
Tuan Fu menangis histeris sambil memeluk mayat Fu Di Fua. Pagi tadi, dia baru saja kembali dari perbatasan dan langsung dihantam kebenaran jika anak keempatnya meninggal akibat bunuh diri.
"Lin'er, dimana Guan'er? " Tanya Tuan Fu sambil sesegukan.
Fu Jia Lin yang juga sedang menangis menggeleng tidak tau. Setelah kemarin dia kembali ke kamarnya, dia tidak bertemu Fu Li Guan lagi. Tuan Fu menyuruh pengawal pribadinya untuk segera mencari Fu Li Guan.
"Segera cari Guan'er" Perintah Tuan Fu dengan air mata yang mengalir deras.
"Baik tuan"
Kemudian para pengawal mulai menyebar ke seluruh kediaman Fu meninggalkan Tuan Fu dan Fu Jia Lin yang masih menangis.
"Kalian tidak akan bisa menemukan Fu Li Guan" Gumam Fu Sha Sha yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Fu Sha Sha tersenyum miring dan kembali bersandar ke batang pohon. Mulutnya mengunyah apel yang dia ambil dari dapur tadi. Fu Sha Sha menyeringai begitu melihat wajah marah Tuan Fu kepada para pengawal karena tidak dapat menemukan Fu Li Guan dimana - mana.
"Bagaimana bisa?! Cari lagi sampai ketemu!!!! " Bentak Tuan Fu.
Fu Jia Lin hanya dapat menangis. Bukan karena sedih, tapi ketakutan karena sesuatu memegang bahu-nya dan meremasnya dengan kuat. Fu Jia Lin berlari keluar sambil menangis, berusaha menghindar dari Fu Hau Jian yang masih mengganggunya.
"PERGI!!!" Teriak Fu Jia Lin begitu sampai di kamarnya.
Fu Hau Jian mendekat dan mencekik leher Fu Jia Lin sambil tersenyum mengerikan.
"Saatnya kau menyusulku, Lian jiejie" Ucap Fu Hau Jian kemudian tertawa menyeramkan.
Detik itu juga, tubuh Fu Jia Lin sudah tidak bernyawa. Fu Hau Jian perlahan menghilang, tapi sebelum itu dia menatap dingin mayat Fu Jia Lin.
"Botol terakhir, selesai" Ucap Fu Sha Sha sambil menatap botol yang sudah terisi darah Fu Jia Lin dengan senyuman.
Fu Sha Sha kembali ke kamarnya dan mengubah kamarnya menjadi kotor dan penuh debu. Dia kemudian meninggalkan kediaman Fu dengan jubah hitam.
"Saatnya bangkit, kesayanganku" Ucap Fu Sha Sha sambil tersenyum tipis.
Sebelum pergi, dia meratakan kediaman Fu dengan menggunakan sihir api miliknya. Semua orang yang ada di kediaman Fu panik dan menyiram api itu dengan air. Tapi api itu tidak padam, malah tambah besar dan melahap seluruh kediaman Fu.
Fu Sha Sha tersenyum miring dan merubah wajahnya menjadi wajahnya yang dulu.
"Penyamaranku selesai. Sekarang hanya ada Di Hua Long yang sedang menyiapkan balas dendamnya" Gumam Di Hua Long dengan senyum menyeramkan.
***
__ADS_1
Di Hua Long berjalan menyusuri hutan dengan aura kaisar miliknya. Semua hewan - hewan tidak berani menghampiri Di Hua Long karena mereka tidak mau berurusan dengan kaisar demon.
Akhirnya, dia sampai di sebuah gua yang tertutupi tanaman rambat. Di Hua Long menyingkirkan tanaman rambat itu dan memasuki gua. Matanya melirik ke segala arah sambil berjalan dengan bantuan sihir api. Kemudian dia berhenti tepat di depan sebuah lingkaran yang terukir bahasa kuno.
Di Hua Long mengambil keempat botol yang sudah terisi darah dan menumpahkannya ke lingkaran itu. Dengan sendirinya, darah itu menyebar.
"Для клана демонов. Я, император демонов, приказываю тебе проснуться" Ucap Di Hua Long sambil menutup matanya.
Arti : "Untuk klan iblis. Aku, sang kaisar iblis memerintahkanmu untuk bangun"
Setelah Di Hua Long mengucapkan itu, lingkaran di depannya tiba - tiba bergerak berlawanan arah. Langit tiba - tiba menjadi warna hitam pekat, petir - petir menyambar kesana kemari membuat semua orang panik dan ketakutan. Hujan darah turun dengan derasnya yang membuat semua orang memilih menetap di rumah mereka sambil menatap ngeri langit yang berwarna hitam pekat itu dari jendela.
Tiba - tiba, suara menggeram terdengar dan sebuah lubang besar muncul di langit yang hitam pekat itu. Semua itu terlihat ke seluruh benua, tidak terkecuali klan demon. Mereka berpandangan satu sama lain dengan mata yang bergetar ketakutan sekaligus terkejut. Bahkan mereka sampai mengeluarkan keringat dingin saking takutnya.
"Dia masih hidup... "
"Ba-bagaimana mungkin? Dia sudah meninggal 1000 tahun lalu"
"Hanya dia yang memiliki kekuatan ini, kaisar Di Yhu Tang" Ucap salah satu jendral dengan nada yang sengaja di tekan.
Jujur saja, jendral itu tidak suka dengan Di Yhu Tang, Di Fu Lin, dan para pengikut mereka. Sebagai jendral yang setia kepada Di Hua Long dia benar - benar benci kepada mereka semua. Tapi dia terpaksa mengikuti perintah Di Hua Long sebelum dia meninggal.
"LATIH PRAJURIT, CEPAT!!! " Teriak Di Yhu Tang dengan panik dan takut.
Semua orang segera berlari keluar ruangan meninggalkan Di Yhu Tang dan Di Fu Lin.
"Tang gege, dia masih hidup" Ucap Di Fu Lin dengan ketakutan.
Di Yhu Tang juga sama takutnya dengan adiknya. Siapa yang tidak takut dengan Di Hua Long? Kaisar demon perempuan satu - satunya yang terkenal kejam, dingin, dan sadis terhadap musuhnya. Membunuh Di Hua Long terlalu sulit, bahkan dia harus menggunakan Di Jun Rong dan kedua orang tuanya.
Di Yhu Tang mengepalkan tangannya dan menatap langit itu dengan tatapan marah.
"Aku tidak akan membiarkan anak itu menang"
Di Fu Lin hanya bisa terdiam dengan rasa marah yang juga muncul di hatinya. Dia juga tidak akan membiarkan Di Hua Long menang. Lihat saja nanti.
***
"Salam kepada kaisar demon" Tunduk mereka.
Di Hua Long hanya menatap mereka datar dan mengangkat satu tangannya. Dia kemudian masuk kembali ke gua yang sudah dia perbesar, menyesuaikan ukuran mereka. Mereka dengan patuh mengikuti langkah Di Hua Long, tuan mereka.
__ADS_1
Dengan angkuh, Di Hua Long duduk di kursi yang terbuat dari emas sambil menunggu seseorang. Di belakangnya, mereka berbaris dengan rapi.
"Salam kepada kaisar demon" Ucap seseorang sambil membungkuk hormat.
"Hm. Senang bertemu kembali denganmu, Jendral Shiu" Ucap Di Hua Long dengan nada dingin.
Jendral Shiu hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Di Hua Long. Padahal dalam hatinya sangat senang bertemu kembali dengan Di Hua Long.
"Senang bertemu dengan anda juga, kaisar"
"Bagaimana?" Tanya Di Hua Long dengan tiba - tiba.
Mengerti maksud Di Hua Long, Jendral Shiu langsung menjawab.
"Kacau kaisar. Di Yhu Tan dan Di Fu Lin sangat panik dan ketakutan. Mereka berdua menyuruh untuk melatih semua prajurit" Jawab Jendral Shiu dengan lancar.
Di Hua Long hanya mengangguk dan tersenyum miring.
"Pantau terus" Perintah Di Hua Long.
"Baik kaisar" Jawab Jendral Shiu sambil membungkuk hormat.
"Kembali"
Jendral Shiu sekali lagi membungkuk dan kembali ke klan demon dengan rasa senang yang tertutupi dengan wajah datarnya.
Di Hua Long menatap lurus ke depan dengan datar dan dingin.
"Kalian tau apa yang harus kalian lakukan"
Mereka hanya mengangguk dan segera melaksanakan tugas mereka. Di dalam gua, Di Hua Long tertawa kemudian menyeringai.
"Tunggu kematian kalian saudaraku~"
**Bersambung
Note : Bahasa kuno saya pakai bahasa Rusia. Maaf jika arti dan kata - kata ada yang salah. Soalnya saya nggak bisa bahasa Rusia dan bergantung ke google. Kalau ada yang salah salahin google saja jangan salahin saya :)
Untuk 'mereka', akan terungkap di chapter yang agak akhir atau malah akhir. Nggak tau deh nanti.
Salam dari saya, Blueming7**
__ADS_1