ibumu sangat menyayangi kalian !kamu harus jadi pelindung untuk adiknya adik mu oke boy... !"ucapnya lagi.
" Maaf dok, adik saya cuma satu " jawab Rizki.
"Oh iya kah.. !tapi kenapa selama ibu kamu ruang operasi selalu menyebut tiga nama? "ucap Dokter yang lain.
"Iya betul... kamu Rizki kan? terus Aini sama Ara itu adik kamu kan?" tanya sangat Dokter.
"Oh.... itu dok? iya... Aini memang betul putri kandung kami tapi Ara adalah anak yang sudah istri saya anggap seperti anak sendiri" jelas elang.
"Oh... gitu kami kira kalian memiliki tiga anak tapi luar biasa begitu sayang nya pasien terhadap anak anak nya walau hanya orang lain tapi dia mengingat nya sampai terbawa ke alam bawah sadarnya" ucap Dokter Putri.
"Baiklah kita tinggal tunggu pasien kondisinya stabil baru boleh dipindahkan keruangan ! "ucap dokter Aisyah.
"Adanya setelah beberapa hari kita akan mengadakan operasi lagi pada usus dan syarafnya tapi itu bisa dilakukan bila pasien benar benar pulih "ucapnya lagi.
" Untuk itu kami permisi dulu ! ucap nya lagi kemudian semua dokter pun berlalu menuju ruangan masing masing tinggallah 3 orang lelaki yang sedang menunggu yuman dipindah kan keruangan nya 1jam kemudian...
Pintu ruang operasi terbuka dan terlihat beberapa perawat dan dokter yang mendorong sebuah belangkar menuju keluar dan ternyata itu Yuman yang akan dipindah keruangan nya lagi karena dia belum tersadar lagi pasca operasi...
Elang ,Rizki dan ,Topan pun berlari menghampiri dan bertanya... Sus... apa kah isteri saya sudah sadar? tanya nya pada salah satu perawat yang mendorong tempat tidur.
Apa bapa keluarga pasien? tanya sangat perawat
Iya saya suami nya ini anak dan kakak pasien jawab Elang
"Oh... begini bapa pasien belum sadar tapi kondisi nya saat ini stabil , jadi kami akan memindahkan keruangan semula karena pasien masih harus dalam pengawasan kami! "ucap sang perawat menjelaskan
Kalo begitu boleh kami menemani pasien sus ", tanya rizki.
Boleh tapi hanya diluar saja sampai pasien sadar! ucap sang perawat
Mari ikuti kami kasih pasien harus istirahat... ucap sang perawat lagi . kemudian mereka kembali mendorong yuman menuju ruang khusus karena yuman masih belum sadar dan harus mendapat penanganan khusus. sampai di sebuah ruangan yang sama dengan sebelum nya .
Namun... alat yang ada disini lebih lengkap yuman dimasukan dengan berbagai lat yang terpasang ditubuh nya bertambah banyak saat ini hati ketiga laki laki diluar ruangan itu teramat sedih karena orang yang mereka sayangi belum juga mau membuka mata nya.
Rizki mendekat kearah kaca dimana sangat ibu dirawat... "mama sampai kapan mama akan tidur? mama ngga kangen sama kita ma? "dia bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Mah... cepat bangun... aa kangen omelan mama, aa kangen mama yang cerewet... aa kangen di tlpn sama mama? "ucap nya lagi.
__ADS_1
Yuman... sampai kapan kamu tertidur seperti itu... ayo bangun kasihan anak dan suami mu... lihat mereka sangat sedih kamu terbaring seperti itu! ucap topan dalam hatinya.
" Sayang kenapa kamu tak bangun lagi? apa kamu ngga tau semua orang sangat mengkhawatirkan mu... bangun sayang kasian anak anak! ucap elang yang menatap nanar istri dan anak nya.
Topan mendekat pada rizki lalu menepuk pundak nya .
"Sabar ki... mama kamu pasti bangun karena dia sangat merindukan kalian" ucap nya pada rizki
"Iya om.... semoga mama bisa bertahan dan cepat bangun serta sembuh seperti sedia kala rizki sedih om lihat mama kaya gitu " jawab rizki .
Suasana disana sangat sepi karena ruangan itu memang ruangan khusus buat pasien yang membutuhkan penanganan serta pengawasan yang khusus jadi tidak sembarang orang yang bisa masuk keruangan itu hanya para perawat dokter serta keluaga pasien yng sudah mendapat izin khusus.
Saat Adzan shubuh berkumandang tiba tiba para dokter berlarian keruangan yuman dan terlihat sedang memeriksa semua alat yang terpasang ditubuh yuman , bertepatan dengan itu elang rizki dan topan sedang menunaikan sholat shubuh berjamah .
selesai sholat ketiga orang itu tampak khusu berdoa
Rizki.... "Ya Allah yg maha pengasih dan maha penyayang aku tahu selama ini aku selalu lupa dan lalai dalam menjalankan perintah Mu,
"Tapi aku mohon angkat segala sakit yang ibuku rasakan saat ini serta cepat bangunlan ibu hamba ya Allah karena sakit aku melihat nya seperti itu.
"
Ya Allah...seandainya Engkau lebih menyayangi ibu ku maka aku ikhlas ya Allah daripada mama seperti sekarang ini... bila dengan kepergian nya akan menghilangkan rasa sakit nya aku.... iklhas ya Allah... aku ikhlas.. "ucap nya terbatas menahan tangisnya
" Ya Allah aku memohon ampunan mu atas segala salah dan khilaf ku.. serta aku mohon angkat segala rasa sakit istriku segera bangunkan dari tidurnya jangan biarkan dia seperti itu aku teramat sakit melihat nya.
"Tetapi ya Allah seandainya engkau telah menentukan jalan yang lebih baik untuk menghilangkan rasa sakitnya, Aku ikhlas Ya Allah daripada melihat nya tersiksa seperti ini! ucap Elang.
Ya Allah engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk umat nya kami semua tak tahan dan sakit melihat dia seperti ini maka angkat dan sembuh
kan dia kami sangat merindukan nya... ucap Topan dalam doa nya.
Dirumah Rekha.. Aini yang sudah menyelesaikan sholat matanya terlihat sembab dan merah tiba tiba apa perasaan aneh yang dia rasakan saat sholat
iya.. aini.. dia bertemu yuman dan dia berpesan padanya.
" Ade...bila mama nanti tidak ada bersama kalian lagi ade harus jadi anak yang kuat, tegar jangan mudah menyerah serta jangan manja ya! ade harus nurut sama papa, aa ade harus jaga diri sekolah yang bener jangan sia sia kan kesempatan yang ada ya.. "ucap sang mama .
" Emang mama mau kemana kita akan bersama selama nya ma?! tanya Aini .
"Ade waktu mama sudah tiba jadi mungkin kedepan nya mama hanya bisa melihat ade dari jauh saja... tapi jangan sedih karena mama selalu ada disini" ucap mamanya sambil menunjukkan dadanya atau lebih tepat hati Aini .
"Tidak Mam., Mama ngga boleh pergi! Mama harus disini sama Ade Aa juga Papa dan semuanya... Ade ngga mau Mama pergi...." ucapnya sambil terisak dipangkuan sang mama.
"Ade ngga boleh seperti itu ingat semua akan pergi sesuai waktu yang ditentukan... jadi ade harus ikhlas bila mama pergi sekarang bukan berarti mama ngga sayang kalian tapi tugas mama sudah selesai ,
"Ade sama aa harus saling jaga dan saling sayang jaga papa kalian dan juga jangan putuskan silaturahim dengan siapapun, ' " ucapnya lagi.
"Tidak mam... ade ngga mau mama pergi ade butuh mama hanya mama yang paham ade biar mama galak cerewet tapi ade sayang sama mam. jadi jangan tinggal kan ade mam... "ucap Aini terisak
yuman mengangkat wajah Aini di cium kening dan wajah Aini.
" Ade jangan ngomong seperti itu ade harus kuat dan ikhlas yach !" pintanya dengan lembut dan sayang .
"Ngga ade ngga ikhlas kalo mama ninggalin ade..." ucap Aini lagi.
"Baik lah tapi mama mau ade juga sayang sama Ara dan harus maafin segala kesalahan ara jangan kamu memutuskan silaturahmi dengan nya iya!? ucap yuman lagi .
" Oh iya sayang tolong bilang ya sama om dan tante Rekha untuk menyampaikan amanat Mama pada Ara sepertinya mama ngga bisa kesana menemui nya "titah nya pada Aini.
"Baik tapi mama janji sama ade mama tidak akan meninggalkan kami semua terutama ade sama Aa" pinta nya pada sang mama.
Yuman tersenyum ,"ade mama ngga bisa janji tapi mama akan berusaha agar mama bisa selalu ada bersama kalian.... dan... setelah itu.. Aini seperti terbangun dari tidur ,Mama... aini berteriak sambil menangis.
Untung saat itu dikamar tak ada siapa siapa dan dia terus terisak.. dan bertanya.. "Ya Allah ada apa dengan mama..? sembuhkan ibu ku ya Allah... apa yang terjadi sebenarnya nya... apa tadi itu aku bermimpi atau... mama... mama... ade kangen mama..!" ucap aini sambil menangkap wajah nya dengan kedua tangan nya .
Bersamaan dengan teriakan Aini diruangan tempat Yuman dirawat suara alat yang dipasang untuk jantung menjerit memekakkan telingga kepanikan pun terjadi beberapa perawat dan dokter pun segera berlarian menuju ruangan Yuman yang saat ini kondisinya ngedrop lagi dan detak jantung nya berhenti .
Sehingga alat mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring ketiga orang itu pun berlari melihat seorang dokter yg dikenal sedang berlari menuju tempat yuman dirawat mereka sangat panik setelah melihat apa yang dilakukan para Dokter dan Perawat didalam ruangan tersebut.
Wajah wajah gusar terpancar jelas dan wajah penuh tanda tanya apa gerangan yang terjadi dengan yuman didalam sana kenapa dan apa itu yang berputar dalam pikiran mereka.
Dirumah ibu Dewi dikagetkan dengan jatuh nya photo Yuman yang terpajang di dinding saat perpisahan SMK dulu yang berbalutkan kebaya berwarna biru itu jatuh hancur serta gelas kopi yang sedang dibawa tiba tiba pecah entah kenapa.
"Astagfirullah.. ... Yuman? teriak Ibu Dewi sangat keras membuat seisi rumah berhamburan menghampiri.
" Ibu.... Ibu kenapa?"tanya semua orang serentak
Ibu Dewi tidak menjawab hanya saja dia terisak sambil berjongkok didekat photo Yuman yang terjatuh.
__ADS_1
... Yuman.. Yuman.... ?"jawabnya sambil terbatas dan menagis.
"Kenapa photo nya bisa begini Bu... ?terus Yuman kenapa? " tanya Siti pada sang ibu.
" Ibu ngga tau teh.... saat Ibu mau ngasih kopi ke bapa tiba tiba gelas dan photo pecah secara bersamaan dan saat itu juga terlintas Yuman Teh..." jawab Ibu Dewi sambil terus mengucap istigfar dan innalillahi.
"Astagfirullah... Om apa sudah ada kabar lagi dari Elang?" tanya siti pada adiknya.
"Ngga teh hanya waktu selesai operasi saja A elang ngasih kabar lepas itu tak ada lagi! jawab Hendra .
" Terus kamu ada telpon lagi..? 'tanya Siti lagi ngga sempat Teh aku langsung kerja pulang langsung tidur.. jawab Hendra lagi .
"Udah kalian ini bereskan dulu ini baru kalian tanya lagi perkembangan Yuman dan bawa ibu kalian kekamar istirahat! "sela ayah yuman .
"Ehmm baik Pak... " Ucap mereka bertiga,
Siti dan Maryam memapah ibu Dewi . pada sang kakak Yuman hati nya dari semalam tak karuan ingat terus dan entah rasa apa yang kini ia rasakan ada kesedihan mendera nya tapi etah kesedihan apa ini terasa sakit dan sangat menyayat hati nya.
Rekha juga sama dia merasakan firasat yang teramat buruk sejak semalam dia berbicara dengan Aini tapi dia tepis dan terus beristighfar karena dia tak mau beburuk sangka dan punya pikiran yang jelek mengenai yuman sampai sampai saat ini dia memasak sambil melamun
Alhasil telur yang dia goreng gosong... dan baru tersadar setelah sangertua datang mengingatkan nya.
"Astagfirullah teh...! itu telur nya gosong....!ucap sang mertua sambil menepuk bahu Rekha yg terngahelamun didepan kompor.
"ASTAGHFIRULLAH.... Umi maaf Umi maafkan rekha yg terkaget melihat telur yang gosong.
"Teh... Teteh kenapa... ?bisa bisa nya melamun disaat kompor menyala bahaya tau?" tanya Sang mertua.
"Eh.. ngga Mi... ngga ada apa apa cuma Rekha
"Merasa akan terjadi lhal yang buruk pada Yuman mi...!. "ucapnya sambil menyapu air matanya yg sudah jatuh dipipi nya.
"Astagfirullah Teh... jangan ngomong seperti itu takut kedengar Aini kasian lebih baik, teteh banyakin istigfar dan meminta sama Allah agar yuman segera sadar dan cepat subuh.. " nasihat Sang Mertua.
"ASTAGHFIRULLAH Ya Allah ampuni aku yang sudah berprasangka buruk pada mu dan sembuhkan lah aku ya Allah aku tak tega melihat anak nya semalaman dia tak bisa tidur nyenyak memikirkan ibunya.
"Tante.... tante... nenek... nenek.... "teriak Aini.
memanggil Rekha sambil menangis...
" Tante... Tante Rekha.. Tante dimana... "teriak Aini lagi
yang membuat Rekha dan sang mertua kaget segera berlari ke sumber suara.
"Iya.. Aini... ini. tante di dapur "jawab nya sambil berlari menhampiri Aini.
tante..... Aini berlari kearah Rekha dan berhambur memeluk Rekha yang sudah mendekat pada nya
tante mama... tante.. Aini mau melihat mama tan.. Aini mau mama tan... "ucap nya sambil menangis dipelukan Rekha.
"Aini... kenapa mama kamu.. kenapa sayang? tanya Rekha sambil membalas pelukan Aini.
"Aini tadi ketemu Mama Tan...! Mama ada disini tadi tan... mama mau pergi Tan...? ucap Aini
maksud kamu apa nak ..." tanya Rekha lagi.
" Iya Tan Mama.. Mama... sebelum Aini melanjutkan ucapan nya dipotong oleh Mertua Rekha .
"Sudah nak teh... kalian duduk dulu sini ayo sayang... Aini duduk sama Nenek.. "ucap nya sambil melerai kedua wanita beda usia itu, Membawa kesalah satu ruangan dan didudukan disopa yang ada disitu.
" Sudah... sudah sayang tenang dulu yach... ucap sang nenek pada aini.
"Teh tolong ambilkan dulu aini minum biar dia tenang! "titah nya pada Rekha.
"Ada apa ini Mi !kok cucu kakek menagis gitu? "tanya abi yang baru pulang dari mesjid.
" Ngga tau bi tiba tiba teriak memanggilnya kami dan dia bilang yuman ada disini!" ucap sang istri.
"Oh.. gitu... sini cucu kakek.... jangan nangis jelek diusap nya wajah aini yang masih basah akibat air matanya dan dicium pucuk kepalanya serta dibacakan doa oleh sang kakek agar diberikan ketenangan dan dipeluk nya.
" Sekarang Aini tenang dulu ya.. tarik nafas lalu buang perlahan lahan... dan istigfar lah..." ucap nya
Kemudian aini menurutu perintah sang kakek dan dia terlihat lebih tenang lalu Rekha yang sudah membawa air minum menyodorkan nya lalu aini meminumnya nya .
kemudian menceritakan apa yang dia alami saat tadi sedang sholat dan semua pun terkaget terutama Rekha, tapi kedua mertua nya cukup tenaga serta hanya menyarankan Rekha membawa aini menemui mama nya dan memberikan nasehat kalo aini harus mengikhlaskan dengan apa yang terbaik untuk mama nya .
DIRUMAH SAKIT ketiga kelakuan yang berjaga dikagetkan dengan pernyataan dokter yang menyatakan bahwa Yuman dalam keadaan koma
terasa disambar petir Elang ,Rizki dan Topan mendengarnya .
__ADS_1
Karena Yuman kembali tertidur panjang setelah dia sempat terhadap sebentar dan hanya menyapa mereka dan berpesan ikhlaskan kepergian nya dan meminta maaf karena tak bisa berlatah lebih lama lagi... hanya itu yang mereka dengar setelah itu.
Dia tertidur dan entah kapan dia terbangun... Elang yang terlarut dalam kesedihan nya lupa memberikan kabar pada kuarganya dia hanya terdiam dan menatap sang istri yang tertidur.