Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 7


__ADS_3

Episode 7


Fram langsung menggorok kepala **** itu agar tidak menyerang lagi. Ranhi yang melihat itu merasa ngeri karena dengan sadis fram menggorok **** hutan itu.


"Ohh...tuhan tolong lindungi kami selalu dari setiap marabahaya yang ada" gumam Risty yang sama-sama merasa ketakutan saat itu.


"Semua sudah aman..Dio bantu Ramon mengikat **** sialan itu fan kita bawa untuk dipanggang nanti malam." fram memberi perintah dan berlalu hendak mencari sungai untuk membersihkan diri karena terkena cipratan darah ketika menggorok **** hutan tadi.


Ranhi terkejut ketika melihat bahu lengan kiri fram terdapat luka sayatan sedikit lebar yang mengeluarkan darah cukup banyak.


Ranhi mengikuti fram ke tepian sungai yang tak jauh di depan tempat kejadian tadi dengan membawa p3k nya yang memang ranhi bawa dalam tasnya dari sejak berangkat.


Fram membuka baju atasan seragam Nya hendak dicuci karena terkena cipratan darah begitu banyak terlebih tangan nya yang kotor. Ketika fram sedang mencuci baju seragam nya dia melihat ranhi yang memperhatikan nya di belakang punggung nya dari bayangan yang terpantul di air.


"Sebegitu terpesonanya lo sama gue.."


Ranhi mendengus sebal karena ucapan fram.


"Idihhh...PD banget jadi orang.."


"Terus sedang apa lo dibelakang gue??"


Fram meneruskan membilas baju nya dan mencuci muka agar menyegarkan nya.


"Gue cuma khawatir sama lo.."


Seketika fram menghentikan kegiatan nya dan menengok ke arah ranhi. Dengan hati berbunga-bunga karena mendengar bahwa ranhi menghawatirkan dirinya. Namun tetap menyembunyikan raut wajah senang nya itu.


"Lo khawatir sama gue ??


"Emh..ka-kaga ju-juga tuh.."


Ranhi berbalik hendak meninggalkan fram karena muka ranhi yang sudah memerah karena menahan malu dari fram.


"Hiss...bisa-bisa nya aku menghawatirkan orang menyebalkan seperti dia.."gerutu lirih ranhi.


Sebelum melangkah jauh fram menahan tangan ranhi yang hendak akan meninggalkan dirinya.


"Sekarang mau kemana ?? Ini hutan nona kamu bisa celaka kalau tidak dalam pengawasan aku."


"Aduh..jantung gue terasa mau loncat keluar ini..ngapain si ni bocah nahan tangan gue udh gitu apa tadi dia bilang, kamu aku??" gerutu hati ranhi yang merasa gugup seketika.


"Tunggu sebentar aku mau mengambil baju seragam yg ku cuci."

__ADS_1


Setelah mengambil bajunya fram mengajak ranhi kembali ke tempat teman nya yang lain. Ketika ranhi loncat hendak mendapatkan batu tuk pijakan kaki nya, namun ternyata batu yang dia pilih berlumut hingga ranhi terpeleset dan akan terjatuh.


Fram dengan cepat menangkap tubuh ranhi yang akan terjatuh. Ranhi yang merasa ketakutan sepontan memeluk fram dengan erat, fram yang menerima pelukan dengan senang hati membalas pelukan ranhi. Kemudian dengan perlahan fram berbisik dan mengelus rambut ranhi yang panjang dengan lembut agar ranhi merasa tenang.


"Tenang lah..kamu aman jika selalu ada didekat ku.."


Ranhi yang mendengar ucapan fram mulai tersadar kalau saat ini dia sedang memeluk fram dengan erat. Sepontan ranhi mendorong fram dengan kuat hingga tidak sengaja mengenai bahu kiri fram yang terluka. Fram merasa ngilu dan sedikit berteriak kecil karena ranhi mengenai luka nya.


"Aagghhhh....tangan ku.."


Ranhi kaget gara-gara fram yang kesakitan dan tangan nya terkena darah fram.


"Ya ampun...maafkan aku fram aku tidak sengaja, kamu juga sih kegenitan.."


"Kenapa jadi aku yang disalahin sih?? Kalau aku tidak menangkap mu pasti kamu jatuh dan terbentur batu."


"Lagian kamu meluk aku kaya gitu sihh.."


"Kaya gitu gimana coba?? Orang kamu duluan yang meluk aku dengan erat.."


"Ok..ok..kalau begitu aku minta maaf..sekarang aku obatin tangan mu dulu atau kau akan kehilangan banyak darah."


"Baiklah..."


Mereka berdua duduk di batu besar yang ada tepian sungai sekarang ini. Ranhi dengan pelan membersihkan luka fram dengan alkohol agar tidak menimbulkan infeksi kemudian mengoleskan betadin, sementara fram yang sesekali meringis karena merasa pedih pada lukanya menatap wajah ranhi yang serius mengobati luka nya begitu terlihat manis menggemaskan. Dengan sinar matahari di sore hari wajah ranhi begitu terlihat lebih manis bahkan angin sesekali memainkan peran nya menerpa rambut ranhi hingga terkadang menghalangi pandangan nya.


Ranhi mematung dengan sentuhan tadi, fram yang melihat ranhi terdiam mengibaskan tangan nya didepan muka ranhi yang bengong namun usahanya tidak membuahkan hasil. Sampai fram mempunyai ide gilanya yang siapapun tidak akan menyangka nya.


Fram mengecup bibir ranhi dengan cepat agar ranhi tersadar namun yang ada ternyata ranhi malah makin tercengang. Fram merasa semakin tertantang karena ranhi tidak menanggapi atau marah sehingga dimas kembali mengecup bibir ranhi lagi namun tidak seperti tadi. Fram mengecup bibit ranhi dengan lembut dan cukup lama bahkan sedikit melumatnya sampai ranhi pun akhirnya sadar dari mematung nya.


"Hey apa yang lo barusan lakukan??"


"Tidak ada.."dengan mengangkat bahu nya seolah memang menegaskan tidak ada yang dilakukan fram padanya.


"Loo...." ranhi hendak menampar fram, namun dengan sigap fram menangkap tangan ranhi dan malah mencium tangan ranhi tanpa basa basi.


Dari kejauhan Ramon melihat ranhi dan fram yang sedang bersitegang karena hal cium mencium.


"Brow...hari udah mulai mau gelap nih..kita harus segera bikin tenda buat istirahat dimana nih?? Kita tungguin malah asik pacaran."


Fram hanya tertawa menanggapi Ramon malah dengan sengaja merangkul bahu ranhi tanpa menghiraukan ranhi yang menolak rangkulan nya.


"Gila ni brandalan..udah dapat buruan **** hutan sekarang mau berburu cinta pula..berat mainan nya langsung peluk bae."

__ADS_1


Ramon mencibir fram dan ranhi.


Dengan segera ranhi dan fram menghampiri Ramon untuk bergabung dengan yang lain nya dan langsung mencari tempat untuk mereka beristirahat menjelang malam nanti.


Mereka semua meneruskan perjalanan hendak mencari tempat yang sedikit terbuka untuk mendirikan tenda untuk beristirahat.


Akhirnya mereka menemukan tempat yang diinginkan dengan segera mereka mendirikan tenda dan api ungun untuk memasak sekaligus menghangatkan tubuh mereka.


Setelah tenda terpasang dan api ungun menyala ranhi membantu eva dan Risty menyiapkan semua bumbu masak untuk masak nasi liwet sedangkan Ramon, Dio ,dan fram mulai bakar daging kelinci hasil perburuan tadi dan jangan lupa **** hutan pun menjadi menu spesial di malam itu.


Akhirnya hasil masakan mereka semua matang dan sudah tersedia didepan mereka.


Namun karena ranhi merasa mual melihat daging **** hutan nya meminta maaf dan memisahkan diri untuk makan sendiri ke dekat tenda nya untung nya tadi ramon dapat seekor kelinci jadi ranhi bisa tetap makan daging juga sedangkan yang lain dengan nikmat memakan semua hidangan yang ada.


Fram diam-diam memperhatikan ranhi yang terlihat seperti kebingungan.


Dalam benak hati ranhi dia memikirkan bagaimana dia bisa kembali ke dunia nyata nya atau bahkan yang sekarang ini adalah dunia nyata sebenarnya.


Ranhi beranjak mengambil air minum setelah selesai makan begitupun yang lain telah selesai dengan ritual makan nya. Namun ranhi tidak melihat fram bergabung dengan yang lain.


"Ramon kemana perginya fram ??"


"Cie..yang lagi di mabuk cinta ditinggal dikit aja udah dicariin, kangen yee..."


"Sialan lo..gue kan cuma nanya, kalau tau tinggal jawab dimana gitu aja repot."


"No dia tadi masuk tenda, mungkin mau tidur lebih awal."


"Ok thank's..


Dengan segera ranhi menghampiri fram di tenda dan langsung menemukan fram yang sedang terbaring di ayunan yang mereka pasang tadi untuk tidur.


"Hei..hei..bangun gur mau nanya sesuatu.."


Tak kunjung ada jawaban dari fram ranhi berniat menggoyangkan tangan nya namun sebelum ranhi menyentuh nya fram menjawab.


"Nama ku framono dan kamu bisa panggil aku fram seperti yang lain.."


"Owh...jadi nama mu framono.. Ok baiklah fram gue mau nanya sesuatu."


Bukan nya menjawab pertanyaan ranhi fram malah terdengan merintih seolah dia kedinginan padahal sekarang ini sedikit panas.


*******

__ADS_1


Setelah baca jangan pernah lupa tinggalkan jejak jempol nya ya sayyy...terima kasih cinta...


Muachhh...


__ADS_2