
Di Hua Long memutar bola matanya dan berdecak.
"Ada apa lagi ini?? " Tanyanya dengan sinis.
Orang yang di depannya hanya tersenyum tidak bersalah dan menatap Di Hua Long dengan mata berbinar.
"Aku juga ingin ikut!" Ucapnya dengan antusias.
Mengerti maksud orang yang duduk di depannya, Di Hua Long langsung menggeleng. Cukup Athena saja yang ikut rencananya.
"Aaaaa~ Biarkan aku ikut" Rengeknya.
"Tidak bisa Niks" Ucap Di Hua Long sambil memijat kepalanya pelan.
Niks, Dewi Malam yang juga merupakan sahabat baik Ama-nya setelah Athena, Dewi Perang. Niks tidak terlalu sering berkunjung dulu karena banyak urusan di dunia atas. Niks mempunyai sifat manja, tapi ketika ada musuh dia bisa jadi manusia yang haus darah.
"Biarkan dia ikut Hua Long"
Di Hua Long menatap malas pada Athena. Di liriknya Niks yang masih memohon untuk ikut, kemudian Di Hua Long menghela nafasnya dan mengangguk. Niks langsung melompat kegirangan, dia berlari kearah Athena dengan tangan yang siap memeluk Athena. Tapi jari telunjuk Athena menahan kening Niks hingga dia tidak bisa memeluk Athena.
"Kapan rencananya?? Aku sudah tidak sabar! " Ucap Niks dengan kedua tangan yang sudah mengepal antusias.
"Masih lama. Bersantai lah dulu " Ucap Athena sambil duduk.
Niks menghela nafasnya kecewa. Padahal dia sudah tidak sabar melihat tumpukan - tumpukan mayat yang di penuhi darah.
"Niks jangan pakai kekuatanmu di ruanganku!" Ucap Di Hua Long sambil menatap tajam Niks.
Niks hanya tertawa kecil dan menarik kekuatannya. Mereka dan burung hantu miliknya sudah lama pergi, karena tidak mau melihat tiga perempuan kejam berkumpul di satu tempat.
"Bagaimana kabarmu selama ini, Niks? "
"Dia tidak baik - baik saja. Kau tau? Pasangannya juga di goda oleh Aphrodite beberapa hari lalu " Ucap Athena sambil mengejek Niks.
Niks berdecak kesal dan meminum teh dengan bringas. Dia meletakkan cangkir teh itu hingga berbunyi suara keras. Untung saja cangkir itu tidak dapat pecah karena telah di sihir Di Hua Long.
"Aphrodite sialan itu memang sangat rakus! Sepertinya tidak lama lagi dia akan menggoda Zeus" Oceh Niks dengan nada kesal dan mengejek.
"Ooowh~ Sepertinya seru jika Hera dan Aphrodite bertengkar" Balas Athena sambil tertawa kecil.
"Wohooo~ Mengapa kalian tidak mengajakku berkumpul? "
Di Hua Long memijat keningnya begitu Demeter dan Artemis datang. Argh, mengapa para Dewi - Dewi ini datang menemuinya?
"Mengapa kalian semua datang?? " Tanya Di Hua Long yang hampir frustasi.
"Kami hanya ingin ikut rencanamu Hua Long" Jawab Artemis.
Di Hua Long mencibir, pasti ada alasan selain balas dendam atas kematian Ama-nya.
"Pasti ada alasan lain, benar kan? " Selidik Di Hua Long.
Mereka berempat saling tatap dan tersenyum penuh arti. Dengan kompak, mereka mengangguk yang membuat Di Hua Long mendengus.
"Apa alasannya? "
"Kau tau Aphrodite kan? " Tanya Demeter dengan tersenyum.
__ADS_1
"Jangan bilang pasangan kalian juga digoda? " Tebak Di Hua Long dengan mata menyipit.
Demeter dan Artemis mengangguk. Niks tertawa terbahak - bahak, melupakan tata krama sebagai Dewi Malam.
"Lalu apa hubungannya dengan rencanaku, wahai para Dewi?? " Tanya Di Hua Long dengan senyum paksa.
"Di Fu Lin bersahabat baik dengan Aphrodite. Dan nanti pasti orang bodoh itu akan meminta bantuan pada Aphrodite sialan itu" Jelas Demeter dengan rinci.
"Jadi kalian akan membunuh Aphrodite? " Tanya Di Hua Long dengan mengernyit bingung.
Mereka berempat mengangguk. Dengan tidak bersalahnya mereka memakan kue sambil meminum teh.
"Mungkin saja Hera akan ikut bergabung jika Zeus berhasil digoda" Ucap Niks.
Di Hua Long tersedak kue yang baru saja dia makan . Dengan panik, Athena dengan cepat mengambil teh dan memberikannya pada Di Hua Long. Demeter memukul kepala Niks sambil mengumpatinya.
"Dasar bodoh. Jika Zeus tergoda yang ada Hera langsung memusnahkan mereka berdua"
Di Hua Long menghela nafasnya lega. Padahal dia sudah was - was akan kedatangan Hera. Tapi perkataan Demeter membuatnya kembali santai.
"Yah... Semoga saja Hera tidak ikut" Ucap Di Hua Long sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu aku dan Demeter pergi dulu"
"Aku juga harus pergi"
"Aku tetap disini" Ucap Niks yang masih memakan kue.
"Kau juga ada urusan Dewi Malam. Ayo pergi" Ucap Athena sambil menyeret Niks yang sudah cemberut.
Di Hua Long hanya bisa menggeleng melihat Niks yang merengek tidak mau pergi dan Athena yang masih menyeret Niks.
Di Hua Long mengambil kue dan memakannya, tapi dia dikejutkan dengan kedatangan Niks yang tiba - tiba mengambil sepiring kue. Alhasil Di Hua Long kembali tersedak.
"DEWI MALAM SIALAN!!!"
"HEHEHEHEHE, MAAF HUA LONG"
***
"Apa?? " Tanya Di Hua Long sambil menatap burung hantu miliknya dengan malas.
Burung hantu itu mendecih dan meletakkan sebuah surat yang sudah di gulung dan di ikat dengan pita.
"Dari siapa? " Tanya Di Hua Long sambil menatap surat itu.
Burung hantu itu tidak mempedulikan pertanyaannya dan terbang meninggalkan Di Hua Long yang berusaha menahan rasa kesalnya.
"Burung pemalas itu selalu membuatku kesal" Gumam Di Hua Long sambil mendengus.
Matanya kembali menatap surat itu dan mengambilnya. Di bukanya pita itu dan membacanya dengan serius.
"Wah, Jendral Shiu benar - benar... " Gumam Di Hua Long sambil menggelengkan kepalanya.
Dia sedikit terkejut karena Jendral Shiu dapat menghasut beberapa prajurit yang berpihak kepada dua orang bodoh itu beralih pihak kepadanya. Di Hua Long meletakkan surat itu dan pergi keluar gua. Matanya melirik sekitar gua dengan dingin dan berjalan keluar hutan dengan penyamaran.
"Athena, jangan berjalan di belakangku " Ucap Di Hua Long dengan pandangan yang masih menatap ke depan.
__ADS_1
Athena yang berada di belakangnya hanya tersenyum dan berjalan di sebelah Di Hua Long.
"Urusanmu sudah selesai?"
"Sudah" Jawab Athena dengan satu anggukkan kepala.
"Kalau begitu ayo"
Di Hua Long dan Athena yang sudah menyamar berjalan kearah pasar yang sangat ramai. Tidak menghiraukan teriakan - teriakan yang mengganggu telinga mereka, Di Hua Long dan Athena tetap berjalan menuju sebuah tempat.
Di Hua Long dan Athena berhenti ketika salah satu penjaga mencegat mereka sambil mengulurkan tangannya. Paham dengan maksud penjaga itu, Di Hua Long mengeluarkan tokennya dan memberikannya ke penjaga tersebut. Setelah melihat token itu, penjaga tersebut mempersilahkan Di Hua Long dan Athena masuk.
"Apakah benar benda itu ada disini? " Tanya Athena sedikit ragu setelah mereka duduk.
Di Hua Long menganggukkan kepala sambil memakan manisan yang di sediakan oleh tempat pelelangan. Athena menghela nafasnya dan menatap datar perempuan yang sedang melelang barang dengan pakaian yang terbuka.
"Tidak tau malu" Desisnya sinis dan tajam.
Wajar saja dia berkata seperti itu. Di dunia atas semua dewi memakai pakaian yang tertutup, jika mereka memakai pakaian terbuka para dewi akan di hukum, pengecualian untuk pakaian perang Athena. Untuk pakaian perangnya sudah mendapat izin dari Zeus maupun Hera.
"Barang yang terakhir adalah sebuah kipas yang berasal dari klan demon. Harga dimulai dari 100 koin emas" Ucap perempuan itu dengan lantang.
Semuanya mencemooh kipas itu. Walau pun berasal dari klan demon, tapi itu hanya kipas biasa. Mereka bisa beli di pasar dengan kipas yang lebih bagus dari itu.
"200 koin emas! "
Teriakan itu membuat semua orang menganggap Di Hua Long bodoh. Pasalnya, itu hanya kipas biasa yang bisa di temukan di pasar. Padahal kipas itu adalah senjata yang sedang di cari - cari oleh para klan demon.
"Bagaimana bisa senjata itu hanya di lelang seharga 100 koin emas?!" Tanya Athena dengan sinis.
"Yang mereka tau itu hanyalah kipas biasa yang bisa mereka beli dengan harga yang lebih murah, Athena" Ucap Di Hua Long dengan tenang.
Athena mendengus dan memakan manisan itu dengan menahan rasa kesal. Athena mengangkat sebelah alisnya dan menganggukkan kepala. Rasanya enak, tidak seburuk yang dia kira.
"Permisi, saya mengantarkan barang anda" Ucap orang itu setelah mengetok pintu tiga kali.
"Masuk" Perintah Di Hua Long.
Orang itu masuk dan meletakkan kipas itu di meja dengan menundukkan kepalanya karena aura agung Di Hua Long dan aura agung Athena yang bercampur.
"Permisi nona" Ucapnya sambil membungkuk kemudian keluar ruangan.
"Apakah disini banyak yang berpakaian seperti itu? " Tanya Athena sambil menahan rasa jijik.
Pasalnya, banyak perempuan yang memakai pakaian terbuka di pelelangan. Di Hua Long melirik sekitar dan mengangguk sebagai jawaban.
"Aku tidak bisa membayangkan jika Niks ikut denganku" Ucap Athena sambil tersenyum tipis.
Selain manja, Niks mempunyai sifat terang - terangan dalam berbicara jika ada sesuatu yang tidak dia sukai. Makanya Athena bersyukur Niks tidak ikut dengannya, jika ikut bisa - bisa mulut Niks selalu mengoceh dan mengomentari pakaian terbuka para perempuan yang bisa saja menyulut emosi.
Di Hua Long tidak merespon Athena. Dia sedang fokus dengan kipas yang merupakan senjata paling mematikan di klan demon.
"Athena, ayo pergi " Ucap Di Hua Long sambil menyembunyikan kipas itu.
Athena mengangguk dan berdiri diikuti Di Hua Long, kemudian mereka berdua keluar dari pelelangan.
Bersambung
__ADS_1
**Note : Ini tidak ada hubungannya dengan sejarah asli Dewa Dewi Olympus. Hanya karangan, jadi jangan disamakan dengan sejarah aslinya.
Terimakasih**