
Episode 18
Flashback
Suatu malam fram yang sudah lelah dengan rapat direksi tahunan yang begitu menguras fikiran nya beristirahat di hotel berbintang yang mewah. Ketika sudah terlelap di kasur nya yang empuk dan nyaman fram terlarut dalam mimpi nya yang mana dia kembali ke masa dia bersekolah dulu.
Di mimpi itulah fram untuk pertama kali bertemu dengan sosok ranhi yang membuat jatuh hati. Sejak mimpi bersama ranhi setelah beberapa hari berusaha melupakan sosok ranhi di mimpinya namun ternyata bukan semakin lupa akan ranhi yang terjadi malah sebaliknya fram semakin teringat dan selalu di bayang-bayangi oleh bayangan ranhi.
Hingga fram memutuskan untuk mencari ranhi melalui akses apapun lewat bantuan asisten nya.
Pada akhirnya fram bisa menemukan alamat ranhi pemberian dari asisten jordi.
Keesokan hari nya fram meminta Jordi untuk mengantarkan dirinya ke rumah kontrakan ranhi sesuai alamat yang tadi diberikan Jordi kepadanya. Ketika fram sampai didekat alamat yang dituju dia melihat ranhi sedang menjemur baju nya, ketika fram hendak mau menghampiri ranhi namun seketika itu juga dia mengurungkan niatnya karena tiba-tiba ada seorang pria yang langsung memeluk ranhi dari belakang dengan mesra ( kejadian nya back di episode 3 yang lupa kejadian nya y).
Fram merasa begitu emosi sampai dia mengepalkan tangan nya sampai otot-otot lengan nya terlihat mengencang, sontak fram membuka pintu mobil nya yang ingin sekali menghajar pria yang berani memeluk wanita yang dia sukai. Namun ketika baru dua langkah kaki nya terhenti karena melihat seorang anak yang begitu mirip dengan ranhi, fram berpikir mungkin itu adik nya.
Ketika fram mulai melangkah untuk mendekati mereka bertiga tiba-tiba fram dihentikan oleh Jordi.
"Maaf tuan..sebaiknya tuan tidak menghampiri mereka karena mereka adalah satu keluarga sepasang suami istri yang mempunyai seorang putra."
Fram berbalik menatap Jordi asisten nya yang sudah membungkuk karena takut tun nya akan marah besar karena dia tidak melaporkan bahwa ternyata ranhi sudah mempunyai suami bahkan seorang putra.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan hal itu sebelum nya hahh.." fram geram pada asisten nya.
Benar saja dugaan Jordi tuan nya marah besar karena dia tidak memberitahukan hal itu kemaren. Namun jangan salahkan asisten yng ganteng dan cute ini juga karena yang diminta fram itu hany untuk mencarikan alamat tempat tinggal ranhi bukan..
Flashback off
Tok.tok.tok
"Masuk..."
"Maaf tuan diluar ada nona destia memaksa ingin bertemu dengan anda." Jordi memberitahukan bahwa tunangan nya tepatnya si tunangan pilihan keluarga nya yang sudah ada diruang tamu menunggu nya.
"Mau apa lagi wanita j*lang itu kemari." fram keluar dari ruang pribadi nya di atas dan turun untuk menemui destia diruang tamu yang diekori Jordi asisten setia nya.
Ketika fram sampai diruang tamu destia langsung menghampiri nya dan bergelayut manja pada fram.
"Fram kenapa kamu tidak menjawab setiap panggilan telepon dari ku, bahkan kamu tidak mengaktifkan no mu lagi.."
Fram merasa sangat jijik karena destia menggelayut pada tangan nya bahkan menggesekkan dada nya yang bahkan terlihat belahan nya yang begitu menantang karena destia menggunakan baju yang begitu ketat dan pendek sampai bisa dikatankan baju kehabisan bahan atau kekurangan Bahan gitu.
Fram berusaha melepaskan tangan nya yang terus saja digelayuti destia.
"Handphone ku dijambret orang destia, tolong jangan seperti ini."
Fram tidak bisa berlaku kasar pada destia karena tidak mau nantinya destia mengadukan nya pada mommy nya fram dan itu pastinya akan berdampak buruk buat fram.
"Baiklah..kalo begitu temani aku shopping ya.."
"Umh...sorry destia hari ini aku ada meeting bersama investor dari luar kota yang sudah menungguku di kantor, kamu tau kan kalo mommy tau meeting ini tertunda pasti marah besar.."
"Baiklah..aku akan menunggumu di ruangan kantor mu saja, lalu kita pergi shopping."
"Terserah kamu saja.."
Mereka pun pergi bersama menuju perusahaan yang fram pimpin. Ditengah perjalanan fram melihat ranhi sedang kesusahan mendorong motor nya yang mogok karena bensin nya habis karena ranhi juga tidak mempunyai uang makanya dia memutuskan untuk mendorong nya saja sampai ketempat biasa dia menabung.
..….....
Beberapa jam sebelum nya di kontrakan ranhi sudah selesai dengan semua pekerjaan rumah nya, kemudian dia seperti biasanya mengantar putranya pergi les namun berangkat menggunakan motor suami nya.
Ranhi tidak mengecek motor sebelum berangkat karena tadi buru-buru takut faiz telat masuk les. Setelah mengantarkan putranya les ranhi berencana hendak mengambil tabungan nya untuk berbelanja sayur karena ranhi saat ini tidak memiliki uang sepeserpun makanya dia mau mengambil tabungan nya ditempat biasa dia menabung.
Namun sebelum sampai ke tujuan ternyata motor ranhi malah mogok, awalnya ranhi berusaha menstater motornya sampai menyelah nya namun motor tetap tidak bisa hidup Hingg ranhi mengecek kilometer bensin nya yang ternyata habis.
"Ya ampun ternyata bensin nya habis pantas saja tidak mau hidup ni motor, dorong dah.."
Ranhi pun mendorong motor nya dengan keringat yang bercucuran, sesekali ranhi berhenti sebentar untuk beristirahat. Ranhi begitu sedih karena keadaan nya sekarang yang sedang kesusahan. Fram melihat ranhi dan segera menyuruh asisten nya turun untuk membantu ranhi sedangkan dia akan menyetir sendiri meneruskan perjalanan nya ke kantor karena ada meeting yang tidak bisa ditunda lagi terutama fram sedang bersama destia. Fram tidak mau destia tau kalo dia sedang mendekati ranhi.
__ADS_1
"Jordi kamu turun bantu wanita itu, saya akan nyetir sendiri nanti kamu naik taksi saja ke kantor." dengan seenak nya fram menyuruh asisten nya turun.
"Sayang memang nya kamu kenal wanita itu?" destia merasa fram begitu peduli pada wanita yang baru dia lihat.
"Tidak cuma merasa kasihan saja" fram menjawab sekena nya.
Fram dan destia pun berlalu pergi ke kantor sementara Jordi menghampiri ranhi yang sedang duduk kelelahan.
"Nona kenapa dengan motornya?" Jordi menyapa ranhi.
"Owh..ini bensin nya habis pak."
"Kenapa tidak beli bensin ditepi jalan itu." Jordi menunjukan diseberang jalan ada penjual bensin eceran.
Dengan nyengir kuda ranhi menjawab "saya tidak punya uang untuk membeli bensin nya pak, ini saya mau ngambil tabungan dulu untuk membelinya."
Jordi terkejut mendengar pernyataan ranhi bahwa dirinya terpaksa mendorong motor nya hanya karena habis bensin dan tidak mampu untuk membelinya.
"Tunggu saya sebentar disini ya non."
"Ah..iyah." ranhi masih belum ngeh kalo org yang membantunya adalah asisten fram.
Ranhi terus memperhatikan Jordi dari sebrang jalan yang sedang membeli bensin dua botol berukuran satu liter. Setelah Jordi kembali dia langsung menyuruh ranhi membuka tempat bensin nya dan segera menuangkan bensin nya. Jordi juga membantu menghidupkan motor ranhi dan akhirnya motor nya sudah bisa hidup lagi.
"Terimakasih pak, sudah membantu saya."
"Sudah tugas saya non, lalu non sekarang mau kemana?"
"Saya mau mengambil tabungan dulu pak..tunggu saya ingat bapa orang nya fram kan?" ranhi mulai mengingat siapa yang menolong nya padahal dia mengenakan setelan jas hitam seperti orang kantoran.
"Betul non..saya asisten pribadi tuan fram."
"Sudah aku duga pasti kamu bukan orang biasa yang mau menolong saya dengan begitu mudah nya, kalo begitu nanti saya ganti uang bensin nya ya pak."
"Tidak usah non..dan mari saya antar anda ke tempat yang anda tuju biyar saya yang bonceng."
"Ahh...tidak perlu saya bisa sendiri pak."
"Hisss...baiklah terserah kamu."
Ranhi pun akhirnya diantar Jordi ke tempat dia biasa menabung berboncengan.
Setelah sampai Jordi menanyakan sesuatu pada ranhi.
"Maaf nona kalo saya boleh tau kenapa non menabung ditempat seperti ini bukan nya ke bank langsung?"
Jordi menanyakan hal itu karena ternyata tempat ranhi menabung hanya sebuah ruko tempat orang menyetorkan listrik atau agen link dari sebuah bank saja.
"Karena saya bisa mengambil nya dengan mudah tanpa harus potongan setiap perbulan nya pak."
"Biyar saya bantu mengambilkan non."
Sebelum ranhi mencegah nya Jordi sudah duluan masuk tanpa seijin nya.
"Aihhh...dia sama saja dengan tuan nya selalu seenak dan semau nya saja." gumam ranhi.
Jordi kembali dengan tangan kosong yang membuat ranhi heran dan sedikit kesal.
"Pak sudah bisa ambil tidak tabungan nya?"
"Maaf nona apa tidak salah tabungan nya hanya sebesar dua ratus ribu saja?"
"Lahh...emang segitu yang saya mampu dapatkan, setiap hari saya cuma mampu nabung sepuluh ribu rupiah saja maka dari itu saya hanya menabung ditempat seperti ini."
"Maaf non....."
Sebelum selesai mengatakan kalimat nya ranhi menyela nya.
"Stop pa..dari tadi minta maaf mulu udah kaya lagi lebaran aja."
__ADS_1
"Ma...."
"Suuutttt...." ranhi menutup kan jari telunjuk nya di mulut Jordi.
"Sudah biar saya yang ambil sendiri saja.."
Ranhi berjalan melewati Jordi namun terhenti karena Jordi justru menarik ranhi keluar dari ruko itu. Setelah sampai diparkiran motor nya ranhi Jordi mengeluarkan amplop berwarna coklat berisi uang 10 juta dan menyerahkan amplop itu pada ranhi.
"Ambil uang ini saja nona lalu anda pulang dan tidak usah mengambil tabungan yang ada."
Jordi menyerahkan amplop berisi uang itu tanpa mau ada penolakan, tapi bukan ranhi namanya jika tidak ada penolakan.
"Tidak usah pak.." ranhi mengembalikan amplop itu.
Jordi mengerti jika ranhi tidak mungkin menerima uang itu lalu Jordi mengeluarkan uang itu dan mengambil 10 lembar uang ratusan ribu dari amplop itu dan memberikan nya pada ranhi dengan paksa bahkan Jordi langsung meninggalkan ranhi begitu saja setelah menyerahkan uang itu.
Ranhi hanya bisa mendengus kesal pada asisten nya fram itu.
"Dasarr orang-orang pemaksa, tapi ya sudahlah rejeki juga tidak baik kalo ditolak." rangi pun berlalu meninggalkan tempat tersebut dan kembali menjemput buah hati nya yang sedang les.
...........
Di gedung yang tinggi menjulang dan megah itu tepat nya di suatu ruangan meeting berlangsung fram sudah selesai menandatangani kesepakatan kerja sama dengan seorang kolega penting yang kini menunggu kedatangan Jordi. Fram tidak langsung kembali ke ruangan kantor pribadi nya karena disana destia masih menunggu nya untuk menemani dia berbelanja ono ini.
Selang 15 menit Jordi pun akhirnya datang ke ruangan meeting menemui fram.
"Siang tuan..maaf saya membuat anda menunggu lama."
"Tidak apa-apa cepat ceritakan."
Jordi pun segera menceritakan semuanya yang dia ketahui dan alami tadi ketika membantu ranhi pada fram sedetail-detailnya tanpa ada yang ditutupi.
"Baiklah, kamu bekerja dengan bagus pulang sore nanti antar aku ke rumah utama dan kamu buatkan satu rekening atas nama ranhi sekarang kita senangkan hati si j*lang dulu."
"Baik tuan.."Jordi membungkuk ketika fram mendahuluinya dan dengan segera Jordi mengikuti langkah tuan nya dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induk nya.
..............
Ranhi menjemput faiz namun sebelum pulang ranhi hendak menyelesaikan biaya bulanan les putranya dulu untuk 3 bulan ke depan agar ranhi bisa sedikit lega selama 3 bulan ke depan tidak perlu memikirkan bayaran putranya itu. Setelah selesai urusan nya ranhi mengajak faiz untuk membeli sayur terlebih dulu ke pasar.
Setelah pulang dari pasar ranhi segera pulang ke kontrakan nya. Dan segera masak di dapur karena dimas masih tidur dikamar, faiz pun beranjak pergi bermain dengan teman-teman seumuran nya.
Ditengah kegiatan masak ranhi merasakan rindu pada almarhumah mendiang ibu nya yang selalu memasak makanan kesukaan nya.
Tanpa terasa ranhi meneteskan air matanya dan membasahi pipinya, ranhi selalu tidak bisa mengontrol dirinya jika sudah mengingat ibu nya pasti dia akan menangis tersedu-sedu seperti saat ini.
Ranhi menangis semakin sendu karena saat ini ranhi sedang dalam keadaan terpuruk dan butuh seseorang untuk menguatkan dirinya. Jika dulu ibu nyalah yang selalu jadi sandaran sekarang dia hanya bisa memendam nya dalam hati.
Terkadang ranhi ingin sekali menceritakan keluh kesah nya pada dimas sang suami namun ranhi tidak mau melakukan nya karen tau pastinya tidak akan bisa berbuat apa-apa juga.
Akhirnya ranhi menyelesaikan kegiatan masak nya dan menyiapkan nya di meja lemari piring nya. Tapi ranhi masih saja menangis sampai matanya sekarang bengkak. Ranhi melihat cermin didepannya kemudian malah tersenyum melihat dirinya sangat berantakan.
"Busett...udah kaya orang gila dikit-dikit nangis terus tiba-tiba menertawakan diri sendiri..wkwk"
Gerutu ranhi pada dirinya sendiri.
Akhirnya ranhi masuk kamar mandi untuk cici muka mengurangi bengkak matanya.
********
gimana seneng kaga kalo episode nya panjang begini...
kalo seneng coba tinggalkan jejk kalian dong..like gitu tow sedikit komen a,i,u,e,o atau a sampai z..
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
maksa ah wajib bwt yang baca ayo lime napa..
Biar rhe semangat gitu nulisnya...
__ADS_1
happy reading all....