
"Li An!" Panggil Fu Hau Jian
Li An atau pelayan pribadinya segera menghampiri Fu Hau Jian yang sedang memainkan cincin tunangannya sambil tersenyum.
"Ada yang bisa saya bantu Nona? "
"Panggil aku Nyonya Yu, Li An" Ucap Fu Hau Jian sambil menatap tajam Li An.
"T-tapi Nona... "
"Aku bilang panggil aku Nyonya Yu, sialan! " Bentak Fu Hau Jian.
Li An menundukkan kepalanya dalam - dalam. Jantungnya berdetak sangat cepat begitu mendengar bentakan Fu Hau Jian. Dalam hati berdoa agar dia tidak dipukuli lagi oleh Nona-nya.
Fu Hau Jian menghela napasnya kasar. Dengan mood yang buruk menyuruh Li An untuk memasak makanan untuk dia.
"Masak makanan untukku. Harus daging sapi, mengerti? "
"Me-mengerti No-nyonya" Ucap Li An sambil menunduk hormat.
Li An keluar dari kamar Fu Hau Jian dan memasak makanan tersebut. Tiba - tiba, perutnya terasa sakit. Dia memadamkan api dan pergi ke kamar mandi.
"Pelayan bodoh" Gumam Fu Sha Sha.
Sedari tadi dia mengikuti Li An dan menunggu waktu yang tepat. Dengan santai, dia mengeluarkan sebuah botol dan memasukkan semua cairan itu ke dalam masakan. Kemudian di aduk agar tidak ada yang curiga.
"Ucapkan selamat tinggal dengan wajah cantikmu, Fu Hau Jian" Ucapnya sambil tersenyum.
Dia kemudian pergi ke kamar Li An yang ada di ujung kediaman. Dia masuk lewat jendela dan berjalan mengelilingi kamar Li An.
"Dimana aku harus menyembunyikannya~"
"Ah... disini saja"
Fu Sha Sha tersenyum setelah selesai menyembunyikan botol itu.
"Hehe, aku memang pintar sekali" Ucapnya dengan nada sombong.
Dengan santai dia keluar dari kamar Li An dan kembali ke kamarnya. Setelah berganti baju, dia menjatuhkan tubuhnya kasar di ranjang dengan senyum lebarnya yang masih terukir di wajahnya.
"Aku tidak sabar dengan reaksi Fu Hau Jian"
__ADS_1
"Pasti akan menyenangkan jika aku lihat"
Setelah bergumam, dia tertidur dengan senyum yang masih terukir di wajahnya.
***
"AAAAAAAAAAAAAAA"
Teriakan itu menggema di seluruh kediaman Fu. Fu Jia Lin dan Fu Li Guan yang kebetulan sedang berjalan-jalan bertanya kepada salah satu pelayan yang sedang berlari dengan panik.
"Darimana asal suaranya? " Tanya Fu Jia Lin dengan bingung.
"Dari kamar Nona Ketiga, Nona Pertama"
Fu Jia Lin dan Fu Li Guan saling berpandangan dengan wajah bingung. Fu Jia Lin menelan salivanya dengan susah payah. Ada yang tidak beres dengan Fu Hau Jian.
"Ayo segera kesana" Panik Fu Jia Lin.
Fu Jia Lin dan Fu Li Guan berjalan dengan wajah panik, di ikuti para pelayan mereka di belakang.
"Ada apa? Mengapa Jian meimei berteriak? "
Pelayan yang ditanya tidak menjawab, dia malah menundukkan kepalanya sambil berpikir apakah harus memberitahukan Fu Li Guan?
Dengan cepat, semua pelayan menyingkir dari jalan. Fu Jia Lin dan Fu Li Guan memasuki kamar Fu Hau Jian dan hampir saja berteriak. Fu Jia Lin membeku, tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sedangkan Fu Li Guan menutup mulutnya sambil menatap Fu Hau Jian dengan terkejut.
"Ji-jian meimei, apa itu kau? " Tanya Fu Jia Lin.
Fu Hau Jian yang sedari tadi menatap cermin sambil menangis menengok. Tangisannya tambah kencang saat melihat kedua kakaknya.
"Hiks... Jiejie. Wa-wajahku sudah rusak, hiks... "
Benar saja, wajah Fu Hau Jian yang dulu cantik berubah menjadi jelek, sangat tidak enak di pandang. Di wajahnya timbul banyak jerawat yang berisi nanah. Beberapa ada yang pecah sehingga nanah - nanah itu keluar. Bibirnya yang dulunya berwarna merah muda berubah menjadi hitam. Ditambah dengan air matanya, itu sangat tidak enak di pandang sekaligus menjijikkan!
Fu Hau Jian berdiri dan berusaha bunuh diri. Tapi dihentikan oleh Fu Li Guan.
"Lepaskan aku Guan jiejie! Aku tidak mau hidup lagi! " Berontak Fu Hau Jian sambil menangis.
Fu Li Guan menggeleng dengan air mata mengalir. Tanpa rasa jijik memeluk Fu Hau Jian di ikuti Fu Jia Lin.
"Tidak, kau harus tetap hidup! "
__ADS_1
"Ta-tapi wajahku sudah rusak. Yu Jiu gege pasti akan membuangku! "
Fu Jia Lin memegang kedua bahu Fu Hau Jian. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan seseorang pun tau tentang wajahmu. Percaya kan padaku"
Fu Hau Jian jatuh terduduk. Air matanya berhenti mengalir dan digantikan dengan tatapan benci.
"Fu Sha Sha... Pasti dia kan yang membuatku seperti ini?!"
"Bagaimana mungkin? Anak itu tidak bisa apa - apa"
"TAPI BUKTINYA DIA YANG MEMBUAT FUA MEIMEI MENDAPAT HUKUMAN!! "
Para pelayan yang diluar terkejut dengan teriakan Fu Hau Jian. Sedangkan di dalam, Fu Jia Lin dan Fu Li Guan terdiam sambil memikirkan perkataan Fu Hau Jian. Setelah dipikir - pikir, perkataan Fu Hau Jian ada benarnya. Fu Sha Sha yang membuat Fu Di Fua mendapat hukuman. Anak itu sudah berubah menjadi orang yang dingin dan kejam setelah dia dan adik - adiknya menyiksa Fu Sha Sha habis - habisan.
Alasannya sepele, hanya karena Fu Sha Sha tidak sengaja membentak Fu Di Fua. Bukan hanya itu, mereka juga iri dengan wajah cantik Fu Sha Sha. Sudah, hanya itu alasan mereka, tidak ada yang lain.
"Aku dan Guan meimei akan mencari cara untuk balas dendam. Tenang saja Jian meimei" Ucap Fu Jia Lin sambil mengelus bahu kiri Fu Hau Jian.
"Sekarang mandi dan segera tidur. Biar aku yang menyiapkan pakaian mu" Ucap Fu Jia Lin sambil mendorong pelan tubuh Fu Hau Jian.
"Lin jiejie, aku tidak yakin dengan perkataanmu"
Fu Jia Lin berjalan kearah lemarin pakaian Fu Hau Jian dan memilih - milih. "Percaya padaku, lagipula aku sudah memikirkan rencana"
"Jiejie yakin rencana itu akan berhasil? Sepertinya jiejie lupa jika anak itu sudah berubah"
Pergerakan Fu Jia Lin terhenti. Dia berbalik dengan tangan yang sudah memegang pakaian Fu Hau Jian, tidak mempedulikan tatapan ragu Fu Li Guan.
"Tenang saja Guan meimei. Aku yakin rencana ku akan berhasil" Ucapnya di iringi dengan sebuah senyuman.
"Terserah jiejie saja" Ucapnya sambil menghela nafasnya pasrah.
Fu Jia Lin menatap Fu Li Guan yang berjalan keluar kamar Fu Hau Jian dengan tatapan heran. Padahal biasanya jika tentang Fu Sha Sha dia akan sangat semangat untuk merencanakan penyiksaan Fu Sha Sha. Bahkan setiap hari Fu Li Guan akan mengoceh tentang rencana untuk menyiksa Fu Sha Sha setiap hari. Tapi hari ini... Dia tampak sama sekali tidak bersemangat.
Aneh memang bagi Fu Jia Lin. Tapi dia tidak memedulikan sikap Fu Li Guan yang aneh, melainkan fokus rencana balas dendam ke Fu Sha Sha.
Untung saja Tuan Fu beserta kedua pengawal pribadinya sudah pergi kemarin, jika tidak rencana balas dendam Fu Jia Lin akan terganggu.
Tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan.
Bisa saja rencana Fu Jia Lin berhasil, atau rencana Fu Jia Lin malah memberikan dirinya sendiri masalah.
__ADS_1
Bersambung