
Malam harinya, Fu Sha Sha tertidur pulas. tapi, dia mendengar suara jejak kaki dari luar kamarnya. dia kemudian bangun dari tidurnya dan menunggu mereka datang.
"dia sudah tidur"
Fu Sha Sha mendengar suara jejak kaki yang sudah memasuki kamarnya.
"laksanakan sesuai perintah"
Dengan secepat kilat, Fu Sha Sha bangkit dan mengalahkan mereka semua. dia mengambil pisau lipat di tangan orang itu dan melawan mereka hingga mereka kewalahan. dia kemudian berjalan ke arah salah satu orang yang masih sadar dan menodongkan pisau lipat di lehernya.
"siapa yang mengutusmu? "
"aku tidak akan memberitahukanmu"
Ketika pisau lipat sudah sedikit menggores kulitnya, dia segera berbicara kepada Fu Sha Sha.
"nona kedua keluarga Fu yang mengutusku. dia menyuruhku membunuh nona kelima"
Fu Sha Sha menyeringai. ternyata mereka masih mau bermain-main dengannya, pikirnya. dia menarik kembali pisau lipatnya dan orang itu langsung jatuh terduduk sambil memegang lehernya. tanpa dia duga, Fu Sha Sha mengambil pedang dan menebas kepalanya.
"tidak ada yang akan lolos jika mencari masalah denganku"
Dia kemudian membakar tubuh mereka dengan api dan membiarkan abu-nya terbang entah kemana.
__ADS_1
***
"jiejie, mengapa tidak ada kabar? "
Fu Jia Lin menggeleng tanda tak tau. dia sendiri juga bingung mengapa sedari tadi tidak ada kabar. apakah orang - orangnya ketahuan dan dibunuh oleh Fu Sha Sha?
Dia langsung menggelengkan kepalanya. dalam hati berpikir bahwa tidak mungkin anak tidak berguna itu membunuh orang - orangnya. anak itu terlalu penakut dan tidak bisa bela diri.
Sepertinya Fu Jia Lin lupa dengan Fu Sha Sha yang sudah memiliki sifat berbeda.
Fu Li Guan menatap ketiga saudaranya dan berjalan ke arah ranjang dan ingin tidur.
"Guan jiejie, jangan tidur dulu"
"tapi bagaimana dengan–"
"bisa saja orang - orang itu akan melapor pagi"
Fu Jia Lin menghela napasnya. dia kemudian menatap Fu Di Fua dan menyuruhnya membiarkan Fu Li Guan beristirahat. ucapan Fu Li Guan ada benarnya juga, siapa tau nanti pagi mereka akan melapor? Fu Jia Lin menyuruh mereka berdua untuk ikut beristirahat, begitu juga dengannya.
***
Pagi harinya, Fu Jia Lin, Fu Li Guan, Fu Hau Jian, dan Fu Di Fua menunggu kabar dari orang - orang itu.
__ADS_1
"jiejie, kau yakin mereka berhasil membunuh anak itu? "
"harusnya mereka berhasil. anak itu tidak memiliki ilmu bela diri"
"jiejie sepertinya lupa jika anak tidak berguna itu sudah berubah"
Fu Jia Lin terdiam. bagaimana bisa dia melupakan hal penting itu?!
Sekarang dia mulai gelisah. bagaimana jika anak tidak berguna itu membunuh mereka? Bagaimana jika orang itu memberitahukan kepada anak tidak berguna itu bahwa dia yang menyuruh mereka membunuhnya? Memikirkan itu, Fu Jia Lin menjadi semakin gelisah. Dia kemudian berlari menuju ke kediaman Fu Sha Sha diikuti ketiga adiknya.
Sesampainya di kediaman Fu Sha Sha, dia mengintip melalui jendela kamarnya dan terbelalak kaget. dia melihat Fu Sha Sha masih hidup dan tertidur pulas di ranjangnya.
"ada ap–"
Fu Jia Lin segera menutup mulut Fu Hau Jian. dia kemudian menyuruh mereka untuk melihat ke jendela kamar Fu Sha Sha. sama seperti Fu Jia Lin, mereka bertiga terkejut melihat Fu Sha Sha yang masih hidup dan tertidur pulas. mata mereka terbelalak dan mulut mereka terbuka.
Mereka segera pergi dari ke kediaman Fu Sha Sha dengan perasaan tidak percaya.
Tanpa mereka berempat sadari, Fu Sha Sha membuka matanya dan menyeringai.
"permainan dimulai"
Bersambung
__ADS_1