
Episode 1
Di pagi hari yang mendung karena memang sudah mau seminggu ini setiap hari diguyur hujan..
Seorang ibu yang selalu sibuk dengan pekerjaan rumah dan mengurus semua keperluan putra beserta suaminya sedang menyapu rumah nya sebelum dia teruskan untuk dipel..tidak lupa dengan suara merdunya ranhi selalu berdendang seiring lagu yang ranhi putar di handphone nya..
Yapss...dia lah Ranhi rahardika seorang ibu rumah tangga seorang putri dari keluarga rahardika, istri dari laki-laki yang begitu ranhi cintai dan kasihi..
Ranhi adalah seorang putri satu-satunya di keluarga rahardika. Ranhi mempunyai sifat penyabar, penyayang namun selalu berpenampilan sedikit cuek dan selalu masa bodo dengan apa yang org mau katakan seperti ibu nya yang sekarang sudah tiada sejak ranhi mempunyai seorang putra berumur 6 bulan.
.............
"Sepertinya hari ini matahari akan tertunduk lagi karena hujan akan segera turun.."dalam benak hati ranhi bergumam.
"Astagfirullah...jam berapa sekarang ?? Aku hampir lupa waktu untuk nganter kesayangan ku les.." dengan terburu-buru ranhi lihat jam tangan kesayangan yang mendiang ibu nya belikan yang menunjukan pukul 7 tepat dan segera bergegas untuk membangunkan putranya yang masih berada di alam mimpi indahnya karena tepat pada pukul 8:00 putranya harus sudah berada ditempat les..
"Dek..pinter sayang cepetan bangun..ini sudah siang nak, nanti kamu kesiangan masuk les nya." ranhi berusaha membangunkan putranya yang susah dibangunkan karena putranya memang sedikit susah kalo dibangunkan di pagi hari..
Karena tak ada jawaban dari kamar ranhi mengulang- ulang memanggil putranya agar segera bangun sambil bersiap dan segera memanaskan motor depan rumah.
"Dek bangun napa..umi mu tuh berisik banget kalo udah ngoceh di pagi hari ah..ganggu tau.." dimas menggerutu pada putranya yang susah untuk segera bangun.
"Emmhhh.....bentar lagi abi..dedek masih mau main sama robot lagi seru juga." begitulah jawaban faiz yang masih ingin mimpi bareng robot dunia hayal nya yang sangat terobsesi dengan film anak jaman now..
Faiz tahta santoso nama pemberian ranhi dan suami yang memiliki nama lengkap dimas teguh santoso.
"Ampun ni anak ya susah banget dibangunin..sebelas dua belas sama abi nya yang susah kalo dibangunin tidur" Gerutu ranhi.
Memang putranya ini jiplakan banget suaminya sampai sifat nya pun sama tapi memiliki wajah yang lebih mirip dengan ranhi.
"Bangun aiz nanti kesiangan masuk les nya mau les gak ??.." ranhi sambil kerkacak pinggang depan pintu kamar nya.
Faiz memang selalu tidur bersama ayah dan ibunya dalam satu kamar karena memang rumah kontrakan yang ranhi tempati hanya memiliki satu kamar, ruang tamu yang kecil, satu kamar mandi, dan dapur.
Faiz yang mendengar ocehan ibunya pun segera bangun karena pada dasarnya dia anak yang terbilang rajin kalo untuk belajar.
"Iyah umi dedek mau les.."faiz segera bangun dengan tidak lupa kejailan nya dia menginjak kaki ayah nya dengan sengaja sampai ayah nya mengaduh kesakitan.
"Awwww....hisss aiz dasar jail.."dimas berteriak kesakitan.
Faiz memang anak yg jail dan selalu mempunyai ide yang terkadang ibu dan ayah nya sendiri yang selalu jadi sasaran kejailan nya dan dengan ide dari anak nya yang aneh sering membuat tercengang bahkan terheran-heran..
"Rasakan tuh mang enak dijailin putranya sendiri..hi..hi..lagian udah siang juga masih aja betah dikasur" ranhi pun terkekeh menertawakan suaminya.
"Awas ya..liat aja nanti" dimas menggerutu sambil terduduk mengelus kaki nya yang diinjak putra kesayangan nya lalu merebahkan kembali badan nya dikasur.
......
Ditempat les..
"Dek belajar yang rajin ya sayang.."
"iyah umi..do'akan dedek biyar jadi putra yang bisa jadi kebanggaan umi dan abi, kaya Noel luvin ranjer.."
"Ampun dah ni bocah ngapa ya terobsesi banget sama film yang jadi favorite nya itu "🤦🏻 gumam ranhi dalam hati.
"ok..udah buruan masuk jangan lupa ucap salam dulu lalu cium tangan ibu guru nya bukan cium pipi ibu guru."
" siipp👍🏻👍🏻
Tak lupa faiz pun sebelum beranjak selalu mencium tangan dan kedua pipi ibunya sebelum masuk.
Ranhi selalu menunggu putranya yang les disamping tempat les untuk memastikan keselamatan putranya.
__ADS_1
Ranhi sengaja mendaftarkan putranya ke tempat les yang terbilang cukup menghemat pengeluaran karena menurutnya itu penting untuk pendidikan putranya yang saat ini sudah hampir 5 tahun yang tepatnya 4 tahun 10 bulan.
Menurut ranhi karena dia merasa kurang mampu untuk mendaftarkan putranya masuk ke TK(taman kanak-kanak) dengan biaya yang mahal lebih baik di ikut sertakan les yang biayanya tidak mahal sampai putranya siap masuk ke SD( sekolah dasar). Karena ranhi pun selalu mengutamakan pendidikan buat bekal putranya sehingga bisa menjadi anak yang sukses dan kebanggaan semua orang terlebih dirinya dan keluarga.
.......
"Hei..bro fokus banget sama hp nya" dari sebrang terdengar suara perempuan.
"Yoi cuyy...baru balik les juga lo san ?" jawab ranhi pada sandra tetangganya sekaligus teman nya satu komplek perumahan yang sama-sama ngontrak karena kita anak perantauan.
"Ayolah balik bareng..nanti keburu turun hujan..anak mu masih belum kelar ?" yang masih bertengger di motor bersama putranya yang hampir seumuran dengan faiz.
" belum paling bentar lagi juga pulang.."
"yowes..aku pulang duluan yo.."
" wokehhh...
Sandra memang selalu ngomong bahasa jawa karena dia asli orang indramayu malahan semua temen satu komplek ranhi kebanyakan orang jawa dengan bahasa medok nya bahkan suami sendirinya juga dari jawa tepatnya kota solo.
Sampai ranhi sendiri sudah hafal dan ngerti bahasa mereka karena terbiasa dengan bahasa yang sudah lama akrab didengar nya sehingga ranhi pun bisa menjawab dan berbincang bahasa jawa dengan yang lain layaknya dia sudah menjadi orang jawa timuran juga.
Padahal pada dasarnya ranhi asli orang sunda asli jawa barat tepatnya kota yg terbilang sudah moderen dengan pergaulan yang sudah kebarat-baratan menurutnya.
..............
Akhirnya les putranya selesai dan banyak anak-anak seumuran putranya keluar berhamburan keluar yang langsung menghampiri para orang tua mereka yang menjemput mereka ada pula anak yang berani pulang sendiri karena rumah nya berdekatan dengan tempat les tersebut. Begitupun dengan putranya dengan cepat menghampiri ranhi dan menyalami nya..
" siang bu..sehat, gimana dengan perkembangan anak saya ?"rani memang kerap selalu menanyakan perkembangan putranya diakhir pekan untuk mengetahui sampai mana pemahaman putranya ditempat les.
"siang bu ranhi..alhamdulillah saya sehat bu, faiz anak yang pintar bu, dia selalu memperhatikan dan melaksanakan apa yang guru nya ajarkan..faiz cukup penurut kalo dikelas meski terkadang sedikit jail pada teman nya tapi tidak pernah sampai bertengkar dengan yang lain nya.
"syukurlah bu..terima kasih sudah membimbing anak saya dengan sabar dan telaten, smoga ilmu yang ibu ira berikan menjadi berkah amin..
"kalo begitu saya pamit bu assalamualaikum.."
"walaikumsalam...
"Dek kita beli sarapan dulu yu..tadi umi kaga sempet bikin sarapan buat abi bareng dedek juga.." ajak ranhi pada putra kesayangan nya.
"Okray umika sayang yang cantik.."faiz menjawab dengan penuh senyuman yang manis.
"Tuh kan dasar ini anak ya sama umi nya aja ampe diganti nama jadi umika..katanya c pemeran perempuan yang ada di film favorit nya itu.."gerutu dalam hati ranhi sambil mendelik malas pada putranya.
"bu lontong sayur nya satu jangan pake sambal, nasi kuning nya satu pake sambel.."
" siap..tunggu sebentar yo mba.."
Ranhi selalu membeli sarapan di pagi hari di warung dadakan bu dina dekat rumah nya yang searah dari kepulangan dari tempat les putranya. Karena memng bu dina hanya berjualan di pagi hari saja..
" niki mba pesenane sepuluh ewu..mung iki tok opo mba..jajanan liane ora nambah.."(ini mba pesenan nya sepuluh ribu..ini saja mba..jajanan lain nya tidak nambah).
" pun bu..(sudah bu)itu saja takut nya nanti mubajir kaga ke makan kalo terlalu banyak jajanan." ranhi pun membayar sesuai jumlah tadi yang disebutkan...
.........
Sesampainya dirumah
Dengan sedikit bingung ranhi memperhatikan mobil siapa yang parkir depan kontrakan nya dan pintu kontrakan yang sedang terbuka bertanda ada yang bertamu ke kontrakan nya.
"Assalamualaikum..."ranhi dan faiz hendak masuk memberi salam pada suaminya dan orang yang bertamu ke kontrakan nya.
"Walaikum salam..umi ini ada tamu dari pihak bank. "Dimas menjelaskan pada istrinya siapa 2 orang tamunya.
__ADS_1
Jleb terasa dadanya ranhi kaget kenapa ada pihak bank datang ke kontrakan nya, namun dengan berusaha tenang ranhi menjawab dan menanyakan apa yang sebener nya terjadi sekarang.
"Maaf bapak-bapak nya dari pihak bank apa ya ? Dan dengan keperluan apa ?.."
Dua orang itupun menjelaskan apa yang menjadi tujuan nya datang bertamu. "Kami dari pihak bank yang mengeluarkan unit kendaraan mobil yang bapak dimas beli dengan perjanjian angsuran selama 5 tahun dengan 60X cicilan, namun sudah masuk cicilan 3 bulan ini tidak ada masuk pembayaran nya sehingga dengan hormat kami meminta agar unit bisa saya bawa untuk dikembalikan kepada pihak kami sekarang juga."
salah satu orang menjelaskan dengan menyerahkan surat yang menyatakan penarikan satu unit kendaraan berupa mobil.
Tanpa rasa gugup dan tenang ranhi memahami apa yang mereka maksud dan apa yang sedang terjadi sekarang.
Dengan menatap suaminya yang sekarang hanya bisa tertunduk bingung terus mengutak atik hp ranhi yang tadi dimas minta terlebih dulu pada rani untuk menghubungi keluarganya dan teman rekan kerjanya agar bisa membantu carikan solusi yang ada.
"Baik lah pak sebelum nya saya minta maaf bukan bermaksud menyembunyikan unit mobil nya namun saat ini unit sedang dipake keluar untuk mengirim barang ke PT ke kawasan industri..setelah unit pulang nanti saya kabari bapak untuk segera membawa unit dari kami."
ranhi berusaha menjawab dengan tenang.
"Kapan bu unit nya datang tolong kasih kami kepastian karena saya juga harus membuat laporan ke kantor."orang bank terus mendesak ranhi dan dimas agar segera mengembalikan unit ke pihak bank.
"Begini saja pa biasanya pihak PT mengembalikan paling lama 2 hari, setelah unit ada di kami pasti segera saya mengabari bapak untuk segera mengambil unit."
Pada akhirnya mereka pun menyepakati 2 hari kedepan pengembalian unit mobil tersebut.
.............
Sepulang nya tamu
"Dek sana main diluar sama teman-teman yang lain dulu tapi hati-hati ya.."ranhi menyuruh putranya agar mau main diluar rumah setelah mereka menghabiskan sarapan nya yang tadi ranhi beli.
"Siap umi..kalo gitu Noel berangkat main dulu ya, jangan marahhhh..."dengan senyum tampan nya faiz menggoda ibunya yang terlihat serius.
"Gimana ini abi urusan nya kalo sudah seperti ini ?.."
"abi juga bingung umi..mana unit nya masih digade.."
Begitulah keadaan unit yg dibicarain yang berada di orang lain karena digadaikan sebesar 20 juta oleh dimas dengan persetujuan ranhi pula, meski awalnya tidak setuju namun keadaan memaksanya untuk menyetujui menggadaikan unit mobil itu.
" kalo begitu mau tidak mau abi harus nemuin orang yang gadai.."
"abi juga berfikir seperti itu, tapi abi bingung ngomong nya mi..temenin.."
" 🤦🏻🤦🏻 ampun dahhh...minta temenin yang laen aja lah..umi males..malu juga."
Dimas terlihat sedih dan bingung..ranhi yang melihat suaminya seperti itu merasa sedih dan merasa sakit hati karena tidak berdaya untuk membantu suami nya.
ranhi pun hanya bisa menahan rasa sedih nya agar suami nya tidak terpuruk dengan memperlihatkan raut yang santai dan tetap memberi semangat pada suaminya.
"okelah bi nanti umi temani tuk nemuin orang nya..semoga orang nya mau mengerti dan mau berlapang dada.
............
Tibalah ranhi dan dimas begitu juga faiz putranya yang diajak tuk nemuin pak Broto yang sudah mau menerima mobil dimas untuk digadaikan padanya.
Setelah berbasa basi menanyakan kabar dimas pun mulai menceritakan kronologis keadaan dan kejadian tadi bahwa ada pihak bank yang ingin membawa mobil karena sudah 3 bulan tidak dapat terbayarkan cicilan nya.
Setelah beberapa lama perbincangan itu pak Broto yang baik mau menerima keadaan namun beliau belum bisa menyerahkan mobil dimas tersebut kalau dimas tidak bisa mengganti uang pak Broto paling tidak setengah dari jumlah uang yang mereka sepakati bersama.
"Begini saja pak dimas, saya bakal serahin ini mobil dengan catatan pak teguh bisa mengembalikan semua uang saya atow paling tidak setengah nya dari nominal yang disepakati.."pak Broto mengakhiri perbincangan nya.
"Baik pak..saya bakal usahakan mengembalikan uang sejumlah yang bapak berikan ke saya, mohon minta do'anya agar saya mampu mengembalikan uang bapak.
"Sebelumnya saya minta maaf dan terima kasih."dimas pun berpamitan dan mengajak ranhi beserta putranya untuk pulang ke rumah.
Diperjalanan pun mereka hanya membisu cuma faiz putranya yang selalu mengoceh dengan riang karena pada dasarnya putranya belum mengerti apa yang terjadi dan dialami kedua orang tuanya.
__ADS_1