Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 19


__ADS_3

Episode 19


Akhirnya ranhi menyelesaikan kegiatan masak nya dan menyiapkan nya di meja lemari piring nya. Tapi ranhi masih saja menangis sampai matanya sekarang bengkak. Ranhi melihat cermin didepannya kemudian malah tersenyum melihat dirinya sangat berantakan.


"Busett...udah kaya orang gila dikit-dikit nangis terus tiba-tiba menertawakan diri sendiri..wkwk"


Gerutu ranhi pada dirinya sendiri.


Akhirnya ranhi masuk kamar mandi untuk cuci muka mengurangi bengkak matanya.


Setelah selesai ranhi memanggil putranya faiz untuk makan namun ternyata faiz tidak ada di dalam rumah, ranhi pun keluar mencari putranya terlebih dahulu.


Tempat lain sebuah lapangan voli faiz asik bermain sepak bola dengan seseorang pria yang baru saja dia kenal tapi sudah begitu akrab.


"Om terimakasih ya sudah mau main sama aku."


"Iyah sayang sama-sama..boleh om tau nama mu siapa?"


"Tentu boleh om, nama aku Noel..hee..om namanya siapa?" dengan wajah polos nya faiz memperkenalkan diri dengan nama lain.


Fram tidak mempermasalahkan jika faiz menyebutkan yang setau dia itu bukan nama si anak.


"Ok..panggil saja om fram."


"Ok..om fram..teman??"


"Ahh...iyah teman.."


Mereka pun asik kembali bermain sepak bola dengan gembira. Ranhi melihat putranya sangat terlihat bahagia bermain dengan seseorang pria dewasa, karena khawatir ranhi cepat-cepat menghampiri putranya.


"Noel main sama siapa kamu sayang??" ranhi menjauhkan putranya dari pria yang belum sempat ranhi tengok siapa dirinya yang mengambilkan bola milik putranya.


"Hai..ranhi.."


Fram menyapa ranhi dengan lembut agar tidak mengagetkan nya karena ranhi terlihat khawatir.


"Umi Noel main bareng om fram..dia baik ko umi." faiz memberi penjelasan agar ibu nya tidak marah.


Ranhi menoleh pada fram dengan mata yang begitu sinis memberikan peringatan pada nya.


"Mau apa kamu disini? Apakah terlalu santai jika kamu berada disini diwaktu sibuk mu."


"Tenang saja ran..aku tidak akan menculik nya."


"Siapa tau kamu memang mau menculik putra ku."


"Sudahlah umi jangan lebay, om fram cuma ajak aku main..benar begitu om?" faiz merasa ibunya terlalu berlebihan.


"Tapi umi tidak suka ya kalo dedek main sendiri begini..nanti kalo ada yang penculik beneran gimana??"


Tanpa memperdulikan fram ranhi langsung menggendong faiz untuk diajak pulang. Setiba nya di rumah dimas sudah duduk di teras rumah menunggu ranhi.


"Dari mana saja kalian..??" dimas bertanya dengan nada bicara yang tidak seperti biasanya.


"Umi tadi nyari dedek untuk makan, tumben nyariin..ada apa?" ranhi merasa ada sesuatu yang beda dari dimas.


"Mencari dedek atau ketemuan dengan seseorang ??"


Ranhi langsung diam karena bingung apa yang sebenar nya dimas maksud.


"Maksud abi apa??"


Dimas memberikan hp milik nya agar ranhi bisa melihat sebuah foto dimana ranhi sedang bersama fram ketika di toserba. Ternyata ketika mereka bertemu ada yang memfoto mereka berdua. Tertera nomer yang mengirim foto itu sebuah nomer yang tidak dikenal. Ranhi kaget kenapa ada orang yang mengirim foto itu.

__ADS_1


"Ini..ini hanya salah paham, ketika umi sedang kesusahan mengambil barang yang umi butuhkan dia hanya membantu mengambilkan saja." ranhi menjelaskan memang seperti itu kejadian nya.


"Apa benar seperti itu??" dimas masih merasa curiga karena dia sudah termakan cemburu.


Faiz yang tidak mengerti apa-apa hanya masuk ke dalam rumah hendak mengambil minum karena kehausan.


"Iyah buat apa umi bohong ?" ranhi menegaskan bahwa dia memang tidak punya hubungan apapun dengan fram. "Ya sudah ayo kita makan tadi umi sudah masak."


Kemudian ranhi meninggalkan dimas yang masih duduk di teras rumah. Ketika ranhi menyiapkan makanan untuk suami dan putranya ranhi terus memikirkan siapa orang yang memfoto nya saat itu dan siapa pengirim fotonya itu.


Dimas dan faiz pun langsung menikmati makanan yang ranhi siapkan, ranhi pun ikut makan namun rasanya ranhi sudah tidak berselera karena badmood dengan dimas yang mendiamkan nya. Ketika mereka selesai makan faiz langsung meminta izin untuk main lagi bersama teman yang lain nya yang sudah menunggu nya di depan teras. Dimas masih mendiamkan ranhi dan masuk kamar hendak melanjutkan tidur nya. Ranhi pun sekarang hanya diam tanpa mau berkata apa"dan hanya tiduran diruang tamu menggelar karpet seusai membereskan semua bekas makan nya tadi.


Ranhi memang lebih baik diam seribu bahasa dan berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa daripada semua nya menjadi ribet.


Lama kelamaan ranhi merasa dirinya mengantuk karena badmood nya, akhirnya ranhi pun tertidur hanya beralaskan karpet diruang tamu.


Tak berselang lama ranhi mulai memasuki alam bawah sadar nya dan bermimpi. Sungguh ranhi yang saat itu dalam keadaan yang mood tidak baik hingga terbawa dalam mimpinya.


Dalam mimpinya ranhi berjalan entah menuju kemana yang pasti disebuah jalanan yang gelap kurang penerangan cahaya dia berusaha terus berjalan menuju tempat yang lebih terang. Ranhi mulai merasa ketakutan karena selain gelap jalanan itu sangat sepi tidak ada seorangpun yang terlihat.


"Dimana lagi aku sekarang?? Kenapa begitu sepi sunyi.." ranhi menoleh ke belakang dan melihat ada sebuah mobil yang mulai mendekat tapi tidak menyalakan lampu depan nya.


Ranhi berhenti sejenak berharap orang yang mengendarai mobil itu mau membantu mengantarnya pulang tow ke tempat yang lebih ramai dan terang.


Namun ranhi terkejut karena tiba-tiba mobil itu menyalakan lampu jauh nya membuat silau mata ranhi, bahkan mobil itu mulai melaju kencang hendak mau menabrak dirinya. Ranhi langsung bergerak mundur satu langkah untuk berlari menghindar dari mobil yang akan menabrak dirinya namun kaki ranhi malah terasa kaku dan sulit untuk di gerakan. Mobil itu melaju kencang semakin kencang dan ketika mobil itu sudah sangat dekat ranhi hanya bisa pasrah kalo dirinya harus mati tertabrak mobil itu, ranhi menutup matanya dengan kedua tangan nya seraya berteriak.


"Aaaggghhhhhh......"


Brughhh...


Dugh...


Ranhi berguling kesamping jalan kepala nya terbentur sesuatu namun tidak terasa begitu sakit dan merasa tubuhnya sekarang dipeluk seseorang yang melindungi dirinya dari tabrakan itu. Ranhi membuka tangan nya yang menutupi wajahnya tadi dan sangat kaget karena ternyata dia diselamatkan seseorang pria yang kini sedang memeluk dirinya dengan kepala berlumuran darah mungkin kepalanya terbentur trotoar ketika terjatuh tadi.


Ranhi tidak menghiraukan luka nya yang menurutnya itu tidak masalah, justru yng menjadi masalah sekarang adalah orang yang menolong nya kini pingsan mungkin karena benturan di kepala yang cukup keras.


Ranhi berusaha membaringkan tubuh tetap pria itu dan begitu ranhi menyingkirkan rambut foni yang sedikit menutupi wajah pria itu ranhi terkejut ternyata pria itu adalah fram.


"Fram..ya ampun kenapa kamu menolongku??"


Ranhi menyobek dress nya untuk membalut luka di kepala fram agar bisa menghentikan pendarahan nya dan menyandarkan kepala fram di dadanya. Ranhi berteriak meminta pertolongan pada siapapun yang mungkin lewat disekitar mereka berada sekarang. Tak lama kemudian sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat didepan ranhi, supir mobil itu pun turun dan menghampiri ranhi dan fram.


"Astaga tuan kenapa, nona apa yang sudah terjadi dengan tuan??"


Ternyata orang yang turun hendak menolong nya adalah Jordi asisten pribadinya fram yang memang sedang mencari nya sedari sore.


Flashback on dari pandangan fram sebelum menolong ranhi.


Di sore hari fram begitu bosan karena dia bertengkar dengan ibunya yang memaksa dirinya untuk segera bertunangan dengan wanita pilihan ibu nya. Karena bosan dia pergi ke club teman nya yang ada di pertengahan kota namun tanpa ditemani asisten pribadi nya. Sejak itu asisten nya pun ditugaskan mencari fram oleh sang ibu. fram minum sampai mabuk dan ketika menuju pulang fram berjalan menyusuri jalanan yang gelap, seketika fram melihat seorang wanita yang dia kenali berada ditengah jalanan dan ada sebuah mobil yang akan menabrak nya.


Tanpa memperdulikan nyawa nya sendiri fram langsung berlari dengan cepat dan merengkuh ranhi sampai mereka terguling ke trotoar, namun kepala fram terbentur trotoar sampai dia hilang kesadaran.


Flashback oof.


.........


"Sudahlah jangan banyak tanya dulu, sekarang lebih baik bawa dia ke RS terdekat dulu."


Ranhi menyuruh Jordi tuk segera membawa fram ke RS.


Jordi langsung menggendong fram dan membantunya masuk mobil di jok belakang agar nyaman dan ranhi pun menemani nya bahakan ranhi menidurkan kepala fram di pahanya.


Jordi dengan cepat menginjak pedal gas nya dan melakukan mobil dengan kencang membuat ranhi semakin panik.

__ADS_1


"Hey..hati-hati..nanti kita bisa celaka kalo kamu mengendarai mobil secepat ini." rahi memperingatkan Jordi.


Namun Jordi tidak menghiraukan peringatan ranhi karena Jordi tidak mau terjadi hal buruk pada tuan nya yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri, lagi pula Jordi sudah terbiasa melakukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan dengan segera para perawat dan dokter yang berada di UGD langsung menghampiri mereka. Dengan cepat fram di tidur kan ke belangkar rumah sakit dan membawanya ke ruangan UGD. Ranhi dan Jordi ikut mendorong belangkar masuk menuju ruangan nya namun seorang perawat menghentikan Jordi yang tidak boleh ikut masuk. Namun ranhi diperbolehkan masuk karena perawat melihat ranhi juga terluka dikakinya.


"Silahkan anda tunggu diluar dan mengurus pendaftaran untuk pasien terlebih dahulu." seorang suster perawat yang cantik memberi tahu pada Jordi.


Jordi pun menuruti apa yang diberitahukan oleh suster tadi.


Di ruangan UGD ranhi sangat khawatir dengan keadaan fram yang masih tidak sadarkan diri dan selalu berada di samping menggenggam tangan fram. Sampai seorang suster menyuruh ranhi duduk di tempat tidur sebelah fram.


"Maaf mba anda juga terluka, biyar saya obati lukanya terlebih dulu."


Ranhi akhirnya menuruti kemauan suster itu dan melepaskan genggaman tangan nya pada fram, namun pandangan nya tidk pernah lepas dari fram.


"Suster saya tidak apa-apa..tapi kenapa teman saya masih tidak sadarkan diri??"


"Tenang saja mba dokter sedang menangani nya." suster itu mulai membersihkan luka ranhi dan sedikit menjahit nya karena luka robekan nya yang lebar dan sedikit dalam.


Ranhi mulai merasa ngilu dan perih di kakinya ketika suster itu menjahit luka nya. Dokter yang menangani fram juga sudah selesai mengobati luka pada kepala fram namun fram masih tetap belum sadar.


Jordi yang sudah menyelesaikan di bagian administrasi langsung masuk ke ruang dimana fram dan ranhi diberi pertolongan tadi.


"Bagaimana kondisi tuan muda saya dok??"


"Anda tidak perlu khawatir karena luka pasien tidak begitu parah namun karena pengaruh alkohol dia jadi belum sadarkan diri, saya sarankan pasien untuk dirawat semalam dan sekarang bisa dipindahkan ke ruang inap untuk pemulihan."


"Baik dok..terimakasih.."


Jordi menghampiri ranhi yang terlihat sngat khawatir pada tuan nya dan mengalami luka di kaki kanan nya yang sudah diperban.


"Nona anda tidak apa-apa??"


Ranhi yang tiduran memperhatikan fram langsung duduk dan menghadap Jordi untuk menanggapi nya.


"Jordi apa kata dokter..bagaimana keadaan fram..kenapa dia belum sadarkan diri??"


Jordi malah tersenyum sedikit menertawakan ranhi yang sangat jelas terlihat khawatir pada tuan nya.


"Tuan sudah membaik non, cuma dia perlu menginap semalam karena dokter bilang dia terpengaruh minuman beralkohol."


Ranhi kaget karena Jordi bilang fram sedang dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol.


"Apa katamu pengaruh minuman beralkohol?? Kok bisa."


Jordi hanya menggelengkan tidak percaya kalo ternyata tuan nya itu sangat mencintai dan menyayangi wanita yang begitu sederhana dan menggemaskan bahkan terlihat polos seperti anak kecil.


Akhirnya fram sudah dipindahkan ke ruang pemulihan dan ranhi ikut masuk ke ruangan fram sekarang namun tidak untuk ikut dirawat untuk pemulihan. Dengan tertatih menggunakan satu tongkat untuk membantu nya berjalan ranhi masuk ruangan fram dan duduk di kursi sebelah kasur fram tertidur.


Seharusnya ranhi ikut dirawat beberapa hari karena luka di kakinya. namun ranhi tidak mau merepotkan siapapun apalagi harus mengeluarkan biaya yang besar untuk menginap di rumah sakit itu.


*********


Gimana cerita novel nya aku..


ada yang penasaran gak siapa yang mengirim foto ketika ranhi di toserba ???


pokonya baca terus update novel ku ini ya..jangan lupa like dan komen nya..


di episode selanjutnya mungkin ada sedikit kejutan makanya like terus ya...


makasih banyak buat yang udah like smoga kalian semua tetap bahagia dan sehat selalu...

__ADS_1


"happy reading all...


__ADS_2