Kebahagiaan Kita

Kebahagiaan Kita
EPS 20 : Beberapa Tahun


__ADS_3

3 tahun Kemudian


Tokyo,Jepang


hiruk pikuk di kota jepang saat ini cuaca sedang sangat cerah sekali, sangat mendukung aktivitas masyarakat umum.


gedung-gedung menjulang tinggi menjadi keindahan tersendiri disana. salah satu gedung tinggi yang sedang mengadakan perhelatan itu mengundang begitu banyak para pebisnis.


didalam sana semua orang bertepuk tangan dengan meriah seraya mengabadikan momen hal itu.


"Selamat kami ucapkan kepada Direktur utama di wakuul Group yang menjadi perusahaan dengan laba yang paling tinggi tahun ini dengan keuntungan sebesar 70% "


"Silahkan Renata Lidya shashenka untuk mengangkat medali kali ini."


diangkatnya tropi itu, lalu kamera banyak menyorot keberadaan hingga tayangan itu disiarkan ke tv nasional baik jepang maupun indonesia.


setelah itu dia turun dari panggung, Mario datang melebarkan tangannya untuk memeluk Renata, renata tersenyum dan memeluknya.


"kau membuatku bangga, sayang."


dia tersenyum mendengarnya "ini semua karena Dirimu." jawab renata dengan nada lembut dan manja.


"ngomong-ngomong kapan kau pulang ? bukankah kau sudah lama ada disini ?"


"mengapa menyuruhku pulang ? tidak mau merayakannya ?"


renata terkekeh kali ini, dia melepaskan pelukan itu tapi tangannta terlihat seakan menghapus bekas sentuhan itu.


"pulanglah lebih dulu, beberapa hari lagi aku pulang."


"baiklah aku tunggu dan setelah itu ... (mendekatkan bibir nya ketelinga Renata) kau tau apa yang harus kita lakukan sayang."


"siapa yang lupa"


Mario sangat terlihat nafsu sekali, dia terlihat sangat brengsek sekarang. sebelum pergi dia mengelus punggung renata yang polos tanpa kain.


"sangat halus." bisiknya.


***


Renata pulang menggunakan mobilnya menuju keapartemennya, selama 3 tahun ini dia tingga di jepang dan gunanya mario ? dia sering menyusul renata ke jepang.


sesampainya diapartemen dia melepaskan blezer nya yang sebelumnya diapakai sampailah diahanya memakai jump shuit pendek saja. langkahnya membawanya ke kolam berenang yang ada diluar apartemen.


"seharusnya kau tau renata, yang menimpa kakakmu bukanlah kecelakaan melainkan ulah seseorang ! dan kau harus mencari tahunya sendiri ! "


kilas-kilas balik masa lalu selalu dia ingat apalagi mengenai kematian kakaknya.


"*aku menemukan pesan lama yang sudah dihapus dari komputer milik Mario, dia lah pria yang akan akan menikahi kakakmu dan dialah yang telah merencanakan kecelakaan itu, ya memang dia tidak berniat membunuh kakakmu tapi suaminya Renita."


"Mario itu brengsek dia bersembunyi dibalik topeng nya. dia tidak pernah mencintai wanita manapun kecuali menginginkan harta*."


"waktunya membalas dendam kakak ! "


***


Pagi harinya dia sibuk bekerja di depan laptopnya, tanpa memperdulikan makan paginya. terdapat tiket pesawat yang akan menuju ke indonesia.


dalam 2 hari kedepan dia akan kembali dan artinya tugas nya dalam 3 tahun ini telah selesai. dia meninggalkan orang yang dia cintai siapalagi kalau bukan anaknya sendirian di indonesia hanya untuk belajar dan bekerja demi keluarganya.


📱 Senopati Message


💬 Selamat renata kau sudah melakukan yang terbaik.


dia membuka ponselnya, memang hubungannya selama ini dengan seno cukup baik. karena seno sendirilah yang meminta mereka untuk tetap berteman tanpa hubungan yang lain.

__ADS_1


tapi dari sekian banyak pesan, dia hanya membaca tanpa membalas. dia malu karena Keira sekarang tinggal bersama Senopati.


***


Jakarta, Indonesia.


"papa aku akan bersekolah di tempat yang jauh, dan aku akan terus menghubungi papa nanti."


Senopati tampak lebih muda dan segar dari sebelumnya, dia selama ini merawat Keira 3 tahun terkahir hingga keduanya sangat dekat.


"kalau begitu jaga dirimu baik-baik. ingat tidak boleh keluar asrama tanpa izin dan jangan terlalu banyak bermain "


keira mengangguk paham, lalu mengambil ponsel senopati mencari nomor renata


"kenapa ? " tanya seno.


"mama tidak menelpon hari ini."


"Mama sibuk mungkin, sekarang tidur saja besok papa antar ke sekolah."


"oke papa."


Entah mengapa senopati sangat menyukai keira sekarang, setelah kehadiran keira dia jadi sadar rumah akan terasa ramai jika ada seorang anak.


apalah arti nya hidup jika tanpa ada yang merepotkannya sangat membosankan.


***


3 hari setelahnya.


Bandara Soekarno-Hatta


malam ini Renata telah sampai di indonesia tanpa ada yang menyambut nya dan menjemputnya. dia terlihat modis dan keren dengan pakaiannya saat ini.


1 jam kemudian dia sampai dirumahnya, Kedua orang tuanya menyambutnya dengan hangat mereka saling memeluk melepaskan segala kerindukan.


"benar, semuanya harus pekerjaan. saut james membuat renata menahan senyumana. yang dia cari saat kembali hanyalah keira, tapi dia tidak mungkin keluar sekarang karena keduanya akan mencegahnya.


"pa, ma aku kekamar dulu ya, rasanya tubuhku lengket aku ingin mandi." pamitnya


"iya sudah sana." jawab Lidya.


dengan dibantu pelayan dia membawa beberapa barangnya, James senang renata bisa menjadi andalan untuknya dia yakin pada renata sekarang.


"haruskah kita percepat pernikahanya dengan mario ?" tanya James


"aku pikir serahkan saja pada dirinya, kita jangan ikut campur lagi " jawab lidya.


"jika begitu kapan dia akan menikah, aku pengen cucu dari nya "


"tunggu saja "


Renata bisa mendengarnya semua hal itu, tapi selamanya dia tidak akan pernah menikahi mario dia hanya akan mempermainkan perasaannya dan menjebaknya kedalam kehancuran.


***


keesokan paginya


Renata menunggu didepan gerbang rumah Senopati, dia tak sabar ingin bertemu dengan kesayangannya siapalagi kalau bukan Keira.


didalam mobil sudah penuh hadiah-hadiah untuk keira. jika dipikir dia bisa masuk kedalam namun dia merasa tidak enak sekaligus dia tidak siap bertemu senopati.


"Mama !!!! "


"keira " gumam renata.

__ADS_1


mereka saling berlari untuk segera bertemu dan memeluk.


"mama hiks hiks hiks " keira sudah menangis karenanya.


dia berjongkok lalu memeluk keira dengan erat, dia sudah janji kepada dirinya sendiri untuk tidak menangis namun apalah daya hatinya terlalu lemah jika menyangkut keira.


"Mama keira rindu" lirihnya.


"mama juga sayang, Lihat ... anak mama sangat cantik sekarang apakah giginya sudah tumbuh semua ?" godanya disela-sela tangisannya.


"mama ! hiks hiks "


"iya sayang maaf mama bercanda."


renata bahkan tak bisa berkata apapun lagi, 3 tahun berpisah dari nya rasanya membuatnya tersiksa. tapi lihatlah keira sekarang dia bahkan sangat terurus dengan baik ini semua berkat senopati.


"Mama, Didalam ada papa ayo masuk dan temui papa ajaknya."


Renata menggeleng dia tidak bisa menemuinya saat ini. tapi dia tidak tau kalau sedari tadi senopati berada di dinding pagar pembatas itu, dia bisa mendengar suara wanita yang dia cintai dari dekat.


"kenapa ma ? mama tau setiap malam, papa selalu mengucapkan selamat tidur untuk mama. Ma ..."


"iya sayang ?"


"ayo tinggal disini lagi bersama keira dan papa."


"tidak bisa sayang."


"Tapi kenapa ma ? "


renata berusaha tenang dan menghirup nafas dalam-dalam, semakin hari keira semakin tumbuh besar dan tidak mungkin bagi dirinya untuk menutupi semua kenyataan.


"Keira ingat saat malam itu kita kerumah besar itu ?"


"iya keira ingat."


"Mama akan dinikahkan dengan pria itu. "


"Jangan menikah dengan paman itu ma dia jahat! "


"Mama juga tau sayang. tapi mama tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada mama, mama akan berhati-hati. mama pernah bilang kan bahwa seorang anak harus berbakti kepada orang tua, mungkin selama ini mama tidak menjalankan itu tapi kali ini mama akan berusaha menjadi anak yang berbakti itu."


Akhirnya Senopati tau yang sebenarnya, dari mana asal perpisahan mereka. semua ini kembali lagi seperti dulu dimana kisah kakak yang pernah diceritakan oleh renata kembali terulang.


"Sayang ... mau tidak kita tinggal berdua lagi ? " tanya renata yang sangat ingin dijawab iya oleh keira.


"dirumah itu ada nenek dan kakek yang tidak pernah bicara dengan keira. mata kakek terlihat sangat menakutkan, keira tidak mau ma."


bahkan anak kecil saja tau apa yang dipikirkan orang lain.


"Mama membelikan sesuatu untukmu sayang, lihatlah didalam" Renata membukakan pintu mobil yang didalamnya penuh dengan kado-kado untuk keira.


"Banyak sekali." ujar keira


"Oh ya ini, berikan pada Hmm ... pa-pamu ya."


dengan wajah malu-malu dia memberikan dua paper bag dari dalam mobil yang dia pisahkan untuk senopati.


dibalik pagar itu senopati tersenyum, ternyata ada juga perhatian dari renata walaupun sebutir debu.


"Papa pasti suka, sebaiknya mama masuk dan minum."


"Tidak sayang mama harus kembali, besok kita bertemu di Restoran Biasa dulu kita sering datang mintalah papamu untuk mengantarmu ya, nanti mama tunggu disana."


"dengan papa juga ma ?" tanya keira.

__ADS_1


"Tidak sayang, kita berdua saja."


keira kecewa mendengarnya padahal dia sudah senang sebelumnya. tidak taunya dia kembai menelan kekecewaan.


__ADS_2