Kebahagiaan Kita

Kebahagiaan Kita
Eps 7 : Kucing Liar


__ADS_3

sesampainya diapartemen, Senopati tetap berada diruang tamu. dia menunggu Renata yang sedang menenangkan Keira didalam, Rasanya dia ingin tahu cara apa yang Renata gunakan untuk menenangkan anaknya itu.


pintu kamar itu memang tertutup tapi tidak sepenuhnya, kenapa dia ingin tau sekali. akhirnya dengan segala keberaniannya itu dia menuju kearah pintu.


"Keira tidak boleh membenci mereka. walaupun begitu tetap saja sesama teman nantinya pasti akan saling membutuhkan. "


"Tapi mereka jahat ma, keira tidak mau punya teman. Keira hanya mau mama keira tidak mau lagi sekolah."


Renata langsung mendekap Keirakedalam pelukanya, dia mengelus punggung keira dengan lembut agar dia tidur.


"Iya baiklah jangan menangis lagi ya, keira jelek kalau menangis tidak mirip mama." godanya.


"Sayang... Mama harus bekerja nanti, apa keira baik-baik saja jika mama tinggal sendirian ? Mama khawatir keira bosan nantinya."


"Keira mau mama." keukeh nya yang tidak ingin renata bekerja.


"Jika mama tidak bekerja, keira tidak bisa jajan nantinya. kita juga tidak bisa tinggal disini, boleh ya sayang."


"Tapi mama janji harus pulang cepat."


"Iya mama janji, anak pintar. "


cup


lama kelamaan setelah di peluk dan dielus-elus akhirnya keira tertidur. Renata ingat jika didepan masih ada Bos nya. dia bangkit dan menyelimuti keira.


Senopati langsung kembali setelah tau bahwa Renata akan keluar dari kamar itu.


"Maaf lama." ucapnya


"Tidak apa, dia tidur ?"


Renata mengangguk, dia pun duduk dihadapan Senopati sekarang. wajah sedih dan bingungnya tidak bisa ditutupi.


"Tidak bisakah kau bawa papanya sebentar saja ? kau tidak kasihan melihatnya."


Renata menggeleng "Dia sudah biasa, hanya saja anak-anak mengungkitnya jadi membuat dia teringat."


"jika aku bilang kau egois apa kau akan marah ?"


Yang ditanya hanya diam saja, dia tidak peduli pandangan bos nya kepadanya. baginya Bos nya iu hanya orang luar yang bisa seenaknya mengecap seseorang.


"Aku tau kau marah dan tidak suka mendengar itu. kau hanya menahan mulutmu untuk tidak bicara kasar, Aku bisa membantumu."


"Maaf pak saya tidak ingin dibantu." Tolak Renata langsung


senopati tersinggung mendengarnya, lihatlah matanya yang menatap tajam Renata.


"Aku bisa menikahimu."


Renata mengangkat kepalanya, tapi dia memandang kearah lain dia tidak peduli akan omongan senopati.


"Kau dengar aku kan ! "


"Sampai kapanpun aku tidak akan menikah." jawab Renata yang membuat senopati agaknya tampak terkejut.


"Lihat saja semuanya akan terjadi." Ujar seno seraya bangkit dari tempat duduknya. dan sebelum pergi dia mendekat ke renata.


"Akan ada jalan dimana aku akan menikahimu" bisik Senopati tepat di telinga Renata.


"Bapak pergi saja." usirnya.


Baiklah Renata jika kau terus menghindariku begini, jangan salahkan aku bermain licik.


Senopati keluar dari rumah itu dengan marah yang membuncah tapi dia tahan, Dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Helmi kumpulkan berapa banyak hutang renata di perusahaan."


***


Keesokan harinya para pegawai berkumpul di lobi perusahaan semuanya berbondong-bondong untuk turun dari lantai atas dan berkumpul.


begitupun dengan Renata dan juga Wanda yang menuruti perintah atasan mereka.


"ada apaya ? kita tidak pernah berkumpul begini." ujar wanda.


"Tidak tau kak. kita lihat saja dulu." jawab Renata.

__ADS_1


"Semuanya sudah berkumpul ?" tanya Helmi yang ada disebelah Senopati.


melihat kehadiran Renata senopati langsung menatap ke arah lain.


"silahkan duduk." perintah Helmi hingga semua orang pun duduk.



"Oke saya akan jelaskan sekarang, Karena perusaaan ini sudah atas nama Pak senopati Gamalendra jadi beliau ingin memberitahukan pegumuman penting kepada semuanya harap diperhatikan."


"Terima kasih sudah datang disini, saya tidak akan lama karena saya tau pekerjaan kalian masih banyak. Seperti biasanya jika perusahaan baru saya pimpin maka saya akan mengadakan pesta. pesta selamat datang untuk semua karyawan. "


Semuanya bertepuk tangan kesenangan mendengarnya, bahkan mereka berbisik-bisik bangga dengan bossnya.


"Tidak salah bos nih! "


"Royal ! "


Renata hanya bertepuk tangan kecil dan tak bicara apapun.


"Acaranya nanti malam di Hotel Xavier pukul 08.00. Lalu ada satu pengumuman lagi dari saya. "


"Diperusahaan saya tidak akan ada lagi yang namanya pinjaman karyawan tanpa alasan yang jelas, jika ingin meminjam langsung temui sekretaris helmi biar dia yang mengurusnya dan berikan alasan nya. "


"Pak ! bagaimana dengan yang sudah sering berhutang ! " ujar shella yang mengangkat tanganya dia seperti menyindir Renata.


"Dalam 1 bulan harus lunas apapun itu " jawab Senopati.


"Kau dengar Bu Renata ?" saut Shella.


renata tak menggubrisnya padahal dia hanya sekali meminjam uang baru saja kemarin itu. dia tidak akan pernah mau meminjam jika dia tidak mendesak seperti kemarin.


"Saya tidak peduli siapapun itu. Silahkan pergi dan bekerjalah." ujar Senopati.


disaat semua orang meninggalkan Lobi, Renata masih duduk di kursinya wanda memanggilnya pelan agar dia turun.


" Nata ! nata ayo bangun."


"Kakak duluan saja aku ke toilet sebentar." gumamnya.


"Baiklah."


"jangan pusing kau bisa hidup kan." Ujar senopati yang bicara disampingnya ketika dia lewat.


Senopati sangat tega dengannya, padahal dia tau renata punya hutang cukup banyak dengan gajinya yang begitu mana cukup dia membayar hutang dan memberi makan anaknya dalam waktu sebulan.


***


Renata pulang langka gontai dan lesu, melihat Parkiran Apartemen ada mobilnya yang terparkir rapi sejenak dia berpikir bagaimana jika dia menjual mobil ini.


tapi Ongkos ke Perusahaan lumayan memakan uangnya, Sungguh pusing rasanya memikirkan uang.


"Mama"


"eh sayang kenapa turun nak ? " tanyanya.


"Tadi keira lihat mama dari atas, mama kenapa sedih ?" tanya keira.


Renata pun tersenyum lalu dia mencium kening Keira.


"Tidak sayang mama senang kok, keira sudah makan ya. maafkan mama Lauknya tidak panas ya, Mama buatkan yang baru ya."


Keira menggelengkan kepalanya melihat ada mobil penjualan ice cream di depan jalan membuat keira terus menatapnya.


"Keira maaf ya, uang mama tidak cukup. besok mama gajian nanti mama belikan ya."


"Keira mau sekarang ma."


"Sayang nanti saja , kita minum sirup saja ya."


Keira pun menggeleng lagi, Dia berlari menuju ke arah Mobil itu Renata takut uangnya kurang dia hanya punya 20 ribu saat ini.


"Maaf pak harganya berapa ?" tanyanya.


"25 ribu."


"Apa tidak ada yang agak murah pak ?"

__ADS_1


"Ada tapi yang tanpa toping."


"yasudah itu saja pak."


"Keira mau yang bertoping ma." pintanya lagi, Bukanya renata tidak mau dia tidak punya uang masalahnya.


Namun bapak itu malah memberikan toping diatasnya membuat renata kepikiran.


"Pak saya minta tanpa toping."


"Khusus untuk anak cantik." ujar Bapak itu yang senang melihat keira.


"Terima kasih pak, ini uangnya."


"Sama-sama."


"Terima kasih paman." ucap Keira dengan manis.


Keira dan Renata pun duduk di kursi taman, dia menemani keira yang lahap memakan ice cream da sekarang yang harus dia khawatirkan adalah makan malam.


mungkin hanya ada telur di kulkas dan itu cukup untuk keira dia tidak punya apapun sekarang. uang sudah habis, tidak ada simpanan yang bisa dia jual.


****


Malam harinya


acara pesta yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, banyak perempuan yang mulai memasuki hotel itu. sementara senopati terus menjaga apakah renata datang atau belum.


terlihat ada wanda yang datang sendirian, dia pikir dia akan datang dengan renata.


"Bapak menunggu seseorang ?" tanya helmi.


"Renata."


"Oh "


semuanya menikmati pesta itu ada yang berdansa di tengah-tengah lantai dan ada yang menikmati makanan.


"Hei dimana temanmu ? " tanya shella yang bertanya pada Wanda.


"Siapa ? kau bertanya padaku?" tanya wanda.


"Tentu saja siapa lagi." ketus shella.


"Dia berkencan." jawab wanda.


" Waw haruskah kupercaya ?"


"Kau pikir hanya dirimu yang laku." ketus wanda balik.


"Temanmu tidak datang ?" Tanya Helmi kepada wanda.


"Bapak "


"Eh i-iya pak." jawabnya gugup karena helmi sangatlah tampan.


deg..deg..deg


duh jantungku, apakah dia jodohku. batinnya yang kegirangan.


"kenapa tidak datang ? bukankah semua harus datang."


"Katanya dia sedang tidak enak badan pak."


"oh." Helmi mengangukkan kepalanya dan meninggalkan Wanda disana. helmi langsung segera melaporke bos nya tentunya.


"Pak "


"hmm"


Senopati berhenti meminum bir nya "Bu renata memang tidak datang katanya sakit."


"Alasan." gumamnya.


"sepertinya benar pak, karena jika diperhatikan sore tadi wajah bu renata agak beda."


"Jangan memperhatikannya tidak bolah ! " tekannnya yang cemburu.

__ADS_1


"Maaf pak."


Benar-benar kucing liar, dikasih tempat malah kabur. awas saja aku akan terus mempersulitmu sampai kau membutuhkan aku.


__ADS_2