Kebahagiaan Kita

Kebahagiaan Kita
EPS 14 : Banyak Hutang


__ADS_3

Sore harinya tampak Renata menunggu Keira didepan kursus melukisnya. Tidak lama kemudian keira datang berlarian menghampirinya.


",Mama ! "


"Hay sayang, bagaimana ? apakah sekolahnya menyenangka ? kau suka ?"


"hmm sangat suka keira punya teman sekarang, tapi ma dia tidak punya mama adanya ayah."


"Kalau begitu bertemanlah dan jangan bertengkar, harus saling mengasihi dan menyayangi oke ?"


"oke siap ! "


keduanya tertawa bersama, karena taksi sudah menunggunya mereka berdua langsung masuk kedalam mobil.


***


Tok


Tok


Tok


Arkan terus mengetuk dan menekan bel pintu apartemen Renata, dia pikir renata masih ada disana. setelah bertahun-tahun dia kembali ke jakarta namun sebabnya tidak ada yang tahu.


ditelponnya renata ponsenya berdering.


📱drtt...dtrtt


didalam kamar itu ponsel renata berdering, Senopati yang baru saja mandi melihat ponsel itu karena renata sedang memasak didapur.


"Mas Arkan ? aku tidak pernah mendengar nya." gumamnya sendiri.


tampak dari kamarnya dia melihat keira lewat.


"keira ! "


keira memundurkan tubuhnya dan berdiri didepan pintu. "iya paman." jawabnya.


"Sini" panggilnya.


dengan hati-hati dia memasuki kamar itu, dia berdiri didepan senopati menunggu pertanyaan senopati.


"Ini siapanya mama ? kau tau ? "


Keira membaca nama itu, dia seperti memikirkannya. Senopati sangat berharap jika Keira bisa menjawabnya.


"Jika keira bisa menjawabnya maka paman akan membawa keira belanja mainan sepuasnya." ujarnya yang mengiming-imingi.


"Sebentar paman." jawabnya.


lagi-lagi keira berpikir, renata sering menyebut nama arkan disetiap malam saat menelpon dia sering mendengarnya.


"Mama dan orang itu kadang bicara malam-malam. Tapi ditelpon keira tidak ingat wajahnya." jawabnya jujur.


"baiklah keluarlah, besok paman akan mengajakmu pergi. jangan bilang mamamu."


"oke paman."


Senopati membiarkan ponsel itu tapi lagi-lagi ponyal berdering dengan nomor yang sama. akhirnya dia menekan tombol hijau.


📱" Nat kau dimana ? mas didepan apartemenmu kau masih tinggal disini kan ? "


📱 Renata aku sadar kau mencintaiku selama ini aku ingin membahasnya denganmu. mari bicara."


📱 halo ! halo renata !


Tut..tut..tutt

__ADS_1


Senopati mematikan ponsel renata dan membantingnya diranjang. dia tidak tau jika selama ini renata mencintai pria lain selama bertahun-tahun.


itulah yang menyebabkan renata tak membuka hatinya kepada siapapun. dia masih berharap suatu saat nanti cintanya akan dilihat Arkan tapi dia tidak berharap untuk bersama Arkan karena dia sadar Arkan punya tanggung jawab terhadap istrinya.


Arkan berhasil membuka pintu Apartemen Renata entah dengan cara apa, dia menemukan Diary Renata disana.


dia menangis mengetahui betapa mencintanya renata kepadanya, apakah dia terlambat menyadarinya ? dia menyesal ?


...*Saat aku menutup mata, engkau terasa dekat...


tapi jika aku buka mata, aku hanya bisa menatapmu dalam kekaguman.


18 Desember 2015


Aku pikir aku ada dihatimu, tapi ternyata kau mencintai wanita lain.


hayalanku yang tinggi atau memang aku bukan wanita yang cocok untukmu, Arkan.


26 April 2018*


setelah makan malam selesai, Senopati menyukai masakan Istrinya. rasanya dia ingin terus menambah. Tapi tidak bisa dia harus menjaga makannya.


ketika akan naik ke kamar di ruang tamu dia melihat renata yang sedang bekerja dengan laptopnya.


Dia ingin sekali mengobrol sewajarnya tanpa emosi. didekatinya Renata yang sedang fokus itu.


"apakah kau tidak bisa menyelesaikannya di kantor ?"


Senopati duduk diujung kursi yang sama dengan renata, dia ingin dekat tapi takut mengganggunya.


"saya harus menyelesaikannya agar gajiku bertambah hingga dalam beberapa bulan uangku sudah terkumpul."


"Berapa uang yang sudah terkumpul ?" tanya Senopati sambil meminum teh.


"350 juta."


"saya tidak peduli, yang penting saya bisa melunasinya."


"Mengapa kau tidak tinggal bersama keluargamu ? Apakah kalian benar-benar tidak akan bersama ?"


Renata tak ingin menjawabnya dia hanya tersenyum saja dan meneruskan pekerjaannya.


"Kali ini kita bicara baik-baik lupakan kontrak itu dan lupakan bos antar karyawan." sambung Senopati.


Renata meminum jus yang ada di Depannya, lalu menaruhnya lagi.


"Sofa ini sangat empuk dan jus mangga ini sangat lembut, sudah lama aku tidak merasakannya" gumamnya.


Senopati harus bersabar walau dia bukan orang penyabar. untuk mengetahui tentang renata dia harus menjebaknya dulu.


"Rumahmu bahkan memiliki Sofa yang terbuat langsung dari italia "


"benar." jawab renata.


"aku pikir keluargamu akan sedih melihat anaknya tidak ada didekatnya, sayang sekali di usia tua nya tidak ada anak yang menemaninya." pancing senopati dan benar saja Renata panas mendengarnya.


"Jangan ikut campur tentang keluargaku! semua yang kau katakan benar tapi orang tua yang baik tidak akan pernah memutuskan hubungan dengan Anak nya sendiri ! "


tekan renata lalu memilih pergi dari ruang tamu dan malam ini dia tidak ingin melihat wajah Senopati karena itu dia memih masuk kedalam kamar keira.


seno menyusulnya dia melihat renata yang akan naik ke atas ranjang lantas diapun menarik tangan renata.


"tidur dikamar ku atau .. "


"Atau apa ?" celah renata.


"Atau aku akan memaksamu malam ini juga." ancamnya dan sepertinya dia tidak main-main dia sungguhan kali ini.

__ADS_1


pancaran mata itu terlihat tidak berbohong renata tidak mau mencari masalah lagi, dia tinggalkan kamar itu dan masuk kekamar seno.


"Jangan membuatku marah renata, melanggar aturan ku maka aku bisa mengubah kontrak itu." ancamnya.


"Maka jangan bawa-bawa orang lain dalam perjanjian kita ! bapak tidak tau jadi jangan berusaha mencari tahunya ! "


"Asal kau tau aku berhak atas dirimu, semuanya! masalahmu, masalalumu , keinginanmu dan ... tubuhmu.Jadi kau harus tau batasanmu!"


Renata mendekati senopati dia menatapnya tajam


"Kau selalu membahas tubuhku kan, Sentuh ! sentuh aku! ayo sentuh aku sekarang! "Tantangnya yang membuat tangan seno berada di lehernya.


cup


senopati tak main-main dia mencium bibir renata sungguhan, membuat renata tak habis pikir bagaimana pria ini bisa melanggar aturan dan selalu melakukan hal yang menurutnya benar.


tak hanya dengan ciuman, dia ********** dalam disaat renata berdiri mematung, ciuman itu sangat hot dan panas ditambah tangan senopati yang bergerilya di punggungnya dan hampir saja meremas bokongnya.


jika dia tidak menghentikan ini maka senopati akan melanjutkannya, dia sekuat tenaga melepaskan senopati.


"Kenapa ? kau takut aku memecahkan perawanmu ? atau .. kau tidak sanggup mengimbangiku, mangkanya jangan menantangku aku paling tidak suka pada orang yang sok sepertimu ! " ucapnya tepat didepan mata Renata.


"Aku benci padamu ! " ucapan yang singkat, padat dan jelas. membuat senopati terdiam, Renata naik ke atas ranjang dan tenggelam dalam tidurnya


"Aku tidak peduli, bencilah sesuka hatimu ! " balas senopati.


walaupun begitu dia tidak ingin dibenci renata, dia ingin punya letak didalam hati renata walau sebutir saja. bagaimana mungkin dia menyukai kondisi saat ini sedangkan dia begitu mendambakan renata.


Lantas dia naik keatas ranjang, renata memunggunginya. ingin rasanya memeluk istrinya saat akan tidur dan terbangun menatap wajah polos nan cantik.


"Selamat malam." ucap Senopati dalam hatinya.


***


hari ini renata meminta izin pada pihak kantor untuk masuk agak siang. untungnya pihak kantor mengizinkannya.


senopati tampak curiga mengapa sampai jam 9 dia belum ada di kantor, kursi itu masih kosong. ditelponnya pihak yang berwenang.


"Renata tidak datang ?"


📱" Maaf pak. bu renata izin masuk agak telat katanya ada pekerjaan diluar. "


"Potong Gajinya."


📱 Eh ... ba-baik pak.


dia segera menutup telpon lantas berpikir kemana istrinya itu pergi bahkan keira saja bersekolah tidak mungkin dia pergi jauh.


ceklek


Sekretaris helmi pun masuk membawa beberapa berkas dan sepertinya ada hal yang ingin dia katakan.


"kau ingin mengatakan sesuatu ?"


"Pak semalam apartemen bu renata kedatangan seorang pria."


Senopati mengernyitkan dahinya, lantas sekretaris helmi mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Bosnya itu.


ternyata itu adalah rekaman cctv dan pria itu tau sandi pintu apartemennya renata.


"Kau sudah menyelidikinya ?"


"Namanya Arkan Bastian usianya 27 tahun, dia sudah menikah selama 5 tahun dan belum punya anak. istrinya Radia usia 27 tahun dan bekerja sebagai Dosen."


Arkan ? 27 tahun ? Senopati langsung menjurus pada pria yang semalam menelpon Renata, dia pasti pria yang sama pikirnya.


"Apa bapak akan mengajak anaknya bu renata pergi ?" Tanya sekretaris helmi.

__ADS_1


"Tentu, aku harus membuatnya tetap bersamaku. jadi ... perbanyaklah hutangnya padaku."


__ADS_2