
**Huhu maafkan aku karena lama update ππ
Selamat membaca**~~
πππ
Fu Sha Sha menatap dingin keempat kakaknya yang sudah ketar - ketir. Dia kemudian mengambil memakan makanan itu sambil menatap dingin keempat kakaknya. Tuan Fu hanya bisa menatap bingung mereka walau dalam hati bertanya-tanya.
"Selesai" Ucap Fu Sha Sha dengan mata yang masih menatap dingin keempat kakaknya.
Fu Jia Lian, Fu Li Guan, Fu Hau Jian, dan Fu Di Fua akhirnya bisa bernafas dengan baik setelah Fu Sha Sha keluar dari ruang makan. Tapi mereka kembali merasakan sesak nafas begitu mendengar perkataan Tuan Fu alias ayah mereka.
"Panggilkan kembali Fu Sha Sha. Kalian berempat tetap disini"
Pelayan yang dimaksud segera menjalankan perintah Tuan Fu dan kembali dengan Fu Sha Sha.
"Ada apa? " Tanya Fu Sha Sha sambil menatap Tuan Fu dengan wajah datar dan tatapan dingin.
Tuan Fu menghela nafasnya pelan, sejak kapan Fu Sha Sha menjadi anak yang dingin?
"Duduk dulu. Ayah ingin berbicara dengan kalian berlima"
Dengan ogah - ogahan, Fu Sha Sha duduk di depan keempat kakaknya yang sudah mengalihkan pandangan mereka kearah lain, asalkan tidak bertatapan dengan Fu Sha Sha.
"Besok ayah akan pergi ke perbatasan"
Fu Jia Lin, Fu Li Guan, Fu Hau Jian, dan Fu Di Fua membelalakkan mata mereka. Dengan gelisah, Fu Jia Lin mencoba menghentikan Tuan Fu agar tidak pergi.
__ADS_1
"Ayah, bisakah ayah tidak pergi? "
"Tidak bisa Jia Lin"
"Kenapa ayah? "
"Ini perintah langsung dari Raja. Ayah tidak bisa menolak ataupun membatalkannya"
Mereka berempat saling lirik kemudian melirik Fu Sha Sha yang sudah tersenyum tipis. Ketika melihat senyum tipis Fu Sha Sha, mereka langsung gelisah dan ketakutan, padahal Fu Sha Sha tidak akan melakukan apa-apa, mungkin.
"Kalau begitu ayah harus segera beristirahat" Ucap Fu Sha Sha dengan senyum yang terukir di wajahnya.
Tuan Fu mengangguk, dia berpamitan pada mereka berlima dan pergi tanpa melihat tatapan memelas Fu Jia Lin, Fu Li Guan, Fu Hau Jian, dan Fu Di Fua.
Setelah Tuan Fu hilang dari pandangan mereka, aura dingin Fu Sha Sha keluar. Dia sengaja agar keempat kakak tirinya menjadi semakin takut dan gelisah.
"Awas saja jika kalian berusaha membunuhku saat Tuan Fu tidak ada, mengerti?? "
Dengan kepuasan dalam hati, Fu Sha Sha pergi dengan dagu terangkat angkuh, kebiasaannya ketika masih hidup di Klan Demon.
"Aura dinginnya pekat sekali hingga aku kesusahan bernafas"
"Kau benar, Nona Muda Kelima sudah banyak berubah. Aku bersyukur atas itu"
"Semoga saja Nona Muda Kelima tetap seperti itu"
"Semoga"
__ADS_1
Para pelayan yang sudah muak dengan sifat keempat Nona Muda yang lain menatap Nona Muda Kelima Fu. Mereka berharap Nona Muda Kelima Fu tetap seperti itu dan membuat keempat Nona Muda lainnya tersadar dengan sifat dan perbuatan buruk mereka.
***
Fu Sha Sha menyangga dagunya menggunakan tangannya kanannya. Memerhatikan pemandangan yang ada diluar jendela dengan senyum jahat.
Dia melihat dua orang sedang berciuman dari jendelanya. Kedua orang tersebut tidak menyadari bahwa Fu Sha Sha sedari tadi memerhatikan mereka.
"Dua orang yang menjijikkan" Gumamnya. Dia memasang wajah jijik begitu melihat sang laki-laki meraba - raba tubuh perempuan itu. Tidak ingin melihat lebih, akhirnya Fu Sha Sha pergi dengan sedikit melakukan sihir pada pasangan itu.
"Semoga beruntung, pasangan menjijikkan" Gumamnya dengan disertai senyum jahat.
Fu Sha Sha kemudian pergi dari tempat itu dengan masih mempertahankan senyum jahat di wajahnya.
Dia kemudian merubah wajahnya menjadi datar kembali begitu melihat para pelayan yang sedang berlari kesana kemari.
"Ada apa ini? "
"Iβitu Nona Muda Keempat menghilang tiba-tiba, jadi Nona Muda Ketiga menyuruh pelayan ini untuk mencarinya "
Pelayan itu menjawab sambil menundukkan kepalanya karena dia tidak berani menatap Fu Sha Sha.
"Coba kau cari di belakang sana, siapa tau dia ada"
Pelayan itu mengangguk dan membungkuk, kemudian dengan cepat pergi. Tanpa ada yang tau, senyum Fu Sha Sha kembali terbit di wajah cantik.
"Dasar pelayan bodoh. Dia bahkan tidak curiga padaku" Ucap Fu Sha Sha dengan pandangan merendahkan.
__ADS_1
Fu Sha Sha melanjutkan jalannya dengan wajah datar dan tatapan dingin. Walau dalam hati sudah tidak sabar dengan permainannya.
Bersambung