Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 24


__ADS_3

Episode 24


"Bahkan panggilan sayang kita pun kita tidak pernah ucapkan lagi..aku akan tetap datang ke rumah tunggu aku, dan sebaiknya kamu risen saja dari pekerjaan mu sekarang semua kebutuhan mu aku penuhi."


"Tidak..aku..." ranhi tidak dapat menyelesaikan kalimat nya karena dimas menutup telepon nya secara sepihak dari sana.


"Iiihhh....menyebalkan..." ranhi membanting hp nya sampai hp itu hancur berantakan.


Ibu sarah menghampiri kamar ranhi karena mendengar ranhi berteriak dan suara barang yang jatuh.


Tok.tok.tok..


"Ranhi buka pintu nya..suara apa itu yang jatuh?? Cepat buka pintu nya.." ibu sarah mengetuk pintu kamar ranhi.


Ranhi segera membuka pintu untuk ibu nya.


"Tidak apa-apa hanya hp yang jatuh dari atas lemari mah." ranhi tidak ingin membuat ibunya khawatir.


"Syukurlah mamah kira kamu kenapa-kenapa..segera mandi dan setelah itu baru makan." Ibu sarah mengelus kepala putranya dan berlalu kembali ke dapur.


Sebelum beranjak jauh ranhi menggapai tangan ibu sarah menghentikan langkah nya.


"Baik mah..maaf kalo anhi sudah membuat mamah sedih."


Ibu sarah meninggalkan ranhi dan menyiapkan makanan untuk ranhi dan ayah nya. Tidak lama ranhi selesai mandi dan langsung menuju ruang makan dimana sang ibu sudah menunggu untuk makan bersama.


"Mah..ayah belum pulang ??" ranhi membuka obrolan sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.


"Belum..ayah bilang hari ini mungkin lembur karena ada pembahasan di dinas kesehatan." ibu sarah menjelaskan.


Mereka berdua pun menikmati masakan ibu sarah dengan nikmat dan tanpa obrolan lain lagi. Setelah dirasa cukup kenyang ranhi menyudahi makan sore nya dengan sang ibu. Sedangkan ibu sarah langsung membereskan meja makan dan mencuci piring kotor nya. Ranhi menuju ke ruang tamu hendak membaca novel yang baru ia beli kemaren tak lupa membawa hp nya yang tadi dia banting sampai batu baterai nya terlepas. Sambil menimang-nimang hp itu ranhi menepuk jidat nya.


"Plakk..


"Ampun dah..hp jadi korban..musti lembiru ini mah.." gumam ranhi.


Dari ruang tengah ibu sarah hanya tersenyum dan menonton acara televisi yang sebetulnya tidak menonton acara nya namun memikirkan perihal pertanyaan ranhi yang menjadi bumerang kehidupan nya ranhi nanti. Hingga tanpa disadari ibu sarah meneteskan air matanya dan langsung menghapus air matanya karena takut diketahui ranhi.


Sedangkan ranhi sekarang membetulkan hp nya sendiri dan langsung menyimpan ya di meja lalu membaca novel barunya. Ketika asik membaca ayah ranhi pulang ke rumah dengan ceria terlihat dengan wajah yang sumringah.

__ADS_1


"Assalamualaikum...hai putri ayah yang cantik serius amat...padahal amat juga kaga pernah serius." dika merangkul ranhi membuat ranhi merasa aneh.


"Iih...ayah garing banget..apaan sih bawa si amat.." ranhi menertawakan ayah nya yang lagi aneh.


Sarah dari ruang tengah menghampiri suami dan putrinya yang sedang tertawa bersama.


"Walaikumsalam...ayah kelihatan nya sedang senang sekali."


"Aahh...sini mah duduk samping ayah.." duka menepuk kursi sebelah dirinya duduk.


Ranhi menggeser sedikit duduk nya agar ibu nya juga bisa duduk bersama. Sarah pun duduk disebalah dika suami tercintanya.


"Ada apa ayah..??" jangan bikin kita penasaran dong.."sarah bertanya pada dika.


"Iyah ni tau ayah, mungkin dapet lotre mah." ranhi menyanggah pertanyaan ibunya.


"Bukan..tapi ayah mendapat bonus dari pak wali kota karena pekerjaan ayah selesai tepat waktu, jadi ayo siap-siap nanti kita jalan-jalan." dika merangkul ranhi dan sesekali mencium kening nya dengan sayang.


Namun ranhi berpura-pura murung, berharap ayah nya segera peka akan keadaan nya. Dan benar saja ayah nya langsung menanyakan kenapa ranhi terlihat murung.


"Anhi sayang kamu ko malah terlihat tidk senang ayah dapat bonus..?" dika bertanya pada ranhi.


"Hp anhi rusak yah..hik..hik.." ranhi berpura-pura menangis agar ayah nya mau membelikan hp baru.


Benar saja dika langsung menyuruh putrinya ganti baju begitu juga ibu sarah..


"Ya sudah cepat sana kalian ganti baju kita jalan-jalan dan belanja keperluan rumah dan lainnya." dika begitu bersemangat mengajak keluarganya pergi untuk jalan-jalan dan shopping.


Setelah semua siap mereka pun pergi bersama ke sebuah mol terbesar di kota nya, sepanjang jalan mereka bercanda tawa merasakan betapa bahagia nya mereka hari ini. 20 menit selama perjalanan akhirnya mereka tiba di mol yang mereka tuju dan langsung pergi ke bagian pusat belanja keperluan pokok sehari-hari terlebih dulu. Dika dengan setia membawakan troli dan mendorongnya mengikuti ibu sarah dan ranhi yang sudah berjalan didepan memilih dan memasukan belanjaan nya ke troli belanjaan yang dika dorong dari tadi. Setelah dirasa semua kebutuhan pokok cukup mereka menuju kasir dan tentu saja dika yang bayar semua.


Kemudian mereka menitipkan terlebih dulu barang belanjaan nya di penitipan barang lalu menuju pusat baju. Ranhi dan ibu sarah memilih bersama baju yang diinginkan segitu juga dika dia sudah lebih dulu memilih baju untuk dia berangkat kerja. Ranhi merasa sangat bahagia dan sangat ceria berbelanja bersama dengan ayah dan ibu nya.


Setelah puas berbelanja baju dika mengajak ranhi dan ibu sarah ke toko elektronik terutama toko hp, jelas ranhi sangat senang dengan bergelayut manja pada ayah nya ranhi menebarkan senyum sehingga siapa saja yang melihat mereka bertiga pasti merasakan ikut bahagia dan perasaan yang begitu hangat karena keharmonisan dalam sebuah keluarga.


Ketika di toko hp ranhi dengan antusias melihat banyak hp canggih keluaran terbaru yang begitu bagus dengan variasi harga dari yang termurah sampai termahal. Dika menanyakan hp mana yang ranhi inginkan yang dika ketahui sekarang ini ranhi pasti sedang kebingungan karena disuguhkan dengan pilihan yang begitu banyak dan bagus semua. Dika menanyakan hp mana yang pantas buat putri kesayangan nya kepada penjaga toko hp. Tak lama penjaga toko menyodorkan hp bermerek gambar apel dan menjelaskan semua keunggulan perangkat dan aplikasi hp ya dengan detail. Dika menanyakan apakah ranhi suka atau tidak hp tersebut, dan pastinya ranhi sangat menyukai hp nya.


"Anhi mau hp yang ini atau yang lain nya ??" dika bertanya pada ranhi.


"Emmhh...itu terlalu mewah yah..anhi belum terlalu memerlukan hp secanggih itu, apalagi harganya juga begitu mahal." ranhi menolak tawaran dika.

__ADS_1


Pastinya dika tau siapa putrinya, yang pasti ranhi pastinya menolak membeli barang semahal itu. padahal dika sudah tau pasti jika putrinya akan menolak hp semahal itu karena dari dulu ranhi orang paling pengertian selain ibu sarah.


Dika dan sarah sangat beruntung memiliki putri sebaik ranhi meski terkadang ranhi melakukan kenakalan disekolah dulu tapi dia juga seorang siswa yang berprestasi.


Pada akhirnya ranhi memilih hp merek cina biasa saja Namum kualitasnya tidak kalah bagus dengan hp tadi yang ditawarkan dika pada ranhi.


"Ayah anhi tidak mau hp yang semahal itu ah..anhi mau hp ini saja, aplikasinya juga sam lengkapnya dan tidak kalah bagus dari yang tadi selain itu harga nya tidak begitu mahal kan lebih nya bisa ranhi tabung saja."


"Baiklah sayang terserah kamu saja..iyah kan mah..??" dika merangkul sarah dengan mesra membuat ibu sarah malu karena pelayan toko tertawa kecil karena ikut merasa malu.


.


.


.


.


***********


Heyhooo....hehe....


Maaf ya reader tersayang ku cintaku...


Rhe baru up lagi setelah beberapa hari menghilang ditelan antah brata..wkwkwk


Demi sang dewa terganteng di kayangan yang turun dari langit ketujuh ada yang nunggu up novel ini gak sihh... 🤔🤔🤔🤔


Kaga ya.....


.


.


Hufff.....makanya rhe up seminggu sekali z deh ah..biar kalen pada nangis² dulu...


"Siapa juga yang nangisin novel ini?? Geje..."


🤦🏻 tega bgt deh kalo ampe ada yang komen begitu..tapi rhe bahagia akhirnya ada yang mau komen daripada sepi bener gak tuhhh....

__ADS_1


Happy reading all....


__ADS_2