
Episode 6
Hari sudah menjelang malam, setelah bermain voly sore hari tadi ranhi mengira suaminya jadi berangkat ke rumah orang yang sudah mau menerima mobil dimas tuk digadaikan padanya ternyata dimas tidak jadi pergi karena orang nya sendiri yang mau datang ke rumah nya. Tidak lama setelah ranhi membereskan piring-piring kotor bekas makan malam mereka terdengar suara orang memberi salam hendak bertamu.
"Assalamualaikum..."
Ranhi menghampiri pintu depan hendak membukakan pintu untuk mempersilahkan tamu nya masuk seraya menjawab salam nya.
"Waalaikumsalam... Pa silahkan masuk kami sudah menunggu bapak mari silahkan duduk pak.." ranhi langsung mempersilahkan nya dan segera memanggil dimas.
Dimas segera menemui tamu nya dan ranhi membuatkan teh hangat dan segera menyuguhkan nya. Setelah menyuguhkan teh dan cemilan nya ranhi kembali ke kamar hendak membantu faiz mengerjakan tugas dari bu dina.
Dimas meminta keringanan pada pak broto sampai kesepakatan nya tetap mobil tidak bisa dimas bawa sebelum dia melunasi uang yang diberikan kepadanya.
"Uang nya yang 11 juta saya terima, Kalau begitu sisanya 9 juta ya pak dimas..maaf saya tidak bisa memberikan mobil nya sebelum anda menyerahkan sisa nya.."
"Iyah pak makasih sebelum nya dulu sudah mau membantu saya, semoga secepatnya saya bisa melunasi sisa nya."
"Baiklah kalau begitu saya pamit permisi pak dimas karena say ada kepentingan lain lagi."
"Baik pak silahkan.."
"Assalamualaikum..."
"Walaikumsalam..."
Dimas segera membereskan gelas bekas tamu nya dan kembali ke tuang tamu hendak meroko sebentar.
Dimas memang peroko dan suka ngopi juga namun bukan peminum minuman beralkohol.
Ranhi yang mengetahui tamu nya sudah pulang menghampiri dimas hendak menanyakan gimana kelanjutan nya kedepan.
Dengan detail dimas menceritakan kondisi nya dan langkah apa yang musti dia lakukan. Ranhi hanya bisa pasrah dan memberi dukungan penuh pada keputusan suaminya.
Malam sudah menunjukan pukul 09.30 ranhi yang sudah merasa ngantuk bergegas ke kamar. Dimas yang menerima telepon dari rekan nya tadi pun hendak bersiap mau berangkat ke bengkel kerja nya.
"Mi..abi ke bengkel sebentar ya..nanti kunci z takutnya abi juga kemaleman di bengkel.."
"Iyah..hati-hati kerjanya.."
"Ok..assalamualaikum.."dimas pamit berangkat."
"Walaikumsalam.."
Ranhi pun kembali ke kamar nya dan tidur disebelah faiz yang sudah terlelap tidur. Ranhi memejamkan mata setelah berdo'a, sebelum dirinya terlelap ranhi berharap bisa mimpi indah.
Sampai tidak lama ranhi pun terhanyut dalam tidurnya seraya masuk dalam alam mimpinya.
__ADS_1
"Ranhi hei..lo kenapa ngelamun ??perhatikan apa yang pembina sampaikan..nanti lo nyasar gimana." eva menegur ranhi yang terlihat melamun ketika berada dilapangan.
"Mampuss...kenapa musti balik ke mimpi ini sih.."ranhi bermonolog sendiri..
"Lo kenapa sih ran..dari kemarin gue perhatiin banyak bengong kaga jelas..? Bikin hawatit orang tau."
"Gue gak papa voy..cuma berasa aneh doang.."
"Lo tuh emang aneh dari dulu..kebanyakan halu sih.."
"Apa iyah gue banyak halu..tapi emang iyah juga sihh...wkwkwk "
"Baiklah..saya harap adik-adik pramuka sekarang sudah paham dengan apa yang saya terangkan, selam di perjalanan menyusur hutan harap selalu waspada dan berhati-hati Untuk semua pembina kelompok masing-masing harap selalu memperhatikan setiap anggotanya."
"Siap laksanakan.."
dengan serempak semua anggota pramuka menjawab dan segera berbaris menurut kelompok masing-masing.
"Ok teman-teman sekarang persiapkan mental kalian dan ingat harus saling membantu dan menjaga satu sama lain dengan tetap hati-hati."
Framono menjelaskan pada anggotanya.
Pembagian tugas di kelompok ranhi sudah terencana dan tersusun. Ranhi dan Dio bertugas sebagai perawat dikala ada rekan yang terluka atau sakit ketika diperjalanan.
Eva bersama Risty sebagai ceft alias tukang masak karena diperjalanan nanti setiap anggota boleh beristirahat sebentar dikala laper. Sedangkan Ramon dan fram sebagai pelindung di perjalanan.
Mereka berjalan beruntun karena jalan yang dilalui cukup curam dari pendakian bukit. Fram berada paling depan untuk memimpin sekaligus petunjuk jalan. Ranhi berada dibelakang fram, kemudian eva Dio beruntun ke Risty dan yang paling belakang Ramon. Fram sengaja menyusun berselang pria diantara perempuan untuk melindungi para perempuan dari marabahaya.
Untung nya mereka saling berpegangan tangan hingga ranhi tidak sampai terjatuh ke jurang.
"Apa lo kaga punya mata?? Perhatikan jalanan ketika berjalan." fram dengan sedikit membentak memperingatkan ranhi.
Padahal dalam hati fram begitu cemas akan keselamatan ranhi yang terancam seketika tadi yang akan terjatuh ke jurang.
Ranhi tersentak dan merasa sakit hati dibentak orang yang baru dia kenal namun tidak tau pasti nama orang itu. Ranhi merasa begitu kesal pada fram yang membentaknya cukup keras tanpa bicara apapun ranhi melepaskan cengkraman kedua tangan fram pada tangan nya dan dengan perlahan dia berniat untuk bertukar posisi dengan eva yang ada diantara Dio dan Risty.
Namun fram mencengkram tangan ranhi kembali dengan lebih kuat mencegah ranhi bertukar posisi dengan eva.
"Mau kemana..??" dengan tatapan tajam fram memperingatkan ranhi.
"Tukar posisi...voy lo pindah ke posisi gue."
"Okee..." eva menjawab dengan kegirangan hendak bertukar posisi karena sedari awal eva memang ingin berdekatan dengan fram namun fram sudah mengaturnya sehingga ranhi yang berada dekat dengan fram.
Namun fram tidak mengijinkan ranhi untuk berpindah posisi.
"Tetap diposisi awal masing-masing atau kalian bisa saja tergelincir ke bawah jurang itu" fram menegaskan ucapan nya dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Seketika ranhi, eva, Dio, dan Ramon berdiam tidak beranjak dari tempat nya karena merasa takut ketika fram sudah dalam mode defil nya.
"Mampus kalen..makanya jangan bikin masalah"
Dio berbisik dekat telinga ranhi yang mematung.
"Tutup mulutmu Dio..bau.."
"ahh..masa sih..?? enggak ko.."dio mengendus nafasnya sendiri yang memang tidak bau.
ranhi hanya terkekeh melihat kelakuan Dio yang lucu mau aja dikerjain ranhi.
kemudian ranhi mengikuti langkah fram yang sudah mulai meneruskan perjalanan mereka. Sampai ketika mereka sudah melewati jalan yang cukup curam dengan jurang yang mengintai dibawah yang sekarang sudah memasuki hutan kembali Ramon merasa dibelakang semak-semak ada pergerakan yang mencurigakan mulai waspada dan memperingatkan yang lain.
"Fram dibelakang kita sepertinya ada yang ingin ikut bergabung dengan kita."
"Baiklah sementara untuk para wanita berlindung lah dibalik pohon yang besar, Dio jaga para wanita biyar kita cek dulu."
Dio mengangguk mengerti dan menuju para wanita untuk melindungi nya.
Fram dan Ramon memperhatikan pergerakan disemak yang bergoyang-goyang dengan srbilah golok ditangan fram dengan tongkat yang dipegang Ramon. Situasi ini begitu menegangkan menurut para wanita yang berada dibelakang punggung Dio. Namun berbeda dengan Dio yang kesenengan dipegangi 3 wanita cantik sekaligus. Sampai Dio bergumam sendiri menikmati nya.
"Widihhh..nikmat mana yang tak kau dusta kan..meski tinggal di hutan yang menyeramkan seperti ini kalau dikelilingi para wanita cantik gue rela dahh..."
Alhasil Dio mendapat keplakan di kepala dari eva yang mendengar gumam Dio.
"Kebanyakan mimpi lo..ngarep.."
Ranhi dan Risty hanya tersenyum ..sedangkan Ramon dan fram menghampiri semak-semak yang bergerak itu. Tiba-tiba **** hutan lompat keluar dari semak hingga fram dan Ramon yang sudah bersiaga menghindar dari **** hutan yang hendak menyeruduk mereka. Para wanita yang melihat seketika berteriak karena takut.
"Ramon hati-hati meski **** hutan itu masih terbilang kecil tapi cukup berbahaya jika kamu terkena serudukan nya" fram memperingatkan
"Baik fram..kita kepung dia, lumayan buat sedikit pesta nanti malam."
Dengan hati-hati fram dan ramon mengepung dan hendak mendekati **** hutan itu. Ketika **** hutan itu berlari ke arah fram dengan sigap dan cekatan fram mengayunkan goloknya seraya menghindari serudukan **** hutan itu hingga golok nya mengenai badan **** tersebut.
Namun ternyata ketika menghindar tangan fram tidak sengaja terkena ranting pohon yang tajam hingga tangan nya terluka. **** hutan itu ternyata cukup tangguh hingga hendak menyerang kembali ke arah fram. Dengan sigap Ramon yang melihat itu memukulkan tongkat nya ke arah kepala **** dengan kuat hingga membuat **** itu tergelepar namun belum mati.
Fram langsung menggorok kepala **** itu agar tidak menyerang lagi. Ranhi yang melihat itu merasa ngeri karena dengan sadis fram menggorok **** hutan itu.
********
Asikkk...nyanyi-nyanyi dulu boleh..
Author pengen makan dulu boleh....hee
Laper banget...author juga butuh makan dulu kalee...
__ADS_1
Sementara author makan tinggalkan jejak jempol kalian dulu ok...
Happy reading.. 😉😉