
Episode 23
Jordi membawakan keranjang bianka berisi belanjaan dari belakang mengikuti langkah bianka. Karena dari awal Jordi meminta dia yang membawa keranjang nya agar bianka bisa mengambil apa yang di butuhkan. Setelah semua dirasa cukup bianka mengajak Jordi ke tempat kasir berada. Pelayan kasir melihat betapa serasi dan romantis Jordi bersama bianka.
"Anda berdua sangat serasi dan pasangan teromantis mba, jarang lho suami yang baik hati mau mengantar istrinya berbelanja di malam begini.." sang kasir mengomentari mereka berdua.
"Terimakasih..tapi maaf dia bukan suami saya.." bianka memberi penjelasan pada kasir.
"Owhh...maaf kalo saya sudah salah kira mba.." mba kasir meminta maaf karena sudah salah kira.
"Tidak apa-apa mba kita amin kan saja semoga penafsiran mba benar kelak kami bisa jdi suami istri yang sah..hee." Jordi dengan percaya diri menjawab mba penjaga kasir.
Disisi lain bianka hanya tersipu malu karena jawaban Jordi begitu narsis dan percaya diri sekali kalo dirinya akan menjadi sepasang suami istri. Semua belanjaan bianka semua sudah dikemas sang kasir dan langsung dibayar oleh Jordi meski awalnya bianka menolak dibayari namun Jordi memaksa.
Setelah selesai berbelanja mereka meneruskan perjalanan ke rumah bianka. Akhirnya Sampai lah mereka disebuah gang yang tadi bianka tunjukan, bianka turun dan berterimakasih pada Jordi yang kemudian berlalu meninggalkan nya.
.................
Di rumah sakit..
Akhirnya fram bisa beristirahat karena sudah meminum obat dari dokter, sedangkan ranhi masih terjaga karena dia merasa sangat merindukan putranya.
"Ya allah..entah sampai kapan mimpi ini berakhir aku cukup lelah dengan semua ini..apalagi suami ku sekarang sedang marah, lagian kenapa juga si aku harus punya suami yang egois. Lebih baik aku bermeditasi saja." ranhi bermonolog sendiri.
Ranhi melakukan meditasi selang beberapa menit akhirnya ranhi merasa tenang dan akhirnya bisa kembali ke kenyataan.
...............
"Umi bangun udah sore umi.." faiz membangunkan ibu nya yang tertidur pulas di ruang tamu.
Perlahan ranhi membuka matanya dan melihat putranya yang berjongkok di samping ranhi berbaring tidur. Setelah tersadar ranhi duduk terlebih dulu dan menyuruh faiz untuk ambilkan minum, dengan segera faiz pun kembali membawakan air minum untuk ranhi.
"Terimakasih sayang udah ambilkan umi minum, abi lagi apa dek ?" ranhi menanyakan dimas pada putranya.
"Abi masih tidur mi..dedek laper mi.." faiz meminta makan pada ibunya.
"Ya udah yu kita makan.." ranhi mengajak putranya makan.
Setelah selesai makan ranhi mengajak faiz untuk pergi membeli es krim kesukaan mereka berdua, sebelum berangkat dimas bangun dan menyuruh ranhi untuk membeli roko. Ranhi pun bergegas ke warung bersama sang putra.
Di rumah dimas hanya berdiam memainkan game di hp milik ranhi karena sekarang dia tidak punya hp android hingga sering kali dimas meminjam hp ranhi. Ranhi sebenarnya tidak pernah keberatan hp nya dipakai cuma kalo ada yang menghubungi nya beri tau saja, namun sering kali dimas hanya asik main game saja jadi tidak pernah bilang kalo ada yang menghubungi ranhi. Seperti sekarang ini orang tua ranhi ternyata banyak mengirimkan pesan lewat wa bahkan menelpon nya namun dimas tidak membalas atau menjawab telepon nya melain kan hanya mendiamkan saja.
Ranhi yang baru pulang dari warung meminta hp nya sebentar karena ranhi tau pasti ada banyak pesan. Benar saja ada 5 pesan dari dika ayah ranhi, bahkan ada panggilan juga disitu. Ranhi begitu kesal pada dimas karena tidak pernah mau bilang kalo ada yang menghubungi nya.
"Kenapa abi kaga bilang si kalo ayah kirim pesan dan bahkan sempat menelpon..kenapa juga tidak mau menerima telepon nya..??" ranhi marah pada dimas karena nya.
"Tinggal dibales sekarang apa bedanya..ya udh tinggal ditelpon balik.." dengan santai dimas hanya menjawab sekenanya.
__ADS_1
Ranhi merasa kesel bahkan terkadang menjadi tekanan batin tersendiri karena sumi nya selalu saja seenak nya tanpa mempertimbangkan perasaan ranhi. Ranhi pun bergegas ke kamar membalas pesan ayah nya yang tak lama ayah nya menelpon dia.
"Assalamualaikum..halo yah..maaf tadi anhi dari warung hp nya lagi dicas jadi kaga anhi bawa ke warung." ranhi dengan gugup menjelaskan karena takut ayah nya akan marah.
"Walaikumsalam..ayah cuma ingin tau kabar cucu ayah sekarang sedang apa..lagipula kenapa kalian tidak memberi kabar selama sebulan terakhir ini??..apa kalian sudah lupa kalo masih punya ayah dan mungkin sudah tidak sayang lagi." dika menanyakan itu pada ranhi karena di merasa semenjak menikah selain jarang berkunjung ke rumah orang tua nya bahkan komunikasi pun sangat jarang.
Ranhi merasa sangat bersalah dan sedih karena dimana masa tua sang ayah justru ranhi tidak bisa menemani karena sudah punya keluarga kecil sendiri dan terlebih lagi ayah nya sudah menikah lagi 6 bulan yang lalu dengan seorang janda yang mempunyai satu putri yang masih kuliah di pakultas umum.
"Bukan seperti itu yah..anhi selalu ingat dan sayang ayah..maaf jika selama sebulan ini tidak memberi kabar karena kita terlalu sibuk mengurusi masalah yang ada." ranhi menjelaskan agar sang ayah tidak marah.
Karena ayah nya menanyakan masalah apa akhirnya ranhi pun pastinya memberitahukan yang menjadi permasalahan nya tanpa apa adanya karena sekarang masalahnya sudah selesai karen ranhi dari dulu sebenarnya tidak pernah menyembunyikan sesuatu apapun dari ayah dan almarhumah ibunya selama masih ada. Dengan kuat ranhi menahan tangis nya dalam diam. Dan ayah nya yang pada awalnya marah pun menjadi luluh dan tidk mempermasalahkan apa-apa lagi hanya menyarankan agar ranhi selalu sabar dan tetap memberi kabar setidak nya seminggu dua kali.
"Baiklah ayah mau lanjut kerja lagi sekarang, nanti lagi saja ayah menghubungi cucu ayah."
"Iyah ayah.." ranhi mengakhiri komunikasi bersama ayah nya dan telepon pun akhirnya terputus..
Ranhi masih termenung jauh mengingat betapa sebenarnya keluarga nya begitu perhatian..namun terkadang dimas selalu salah mengartikan, seperti saat ini.
"Kenapa..ada apa ayah kamu menelpon??" dengan nada sinis dimas bertanya pada ranhi di depan pintu kmr yang terbuka.
"Ayah hanya menanyakan kabar kita karena dia rindu pada cucu nya." dengan lemas ranhi menjawab.
"Ohh..."
Dimas berlalu meninggalkan ranhi dikamar dan mengajak putranya untuk main ke lapangan. Sedangkan ranhi malah menangis dalam diam karena beranggapan dimas tidak pernah perduli pada keluarga ranhi. Entah apa salah nya sampai dimas selalu saja seperti itu. Ranhi mengingat kembali masa dimana dia selalu dimanjakan oleh orang tua nya.
.
.
Di suatu hari sepulang kerja ranhi terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat seperti biasanya. Ibunya yang melihat keadaan ranhi seperti itu langsung menghampiri ranhi dan mempertanyakan apa yang sedang menimpa ranhi.
"Putri kesayangan mamah kenapa pulang kerja ko mukanya ditekuk seperti itu ??" sarah ibu ranhi menghampiri ranhi dan mengelus rambut panjang ranhi dengan penuh kasih sayang.
"Mah apa benar anhi bukan anak kandung mamah dan ayah..??" ranhi memeluk sang ibu malah sekarang ranhi menangis di pelukan ibunya.
Sarah sangat kaget mendengar pertanyaan dari ranhi, dan entah siapa yang tega menanyakan hal sesensitif itu pada ranhi.
"Siapa yang bilang seperti itu sama anhi ??" sarah menanyakan siapa yang berani mengatakan bahwa ranhi bukanlah anak nya.
"Ada teman dekat anhi yang bilang mah kalo sebenarnya anhi bukanlah anak ayah dika dan mamah sarah jika itu benar kenapa mamah tidak jujur sama anhi mah ??" sambil terisak ranhi mengulang pertanyaan itu.
"Sudahlah sayang jangan dengarkan orang itu berbicara apapun lagi..dan mamah harap kamu jauhi dia dan jangan berhubungan lagi dengan nya, lagi pula kamu ini sudah bertunangan anhi. Kurang lebih 4 bulan lagi kamu akan menikah dengan dimas yang sudah menjadi pilihan mu yang kau perkenalkan pada kami."
Sarah pun melepaskan pelukan ranhi dan hendak pergi ke dapur, namun dicegah oleh ranhi.
"Tapi mah..anhi merasa dimas sangat egois sekarang ini, anhi berharap pernikahan itu dibatalkan saja."
__ADS_1
Ibu sarah berbalik dan menatap tajam dengan nada bicara yang sedikit kencang karena terbawa emosi. "Ranhia apa kamu mau keluarga kita dipermalukan karena kamu tidak jadi menikah..apa kata orang nanti hah.."
Ibu sarah langsung meninggalkan ranhi ke dapur untuk meredakan emosinya dan pikiran nya yang sekarang ini sedang kacau. Sedangkan ranhi hanya bisa berdiam karena bentakan dari ibu nya yang sudah lama tidak pernah semarah itu pada dirinya.
"Maafin ranhia bu..hik..hik.." ranhia bergumam lirih dan berlalu masuk ke dalam kamar nya.
Ranhia menangis dikamar membuat bantal yang dia tiduri untuk membekap mukanya sendiri menahan suara tangis nya seketika bangun karena mendengar hp nya berdering tanda panggilan masuk dari dimas tertera nama dilayar hp nya. Dengan kesal ranhi menolak panggilan masuk dimas, namun ternyata panggilan masuk di hp ranhi berbunyi kembali dan akhirnya ranhi menjawab telepon dimas.
"Halo..mau kamu apa lagi sih hehh?? Aku tuh cape tau kamu ganggu terus setiap jam kamu telepon aku bahkan setiap menit kamu kirim pesan ke aku.." tanpa jeda ranhi memarahi dimas.
"Mau aku kamu tuh kabarin aku dan selalu jawab pertanyaan aku, udah cukup itu aja..kamu tau kita itu sekarang berbeda kota kan??" diseberang suara dalam telepon yang ranhi miliki.
"Kamu itu posesif banget sih..aku juga punya kesibukan, asal kamu tau gara-gara kamu aku ditegur atasan kalo kerja jangan main hp terus tau kaga sihh??"
"Ya kalo kamu kasih aku kabar dengan benar dan bisa ngasih aku kepercayaan pasti aku juga kaga bakal ganggu kamu ko." dimas menjelaskan.
"Sudahlah terserah kamu saja aku minta kita break aja dulu selama sebulan."
"Apa kamu bilang ?? Ranhi kita itu udah mau nikah kamu jang seenaknya dong..apa perlu aku sekarang juga datang ke rumah dan langsung nyari kerja disana sekalian."
"Apa..tidak..tidak..kau tidak perlu lakukan itu."
"Bahkan panggilan sayang kita pun kita tidak pernah ucapkan lagi..aku akan tetap datang ke rumah tunggu aku, dan sebaiknya kamu risen saja dari pekerjaan mu sekarang semua kebutuhan mu aku penuhi."
"Tidak..aku..." ranhi tidak dapat menyelesaikan kalimat nya karena dimas menutup telepon nya secara sepihak dari sana.
"Iiihhh....menyebalkan..." ranhi membanting hp nya sampai hp itu hancur berantakan.
Ibu sarah menghampiri kamu ranhi karena mendengar ranhi berteriak dan suara barang yang jatuh.
.
.
.
.
**********
gimana masih suka baca dan nunggu up novel rhe kaga nihh...??
rhe jadi males up tau kenapa hati ini lagi Gegana reader...
jadi baperan terus..
gimana dong nih..rhe juga butuh banget support kalian semua..
__ADS_1
jadi jangan lupa like dan komen nya yahh...
happy reading all 😘😘😘😘😘