Kebangkitan Kembali Sang Kaisar Demon

Kebangkitan Kembali Sang Kaisar Demon
Chapter 12


__ADS_3

Tuan Fu sudah kembali ke perbatasan 5 hari yang lalu. Hatinya masih tidak terima anak ketiganya meninggal, tapi bagaimana pun juga dia harus ikhlas agar Fu Hau Jian tenang di atas. Padahal Fu Hau Jian tidak tenang karena dendamnya belum terbalas.


Setiap hari Fu Hau Jian menghantui Fu Jia Lin yang membuatnya mengalami ketakutan saat malam. Fu Di Fua sudah dibebaskan dari hukumannya, tapi pertunangannya dibatalkan oleh Tuan Fu karena kelakuannya. Fu Li Guan? Dia hanya berdiam diri di kamarnya, dia hanya akan keluar jika ada hal yang penting saja.


Dan 5 hari itu, Fu Sha Sha kembali diusik oleh Fu Jia Lin dan Fu Di Fua. Walau mereka berdua selalu saja kalah darinya.


Saat ini, Fu Sha Sha sedang menyangga dagunya menggunakan tangan kanannya sambil menutup matanya menikmati angin sejuk. Tapi tidak berlangsung lama, ketenangannya kembali diganggu Fu Jia Lin dan Fu Di Fua


"Fu Sha Sha! " Teriak Fu Di Fua sambil membuka pintu dengan kasar.


Mata Fu Sha Sha terbuka dan menatap malas mereka berdua.


"Apa? " Tanya Fu Sha Sha.


Mereka berdua berjalan mendekat kearahnya dengan angkuh. Fu Sha Sha memutar bola matanya malas dan kembali menutup matanya. Buang - buang waktu jika menunggu mereka. Fu Jia Lin dan Fu Di Fua menatap marah kepada Fu Sha Sha. Tangan Fu Jia Lin menjambak rambut Fu Sha Sha, sedangkan tangan Fu Di Fua menampar pipi Fu Sha Sha.


"DASAR ANAK TIDAK BERGUNA! GARA - GARA KAU GUAN MEIMEI HANYA DIAM DI KAMAR!! " Bentak Fu Jia Lin.


Dengan marah, Fu Sha Sha membuka matanya dan memegang tangan Fu Jia Lin kemudian mematahkan tangannya.


"AKKHHH" Teriak Fu Jia Lin kesakitan.


Fu Di Fua yang tidak terima mengangkat tangannya dan ingin menampar Fu Sha Sha, tapi dia kalah cepat. Malah dirinya yang terkena tamparan dari Fu Sha Sha.


Sudah cukup kesabaran Fu Sha Sha. Dia berdiri dan menginjak tangan Fu Di Fua yang sudah berteriak kesakitan. Tangannya menampar keras kedua pipi Fu Di Fua hingga membuat sudut bibir Fu Di Fua berdarah. Setelah itu Fu Sha Sha mencekik leher Fu Di Fua dan melemparkannya kearah dinding.


"FUA MEIMIE!!!! " Teriak Fu Jia Lin.

__ADS_1


Fu Jia Lin bergerak mundur begitu Fu Sha Sha berjalan kearahnya. Tapi sia - sia, tangan Fu Sha Sha sudah mencekik leher Fu Jia Lin dan melemparkannya kearah lemari. Tentu saja dia tidak akan membunuh Fu Jia Lin, karena dia adalah target Fu Hau Jian.


Fu Sha Sha mendengus begitu melihat kamarnya berantakan. Dengan sihirnya dia memindahkan Fu Jia Lin dan Fu Di Fua yang pingsan ke kamar mereka masing - masing dan membersihkan kamarnya.


"Kalau begini biar Fu Di Fua yang mati lebih dulu. Anak itu sangat merepotkan" Ucapnya.


Fu Sha Sha mengganti bajunya dengan warna hitam dan mengambil sebuah botol yang berisi cairan yang baru saja dia buat. Dengan santai dia memasuki kamar Fu Di Fua dan menuangkan cairan itu ke bedak yang selalu di pakai Fu Di Fua. Fu Sha Sha mendekat kearah Fu Di Fua dengan tangan yang memegang tempat bedak yang sudah diberi cairan itu.


Kemudian memakaikan bedak dengan santai tanpa menganggu Fu Di Fua dan kembali ke kamarnya.


***


"AAAAAAAAAAA" Teriak Fu Di Fua histeris.


Fu Jia Lin dan Fu Li Guan berlari ke kamar Fu Di Fua dengan panik. Setelah sampai, Fu Jia Lin mendobrak pintunya dan membeku. Fu Li Guan menahan nafasnya begitu melihat keadaan wajah Fu Di Fua yang tidak baik - baik saja.


"Apa yang terjadi pada wajahmu Fua meimei?? " Tanya Fu Jia Lin yang masih kaget.


Fu Li Guan dengan sigap memeluk tubuh kecil Fu Di Fua yang masih menangis histeris. Fu Li Guan melirik Fu Jia Lin yang masih berdiri kaku di pintu dan sedikit tersenyum. Lihat, bahkan Fu Li Guan masih bisa melihat ekspresi jijik kakaknya terhadap adiknya sendiri.


"Guan meimei, aku pergi dulu. Ada yang harus aku urus" Ucap Fu Jia Lin.


Fu Li Guan tidak peduli dengan kakaknya lagi, karna dia sedang fokus menenangkan Fu Di Fua hingga tertidur. Fu Li Guan menatap wajah jelek Fu Di Fua dan menghela nafasnya. Hanya satu nama yang terpikirkan di otaknya, Fu Sha Sha. Pasti dia tau cara mengembalikan wajah adiknya seperti semula.


Dengan pelan menutup pintu dan pergi ke kamar Fu Sha Sha dengan perasaan gugup.


"Fu Sha Sha... " Panggilnya begitu sampai di depan pintu kamar Fu Sha Sha.

__ADS_1


Tidak ada suara. Dengan pelan, dia membuka pintu kamar Fu Sha Sha dan melirik ke segala arah. Fu Li Guan mengernyit dan masuk ke dalam kamar Fu Sha Sha dengan mata yang masih melirik ke segala arah.


"Fu Sha—Akrh!!"


Fu Li Guan merasakan lehernya seperti dicekik dari belakang. Matanya sedikit melihat kearah cermin dan menemukan Fu Sha Sha sedang memegang tali yang mencekik lehernya. Dengan sekuat tenaga, dia mencoba memberontak, tapi nafasnya tersendat - sendat akibat cekikan yang semakin mengerat.


"Kau tau? Aku adalah orang pendendam. Bahkan ketika mereka yang sudah tidak mengangguku akan mati" Bisik Fu Sha Sha tepat di telinga Fu Li Guan yang semakin kehabisan nafas.


"Ma-maaf" Ucap Fu Li Guan yang terakhir kalinya.


Karena setelah itu dia sudah tidak bernyawa, alias sudah meninggal. Fu Sha Sha melepaskan genggamannya pada tali dan menatap dingin mayat Fu Li Guan.


"Permintaan maaf ditolak" Ucapnya dengan dingin.


Kejam, tapi itu balasan yang tepat untuk orang yang sudah ia anggap musuh. Bahkan saat ini Fu Sha Sha sedang membelah mayat Fu Li Guan untuk mengambil semua darahnya.


"Sisa dua orang lagi" Ucapnya sambil memainkan botol yang berisi darah Fu Li Guan.


Fu Sha Sha menggunakan sihir apinya untuk membakar mayat Fu Li Guan. Dia tidak akan mengembalikan mayat Fu Li Guan yang sudah terbelah dua itu. Dia cukup membakarnya dan membiarkan abu nya terbang agar semua orang mengira Fu Li Guan menghilang.


"Ouh, aku mencium bau darah. Sepertinya dia sudah bunuh diri" Ucapnya dengan santai.


Fu Sha Sha keluar diam - dian dan pergi ke kamar Fu Di Fua. Matanya menatap santai mayat Fu Di Fua yang tergantung dan mengeluarkan banyak darah. Tangannya mengambil satu botol kosong dan mengambil semua darah yang ada di tubuh mayat Fu Di Fua.


"Hehe, aku dapat 2 botol dalam satu hari. Hebat" Ucapnya sambil tertawa kecil.


"Berarti satu lagi dan selesai" Sambungnya dengan mata yang menatap kearah satu botol yang masih kosong.

__ADS_1


Setelah itu, Fu Sha Sha kembali ke kamarnya dengan seringai kecil terbit di wajahnya.


Bersambung


__ADS_2