
Setelah berbincang bincang 2 R...mereka pun kemudian berbaring kembali disamping kiri dan kanan YUMAN sambil terus menatap wajah sang adik yang begitu tenang dalam tidur dengan seulas senyum dibibir nya. mereka pun mencium pipi yuman bersama kemudian menutup mata mereka karena memang sudah 1/3 malam juga.
Kira kira pukul 06:00 keadaan sudah ramai dengan suara bocah bocah yang teriak teriak dan suara tangisan mereka bersahutan juga para anak gadis yang menggangu mereka dengan memeluk dan menciumi wajah Rekah dan Rahma agar bisa terbangun.
Mereka pun terusik dan mulai mengeliat karena ciuman yang bertubi diwajahnya yang diberikan ketiga anak gadis nya.
"Ehmm... aduh kalian ini kenapa sih ganggu aza kita baru tidur jam 3 nak.. masih ngantuk! " ucap rekha sambil merengangkan tangan nya lalu memeluk Ara dan mencium nya.
" Bunda.... ih... bau tau.. belum mandi udah cium cium aku.... " ucap Ara sambil cemberut karena kesal dicium Rekha.
" Salah sendiri.. udah ganggu kami tidur! " ucap Rahma yang merangkul paksa Aini dan Siwi yang ada disamping nya .
" Bunda.... ngga mau.... ampun bunda... ampun... "
ucap mereka sambil mencoba melepaskan rangkulan Rahma yng hendak mencium nya juga.
"Ngga akan kalian harus bunda hukum! " ucap Rahma sambil terus bergerak hendak mengejar dia gadis itu yang mencoba menghindar darinya.
Tapi ada yang aneh dengan Yuman dia sama sekali tidak terusik dengan kegaduhan anak anak dan juga kedua kakaknya . Dia nampak lelap saja tidur dengan damai tanpa beban dan senyum nya begitu indah
dan memenangkan siapapun yang melihat nya.
" Bun... kenapa momy lelap sekali tidur nya.?. " tanya Ara pada Rahma dan Rekha.
" Udah... biarkaan saja.... momy kalian tidur mungkin dia kelelahan semalam habis curhatan sama bunda berdua " jawab Rahma yang melihat yuman tak terganggu dengan keributan pagi itu.
" Eleh... eleh kenapa kalian masih belum mandi cucu cucu... ibu ini...? " suara ibu dewi yng datang menghampiri mereka.
" Eh... ini nih... Mah bocah tiga ini gangguin kita tidur dasar nakal Mah ! " ucap Rekha sambil mengapit Ara dan Aini dengan tangan nya.
" Ih.... bunda mah bau atuh bun... siapa juga yang ganggu kita mah baik bangunin mereka Bu.... bangun nya kesiangan ngga sholat lagi ! " ucap Aini yng ngga Terima ucapan sang bunda.
" Tuh kan ngadu ngadu ngadu ehm ngadu tuh bocil sama nenek nya... " ucap Rekha.
" Ich... udah udah kalian bersih bersih dulu nanti kita sarapan bareng ! "
Tadi teh Eva sama teh Siti udah manggil tukang bubur sama tukang kupat tahu... sekarang tuh ada didepan... buru kalian bertiga mandi dulu! " ucap bu Dewi pada ketiga cucu nya.
" Baik bu, oma... kami mandi dulu dan nanti akan kedepan ikut sarapan dengan yang lain! " jawab ketiga nya sambil meninggal kan nenek dan bunda meraka.
" Adik kalian belum bangun...? tumben biasanya dia akan bangun sebelum orang orang bangun! " ucap bu Dewi.
" Iya ma.. mungkin dia sangat ngantuk habis semalam kita bertiga tidur lambat jam 2 Yuman baru tidur dan kami sendiri jam 3 baru tidur ma.. " jawab 2 R.
" Oh gitu... ya sudah biarkan saja adik mu tidur mungkin karena efek obat yang diminumnya juga maka dia lelap sekali tidur nya " jawab bu Dewi.
" Sekarang kalian mandi dan bersiaplah untuk sarapan bersama bukankah kalian harus bersiap untuk pulang hari ini? " titah bu Dewi pada kedua anak nya.
" Iya ma tapi kita pergi nanti sore dan Rahma pergi malam hari jadi masih banyak waktu Ma! " jelas Rekha pada bu Dewi.
" Oh syukur lah kalo gitu jadi Yuman masih punya waktu untuk sarapan bersama kalian tapi biarlah sebentar lagi kita bangun kan dia nampaknya dia sangat nyenyak tidur nya " ucap bu Dewi lagi.
" Iya mah biarlah Jalu tidur lebih lama kasian dia sebialn ini kurang istirahat karena kesana kesini " ucap Rahma sambil membetulkan selimut yang tadi digunakan mereka bertiga.
" kalo begitu kami permisi dulu Ma! nanti kami kemari lagi buat bangun kan Jalu untuk sarapan " ucap Rahma dan Rekha sambil berlalu meninggalkan bu Dewi yang sedang menetap wajah anak perempuan nya yang terlelap tidur.
" Sayang berapa lehernya kamu tidur... sehingga wajah mu begitu tenang dan senyumin itu nak... manis sekali " ucap nya sambil membetulkan anak rambut yang menutupi wajah sang anak kemudian dikecup keningnya.
Tapi bu Dewi merasakan keanehan saat mengecup kening sangat putri." Eh kenapa wajah nya begitu dingin sekali...? tanya nya pada dirinya sendiri.
dan kenapa tak ada pergerakan sama sekali dengan Yuman barang mengeser tangan atau memindahkan letak kepala atau merubah posisi tidur nya tapi dia langsung menepis nya dan berpikir positif kalo Yuman seperti karena kelelahan saja. lalu dia pun pergi meninggalkan tempat itu dengan melarang siapa pun membangunkan menggangu Yuman yang tertidur.
Tiga jam berlalu... semua telah beres sarapan dan Yuman tetap belum juga terbangun membuat semua orang heran terutama Elang karena setau dia Yuman tidak akan bisa tidur sampai selama itu walaupun dia telah begadang sekalipun, Begitu pula dengan semua orang yang ada dirumah itu.
Apalagi saat ini kedua anak nya Ara dan Siwi dan kedua kakaknya akan pulang tapi kenapa Yuman belum menampakan tanda tanda bahwa dia akan bagun dan bersiap untuk mengantar semua yang mau pulang ke Bandara.
Dengan rasa penasaran dan heran yang teramat sangat dibenak nya Elang pun minta izin pada sangat mertua untuk membangunkan Istri nya,
__ADS_1
kemudia dia menuju ruangan dimana Yuman tertidur .
Elang tersenyum melihat sangat istri yang masih melepaskan dalam tidur nya kemudian dia mendekat dan duduk disamping nya lalu ditatap nya wajah sang istri terlihat begitu cantik dengan senyum yang begitu indah tersungging dibibir nnya dan wajah nya begitu bercahaya serta ketenangan wajah itu sungguh menyejukan pandangan nya.
" Sayang.... sayang.... ini sudah siang..." ucap Elang yang mencoba membangunkan istrinya.
Lalu dia mencoba mencium kening nya karena tak terlihat pergerakan atau tanda tanda istri nya akan bangun.
" Yank... yank... bukan kah siang ini mau mengantar Teh Rekha dan anak anak ke bandara, terus kenapa kamu belum bangun ini sudah siang lho" ucap nya lagi... tapi tetap sama.
" Oh.. ya udah kalo sayang masih mau tidur sebentar lagi aku bangunkan yach.. aku lupa buat panggil bu ustdazah Mayang seperti pesan kamu sayang! " ucap Elang lagi.
Lalu dia mencium tangan sangat istri dan pergi meninggalkan Yuman yang masih tertidur.
"Aneh kenapa istri ku kok ngga merespon sentuhaan ku biasanya dia akan terusik jika aku cium seperti itu tapi.... ini dia malah tenang sekali tertidur dan... apa tadi aku tidak salah merasakan bahwa wajah dan tangan nya begitu dingin " Elang bermohon pada dirinya sendiri yg merasakan kejanggalan terjadi pada sangat istri..
Tapi dia menepis nya dan berpikir positif mungkin karena semalam tidur diruangan itu dengan acc yang dinyalakan dengan suhu lumayan besar karena banyak orang.
Dia masuk kedalam dimana seluruh keluarga berkumpul di halaman belakang sedang berbincang ringan dan mempersiapkan jamuan makan siang yang memang telah dipesan oleh Yuman kemarin malam dan baru tiba dirumah itu.
" Eh... Aa mana teteh nya..? tanya Umi. ibunya Topan yang melihat Elang datang hanya sendiri tanpa Yuman.
" Oh itu MI, Yuman masih tidur... aku ngga tega membangunkan nya, tapi aku sudah coba membangun kan tapi dia masih ngantuk rupanya " jawab Elang.
" Oh gitu ya.. ya udah biarkan aza sebentar lagi aza kita bangunkan.. mungkin dia sangat cape sehingga sangat lelap tidurnya! " ucap Umi lagi .
" Iya Mi,Bu ,MA dan semua aku mau pamit panggil ustadzah Mayang ,semalam Yuman nyuru beliau datang dengan grup pengajian nya katanya mau minta buat doa bersama dan ngaji sebentar sebelum teteh 2R dan anak anak pulang! " pamit Elang pada semua orang yang ada disana.
" Loh kok Yuman ngga ngomong sama kami semalam ! berarti ini nasi boks dan scnak ini buat pengajian nanti ya Aa? Ucap Bu Halimah sekaligus menanyakan nasi boks dan snack yang datang sangat banyak sekali.
" Oh... Elang kurang tau tuh Mah! " Yuman ngga ngomong apa apasemlam cuma pesan dipanggil kan ustdazah Mayang saja" jawab nya.
" Baiklah.... sudah ngga apa apa nanti kita tanya istri mu saja kalo dia sudah bangun... Dia itu suka kebiasaan kalo ada apa apa ngga pernah ngasih tau dulu! sudah sekarang kamu pergi kerumah Ustadzah Mayang takut beliau pergi nanti istri kamu merajuk lagi berabe urusan nya! titah bu Dewi pada sangat menanti yang iya kan oleh yang lain. Elang pergi ditemani oleh Rizki dan dava.
Abi yang mendengar Obrolan semua orang disitu jadi penasaran dan merasakan ada keanehan kenapa Anak bungsu nya belum juga terbangun?.
Abi kemudian memanggil Umi dan mengajak nya membangunkan Yuman karena terdorong rasa heran yang bersemayam dibenak nya Umi dan abi pun menuju ruang keluarga dimana Yuman tertidur, Beliau melihat Yuman yang masih tertidur dengan tenang dan wajah nya bersinar serta senyum yang yg begitu menenangkan setiap yg melihatnya.
" Mi.... seperti nya... ehmm.. tapi ayo kita pastikan dulu! " ucap Abi pada Umi yang tak menyelesaikan ucapan nya.
" Bi.. kok Umi punya firasat lain ya? Umi merasa kalo anak kita... " ucapan Umi terpotong.
" Mi... sebaiknya kita pastikan dulu ! jangan sampai kita nanti salah! " ucap abi lagi. Umi yang sudah punya firasat lain dan hatinya sangat sedih kalo seandainya perkiraan nya benar matanya sudah berkaca kaca melihat anak bungsu nya yang terbaring dihadapan nya.
" Mi... coba Umi bangun kan perlahan lahan dan pastikan baik baik ! " ucap abi pada Umi.
" Iya Bi," ucap nya sambil mendekatkan bibirnya pada telinga Yuman.
" Sayang... sayang... ayo bangun nak... bukankah kita mau mengadakan pengajian " Bisik Umi pada Yuman. namun tak ada respon. Umi melirik sangat suami dan Abi mengangukan kepala.
Umi lalu memegang tangan Yuman dan memastikan denyut nadi nya masih ada ataukah.... Umi pun kaget dan.... Inalilahi wainnailaihi rojiun.., ucap Umi lalu menyimpan jari tangan nya di hidung Yuman dan mengangguk kan kepala sambil melihat sang suami.
" BI.... ANAK KITA SUDAH PERGI TERNYATA " ucap Umi sambil mencium kening Yuman.
" Pergi lah nak,... ternyata Allah lebih sayang dengan kamu dan sekarang sakit kamu sudah tak ada lagi pergi lah dengan tenang kami ikhlas melepas mu " bisik Umi ditelingan Yuman.
Umi mundur dan membiarkan abi mendekat untuk memastikan bahwa apa yang istri nya dan di lihat adalah benar ada nya lalu Abi melakukan yang sama dengan Umi lakukan... " Innalillahi wainalilillahi Rojiun" ucap Abi sambil mencium kening dan wajah anak bungsu nya dengan menahan air matanya serta kesedihan yang ia rasakan.
Tapi Dia sangat bangga dan senang melihat anak bungsu nya,kepergian nya begitu tenang dan tanpa menyusahkan kan orang lain dengan wajah yang bersinar begitu teduh serta senyum yang begitu indah tersungging di bibirnya layak orang yang sedang tertidur.
" Pergi lah nak... dengan tenang sekarang segala penderitaan dan rasa sakit mu telah sembuh dan semua janji serta keinginan mu sudah kamu penuhi kami ikhlas melepaskan " ucap Abi.
Kemudian Umi menyuruh semua keluarga berkumpul di ruang keluarga tersebut dengan Yuman yang masih tertidur di ruangan itu sehingga menimbulkan rasa heran pada benak semua sorang terutama keluarga inti yang ada disitu.
Abi pun masih duduk diposisi semula duduk dihadapan Yuman lalu beliau menatap satupersatu wajah semua orang yang ada disitu dan menghembuskannya nafas kasar seperti melepaskan beban yang sangat berat sekali lalu menatap wajah sang anak yang terbaring dihadapannya.
Umi sudah duduk diantara Halimah dan Bu Dewi dengan mata yang sendiri menatap Yuman yang terbaring.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum... mohon maaf Abi dan Umi meminta kalian berkumpul disini ada hal yang harus Abi sampaikan dan kalian semua harus ikhlas menerimanya dan tanah menjalaninya karena semua ini adalah takdir dan garis hidup yang sudah Allah tuliskan untuk kita semua,
Terutama untuk Nak Elang, cucu kakek Aini , Ara, Rizki , Siwi juga keluarga Bu Dewi khusus nya dan umum nya kita semua....... ucapan Abi terhenti... sejenak... karena ternyata Allah lebih sayang pada orang yang kalian sayangi yaitu Yuman....
Dia... kini.... sudah pergi meninggalkan kita semua untuk selama lamanya dan kini dia tertidur untuk tidur abadinya..... semua hanya terdiam belum ada yang sadar dengan ucapan yang Abi sampaikan hening... sejenak sampai...... suara Aini yang memecah keheningan...
" Tidak.... tidak... tidak Abi bohong kan...?Abi bohong kan..?.. mama sedang tidur... mama tidur... Abi ...! ucap nya sambil bangkit dan memeluk sangat mama sambil mengoyang goyangkan badan Yuman.
" Mom... bangun... mom.... jangan buat kita khawatir mom becanda kan mom...?. jangan tinggalkan aku mom..? ucapnya lagi. barulah ruangan itu.... riuh dengan tangis...serta... ASTAGHFIRULLAH.... innalillahi wainalilillahi rojiun....... ucap semua orang yg ada disitu... kaget dengan kenyataan yg mereka dapat kan saat ini.
"Tidak Abi anak aku masih hidup Abi dia tidur Abi.."
ucap bu Dewi begitu pula dengan bu Halimah Rekha , Rahma dan yang lain.
Elang hanya tertegun dia tak tau harus apa yeramat sakit dan sedih ternyata sangat istri tertidur untuk dselama lama nya.
Innalillahi wainalilillahi rojiun Riuh lah ruangan dengan isak tangis melihat anak, istri ibu saudara sahabat adik kakak juga keramat mereka yang sudah terbujur kaku.
" Aini.. jangan. seperti ini nak kasian mama kamu nak dia sudah tenang dia sudah lepas dari sakitnya ikhlaskan nak..! " ucap sang Ayah Yuman pada Aini yang menangis dan memeluk jasad sang ibu.
"Bapa... Ade sama siapa nanti? Ade mau Mama Pa Ade mau Mama...! "ucap nya sambil terus menagis.
Ara dan Siwi pun sama dia menangis memeluk sang momy.
" Mom.... kenapa momy pergi ninggalin kita ? momy... ngga sayang lagi sama kita yach? momy masih marah sama kita yach? ucap kedua nya sambil terisak.
Rekha dan Rahma ditenangkan oleh suami mereka masing masing.
" Ngga... ngga mungkin jalu pergi..?. dia cuma tidur kan honey....?semalam dia bilang cape dan ngatuk.... honey...! " ucap Rahma dalam pelukan sang suami.
"Ayah..... Jalur ku tidur kan? dia tidur kan Yah.... jawab Yah...?! " ucap Rekha sambil memukul mukul dada Topan yg memeluk! nya Erat .
" Bunda..... kamu harus ikhlasin yach.... kasian jalunya dia udah bahagia sekarang dia udah tidak sakit lagi sekarang dan lihat berapa dia sayang dengan kita begitu tenang dia pergi.... lihat Bun...! " ucap Topan yang sambil menujuk kearah Yuman terbaring.
" Iya Honey jangan buat perjalanan nya menjadi berat karena tangisan kalian kasian Yuman sudah bahagia...! " ucap Mr Tanaka suami Rahma.
" Subhanallah... sungguh luar biasa Nak Yuman ini dia pergi seperti sedang tertidur saja dan lihat senyumnya... ternyata dibalik kesembuhan dia ingin menyelesaikan semua janji dan keinginannya agar tidak menjadi penghalang untuk dia meninggalkan dunia ini.. " ucap Ustadzah Mayang yang saat ini sudah berada disitu.
Topan dan Mr Tanaka menitipkan istri istri mereka pada saudara yang lain karena merka melihat Elang yang sangat terpukul sekali....
Mereka berdua menghampiri yang sedang ditenangkan Oleh.. saudara dan Ayah nya
" Elang.... kamu harus ikhlas, kamu harus kuat demi anak anak kalian terutama Aini... Yuman sungguh luar biasa.. lihat bahkan dia mempersiapkan semuanya sendiri... semua nya karena dia tak mau menyusahkan kita semua! " ucap Topan pada Elang sambil memeluk nya Elang pun menagis dipelukan Topan.
" Aa..... Yuman... Aa... kenapa dia tidak Bangun.... bangun Aa...? " tanya Elang sambil menagis.
" Elang.... sadar... istigfar Lang.... kamu harus ikhlas... istri kamu sudah pergi untuk selama-lamanya... kamu harus kuat jangan seperti ini! " ucap Topan lagi.
Sambil melerai pelukan dan mengusap air mata Elang dan memukul bahunya perlahan.
" Iya Lang kamu harus bangga Yuman sama sekali dia tidak menyusahkan kita semua dia benar benar luar biasa seakan dia tahu kalo waktunya dia akan habis! " Ucap Mr Tanaka.
" kamu harus ikhlas jangan persulit perjalanan kasian dia " nasehat Mr Tanaka.
Setelah cukup drama mengharu biru akhirnya Jenasah Yuman pun dipulasara ataubdiurus sesuai syariat islam mulai dimandikan, dikaffani disholatkan semua proses demi proses pun mengalami drama yang tak kalah mengharukan dari ulah anak dan ibu juga saudara Yuman yang menjerit meronta tak Terima kalo Yuman tah berpulang.
Juga banyak pujian yang terlontar karena apa yang dakukan Yuman sebelum meninggal sungguh sungguh perbuatan langka yang dengan sendirinyha dia mempersiapkan semuanya sendirian mulai membeli Kaffan manggil ustadzah dan juga memberikan wasiat serta amanat yg sungguh membuat orang kagum membekali seluruh keluarga dengan apa yg benar benar mereka butuhkan dan melakukan hal hal yg seharus dilakukan tak terpikiran mendatangi semua orang yg dia kenal, meminta maaf dan membayar setiap sen yg menurut dia pernah berhutang pada orang itu. dan meninggal tanpa sepengetahuan atau orang tau karena dia pergi layak sepertii orang yang sedang tidur.
Setelah semua proses dilalui kini tiba saat nya jenasah dikebumikan dan akan dimakamkan ditanah yg dia telah sediakan sebagai wakaf untukakam keluarga ternyata dia adalah orang pertama yang menempatinya.
banyak sekali orang berdatangan melayat dari mulai teman sekolah SD s / kuliah nya dulu mereka menyempatkan diri berdatangan begitu juga dengan para guru dosen dan rekan kerja yang pernah dimana dia kerja semua datang... mereka yng sangat mengenal Yuman dengan segudang Ptestasi juga kebaikan nya bahkan para anak jalan tukang mulung pengamen yng pernah merasakan kebaikan nya berdatangan bertahjiah ke kediaman Orangtua Yuman. sungguh tidak menyaka bahwa sosok sederhana seorang Yuman yg terkenal cuek Tomboy tapi memiliki arti khusus serta kenangan khusus dimata semua orang yg mengenal nya.
Inilah Akhir dari perjalanan kisah seorang ibu yg berjuang mempertahankan hidup untuk membahagiakan seluruh keluarga dan orang orang disekitar nya dengan kemampuan dan keterbatasan yang dia tanpa mempedulikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.Dan tanpa memandang siapa dan bagaimana orang tersebut.
Terima kasih akhirnya cerita ini selesai semoga berkenan dan memuaskan yang membaca.. Assalamu'alaikum......
TAMAT
__ADS_1