Kekasih Mimpiku

Kekasih Mimpiku
Episode 16


__ADS_3

Episode 16


Merekapun berpisah sampai disitu saja, disisi lain sepanjang jalan ranhi bergelut sendiri dalam pikiran nya. Bertanya-tanya kenapa bisa sekebetulan itu dalam mimpi dan kenyataan yang baru saja terjadi ranhi bertemu orang dengan nama dan sosok yang sama pula.


"Hiss....ko bisa kebetulan seperti itu ya??" gerutu ranhi di angkot yang dia tumpangi sekarang.


Sementara fram yang sedari tadi mengikuti angkot yang ranhi tumpangi hanya tersenyum-senyum sendiri karena akhirnya dia bisa berkenalan dan bertemu langsung dengan ranhi.


Karena melamun sedari tadi ranhi ternyata tidak sadar kalo dirinya entah mau kemana naik angkot. Ketika ranhi melihat toko kue langganan nya yang ada dipinggir pasar baru tersadar kalo ternyata dirinya sudah salah tujuan. Padahal ranhi harus kembali ke tempat les putranya yang tidak jauh dari toserba tadi. Ranhi melihat pinggiran jalan yang dia tau itu mengarah ke terminal kota segera meminta supir angkot berhenti dan menurunkan nya didepan toko kue langganannya itu.


"Bang..bang..berhenti saya turun depan toko kue."


Angkot yang ranhi tumpangi pun berhenti dan ranhi segera turun dari angkot kemudian membayar ongkos nya.


"Ya ampun gara-gara dia aku jadi tersesat dan harus mengeluarkan ongkos." gumam nya ranhi dengan kesal.


Fram yang sedari tadi mengikuti ranhi sengaja parkir didepan toko kue yang ternyata fram pemilik dari toko kue tersebut.


Sebenarnya ranhi sangat ingin membeli kue kesukaan putranya ditoko kue langganan namun ranhi urungkan karena musti menghemat.


Fram turun dari mobilnya dan menghampiri ranhi yang sedari tadi nampak murung.


"Ranhi..kenap kamu murung disini ??"


Ranhi terkejut dan langsung merubah ekspresi muka sedikit kesal.


"Yang harusnya bertanya itu aku..sedang apa anda disini, jangan-jangan kamu mengikuti aku y??"


"Ini tokoku makanya aku ada disini, bukan mau mengikuti mu." kilah fram pada ranhi agar tidak ketauan kalo dia memang mengikuti ranhi dari tadi.


Rnhi mendengus kesal karena gara"dia memikirkan fram sampai musti nyasar seperti sekarang ini. "Haahhhh....sudahlah..aku pamit fram nanti putra kesayangan ku bisa merajuk 7 hari 7 malam kalo sampai telat jemput."


"Tunggu sebentar ranhi.." fram menghentikan ranhi tuk pergi dan berlalu masuk ke toko mue nya.


Setelah menunggu beberapa menit fram keluar kembali dari toko dengan satu kantong berisi satu dus kue brownies ditangan nya.


"Ini sebagi tanda terimakasih sudah mau berkenalan dengan saya" fram menyerahkan kantong berisi satu dus kue brownies.


Ranhi menerima kantong itu dan segera meninggalkan fram karena tidak mau membuat putranya nanti marah gara-gara telat jemput. "Terimakasih fram, aku terima bingkisan nya dan maaf aku permisi karena harus segera ke tempat les putra ku."


Fram mencegah ranhi pergi kembali malah sekarang fram langsung menarik tangan ranhi dan mengajak nya naik mobil pribadi milik nya.


Ranhi merasa kaget dan segera menolak ajakan fram namun fram orang yang anti terhadap penolakan. Hingga ranhi sekarang sudah berada didalam satu mobil dengan fram.


"Kenapa kamu memaksa aku ikuti apa kemauan mu fram?? Ranhi melepaskan tangan fram yang sedari tadi memegangi nya.

__ADS_1


"Maaf ranhi aku hanya peduli padamu saja..jordi antar kita ke tempat les tadi."fram menyuruh asisten pribadinya untuk mengantar ke tempat les putra ranhi.


"Baik tuan.." asisten Jordi yang langsung melakukan mobilnya.


Ranhi hanya diam tidak bisa menjawab kata-kata ambigu dari fram. Keheningan yang ada karena kecanggungan diantara mereka hingga sampai pada tempat les putranya ranhi.


"Kita sudah sampai tuan.." asisten Jordi memberitahukan bahwa sudah sampai ditujuan tuan nya.


"Terimakasih sudah mengantar ku.."ranhi segera turun dari mobilnya.


Fram ikut turun dan memberikan kantong kue yang tertinggal di samping kursi mobil nya.


"Ranhi ini untuk mu tertinggal di mobil."


"Owh..iyah.." ranhi pun meninggalkan fram kemudian menghampiri putranya yang baru saja keluar dari gerbang tempat nya les.


Fram kemudian masuk dan beranjak meninggalkan tempat les itu.


"Kita ke kantor.." fram memberi perintah pada asisten nya.


..................


"Umi habis dari mana?? Ko banyak sekali belanjaan nya.." faiz bertanya pada ranhi yang menunggunya keluar dari tempat les.


"Umi tadi beli susu buat dedek kan stok nya sudah habis dirumah."


"Ini kue buat dedek..yu kita pulang."


Ranhi dan faiz pun pulang dengan berjalan kaki saja karena tempat les nya tidak jauh dari tempat tinggal nya.


..............


Sesampainya dirumah faiz langsung berhambur ke pelukan dimas sudah duduk santai di depan teras.


"Abi kirain lagi tidur.."


"Sebenarnya tadi udh tidur tapi kebangun gara-gara telepon pa broto yang mengatakan hari ini mau datang ke rumah."


"Terus apa abi sudah punya uang buat bayar sisanya yang kemarin ??"


"Alhamdulillah kebetulan sudah ada umi."


"Syukur kalo memang ada, berarti mobil sudah bisa dikembalikan secepatnya dan kita juga tidk perlu pusing lagi untuk membayar angsuran setiap bulan nya."


"Iyah semua berkat do'a umi dan dedek faiz."

__ADS_1


"Ya udah kita masuk nunggu di dalam saja sekalian beresin belanjaannya ini."


Mereka pun masuk ke rumah dan duduk bersama di ruang tamu.


"Abi tadi umi beli kue kesukaan dede lhoo.." celoteh faiz memberitahukan kalau ibunya membelikan kue kesukaan nya.


"Masa sii...coba abi liat.."


Ranhi dengan sedikit canggung memberikan kantong yang berisi satu dus kue brownies. Ranhi merasa takut jika dimas beranggapan kalo dirinya berlaku boros membeli kue brownies itu bahkan mungkin curiga mendapatkan uang dari mana untuk membelinya, karena dimas tau ranhi tidak mungkin punya uang untuk membeli kue itu.


"Umh...tadi ada mobil keliling ternyata lagi promo bi bahkan 70% jadi umi beli buat cemilan, kaga marah kan??"


"Ngapain abi marah umi ??"


"He..he..ya takutnya umi udah boros bi." ranhi berbohong pada dimas karena tidak mau terjadi ke salah pahaman antara dia dan dimas.


"Maaf bi..umi berbohong kali ini" lirih dalam hati ranhi.


"Terus kapan dedek makan kue nya umi,,abi..??"


Faiz merengek karena sudah tidak sabar untuk memakan kue tersebut.


"Hahaha...." ranhi dan dimas tertawa melihat putranya yang cemberut.


Mereka akhirnya menikmati kue itu bersama sama. Tak lama pak Broto datang hendak menemui dimas.


"Assalamualaikum..."


"Walaikumsalam..." ranhi dan dimas menjawab serentak.


Ranhi langsung membereskan bekas kue tadi yang dimakan nya dan membawa ke dapur sebagian untuk disuguhkan juga pada tamu.


Sementara dimas membukakan pintu dan mempersilahkan pak Broto masuk.


"Mari pak masuk.." dimas mempersilahkan.


Ranhi segera menyuguhkan kue bersama teh hangat yang dibikin tadi ke depan.


"Silahkan pak di minum teh nya.."


"Terimakasih bu.."


********


Maaf ya...kemaren aku kaga update soalnya sedikit males benerr....

__ADS_1


Skrg cuma up 1 episode alnya rhe lelah habis obic biasa ibu"komplek..


__ADS_2