Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 26


__ADS_3

maafkan diriku ini yang sedang tidak berdaya di kasur yang empuk y reader semua πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


garaΒ² kehujanan pas pertandingan voli kemarin diriku yang lemah ini terserang masuk angin... bukan corona lho ya... amitΒ² jauh...jauh...


🀭🀭🀭🀭


minta do'a nya juga buat kesembuhan diriku agar supaya cepat sembuh...tuh kan saking pengen sembuhnya ngomong z udah rancul banget pakai bahasa "agar supaya" πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


jadi belum bisa up banyak...semoga besok bisa up banyak untuk gantiin yang hari sebelumnya ya...😘😘😘😘


sementara up nya pendek pakai banget.... πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»


jangan lupa like dan komen nya y...


"happy reading all"...


.


.


.


.


......................

__ADS_1


Episode 26


Setelah puas mencurahkan unek-unek nya lewat tulisan ranhi merasa lelah dan tiduran sejenak menutup kan matanya namun ternyata ranhi malah ke enakan dia menjadi tidur begitu juga faiz ikut tidur di samping ibu nya.


Tak berapa lama ranhi terlelap dalam tidurnya dia merasa kaget karena dirinya dipanggil oleh seseorang yang suaranya ranhi hafal betul.


.


"Ranhi..."


"Ranhi....bangun nak hari sudah mulai sore, nanti malam kamu susah tidur kalo sekarang belum bangun." ibu sarah memanggil ranhi.


"Emh...ko ada suara mamah manggil ya?? Mungkin cuma hayalan doang" gumam ranhi yang masih memejamkan matanya.


"Ranhi rahardika...." sarah berteriak dengan berkacak pinggang sebelah kasur ranhi tidur.


"Hehe....mamah..." ranhi nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi nya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Kebiasaan banget kalo tidur siang tuh jangan ampe sore pamali, buruan bangun udah ditungguin dimas tuh.." sarah memberitahu bahwa dimas ada diluar.


"Apa mamah bilang dimas nunggu didepan ? Kapan dia datang.."


"Dia sudah datang ketika kamu tidur siang tadi."


"Aihhh...dasar pria bodoh..mau apa coba dia jauh-jauh datang ke sini..padahal aku sedang malas untu menemuinya."

__ADS_1


"Sudah temui saja dulu nanti baru tanyakan langsung padanya."


"Iyah baiklah..." ranhi meninggalkan ibu sarah untuk menemui dimas di depan rumah yang sedang meminum teh buatan ibu sarah.


"Mau apa lagi mas datang ke sini??" ranhi duduk bersampingan dengan dimas.


Dengan senyum manis dan hati berbunga setelah dimas merasa ranhi sudah mau menerima nya kembali karena panggilan mas terhadapnya dimas pun menjawab.


" mas kangen sama dede..dan ingin mengajak dede berlibur."


"Ya udah..besok pagi saja kita berangkat kebetulan besok dede libur kerja, mas juga bisa istirahat dulu dikamar dede."


"Terimakasih sayang.." dimas meraih tangan ranhi dan mengecup nya.


Ranhi pun mengajak dimas masuk ke rumah dan mengantarnya ke kamar nya yang mana sudah tertata rapih padahal tadi masih berantakan ketika ranhi meninggalkan kamar. Ranhi tau jika ibu nya lah yang sudah membereskan kasur nya yang tadi berantakan.


"Istirahatlah..dede mau ke dapur bantu mamah masak buat kita makan." ranhi hendak kembali meninggalkan kamar nya untuk membiarkan dimas istirahat.


Ketika akan melangkah ranhi terkejut karena langkah nya terhenti ketika dimas memeluk nya dari belakang yang membuat ranhi mematung seketika merasakan sedikit kenyamanan yang telah lam dirindukan. Ternyata selam ini ranhi masih terlalu amat sangat mencintai dimas meski sering bertengkar tapi pada dasarnya mereka saling mencintai.


"Mas rindu sama dede..mas sayang dan tidak ingin kehilangan kamu de..tolong maafin segala kesalahan dan kekurangan mas.." dengan lembut dimas mengatakan kalimat itu membuat ranhi merasa haru.


Dimas mengeratkan pelukan nya dan menyandarkan kepalanya diceruk leher ranhi yang sesekali menghirup aroma tubuh ranhi, bahkan dimas mencium tengkuk ranhi membuat ranhi merasakan dingin nya bibir dimas.


"Mas..tolong lepasin nanti takut nya kita terbawa suasana dan melakukan hal lain."

__ADS_1


"Dede tidak usah khawatir..selama ade tidak mengijinkan mas juga tidak akan melakukan hal lain nya dikamar ini seperti yang pernah kita lakukan, tapi jika ade ingin mas dengan senang hati memuaskan ade."


Kata-kata dimas membuat ranhi merona dan dadanya yang berdegup kencang bahkan dimas mengetahui nya. Dimas membalikkan badan ranhi dan perlahan menatap kedua bola mata ranhi dan perlahan mendekatkan wajah nya. Dimas menempelkan bibirnya ke bibir ranhi dengan lembut dia sedikit ******* nya membuat ranhi memejamkan matanya menikmati ciuman dari dimas.


__ADS_2