
"iya sayang mama jemput sekarang, kembalikan ponselnya pada gurumu ya. " Renata ditelpon oleh Keira yang sudah menunggunya lama.
kebetulan hari ini dia banyak laporan jadi harus diselesaikan.
"Terima kasih bu, saya akan segera kesana sekarang juga." ucapnya ditelpon itu lalu menutupnya.
***
Shitt
mobil Nya berhenti didepan kursus melukis itu, Renata terkejut saat ini Bos nya ada bersama guru dan Keira.
"Mama ! " Keira berhambur memeluk Renata, dia terpaku berdiri didepan boss dan guru Keira.
"Maaf bu saya telat." ucapnya.
"Tidak apa bu Renata, Hari ini Keira melukis dengan sangat indah ibu mau lihat ?"
Renata mengangguk kecil "Mas Seno sebentar ya aku masuk dulu." ucap gurunya Keira.
"iya"
"Mama keira jadi kan ikut Kemah nya ? besok ibu guru minta uangnya."
"i-iya sayang." jawabnya pelan, Seno terus memperhatikannya membuat Renata menjadi sungkan apalagi saat mengingat ciuman itu.
"Dia anakmu ?" tanya Senopati yang telah mengeluarkan suaranya.
dia hanya mengangguk pelan, Senopati tak puas hanya dijawab dengan anggukan saja.
"Berapa usia anakmu ?" tanyanya.
"8 tahun."
Senopati semakin curiga mendengarnya, 8 tahun artinya saat dia bertemu dengan nya dia sudah punya anak tapi saat itu dia masih memakai pakaian sekolah.
"nah ini dia bu lukisannya, dia menggambar wajah ibu "
renata mengambil lukisan itu, sangat cantik dan indah Keira sangat berbakat dalam seni.
"sayang apa ini untuk mama ?"tanyanya yang menunjukkan hasil lukisannya.
"iya ma, nanti setelah papa pulang keira buat lukisan papa dan mama." jawabnya dengan cepat.
"Iya sayang, masuklah kedalam mobil mama bicara dulu pada ibu guru." ujar Renata yang langsung dituruti oleh keira.
"Bisa bicara berdua sebentar bu ?" tanya Renata.
"bisa "
Kedua orang itu menjauh dari senopati, Renata sangat fokus melihat kebawah sampai dia tidak sadar apa yang akan dia katakan pada gurunya.
"bu mau bicara apa ?" tanya Bu guru.
"bu renata ?".
"ha ? oh ya ... maafkan aku, hmm ... begini bu .. Disekolahnya Keira akan ada perkemahan dia sangat ingin ikut, saya tidak ingin membuatnya sedih apakah saya bisa menunda bayaran bulan ini ? sebenarnya uangnya ada tapi karena dia ingin ikut jadi .. sayaa janji tidak akan sampai bulan depan beberapa hari lagi saya akan membayarnya"
Bu guru itu tersenyum dia pikir Renata akan mengatakan apa " saya paham bu, bu renata sangat sangat pada keira. tidak apa biarlah Keira berkemah dulu."
"Terima kasih banyak bu,ibu sangat baik" ucapnya.
"iya ibu renata "
setelah selesai bicara dia langsung masuk kedalam mobil tanpa menegur bosnya itu, pikirnya jika diluar dia tidak ada hubungan apapun jadi tidak harus menegurnya.
"Lani anaknya sudah lama kursus disini ?" tanya Senopati yang sangat penasaran.
"Sudah Lima bulan mas, mas kenapa kesini ? tumben sekali menjenguk sepupunya."
Seno terkekeh dia hanya beralasan saja sebenarnya ingin mencari tahu tentang renata tai tidak menemukan apapun.
***
__ADS_1
Malam harinya
Renata tidur dikamar Keira yang serba bernuansa pink hello kitty itu, dia tidur memeluk Keira yang tidur dengan pulas. sudah jam 10 malam tapi dia tidak bisa tidur.
drttt...drrrr..drrttt
📱 Mas Arkan Calling
diambilnya telpon miliknya, dia bangun dari ranjang lalu mengangkat telpon nya.
📱 Apa kabarmu ?"
dia masih diam tak menjawabnya, dia bingung harus menjawab apa.
📱Kau tidak pernah memberitahukan keadaanmu dan Keira apa aku sangat jahat padamu ?
"Nanti ada Istrimu, Kami baik."
jawabnya singkat, padat dan jelas. dia terlihat sangat mencintai pria ini dari tutur katanya yang lembut dan ekpresinya sekarang.
📱 Dia sedang dikamar mas ada di ruang kerja. Mengapa kau menolak uang dari mas ? bukankah mas sudah janji akan membantumu.
"Terima kasih mas masih memikirkan aku, tidak apa sebaiknya mulai sekarang kita tidak usah saling berkomunikasi lagi, aku tidak mau membuat istrimu salah paham tentang lagi. Maaf mas
Tut..tut..tut
dia menangis setelah menutup telpon itu, benar sekali dia sangat mencintai pria itu tapi sesuatu terjadi dan mereka tak bisa bersama.
***
semua orang telah mengumpulkan berkas-berkasnya di meja Helmi, sudah ada begitu banyak tumpukan. dan yang yang terkahir Milik Renata, dia baru memberikannya sekarang.
"Pak apa akan ada penyeleksian karyawan ?" tanyanya.
"Iya bu, kata Pak senopati seperti itu." jawab helmi yang membuat Renata cemas, takutnya dia yang akan diberhentikan.
dia pun pasrah, apapun yang terjadi dia harus menerima nya.
***
dia buang yang bukan renata hingga akhirnya dia menemukan nama Renata Shashenka lalu dia buka secepatnya.
dia mencantumkan KTP, Kartu Keluarga, Ijazah namun tidak ada Buku nikah, maupun akta cerai ini sungguh membingungkan.
bisa gila dia jika seperti ini terus, hidup Renata penuh misteri
Tunggu ! dia mengingat sesuatu sekarang.
"Shashenka " gumanmnya
Shashenka bukankah itu mirip seperti James Attathur Sashenka pengusaha dari inggris itu, pikirnya.
dia membuka laptopnya dia mencari tahu tentang pengusaha James Attathur Shashenka dari Internet.
Ini Dia Biodata Lengkap Pengusaha Kaya Raya dari Inggris yang Beristrikan Orang indonesia dan Menetap di Jakarta
James Attahur Shashenka dan Lidya Paramita mempunyai dua orang putri yaitu Renita Lidya Shashenka dan Renata Lidya Shashenka jarak mereka hanya selisih 6 tahun saja.
Naasnya putri pertama nya pada tahun 2014 Meninggal berserta suaminya diakibatkan kecelakaan Tunggal.
***
Renata tampak sedang memfotocopy disebuah mesin fotocopy, ada begitu banyak berkas yang harus dia salin.
"Bu Renata ?" panggil Helmi.
"Ada apa ?" tanyanya berbalik.
"Maaf anda dipanggil Pak Senopati." jelas Helmi membuat semua orang menoleh kearahnya, mereka pikir Renata pasti akan diberhentikan.
Tanpa menunda renata mengikuti helmi jika dibandingkan usia mereka sama saat ini tampak seumur.
ceklek
__ADS_1
"Pak ini Bu renata." ujar Helmi
senopati yang sedang menulis itu mengangkat kepalanya.
"Keluar dan tutup pintunya. "
Helmi menganguk, dia segera keluar dan menuruti perintah bosnya itu. Renata masih berdiri didekat pintu.
"Duduklah disini." panggil Senopati.
segera Renata melangkahkan kakinya kearah Kursi yang ada dihadapan senopati, dia tidak tau akan diapakan mungkin dia akan di berhentikan.
Senopati mengeluarkan Berkas yang kemarin dia berikan dia menaruhnya dihadapan Renata.
"Kau tidak memberikan apa persyaratan dari perusahaan untuk tetap bekerja disini." Ungkap Senopati dengan wajah datarnya.
Renata gugup bagaimana dia menjawabnya, jika dia katakan sebenarnya maka tidak akan ada yang peduli juga.
"Saya memberikan kemudahan di perusahaan ini, tapi nampaknya kau tidak mau menuruti ku. ini Peraturan baruku jangan kau pikir sama dengan bos lamamu. "
"semuanya sudah hilang pak." Jawabnya.
"Apa yang hilang ?" tanya Senopati lagi.
"Buku Nikah atau Akta cerai ?"
"Ini privasi untuk saya pak, tapi jika bapak memaksa, saya juga tidak akan bisa memberikannya. "
"Kenapa ? kau ingin aku pecat ? bukankah posisimu banyak yang mengincarnya."
"Ja-jangan."
Senopati mengernyitkan alisnya, dia mengetuk-ngetuk meja itu.
"Kau single parent ?" kata senopati.
"Apa yang bisa saya lakukan agar saya tidak dipecat ?" Renata malah bertanya balik.
senopati sangat menyukai wanita ini, Teguh dan juga Sedikit egois.
"Kau yakin ? "
"I-iya."
tidak ada jalan lain, dia tidak mungkin melepaskan pekerjaan ini tidak ada perusahaan lain yang membayarnya lebih dari pada ini.
"Jawab pertanyaanku saja, kau punya suami ?"
"Saya single." jawabnya cepat.
Senopati puas mendengarnya, dia menyunggingkan senyumannya lalu bangkit dari kursi.
"Apa gaji seorang auditing Keuangan cukup, Renata Shashenka ?"
"Cukup."
"Kau mau gajimu naik ?" tawarnya yang menunggu jawaban Jawaban dari Renata di pinggir meja.
Renata sejenak berpikir apa maksud bos nya ini, kenapa dia seperti sedang diintimidasi begini.
"Saya berterimakasih pada bapak karena dengan tidak memecat saya itu sudah cukup untuk saya saat ini, soal gaji saya tidak akan minta dinaikkkan tapi lihat caraku bekerja anda bisa membayangkannya."
"Temani saya satu malam dan gajimu akan aku naikkan 2 kali lipat. "
Renata melototkan matanya dia tidak pernah berpikir senopati akan melakukan hal ini.
"Bapak pikir saya wanita penghibur." dia menatapnya dengan marah.
"Bukan, kau salah mengartikannya. Maksudku temani aku satu malam hanya makan malam bersama calon investor dari Inggris. "
"Tetap saja ! bapak bisa mengatakan dengan lebih sederhana, bukan begini. saya berterima kasih bapak tidak memecat saya permisi ! "
__ADS_1
"Renata Shashenka kau dipecat! "
Langkah Renata terhenti diambang pintu, dia berbalik dan menatap Senopati dengan rasa marah yang dua kali lipa dari sebelumnya.