Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 25


__ADS_3

Episode 25


Pada akhirnya ranhi memilih hp merek cina biasa saja Namum kualitasnya tidak kalah bagus dengan hp tadi yang ditawarkan dika pada ranhi.


"Ayah anhi tidak mau hp yang semahal itu ah..anhi mau hp ini saja, aplikasinya juga sam lengkapnya dan tidak kalah bagus dari yang tadi selain itu harga nya tidak begitu mahal kan lebih nya bisa ranhi tabung saja."


"Baiklah sayang terserah kamu saja..iyah kan mah..??" dika merangkul sarah dengan mesra membuat ibu sarah malu karena pelayan toko tertawa kecil karena ikut merasa malu.


Akhirnya ranhi mendapatkan hp baru dengan begitu sangat senang dan penuh rasa bahagia karena memiliki keluarga yang begitu menyayangi nya.


"Aku tidak akan pernah perduli omongan kata orang tentang siapa aku disini..sekalipun aku bukan anak kandung ayah dan mamah aku akan selalu tetap menyayangi mereka dan tidak akan pernah meninggalkan orang tua yang sudah mendidik ku dari kecil dengan penuh rasa kasih sayang yang berlimpah, sekalipun aku hanya anak angkat nya tapi hati ini tetap kalian lah orang tua ku yang sesungguhnya." gumam dalam hati ranhi saat itu.


.


.


Flashback off


Setelah berbenah dan mengakhiri mengenang betapa manisnya kenangan bersam ayah dan ibunya Ranhi menyusul dimas dan faiz ke lapangan voli karena tadi ranhi ditinggal dirumah sendiri. Dengan cepat ranhi merubah ekspresi wajahnya seceria mungkin seakan tak pernah ada kesedihan dalam dirinya, yah itulah ranhi dia selalu pintar dan menyembunyikan kesedihan dari semua orang dengan cepat secepat membalikan telapak tangan.


Sampailah ranhi di lapangan dan melihat dimas sedang main voli bersama bapak-bapak yang lain nya, sedangkan faiz asik main sendiri dengan teman seumuran nya. Tiba-tiba faiz dengan jail nya mendorong dari belakang mengagetkan ranhi yang sedang bengong melihat permainan dimas.


"Hayo..umika lagi apa 😁😁 "faiz mengagetkan ibunya.


"Noel (baca nul).... Ngagetin mulu si..." ranhi merangkul faiz putra kesayangan nya itu.


"Haha...umi tuh malah ngelamun, nanti cantik nya ilang lho mi.." dengan wajah serius faiz menerangkan pada ibunya dengan tangan yang memeragakan.


"Mana ada kecantikan umi bisa hilang Noel..cantik nya umi itu abadi tau.." dengan narsis ranhi bergaya so cantik depan putranya.


"Idih..narsis banget umi..ganteng juga dedek.." faiz menyangkal.


"Dedek ganteng itu ya karena umi nya cantik tau.." ranhi mencubit pipi faiz yang gembul.


"Aduhh...sakit umi...nanti ganteng nya ilang.." dengan pipi mengembung faiz cemberut lucu kepada ranhi.


"Hahahaha....." ranhi menertawakan putranya yang ternya sam narsis nya dengan dia.


Ketika bermain voli Dimas tidak sengaja melihat ranhi dan putra nya sedang asik bercanda gurau dipinggir lapang membuat dirinya tidak fokus bermain sampai dirinya terkena bola cemesan dari pihak lawan hingga membuat kepala dimas lumayan terasa pusing membuat dirinya sedikit sempoyongan untung saja teman yang lain cepat membantu dimas yang mau ambruk karena pusing kena bola. Ranhi yang melihat dimas mengalami itu langsung lari kecil menghampiri dimas.


"Abi..abi tidak apa-apa ??" ranhi memapah dimas ke luar lapangan terlebih dahulu agar tidak mengganggu yang lain latihan voli.

__ADS_1


"Abi tidak apa-apa mi.." Dimas pun mengikuti ranhi untuk keluar lapangan terlebih dahulu.


"Orang kalo main tuh fokus makanya.."ranhi memberi tahu.


"Umi..abi kenapa mi ??" faiz memeluk ranhi karena menghawatirkan dimas.


"Abi tidak apa-apa dek.." dimas menjelaskan bahwa dia baik-baik saja.


"Kalo gitu ayo kita pulang saja hari juga udah sore.." ranhi mengajak dimas dan faiz pulang..


Mereka akhirnya pulang bersama, namun ditengah perjalanan ranhi bertemu dengan ibu RT yang menyapa ranhi membuat mereka berhenti sejenak guna menjawab sapaan nya.


"Sore ranhi..pak dimas..habis latihan voli y?? Ko sudah pulang jam segini..biasanya sampai mau adzan baru pulang..dan lagi ranhi kenapa tadi pagi tidak datang ke kafe herbs untuk minum susu lagi, minum yang rutin bu biyar tambah maksimal hasilnya." bu RT nyerocos tanpa sensor.


Ranhi menggaruk kening nya yang tidak gatal sama sekali menghilangkan kegugupannya. Sedangkan dimas sekarang beranjak pergi bersama faiz meninggalkan ranhi yang diajak ngobrol bu rt.


"Abi pulang duluan..." dimas pamitan.


Ranhi menganggu kan kepala tanda mengijinkan dimas untuk pulang duluan.


"Iyah bu maaf tadi pagi saya belum sempat, mungkin besok pagi saya datang..mari bu saya duluan."


Ranhi berpamitan dan langsung berjalan untuk pulang. Sesampainya di depan pintu rumah ranhi menelan ludah dengan susah karena takut dimas marah. Dan benar saja setelah ranhi masuk ranhi melihat dimas yang duduk bersilang tangan depan dada di ruang tamu menunggu kedatangan ranhi. Ranhi yang baru datang langsung dihujani pertanyaan dari dimas.


"Itu program kesehatan minum susu bersama bi." ranhi menjelaskan dengan nada lembut karena takut dimas marah.


"Terus bayar atau gratis ??"


"Bayar bi dua puluh ribu tiap sekali minum."


"Orang mah dari pada tiap hari beli susu dua puluh ribu cuma satu gelas mending kamu beli susu khusus program hamil..pantes saja duit cepat habis." setelah berkata seperti itu dimas bergegas mengambil tas kerja nya dan bersiap pergi begitu saja.


"Iyah.." ranhi tidak bisa menjawab pernyataan suami nya panjang karena merasa tidak ada guna nya berdebat.


Tidak seperti biasanya dimas berangkat kerja tanpa berpamitan pada ranhi..dimas hanya berpamitan pada putranya yang sedang asik nonton acara televisi.


Ranhi merasa dimas terlalu berlebihan menanggapi kegiatan ranhi saat ini yang berusaha ingin merawat diri agar lebih segar dan sebenarnya dia hanya ingin suaminya selalu senang dan betah melihat ranhi yang semakin cantik dan bohay sebagai bonus kalo boleh ranhi berharap diberi momongan lagi karena ranhi tidak mau jika putranya hanya sendiri tidak memiliki saudara. makanya ranhi bahkan mempunyai keinginan untuk memiliki anak 4 atau 2 juga cukup.


Namun dimas melarang kegiatan baru ranhi yang dimas bilang itu hal pemborosan yang tidak penting dan bermanfaat.


Bahkan dia hanya menyarankan kalo mau program hamil lebih baik konsul yang jelas ke dokter atau bidan jadi mengkonsumsi yang benar seharusnya bagai mana. Ranhi mengambil sebuah buku note box dengan pulpen di laci lemari nya, dan bergegas tiduran telungkup di kasur guna menyamankan diri untuk menulis mencurahkan semua yang ada di dalam hatinya.

__ADS_1


.


.


.............


Tulisan di buku note box


"Sakit banget..rasanya tuh luka nya begitu dalam dan sangat menyakitkan karena hanya bisa memendam rasa ingin dalam hati yang tidak bisa terwujud dengan mudah..setiap saat aku mempunyai keinginan pasti selalu tertahan dan menjadi tekanan batin tersendiri..harus kalian ketahui itu membuat aku harus terus tersakiti."


"Dari sejak kecil aku selalu serba kekurangan dan kesusahan, jangankan untuk jajan seperti orang lain bahkan untuk makan saja keluarga ku harus berjuang banting tulang. Sekarang mungkin orang tua ku sudah serba terpenuhi kebutuhan nya untuk sehari-hari bahkan untuk jajan pun selalu ada dan tidak pernah membatasi. Tapi berbeda dengan diriku yang selalu harus bersabar menahan keinginan bahkan hanya untuk jajan saja dibatasi karena keadaan ku sangat sulit dengan banyak hutang yang harus dibayarkan. Bukan aku tidak pernah mau bersyukur tapi meski pendapatan sudah ada pastinya hanya habis untuk bayar hutang..


Sejujur nya aku tidak pernah tahan dengan keadaan seperti ini, aku tidak terbiasa dan tidak pernah mau hidup dengan dibebani banyak hutang seperti ini. Ingin rasanya aku bercerita kepada ayah tapi aku juga tidak mau ayah sedih dan merasa suamiku tidak bisa membuat putrinya bahagia. Aku selalu berusaha tegar meski sakit tapi aku juga sadar semua harus sesuai kemampuan kita..aku juga sadar kalo saat ini hanya suami yang menanggung semua kebutuhan aku dan putraku.


Ya allah salah apa aku dimasa lalu..ampunilah segala kesalahan ku, mudahkan hamba agar bisa menyelesaikan semua hutang piutang suami ku. Dan buatlah suamiku sadar dan tidak perlu berhutang lagi dalam hal apapun..


Aku ingin bisa seperti dulu bisa seperti orang lain bisa jajan enak dan bebas tanpa harus memikirkan harus bayar ini ono..


Keinginan ku tidak lah berlebihan, aku hanya menginginkan semua kebutuhan ku, putraku, dan suamiku terpenuhi kelak di kehidupan ini. Tidak seperti sekarang ini hampir setiap hari merasa bingung karena banyak yang musti dibayar belum lagi orang yang nagih tuh ngomong nya suka seenak jidat mereka.


Pakai acara bilang jadi bini ko kaga tau penghasilan suami dapet kaga terus dari hasil ngerampok, maling atau apalah kan sinting itu orang..begitu sih udah kaya omongan orang yang kaga pernah dididik dan bersekolah kan.


Orang mah boya pakai bahasa yang enak dan sopan jadi kitanya juga segan dan pastinya berusaha lebih untuk bisa bayar hutang nya.


Perasaan ya aku juga suka ada tuh yang pinjam uang sama aku terus dia belum bayar padahal udah habis tuh waktu yang dijanjiin ke kitanya, aku si pasti menagih hutang nya dengan baik-baik bahkan terkadang aku mah kaga pernah nagih kalo ngeliat orang nya kaga mampu nih buat bayar. Duhh ampun dah aku mah sebenernya pusing banget sama masalah hutang mah.


Jadi aku harap kalen mah jangan ampe dah punya hutang atau berusaha nyari utangan gitu ke orang, nanti yang repot kamu sendiri.. Kaya aku gini yang ngutang sih suami..urusan-urusan punya dia ya..tapi tetep aja say istri yang karena imbas nya..kan nyesek.....


Begitulah curhatan ranhi di note box nya yang dia punya untuk melupakan semua yang dia alami, kalo anak abg sekarang bilang nya diary gitu..wkwkwk


Ranhi terkadang tertawa sendiri jika sudah mencurahkan semua yang dia rasakan lewat note box nya, terkadang ranhi tidak pernah segan untuk menangis sejak itu pula. Tapi ranhi sering sekali merasakan ada kelegaan di hati nya setelah mencurahkan semuanya lewat tulisan itu.


Ranhi sesekali suka membuat rangkaian kata-kata yang indah membentuk sebuah rangkaian puisi. Namun dia hanya menjadikan koleksi sendiri.


.


.


.


**********

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya teman ku sekalian 😁😁😁😁


__ADS_2