
hari mulai berganti pagi, Renata sibuk bergelut di Dapur menyiapkan sarapan sekaligus bekal untuk anaknya Keira.
dia selalu bangun pukul 5 pagi disaat semua orang masih tidur dia sudah bangun dengan segala pekerjannya.
Apartemen yang bagus tapi murah itulah yang dia dapatkan dan sangat beryukur sekali. semua perlengkapan ada jadi dia tidak perlu membelinya.
"Mama ! "
Keira bangun membawa boneka Hello kittynya, mencari sosok Renata.
"Mama ! "
"Didapur " jawab Renata.
Renata sangat ahli memasak, aroma masakannya pun tidak perlu diragukan lagi. Keira suka mencium aroma masakan mamanya.
"Mama keira boleh tidak ikut berkemah ?" tanya Keira yang duduk didepan televisi.
"Memangnya Harus bayar berapa Sayang ?"
" 1 juta kata ibu guru termasuk sumbangan juga mama."
Renata menghentikan Aktivitas Keira menyebut nominal yang memang tidak besar tapi dia sulit mengatakan jika dia bisa membayarnya.
"Keira ingin sekali ya, ikut berkemah ?" tanyanya.
"iya mama. kata orang kemah itu enak."
"Tapi keira jauh dari mama, kira-kira 4 sampai 5 hari memang keira mau ?"
"Tidak mau sih tapi ... yasudah ma tidak apa keira belajar saja dirumah nanti."
Renata tak tega mendengarnya, dia ingin sekali membahagiakan Anaknya tapi ekonominya sedang sulit. gajinya sebagai Auditing keuangan memang lumayan tapi masih banyak yang harus dia bayar.
"Nanti mama kerja dulu ya, kita bahas nanti."
"iya ma "
pukul 06.00 keduanya berangkat sebelum kekantor dia mengantar Keira kesekolah, dia tidak menemukan keanehan apapun karena keira tidak pernah bicara jika ada temannya yang nakal.
"Dah sayang ! "
"dah mama ! "
Renata masuk kedalam mobilnya dan tujuan terkahirnya adalah Perusahan tempatnya bekerja. tapi tampaknya apakah dia telat, semua orang bekerja dulu padahal ini masih jam 7 masuk kan jam 8 pikirnya.
"Apa aku terlambat ?" tanyanya kepada keamanan yang berdiri didepan pintu.
"Bos baru sudah tiba, sepertinya mereka semua ingin dipuji."
"oh baiklah."
Renata merasa aman karena dia pikir sudah telat dia takut gajinya akan dipotong.
"Dia santai sakali sih ! " desis wanita-wanita yang tak menyukainya.
Renata menekan tombol lift, lift pun terbuka tanpa dia tau disana ada senopati yang berdiri tegak.
tangannya menekan tombol 30 artinya lantai 30.
senopati melirik nya karena ada didepannya tapi tidak bisa melihat wajahnya. tubuhnya padat dan porposional dia baru melihat wanita seperti ini.
tiba-tiba saja lift berhenti, dia jadi agak khawatir tapi tetap tenang dia menekan tombol agar pintu terbuka.
lampu pun mati, dia terkejut dalam posisi gelap. ponsel dia harus menelpon seseorang, tapi sayangnya tidak ada sinyal.
"apa kau bisa mendengarku ! tolong ! " teriaknya
dia pikir dia sendirian didalam sana, dia tidak takut dengan kegelapan tapi dia khawatir akan terjebak lama didalam lift.
"Kau takut ?"
suara itu makin membuatnya terkejut, dia berbalik lalu menghidupkan senter dan dia melotokan matanya melihat wajah senopati yang terlihat seram.
"ha " dia agak terkejut sedikit lalu memundurkan tubuhnya, Kini Senopati bisa melihat wajah cantik itu. wajah yang terlihat seperti Orang eropa dan Asia yang bercampur.
tapi tak lama Lift naik secara tiba-tiba hingga mereka berdua tak seimbang lalu akhirnya terpojok dan Bibir mereka saling bertemu.
keduanya sama-sama terkejut apalagi bibir mereka yang masih bertemu itu.
"mundur ! " Renata mendorongnya dan ketika lift terbuka dia segera keluar.
__ADS_1
Senopati keluar dari Lift dan memperhatikan Renata, dia juga tidak salah ini karena situasi saja malah dia dikira yang tidak-tidak nantinya.
dia masih berdiri diposisinya tapi Renata kembali keluar dari ruangannya sendiri membuat kilasan balik 8 tahun lalu kembali menghantui dirinya.
"Gadis itu" batinnya.
dia memang tidak pernah melihat Wajah gadis itu secara keseluruhan tapi dari pinggir dia bisa melihatnya dengan jelas.
"Tunggu ! " cegah Seno yang berlari mengejarnya.
"berhenti ! " tegas Seno membuat Langkah renata terhenti. dia membalikkan posisinya dan masih kesal melihat wajah pria itu dia tidak tau jika senopati adalah bos nya sekarang.
"Pak ada apa ? apa kau butuh sesuatu ?" Helmi sekretarinya muncul disebelahnya.
"pak ?" gumam Renata.
"kau Renata ? auditing keuanga kan ? aku mengambil laporan yang ada dibawah katanya ini untukmu." ujar Helmi, hingga renata mendekatinya dan mengambil Berkas itu.
"Terima kasih." Ucapnya
"Ini Pak Senopati Gamalendra, bos baru perusahaan." ujar Helmi yang memperkenalkan Senopati.
Renata tersentak, bosnya ? astaga bagaimana dia bisa menatap bos itu sekarang.
diapun membalas anggukan "saya permisi dulu." pamitnya.
"Tunggu !Aku bilang berhentikan kan! " tegas Senopati.
"Ada apa pak ?" tanya helmi yang melirikya.
Renata deg-degan dia takut dipecat "Ulangi cara berjalanmu saat akan keluar pintu tadi " perintah Nya
"ha ?" dia tak mengerti maksud senopati.
"tidak ada perintah ulang lakukan saja jika tidak mau dipecat."
Renata kesal mendengarnya, bos baru yang sok dan penyuruh dengan paksa ahirnya dia melakukannya lagi.
seno menempatkan dirinya diposisi yang sama berulang kali Renata keluar masuk dari depan pintu hanya untuk perintah senopati.
"persis sekali, dia memang benar gadis itu." Batin seno.
"Maaf pak apa saya ini bahan percobaanmu ? saya bekerja sebagai auditing keuangan bukan tukang reka adegan, maafkan saya jika saya sudah lancang. saya permisi."
"pak kau baik-baik saja ?" tanya Helmi.
"Cari tahu identitas Wanita itu." perintahnya.
"baik pak "
" 10 menit ! "
"iya pak "
Senopati pun masuk kedalam ruanganya berhubung ruangan kaca dia bisa melihat aktivitas Yang sedang dikerjakan Renata.
hanya saja ruangannya kedap suara jadi tidak bisa mendengarkan apapun jika ditutup. setelah 8 tahun dia yakin jika telah menemukan sosok yang dia cari selama ini.
10 Menit kemudian Helmi membawa Map besar ditangannya dia mendekat ke senopati dan memberikan berkas itu
disana ada foto Renata dan biodatanya lengkap
**Renata Shashenka
29 September 1997
2 Bersaudara
Nama anak : Keira Daniela
Nama Orang tua** : -
"ada nama anak disini ? apa dia sudah menikah ?" Tanya Senopati.
"Dari yang aku dengar dan cari tahu dia memang benar punya seorang putri saat ini bersekolah SD Tidak ada yang tau siapa suaminya dan kapan dia menikah, karena dia tidak pernah menunjukkanya kata orang dia kemungkinan sudah berpisah. " jelas Helmi.
"Ada foto nya?"
Helmi membuka ponselnya dia menunjukkan foto Nya
Senopati melihatnya, tapi kenapa dia tidak yakin jika wanita ini sudah memiliki anak sebesar ini.
__ADS_1
"Keluarlah." perintahnya.
"baik pak."
Seno melirik Renata, dia meyakinkan diri bahwa yang baru saja dia ketahui adalah nyata tapi kenapa tidak bisa menerimanya.
***
Renata sibuk memikirkan bagaimana dia bisa membayar uang untuk perkemahan itu, bahkan untuk menghemat uangnya dia tidak pernah makan diluar. dia selalu membawa makan siang dari apartemen.
Dia memang ada uang itu tapi dia masih harus membayar tunggakan yang lain, baru saja beberapa hari yang lalu dia membayar sewa apartemen.
Ceklek
"Renata ayo makan siang." Ajak Wanda.
"Aku bawa bekal kak." tunjuknya.
"kebiasaan, bawa saja nanti aku traktir minuman ayolah ! " ajak nya yang memaksa.
"Baiklah."
Mereka berdua pun keluar lalu didalam kantin mereka menikmati makanan dan minuman disaat semua orang memakan makanan kantin dia sering dibisik-bisik yang lain gara-gara cara hidupnya.
"Bajunya seperti orang kaya tapi makannya kampungan. "
bisik wanita yang ada disebelahnya.
"itu yang dinamakan gaya elit ekonomi sulit." jawab yang lain hingga semuanya menertawakanya, dia tak peduli orang mengatakan apapun dia selalu enjoy menjalani hidupnya.
"Andai mereka tau siapa dirimu, kau tidak pernah ingin kembali ke keluargamu ya ?" tanya Wanda yag sangat penasaran sekali.
"Keluargaku pasti akan menerimaku, tapi Keira ... sampai kapanpun mereka tidak akan bisa menerimanya."
Wanda mendesah panjang dia mengelus punggung tangan Renata memberikanya kekuatan energi agar dia kembali bersamangat
"Semangat renata ! kau orang pilihan yang mau melakukan hal ini ! "
Renata tersenyum kecil " Kakak sudah berlebihan" kekehnya kecil
Ting
Ting
Ting
Ting
semua orang sepertinya mendapatkan pesan dari Ponselnya termasuk Wanda dan Renata, mereka semua membaca pesan di grup itu.
📱💬 Group LZcosmetic
📱💬 Semuanya diharapkan mengumpulkan biodata ulang, dengan mencantumkan semua informasi pribadi agar lolos dari penyeleksian pemberhentian pegawaj dengan persyaratan sebagai berikut.
Scan KTP
Scan KK
Scan Ijazah Tamatan apapun
Cantumkan KTP suami dan istri jika sudah menikah.
Cantumkan Buku Nikah Suami dan Istri
Jika ada yang bercerai maka cantumkan Akta perceraian
dikumpul paling lambat besok pukul 10.00 WIb !
"Mereka sudah gila " gumam Wanda.
"Sepertinya kita akan tau siapa suami bu Renata " saut salah satu wanita yang bekerja sebagai manager pemasaran itu bernama Sella.
Renata hanya diam saja, dia melanjutkan makan siangnya. tapi dia juga takut bagaimana jika nanti dia diberhentikan mau hidup dengan apa dia tanpa pekerjaan dan uang.
"Kau dengar aku renata ? katakan suami siapa tidak kami rebut kok." katanya sendiri
"Kak wanda aku sudah selesai duluan ya, terima kasih Es nya."
"hish " shela hanya menerima kecuekan dari Renata, renata memang begitu karena itulah banyak yang semakin iri dengannya.
__ADS_1