Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 4


__ADS_3

Episode 4


Ranhi bergabung dengan ibu-ibu komplek lain nya makan baso bareng..nikmat mana yang kau dustakan coba, udah baso nya enak makan sepuasnya gratis pula..ahayyy...


Faiz pun ikut ranhi makan baso namun karena dia kurang suka dengan baso akhirnya membawa baso yang ibunya berikan untuk dibawa pulang agar ayah nya yang habiskan..


Sampai menjelang sore ranhi asik kumpul bareng yang lain nya..sampai tak lama dimas memanggil ranhi memberitahukan ada yang menyuruh nya main voly..


"Gita wa katanya voly ke lapangan..


"Oke...ayolah maen ke lapang bi.." ranhi mengajak dimas ikut maen.


"Duluan z mi..nanti abi nunggu mba ratna transfer dulu nanti pasti nyusul ke lapang.."


Ranhi pergi ke lapangan voly tak lupa c kecil pun diajak nya..namun biasa putranya itu ingin berangkat bersama ayah nya..


Tidak lama setelah ranhi berangkat dimas menerima telepon dari mba ratna kakak perempuan nya. Dimas memang tiga bersaudara di keluarga nya dia mempunyai seorang kakak perempuan bernama ratna dan satu adik laki-laki bernama ali.


Ratna memberitahukan kalau dia sudah mentransfer ke rekening ranhi 11 juta untuk membayar hutang nya. Dimas dengan senang hati menerima nya dan berterimakasih pada ibunya yang sudah memberi pinjaman uang tersebut.


Ya begitulah kehidupan..kami hanya bisa gali lobang tutup lobang dulu tapi malah jadi sana sini lobang..hadeuhhhhh...udah kaya lagu rhoma kan..sungguh terlalu...


Agar sedikit fres otak nya dimas menyusul ranhi yang sekarang dilapangan voly.


"Kemon dek kita susul umi ikut voly.." dimas mengajak buah hati nya ikut ke lapangan.


"Okrayyy...siap bos.."


..........


Dilapangan voly


Dimas melihat istri tercintanya latihan voly bersama yang lain nya yang terlihat senang dan penuh semangat. Dimas merasa sedikit miris karena sudah membuat istrinya sedih dan ikut terkena masalah karena nya.


Namun melihat ranhi bisa seceria itu dilapangan dia tidak merasa kecil hati dan sedikit lega dalam hatinya, karena dimas yakin kalau istrinya adalah perempuan yang kuat dan tegar.


Ranhi melihat kedatangan suaminya ke tempat latihan voly. "Abi ayo ikut maen, masih kurang ni pemain nya.." ajak ranhi pada dimas.


Dimas pun ikut bergabung latihan voly yang memang kita mencampur pemain ibu-ibu dengan bapak-bapak untuk melengkapi dan bisa membimbing yang belum bisa menguasai permainan bola voly ini.


Sampai menjelang magrib mereka asik bermain voly dilapangan sampai keringat membasahi baju mereka. Hanya seperti itu mereka bisa sebentar melupakan semua masalah yang ada dan bisa tertawa lepas.


Latihan voly pun selesai semua pulang ke rumah masing-masing karena adzan magrib sudah mulai berkumandang.


"Wow..keren abi sama umi main voly nya tadi dedek sampai...sampai...sampai apa ya mi..??


"Sampai tepuk tangan..." ranhi menjawab.


"Bukan...sampai...


"Sampai jatoh...."dimas menambahkan.


"Iihhhh...bukan tapi kebun..eh bukan kagum..nah itu baru betul.." faiz menjawab sekaligus mengomentari permainan tadi dengan antusias.


Ranhi dan dimas hanya terkekeh mendengar celotehan putranya yang heboh itu.


Dirumah


Setelah lelah bermain dilapangan voly membersihkan diri dan makan malam yang lezat ranhi, dimas, dan putranya faiz pun hendak bersantai diruang tamu dengan nonton acara film kesukaan putranya tentu saja film para pahlawan warna warni yang membuat putranya begitu terobsesi ingin menjadi sang idola.


Karena sudah lelah ranhi pindah ke kamar hendak memindahkan putranya yang sudah tertidur entah dari kapan padahal tadi masih ngoceh komentar ono ini.


Namun setelah membaringkan putranya ranhi teringat sesuatu yang harus ditanyakan pada dimas tentang masalah yang ada. Ranhi kembali ke ruang tamu menghampiri dimas.


"Abi gimana mba ratna sudah transfer belum ??"


"Alhamdulillah..sudah mi..tadi mba ratna telpon sudah mentransfer 11 juta ke rekening umi.."


"Terus gimana rencana abi kedepan nya ??


Ranhi mulai berfikir lagi harus mencari kemana kekurangan uang nya..


"Abi juga bingung..sekarang yang terpenting uang yang ada kita berikan saja dulu ke orang yang gadai mobil kita."


"Ya sudah..begitu lebih baik."


Setelah pembicaraan itu selesai ranhi beranjak pergi dari duduk nya hendak kembali ke kamar untuk tidur, namun tangan nya diraih dimas hendak mencegah nya pergi.


"Mau kemana mi ??"


"Umi mau tidur lah.. Memang nya mau ngpain lagi, udah malam juga.."


"Jangan tidur dulu mi..temenin abi dulu ya.."


Dimas mengedipkan mata kanan nya memberi kode menginginkan sesuatu.


Ranhi yang sudah mengerti kode nya bersemu merah dan tersipu malu-malu tapi mau 😁😁.


"Apa sihh bi...??

__ADS_1


"Ayolah umi...udah dua hari nih kangen sama yang dibawah ini." dimas yang sudah gemas dengan ranhi yang pura-pura tidak mengerti mengelus bagian sensitif ranhi.


********


Hayooo....mau ngapain tuh dimas ??


Pasti jiwa para jomlo bergetar nih...ahayyy


Sebelum nya makasih banget ya udh mau baca novel aku yang tidak ada apa-apa nya ni dibandingkan dengan novel author yang lain dengan ceritanya yang menurut aku tuh Siswanto pake BGT.......


Mungkin penulisan aku acak-acakan banget..tpi smoga ceritanya nyampe dan krna kr hati kalian yaa....


Happy raeding ya gaeyss....


Jangan lupa like dan komen nya...makasih 😘😘😘😘


********


yang belum 21++++++ mohon bijak tuk membaca konten episode ini ya..


kalo maksa mau baca gak papa..tapi resiko tanggung masing-masing yapss.... 🤫


......


Ranhi yang menerima perlakuan mesum suami nya begitu senang setiap kali dimas meminta bercinta. Karena ranhi tidak pernah bisa menolak permintaan dimas, baginya itu adalah ladang pencari amal ibadah buat nya dan selain itu ranhi juga terkadang meminta hal yang sama pada dimas dan hanya pada dimas seorang.


"aah..abi mesum..tapi umi suka.." ranhi yang sudah nemplok dipangkuan dimas."


"Gue suka kalo mode mesum istri mulai on.." gumam dimas dalam hati dengan senyum licik nya.


"kita mulai sayang..." berbisik ke telinga ranhi.


dimas membelai wajah ranhi dengan lembut perlahan dia kecup kening ranhi mengecup kedua pipi nya yang merona, hingga mengecup lama bibir ranhi yang merah jambu dan mungil.


kecupan hangat yang penuh dengan kemesraan dan kelembutan menjadi lebih panas ketika ranhi mulai membalas dengan ciuman panas.


dimas yang merasa sudah tambah bergairah karena perlawanan ciuman ranhi yang panas mulai melilitkan lidah nya hingga lidah mereka pun menari berbalas membelit dalam rongga ranhi sampai ranhi melenguh karena kehabisan nafas.


"uugghhh...dimas..


"sebutlah selalu namaku sayang..dan aku tidak pernah bosan untuk selalu memanjakan mu.."


dimas merebahkan ranhi di kasur depan ruang tamu yang sudah digelar hendak menonton televisi.


dimas melumat kembali bibir rani dengan tangan yang telah mengabsen setiap jengkal tubuh ranhi yang mungil tapi pas bagi dimas dengan bokong yang padat dan gunung kembar yang mungil namun padat yang selalu menjadi favorit jajahan nya. tangan dimas begitu terampil saat memanjakan setiap jengkal tubuh rani hingga tangan dimas berhenti di gundukan yang menjadi favorit nya..tanpa melepas ciuman panas dimas mulai melepaskan baju ranhi satu persatu dan kembali meremas lembut dan memainkan p***** nya yang membuat ranhi melenguh berkali-kali.


ciuman dimas turun ke leher jenjang ranhi hingga meninggalkan tanda kiss marks kepemilikan nya disana dan dimas sesekali mencium telinga ranhi karena ranhi selalu lebih agresif membalas permainan dimas ketika dimas mencium areal telinga ranhi.


dimas beranjak ke gundukan favorit nya..dia menlumat p***** ranhi dan sesekali menghisap nya dengan tangan yang selalu meremas"pelan sampai puas dan tak lupa meninggalkan jejak kepemilikan nya.. semakin liar permainan mereka ruangan terasa semakin panas terasa. dimas menanggalkan bajunya hingga sekarang mereka benar"telanjang bulat.


"aakhhh....ummhh.....dimasss...akhhuuu sudah tidak kuat aahhh....." ranhi mulai meracau karena sudah ingin segera dimasuki dibawah sana.


"tenang sayang ini belum cukup.."dengan suara yang sudah memberat dan parau dimas menjawab.


perlahan sedikit membukakan kaki ranhi dan ciuman dimas menurun hingga sampai di areal sensitif ranhi. Tanpa ragu dimas langsung melumat dan tak ragu menghisap mis v ranhi yang membuat ranhi tambah melayang merasakan nikmat. terlebih dimas mulai memainkan tangan nya ke lubang kenikmatan milik ranhi.


ranhi tambah meracau ketika dimas mempercepat jari tangan nya masuk keluar di mis v nya.


"sayang aku tidak kuat akhhh....ahhkkk...aku mau keluar.."


"keluarkan lahhh...


dimas terus mempercepat memainkan tangan nya di lubang kenikmatan milik tanhi sampai ranhi menegang dan merasa ada sesuatu diperutnya yang seakan ada yang mau keluar dan itu begitu geli dan nikmat terasa..


" ukhhh....aakhhhhh..."ketika pelepasan ranhi yang pertama dengan mengeluarkan cairan gairah cinta nya.


dimas menjilat tangan nya yang basah dengan senyuman mautnya sehingga membuat ranhi tersipu dan tambah terpesona.


"kita ke inti kepuasan sekarang sayang.."


dimas membuka sedikit lebar kaki ranhi dan mengarahkan adik kecilnya ke lubang kenikmatan milik ranhi dan menggesekan nya terlebih dulu hingga membuat ranhi menggeliat geli-geli nikmat. dengan hentakan lembut dimas mulai menyatukan miliknya yang sudah menjulang ingin dipuaskan.


"uugghhhh....milikmu selalu sempit meski sudah melahirkan sayang.."


tangan ranhi meremas rambut dimas sesekali dia melumat bibir dimas posesif.


Dengan irama yang mengencang dan permainan panas ranhi dan dimas ruangan itu menjadi penuh dengan desahan mereka berdua yang begitu menikamati percintaan mereka.


"aakhhhh....dimas aku mau keluar lagi.."


"kita keluarkan bersamaan sayang.."


dimas semakin mempercepat memainkan irama nya sampai mereka berdua mengerang nikmat.


"ahh....akkhhhh...." mereka bersamaan ketika pelepasan nya..dan benih yang dimas keluarkan sampai memenuhi rahim ranhi bahkan meluber keluar mis v ranhi.


"Terimakasih sayang..kamu memang yang terbaik.." dimas mengecup kening ranhi dan mencabut adik kecilnya. kemudian dimas merebahkan badan nya disamping ranhi. sejenak dimas menengok ranhi karena tak ada jawaban dari ranhi yang ternyata dia sudah terlelap tidur begitu saja karena kelelahan..


"Dasar umi kebiasaan.."dengan lirih dimas bergumam dan mengecup pipi ranhi. Dengan segera dimas meninggalkan ranhi dan mengambil baju nya yang berserakan hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Tidak lupa dimas menyelimuti ranhi terlebih dulu agar tidak masuk angin dengan selimut yang diambilnya tadi dilemari kamar nya.


setelah membersihkan diri di kamar mandi dimas membantu ranhi membersihkan diri, dengan telaten dimas mengelap semua badan ranhi dengan handuk kecil yang tadi dia basahi dengan air hangat yang dibawanya dari dapur. Ranhi yang terlelap sesekali menggeliat namun tak sampai terbangun membuat dimas selalu mengembangkan senyum nya..


Setelah selesai membersihkan badan dan memakaikan baju tidur ranhi yang tadi dimas tanggalkan dengan pelan dimas mengangkat tubuh ranhi dan memindahkan nya ke kamar tidur.


tanpa sengaja kepala ranhi terbentur pintu yang susah terbuka yang dari tadi berusaha dibuka oleh dimas.


"aww...." ranhi mengaduh kesakitan dan tersadar sedang berada dipangkuan suaminya dimas..


"maaf sayang..sakit ya ??"


Dimas berasa bersalah karena membuat ranhi kesakitan dan terbangun dari tidur nya.


"jelas sakit lah.." ranhi turun dari pangkuan dimas.


"lagian tumben banget sih abi mau gendong umi..sosweet..." dengan memonyongkan bibirnya ranhi menggoda dimas.


"katanya pengen di romantisin..giliran udah romantis malah di komentari.." dimas yang pura-pura merajuk pada ranhi.


"hisss...romantis si romantis tapi kaga pake dijedotin juga kali ni kepala.."


"bukan dijedotin umi..abi kan kaga sengaja.lagian ini pintu susah banget di buka." dimas menendang pintu nya sampai membangunkan faiz.


"umi..abi..apaan sihh...bikin kaget dedek lagi tidur aja..apa udah pagi ??


"tidak..belum dek..ayo tidur lagi ya sayang..ini masih malam." ranhi menerangkan pada putranya dan menghampiri faiz.


"abi nih..jadi bangun kan dedek.."dengan lirih ranhi berbisik dan mengikut perut dimas sampai dimas mengaduh..


"ughh...


..........


Ranhi pun merebahkan tubuhnya dan memeluk faiz agar terlelap tidur begitu juga dengan dimas segera ikut merebahkan tubuhnya disebelah ranhi dan dimas menyelimuti mereka agar lebih hangat. Tak selang begitu lama mereka pun terlelap dalam tidur nya masing-masing.


sebelum terlelap ranhi teringat akan mimpinya tempo hari yang masih membuat ranhi penasaran. Ranhi berharap malam ini dia bisa memimpikan hal yang sama dan bisa bertemu kembali dengan sosok pria lain di mimpinya.


.........


Menjelang pagi


Ranhi terbangun saat adzan subuh berkumandang memanggil umat nya untuk beribadah..


Sebelum beranjak ke kamar mandi ranhi duduk dipinggir tempat tidurnya dan berfikir sejenak menyadarkan diri nya.


"Ternyata aku tidak bermimpi apapun..mungkin kemarin itu memang hanya sebuah mimpi biasa yang merupakan bunga mimpi namun kenapa aku sampai mempunyai harapan bertemu lagi?? sepertinya aku mulai halu lagi.." gumam dalam benak hatinya yang sedikit merasa sedih.


"ya sudahlah..saatnya bangun dan menjalani rutinitas yang monoton.." ranhi menyemangati dirinya sendiri.


Ranhi masuk kamar mandi dan langsung mandi tidak butuh waktu lama 10menit ranhi selesai dengan ritual mandinya dia langsung menunaikan ibadah solat di kamarnya.


Setelah solat ranhi selalu membaca Al-Qur'an meski cuma satu ayat hee...


Ketika sedang mengaji ranhi selalu merasa lebih tenang dan nyaman. Meski ranhi tak sepandai orang yang Pasih dalam mengaji tapi ranhi terbilang lancar untuk membaca Al-Qur'an.


Dimas terbangun karena mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang ranhi baca. Dimas tersenyum hangat karena kebiasaan istrinya sekarang bertambah yang mengarah ke hal yang lebih baik untuk kehidupan nya sendiri dan yang lain.


Ranhi yang menyadari suaminya yang sudah berada disamping nya menghentikan kegiatan membaca Al-Qur'an nya dan menoleh ke arah suaminya sekarang.


"abi apa terganggu dengan suara ngaji umi ??"


"tidak sama sekali..justru abi senang mendengar umi melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, ya meskipun terdengar fales..hehe".


"ngeselin banget iih...masa udh dipuji setinggi langit malah dijatohkan begitu aja.." ranhi merajuk pada dimas yang sekarang terkikik geli.


"Tidak sayang..bukan begitu.."dimas merengkuh badan ranhi menyenderkan kepala ranhi tuk bersandar di dada nya.


"Aku tetap menyukai apa yang kamu miliki dan cintaku selalu makin bertambah besar kepadamu".


"Sejak kapan abi bisa seromantis ini ?.."


Tanya ranhi karena dimas bukanlah termasuk tipe pria romantis..


"entahlah...apa umi senang kalau abi seromantis itu.."


"Tentu abi..perempuan mana yang tidak ingin diperlakukan romantis oleh pasangan nya..


"Jadi selama ini apakah umi tidak bahagia karena abi tidak pernah romantis.."


"Siapa bilang..?? umi sangat bahagia mempunyai suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan umi tau seberapa besar usaha abi agar kita bahagia, ya meskipun tidak pernah seromantis tadi..


"Baiklah..kelak kedepannya abi akan berusaha romantis agar umi senang.."


"oke...sekarang sana abi mandi terus solat..umi mau masak bikin sarapan buat kalian berdua.


........


Yuhuuuu.......

__ADS_1


jangan lupa like dan komen sekitaran cerita dan saran kalian tuk masukan penyemangat akyuu...


😘😘😘😘


__ADS_2