
kruyuk ... kruyuk
perutnya terasa lapar sekali, dia bahkan tidak makan malam ataupun sarapan. rasanya tidak bersemangat untuk bekerja tapi hari ini dia akan mengambil gajinya.
"Burenata kau dicari."
baru saja dia datang kekantor seseorang telah memanggil dan mencarinya dia yakin itu tagihan dari perusahaan.
"saya tau."
dia menuju ketempat pembayaran gajinya, ternyata ada beberapa orang lagi. tapi yang dia disana ternyata ada Senopati dan juga helmi.
"Renata "
"iya"
Dia menerima Amplop ditangannya, melihat nama yang sudah tertera itu dia kembali memberikan gajinya.
"Potong saja." ujarnya.
"Sudah, semuanya lunas." ujar orang yang memberikan gajinya
Dia mengambilnya dan pergi dari sana, masih tersisa 3 juta belum lagi dia harus membayar apartemen 2,5 juta lalu air dan listrik 500 ribu makan apa dia bulan ini.
sore harinya dia tidak membawa mobilnya dia- hanya berjalan dari perusahaan menuju ke halte bus, bus cukup murah jadi dia bisa memakai itu.
drtt...drttt
0822787890
💬 Bayar apartemen segera ! tidak boleh menunggak! jika menunggak kosongkan Apartemen malam ini !
****
Dia berdiri didepan tempat biasanya dia membayar Apartemen, memang biasanya dia bayar lewat helmi tapi sekarang peraturan berubah dan semuanya harus transparan.
"Sekretaris Helmi ini bayaran bulan ini."
tampaknya Helmi juga kasihan dengan Renata, tidak ada uang sisa dari gajinyaitu. diliriknya bos
nya yang hanya memainkan ponsel ditangannya itu.
"Ikut denganku ! "
perintah Senopati kepada renata. Renata pun menurutinya dan mengikutinya dari belakang.
"Cepat ! "
Kepala renata pusing mengikutinya, seharian dia tidak makan membuatnya kehilangan energi.
"Bapak mau bicara apa, saya harus pulang segera." lirihnya yang berwajah pucat itu.
"kau belum makan ayo makan ! "
Renata menggeleng " Anak saya juga belum makan, saya makan dirumah dengan anak saya pak."
drrtt...drrtt...drrtttt
📱 0811 *******
diambilnya ponsel yang beretar itu
"Halo"
"Dengan ibu renata ? saya membawa anak ibu menuju kerumah sakit sekarang, Anak ibu kecelakaan."
brak
ponselnya terjatuh begitu saja, Senopati mengambil ponsel itu.
"Halo ? siapa ini ?" tanya senopati.
"Pak anak bapak kecelakaan dia ditabrak mobil sekarang dibawa kerumah sakit."
"Ikut denganku !"
Tidak ada pilihan lain renata harus pergi sekarang.
***
Sesampainya dirumah sakit Senopati dan Renata datang bersamaan dengan Ambulance itu, Renata semakin shock melihat keira yang berlumur darah.
dia agak memundurkan tubuhnya, kecelakaan ini mengingatkannya 8 tahun yang lalu.
"Dia akan baik-baik saja " ujar senopati.
"Bapak pulang saja ini bukan urusan bapak."
__ADS_1
"Kamu keras kepala Renata ! "
"Bapak yang jahat ! " tegasnya , yang menatapnya tajam. dia kesal dan marah dengan senopati lalu pergi meninggalkannya.
dia mencari tempat keira ditangani, dia melihat keira yang didatangi banyak dokter dan suster.
"Dokter anak saya bagaimana keadaannya ?"
"Anak ibu kehilangan banyak darah, kami harus mengoperasinya Ada pendarahan di otaknya dan harus segera dioperasi tolong selesaikan Administrasinya." Jelas dokter tersebut.
"Dokter saya tidak punga uang sekarang, apakah bisa bayar nanti ?".
"Maaf ini peraturan rumah sakit. "
"Baiklah Lakukan semuanya saya akan membayarnya." Ujarnya cepat tanpa berpikir panjang. dia masih ada mobil dan mungkin cukup untuk pengobatan dan biaya rumah sakit Keira.
dokter itu mengangguk, Renata terduduk lemas di kursi tunggu itu. mengapa ujiannya begitu berat, haruskah dia mengeluh tapi tidak mungkin.
dia segera menginformasikan mobilnya ke forum jual beli online, dia menunggu penawaran yang pas dia membuka harga 100 juta.
dalam 5 menit harus segera mendapatkan uangnya. namun dari sekian banyak penawaran hanya 75 juta yang paling tinggi.
tidak masalah dia selesaikan sekarang dan akhirnya mendapatkan uang itu. dia pun langsung keRespsionis.
"Pasien anak kecil tadi."
"Oh atas nama Keyra ya bu, ini jumlah yang harus dibayar hanya untuk operasinya saja."
" 250 juta ?" gumamnya.
"Suster saya baru punya 75 saya janji besok saya lunasi tolong saya suster. "
"Tolong berikan KTP anda bu."
"ini"
"Baiklah besok harus dibayar bu."
dia menganggukkan kepalanya kemana dia mencari uang 175 juta itu. dalam semalam mana mungkin dia mendapatkannya, hari pun mulai malam apakah dia harus menipu orang ?
"Keluarga pasien ? apakah ada golongan Darah O ?" tanyanya.
"Tidak ada suster saya AB. suster anak saya baik-baik saja kan ? dia tidak apakan ?"
Suster itu tak mau menjawabnya, stock rumah sakit juga kosong. bagaimana sekarang dia tidak tau apapun lagi.
"Kamu belum makan, Operasi masih lama." Senopati tidak pulang melainkan dia pergi mencari makanan untuk Renata, bahkan biaya rumah sakit pun dia tau renata masih menunggak.
"Apa bapak bisa menolong saya kali ini ? saya mohon " lirihnya.
"Katakan."
"Tolong tetaplah disini sebentar saja, aku akan kembali."
"Kau mau menemui papanya untuk meminta darah ?"
Dia menggeleng "saya mohon."
"Baiklah, pergilah."
Renata langsung pergi, bahkan tak memperdulikan kepalanya yang pusing itu. Sudah tidak ada pilihan lagi Dia harus meminta tolong orang tuanya.
shitt
mobil taksi itu berhenti didepan rumah yang sangat megah.sudah berapa lama dia tidak menginjakkan kakinya kesini sampai dia tidak bisa menghitungnya.
Ting
Tong
Ting
Tong
ceklek
"Selamat malam, ada yang bisa dibantu ?" tanya pelayan yang menyambutnya.
"Mama ! papa ! " teriaknya langsung membuat para pelayan hormat tunduk kepadanya.
"Mama ! papa ! " Teriaknya lagi.
"Saya tidak menerima orang Asing dirumah ini " Saut suara pria yang meggelegar dari Lantas atas.
"Pelayan usir dia ! "
"Papa aku mohon kali ini saja " lirihnya yang berkaca-kaca dan matanya hampir menangis.
__ADS_1
tak lama dari belakang pria itu muncullah seorang wanita lanjut usia yang berdiri disebalanya.
renata
Renata ingin masuk lebih dalam tapi pria itu berlari dan menuruni anak tangga.
"Pergi !!! "
dia membawa Renata turun dan mendorongnya hampir saja renata terjatuh.
"Sayang ! " teriak wanita diatas.
"Mama bantu Renata ma, Renata mohon kali ini saja "
"KELUAR ! KAU TULI ! " Bentak James
"Papa aku mohon " renata terduduk di lantai dan memohon dihadapan papanya.
"Keira kecelakaan aku mohon bantu keira pa."
"Dia bukan cucuku! jangan harapkan apapun dariku ! " Tegas james.
"Bangun Renata." Ujar Lidya yang membangunkannya.
"Mama "lirihnya.
"Pergilah papamu akan semakin marah." ujar lidya.
"Renata akan melakukan apa saja agar papa mau membantu renata, renata mohon pa sekali ini saja "
dia menangis tersedu-sedu dan mencium kaki papanya, sebegitu cintanya dia dengan keira sampai dia melakukan hal ini.
james tetap diam disana hati kecilnya sakit melihat putri semata wayangnya memohon dibawahnya.
"Bukankah itu pilihanmu, mengurus anak haram itu."
"Dia cucu papa bagaimana bisa mengatakan hal itu pa " lirih renata yang mengangkat wajahnya.
"tapi aku tidak menerimanya ! jika saja waktu itu kau memilih kami daripada anakmu itu ! sekarang papa tanya jika kau mau pertolongan papa penuhi persyaratan ini."
"apa pa ?"
"Kembali kerumah dan tinggalkan anak itu."
duar
Renata tersentak mendengarnya, dia menggeleng secepatnya "sampai matipun aku tidak mau meninggalkannya sendirian. baiklah, papa memang tidak mau menolongku. Papa benar aku bukan anak papa lagi. "
"Hubungan kita sudah berakhir saat papa menolak Keira. "
"Pergi !! " usir james.
"Aku akan pergi dengan sendirinya " jawab renata. diapun menghapus air matanya dan keluar dari rumah itu.
"Mengapa kau tega ? Renata tidak bersalah." ujar Lidya.
"Dia salah sudah tidak menurutiku." jawab james yang segera masuk kedalam kamar.
rasanya lidya ingin sekali membantu renata, tapi dia tidak bisa.
***
"Aku benar-benar sudah gila hiks hiks "
Dia menangis pelan dibangku taman rumah sakit, Operasi Keira ditunda. masih banyak yang harus dipersiapkan. Itu semakin membuatnya putus asa.
"Kakak seandainya kau tidak meninggalkan aku."
"Aku menunggumu didalam renata."
"Maaf, bapak boleh pergi." katanya tanpa menoleh.
Senopati mendesah pelan lalu duduk disebelah Renata, wajah renata renata memerah karena terus menangis.
"Mengapa kau tidak hubungi mantan suamimu, dia harus tau keadaan anaknya yang sedang membutuhkannnya. "
"Dimana aku harus mencari orang yang sudah meninggal" jawabnya yang melolong melamun.
Senopati mengernyitkan alisnya dia baru tau jika mantan suami renata meninggal.
"Suamimu meninggal ? sejak kapan."
"Aku tidak pernah menikah." gumamnya.
"Apa ?"
"Lalu Keira ? siapa dia ? mengapa dia ? aku tidak mengerti."
"Dia anak kakakku hiks hiks " dia menutup matanya agar tangisannya tak terihat.
__ADS_1