
"Tu-tuan Fu"
"Apakah Fua sudah ditemukan? "
"Sudah tuan, tapi... "
Pelayan itu menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, dia ragu apakah harus memberitahukan yang dia lihat atau tidak.
"Tapi kenapa? " Tanya Tuan Fu dengan penasaran.
Pelayan itu menarik nafasnya dan menghembuskannya. Dengan gemetar, dia memberitahukan apa yang dia lihat.
"No-nona Muda Keempat se-sedang berciuman di halaman belakang "
Pelayan itu memejamkan matanya erat - erat ketika mendengar suara gebrakan meja. Dengan keberanian sedikit, dia melirik Tuan Fu yang sudah memerah menahan marah, kemudian menatap ke bawah.
Tanpa banyak bicara, Tuan Fu pergi menuju halaman belakang dengan dua pengawal pribadinya. Pelayan itu bernafas lega sambil berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak cepat.
"Tadi sangat mengerikan" Ucapnya sambil menatap kearah Tuan Fu dan kedua pengawal pribadinya.
"Semoga Nona Muda Keempat baik - baik saja setelah ini" Ucapnya. Kemudian menggelengkan kepala mengingat betapa tegasnya Tuan Fu.
Jadi dia hanya bisa berdoa semoga Nona Muda Keempat hanya diberi hukuman ringan.
"Mengapa ayah terlihat marah? "
Pelayan itu terkejut, baru saja ingin mengumpati orang yang mengagetkannya tapi dia urungkan. Dia tidak mau membuat masalah dengan Nona Muda Kelima alias Fu Sha Sha.
"I-itu..." Pelayan itu ragu bertanya pada Fu Sha Sha.
"Kenapa? " Tanya Fu Sha Sha dengan wajah polos.
Pelayan itu langsung membuang pertanyaannya jauh - jauh. Mana mungkin orang se-polos Nona Muda Kelima mengetahui kejadian itu?
__ADS_1
"Tidak ada Nona, kalau begitu saya permisi" Setelah membungkuk, dia pergi meninggalkan Fu Sha Sha yang masih menatapnya.
Setelah pelayan itu tidak terlihat dari pandangannya, Fu Sha Sha tersenyum jahat.
"Pelayan bodoh, bisa - bisanya dia percaya dengan akting ku" Ucapnya dengan senyum jahat. Kemudian kembali ke kediamannya dengan senyun tipis terukir di wajah cantik yang hanya menjadi topeng untuk sifat aslinya.
***
"FU DI FUA!!! " Teriak Tuan Fu dengan marah.
Dia baru saja melihat anak keempatnya berciuman dengan seseorang yang tidak dia ketahui. Fu Di Fua panik, dia mendorong laki - laki itu hingga terjatuh. Dengan cepat menoleh kearah Tuan Fu yang menatapnya dengan kecewa sekaligus marah.
Awalnya dia tidak mempercayai pelayan itu. Mana mungkin anaknya melakukan hal tidak senonoh ketika dia sudah mempunyai tunangan? Tapi begitu melihat dengan matanya sendiri, dia akhirnya percaya.
"A-ayah ini tidak seperti yang ayah lihat! " Ucapnya panik
Tuan Fu tidak merespon Fu Di Fua, dia menyuruh kedua pengawal pribadinya untuk menyeret mereka berdua ke aula untuk menyelesaikan masalah plus hukuman.
"Fu Sha Sha! Ini ulahmu kan?! " Tunjuk Fu Di Fua dengan marah.
Fu Sha Sha segera memasang wajah tidak berdaya. Sambil mengusap air mata palsu, dia berkata,
"Jiejie, kenapa kau menuduhku? Aku tidak tau apa - apa" Ucapnya sambil mengusap air mata yang keluar.
Tuan Fu marah, dia menampar Fu Di Fua yang membuat mereka semua terkejut. Fu Di Fua memegang pipinya dan menatap Tuan Fu dengan pandangan tidak percaya.
"A-ayah... "
"JANGAN ASAL MENUDUH FU DI FUA!! "
Fu Di Fua kembali menangis, seumur hidup dia tidak pernah dibentak oleh Tuan Fu, apalagi ditampar. Tuan Fu berusaha menahan amarahnya, bagaimana pun juga Fu Di Fua merupakan anaknya.
Fu Sha Sha tersenyum diam - diam. Rasanya dia mau ikut menampar wajah Fu Di Fua, tapi dia harus menjaga sikapnya. Habis ini saja dia tampar.
__ADS_1
Fu Sha Sha kembali menangis dan berlutut. Tuan Fu dan semuanya terkejut, kenapa tiba - tiba Nona Kelima Fu berlutut sambil menangis.
"A-ayah, jangan pukul Fua jiejie lagi. B-biar aku saja yang dipukul" Ucapnya sambil memohon, walau dalam hati hampir saja muntah melihat tingkahnya sekarang.
Fu Di Fua dan ketiga kakaknya menatap sinis Fu Sha Sha. Berbeda dengan Tuan Fu, dia menatap Fu Sha Sha dengan sendu, kemudian menatap marah pada Fu Di Fua.
"Apa kau lihat?! Adik yang baru saja kau tuduh memohon padaku untuk tidak memukulmu! Kakak macam apa kau ini??"
Fu Di Fua terdiam sambil menatap sinis Fu Sha Sha. Sial, dia kehabisan kata - kata.
"Karena adikmu memintaku untuk tidak memukulmu, jadi aku hanya mengurungmu selama satu bulan"
"Tidak ada penolakan" Sambungnya ketika melihat Fu Jia Lin membuka mulutnya.
Sontak mulut Fu Jia Lin tertutup kembali. Dia menatap Fu Di Fua sambil mengatakan kata maaf pada adiknya karena tidak bisa menolongnya.
"PENGAWAL, KURUNG FU DI FUA. BIAR LAKI - LAKI INI AKU URUS!! " Perintah Tuan Fu.
Pengawal kembali menyeret Fu Di Fua yang hanya pasrah, tapi matanya menatap tajam Fu Sha Sha yang menatapnya dengan kasihan.
***
Fu Sha Sha sedari tadi tidak berhenti tersenyum. Dia merasa puas dengan kejadian tadi, tapi kemudian dia cemberut.
"Aih... tidak seru jika hanya Fu Di Fua" Ucapnya.
Dia kemudian tersenyum jahat, otaknya sudah memikirkan target berikutnya serta rencana. Dengan sihir, dia mengambil sebuah wadah dan sebuah sendok kemudian membuat sesuatu.
Dia mengambil sebuah botol dan memasukkan cairan itu ke dalam. Kemudian menutupnya dan tersenyum sambil menatap botol itu.
"Tunggu permainanku, Fu Hau Jian"
Bersambung
__ADS_1