Kebangkitan Kembali Sang Kaisar Demon

Kebangkitan Kembali Sang Kaisar Demon
Chapter 11


__ADS_3

Tuan Fu yang baru saja datang dari perbatasan langsung menangis melihat anak ketiganya terbaring kaku disana. Dengan tangan gemetar, dia mengelus wajah Fu Hau Jian dengan lembut dengan tangisan yang semakin menjadi - jadi.


"Istirahat yang tenang disana. Sampaikan salamku kepada ibumu" Bisiknya sambil menangis.


Fu Di Fua menangis histeris di samping mayat Fu Hau Jian. Berbeda dengan Fu Jia Lin dan Fu Li Guan, mereka berdua hanya dapat menangis dalam diam. Para pelayan dan pengawal menundukkan kepala mereka sambil menangis, yang menangis paling histeris adalah Li An, pelayan pribadi Fu Hau Jian.


Fu Sha Sha yang melihat dari kejauhan berdecih tidak suka. Pemandangan yang dia lihat benar - benar membuatnya jijik, tapi bagaimana pun juga dia harus ikut bersandiwara.


"Jian jiejie... Maaf aku tidak bisa menyelamatkanmu" Ucapnya sambil menangis.


Fu Di Fua yang sudah kepalang emosi menghampiri Fu Sha Sha hingga terjatuh, tentu saja Fu Sha Sha sengaja terjatuh. Jari telunjuknya menunjuk kearah Fu Sha Sha yang masih menangis sambil menundukkan kepala, tapi kenyataannya senyum dingin terbit di wajah Fu Sha Sha.


"KAU KAN YANG MEMBUAT JIAN JIEJIE SEPERTI INI??!!! DASAR ANAK SINTING " Teriak Fu Di Fua sambil menatap marah pada Fu Sah Sha.


Tangan kanannya sudah diangkat dan ingin menampar Fu Sha Sha, tapi Tuan Fu langsung memegang tangan Fu Di Fua dan menghempaskannya dengan kasar.


"BERHENTI MEMBUAT ULAH FU DI FUA!!! " Teriak Tuan Fu dengan wajah memerah menahan marah.


Fu Di Fua menatap Tuan Fu dengan tatapan kaget. Walau ini kedua kalinya dia dibentak, tetap saja dia masih kaget. Fu Jia Lin dengan segera membawa Fu Di Fua yang masih kaget ke sebelahnya.


"A-ayah, jangan bentak Fua jiejie" Ucap Fu Sha Sha dengan pandangan yang sudah mengarah ke Tuan Fu.


Tuan Fu menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya. Dia tidak tega melihat wajah Fu Sha Sha yang terlihat menyedihkan di matanya.


"A-ayah, apa aku boleh duduk disebelah Jian jiejie?" Tanya Fu Sha Sha.


Fu Jia Lin dan Fu Di Fua menatapnya sinis, sedangkan Fu Li Guan hanya melirik sebentar kemudian kembali menunduk.


Tuan Fu menganggukkan kepalanya, tangannya membantu Fu Sha Sha untuk berdiri dan menuntunnya ke sebelah mayat Fu Hau Jian. Fu Sha Sha mendekatkan bibirnya ke telinga mayat Fu Hau Jian.


"Tunggu kedatangan para saudaramu, Fu Hau Jian" Bisiknya sambil tersenyum tipis.


Fu Sha Sha memundurkan tubuhnya dan duduk di sebelah Fu Li Guan yang masih menunduk.


"Itu kau kan? "


Fu Sha Sha mengangkat sebelah alisnya dan melirik dingin Fu Li Guan yang masih tetap menunduk.

__ADS_1


"Maksudnya? "


"Kau yang membunuh Jian meimei"


Fu Sha Sha mengendikkan bahunya. "Aku tidak membunuhnya, dia sendiri yang bunuh diri"


Fu Li Guan terdiam. Dia kehabisan kata - kata setelah mendengar perkataan orang yang ada di sebelah kanannya. Fu Sha Sha kembali melirik Fu Li Guan yang terdiam dan seringai kecil muncul di wajahnya.


"Jangan menuduhku jika tidak mempunyai bukti atau kau akan tau akibatnya, Fu Li Guan" Ucapnya dengan nada dingin.


Fu Li Gua menelan salivanya dengan susah payah mendengar ancaman Fu Sha Sha. Fu Li Guan semakin menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang terkepal marah. Kenapa disaat dia berhadapan dengan Fu Sha Sha dirinya menjadi orang lemah??


Fu Sha Sha yang melihat gelagat Fu Li Guan hanya bisa menunduk dan tersenyum. Saat ini dia menyukai sikap Fu Li Guan yang takut kepadanya. Tidak seperti Fu Jia Lin dan Fu Di Fua yang hanya bisa bermain fisik dan adu mulut dengannya. Beruntung otak Fu Li Guan berjalan dengan lancar.


***


Fu Jia Lin bergerak gelisah. Sedari tadi dia tidak bisa tidur, padahal ini sudah malam sekali. Matanya bergerak ke kanan dan ke kiri, seperti mencari sesuatu.


Matanya terpejam, tapi dia malah terbayang Fu Hau Jian dengan wajah rusaknya tepat di depannya. Matanya dengan pelan terbuka dan melotot kaget sekaligus ketakutan.


Mulutnya terbuka tapi tidak bisa mengeluarkan suara. Suaranya seperti menghilang. Matanya kembali dia pejamkan sambil menghadap kiri.


Bibir Fu Jia Lin bergetar hebat mendengar suara itu. Matanya dia pejamkan kuat - kuat sambil berdoa dalam hati.


"Hihihihi, Lian jiejie... Ayo bermain"


Air mata Fu Jia Lin mengalir dari sudut matanya. Dia terlalu ketakutan dengan roh Fu Hau Jian yang gentayangan di kamarnya. Tangannya mengusap air mata yang keluar dengan kasar, tapi air mata itu tidak mau berhenti mengalir.


Rahangnya mengeras begitu sesuatu mengelus pipinya dengan lembut. Tapi lama kelamaan pipinya dicubit dengan keras oleh roh Fu Hau Jian. Mata Fu Jia Lin yang sedari tadi tertutup akhirnya terbuka. Matanya bertemu dengan mata roh Fu Hau Jian yang sedang tersenyum lebar di depannya.


Air matanya semakin mengalir dengan deras. Demi apa pun ini terlalu menakutkan. Matanya ingin terpejam, tapi tidak bisa. Seakan - akan Fu Hau Jian menyuruhnya untuk tetap melihatnya.


Tangan roh Fu Hau Jian mengelus rambut Fu Jia Lin dan menjambaknya. Saking kuatnya, ada beberapa rambut yang rontok.


"A-apa maumu? " Tanya Fu Jia Lin dengan nada bergetar.


"Jiejie tanya apa mauku? "

__ADS_1


Fu Jia Lin mengganguk dengan takut.


"Nyawamu. Aku mau nyawa Lian jiejie, hihihihi"


Setelah itu Fu Jia Lin terlempar hingga punggungnya sakit karena terkena dinding kayu yang sangat keras. Roh Fu Hau Jian terbang kearah Fu Jia Lin dan mencekik lehernya.


"Hihihihi, aku mau nyawa Lian jiejie"


Tangan Fu Jia Lin memukul - mukul tangan roh Fu Hau Jian. Tapi sia - sia, tenaga Fu Hau Jian sangat kuat, Fu Jia Lin tidak tau apa yang terjadi dengan roh adik ketiganya hingga dia menjadi seperti ini.


"A-pa sal-ahku? "


Roh Fu Hau Jian menatap tepat di mata Fu Jia Lin dengan senyum lebar yang membuatnya menakutkan.


"Kau tanya salahmu? "


"Itu karena kau tidak mempedulikan diriku di saat aku meminta bantuanmu terakhir kalinya! " Bentaknya dengan mata penuh dendam.


Fu Jia Lin sekarang ingat. Disaat Fu Hau Jian meminta bantuannya, dia malah kabur darinya.


"Ma-afkan aku"


"Aku tidak perlu kata maaf. Aku hanya membutuhkan nyawamu! "


Fu Jia Lin pasrah. Lagipula dia pantas mendapatkan ini karena tidak mempedulikan Fu Hau Jian hingga roh adik ketiganya menjadi hantu gentayangan dengan dendam yang terukir di hatinya. Akhirnya dia pingsan dengan rasa bersalah muncul di hatinya.


***


Fu Sha Sha memainkan botol yang berisi darah Fu Hau Jian dengan senyum tipis terukir di wajahnya. Matanya menatap kearah bulan yang tertutup oleh awan.


"Tiga botol lagi, habis itu aku akan menghabisi kalian berdua"


"Tunggu sebentar lagi. Setelah itu aku akan mencabut jantung kalian berdua dari tempatnya, lihat saja" Ucapnya di iringi tawa kecil.


Matanya melirik tiga botol yang masih kosong dan kembali menatap bulan. Dia meletakkan botol yang masih di tangannya kemudian berjalan ke tempat tidurnya.


"Bulan merah. Ah... Aku tidak sabar" Ucapnya sambil memejamkan matanya yang terasa berat.

__ADS_1


Akhirnya dia tertidur pulas, tapi tiba - tiba Fu Sha Sha tersenyum. Entah apa yang di mimpikan gadis itu.


Bersambung


__ADS_2