
Episode 15
Salam bahagia selalu buat semua reader..
Makasih banyak sudah mau mampir bahkan baca karyaku yang tak seberapa ini..
Mohon maaf kalo banyak tipos yang masih bertebaran dimenong-menong ya sayy...
Semoga tetap terhibur ya..
Jujur sebenernya aku tuh sedikit sedih karena belum ada yang mau like bahkan komen lho..
Tapi tenang...aku akan selalu semangat berusaha maksimal mungkin deh up karya yang lebih bagus lagi..
Mungkin juga cuma bisa up sehari cuman satu episode..
Happy reading aja ya say...
***********
Ranhi masih belum bisa tidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Ranhi melihat balutan luka ditangan nya sampai dia baru ingat kalo ternyata gelang rantai nya hilang. Ranhi kebingungan mencari-cari gelang nya yang mungkin terjatuh disekitar nya sekarang berada.
"Aduhh...gelang ku kemana ya??kenapa bisa hilang.." ranhi mengingat ingat kejadian ketika gelang nya masih ada sampai teringat ketika fram yang mencengkram tangan nya sampai meninggalkan luka saking kuatnya.
"Aku ingat sekarang, pasti gelang ku terjatuh ketika fram menarik tangan ku..padahal gelang itu satu-satunya harta yang aku miliki."
Ranhi merasa sedih karena dia harus kehilangan benda berharganya. Karena merasa begitu lelah akhirnya ranhi bisa tidur juga.
......................
Drt..drt..drt..
Tepat jam 05:00 Suara alarm ranhi yang dia setel di hp nya agar tidak bangun kesiangan setiap harinya. Akhirnya ranhi terbangun dengan malas dia berusaha duduk terlebih dahulu dengan mata yang masih tertutup.
"Hempp...ya ampun perasaan tidur baru aja merem udah bangun lagi aja.."
Ranhi merasakan begitu lemas pada badan nya apalagi mata nya yang bahkan masih menutup rapat enggan terbuka. Dengan malas ranhi memaksakan untuk turun dari tempat tidur, dengan PD nya dia menurunkan kaki seakan turun dari kasur namun sangat disayangkan ternyata salah dugaan. Ternyata kaki nya tidak bisa menepi ke bawah karena ranhi sekarang kembali ke kenyataan bahwa dia hanya tidur di kasur tanpa ranjang melainkan hanya tergelar di atas karpet tipis nya saja.
Dengan kasar ranhi mengusap mukanya yang sekarang sudah tersadar bahwa dia sudah bangun dari mimpinya.
"Hahhh...mimpi yang sungguh menyesatkan kalo seperti ini terus.." lirih nya dalam hati.
Ranhi segera bangun menuju kamar mandi hendak berwudhu. Ketika selesai dari kamar mandi dia terkejut karena faiz putra kesayangan nya sudah berada di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Astagfirullah...dek ngagetin aja si ahh..."
"Yeyy...umi aja yang berlebihan, orang dedek kebelet pengen ke kamar mandi.."
"Owhh...ya udah sono buruan nanti malah kencing di sini lagi."
Faiz pun berlalu ke kamar mandi dan ranhi segera menunaikan ibadah nya. Setelah selesai beribadah ranhi hendak membaca Qur'an sebentar namun faiz menghentikan nya.
"Umi mau mengaji ya??"
"Iyah dek kenap?"
"Dedek juga mau ngaji biar tambah pinter."
"Alhamdulillah..ayo kemari.."
Ranhi akhirnya mengajari putranya mengaji, faiz memang anak yang mudah tanggap dan cerdas makanya faiz sangat dimanjakan oleh ranhi dan dimas. Setelah selesai mengaji tak lama dimas datang setelah bekerja lembur.
Ranhi menanyakan kenapa baru pulang sepagi ini. Dimas hanya menjawab bahwa barang nya harus segera selesai pagi ini karena siang hari sudah harus kirim dengan jumlah banyak.
"Ya sudah abi istirahat saj dulu nanti umi bikinin kopi biar seger lagi..dedek juga nanti umi bikinin susu hangat."
"Oke.." dimas dan faiz serempak menjawab.
Seperti itulah kehidupan sehari-hari ranhi yang sangat monoton. Namun hari ini ranhi tidak menunggu putranya ketika les karena dia mau membeli keperluan bulanan nya.
Setiba di toserba kecil yng dekat dengan tempat les putranya ranhi langsung mengambil barang yang dia perlukan untuk kebutuhan dia bersam keluarga kecilnya. Ketika ranhi hendak mengambil susu untuk anak-anak merasa sedikit kesusahan karena susu tersebut terpajang di bagian yang tidak bisa ranhi jangkau sampai ranhi meloncat tuk menggapai nya.
"Hiss...susah banget sih...tumben dipajang di atas ini susu ya.." gerutu ranhi.
Ketika melompat ranhi tidak sengaja keserimpet kaki nya sendiri dan hampir terjatuh, untung nya saat itu ada seorang pria yang menyanggah tubuh ranhi yang hampir terjatuh ke lantai.
"Kamu gak apa-apa kan ??" dengan suara yang serak dan ngebas menandakan pria itu sudah dewasa bahkan cukup berkarisma hanya dari suara saja sudah terlihat.
Ranhi langsung bangkit dan langsung membungkuk tanpa melihat siapa yang sudah menolongnya barusan.
"Terimakasih..maaf sudah mengganggu kenyamanan anda."
Framono hanya tersenyum manis dan menepuk pelan pundak ranhi yang menunduk kepadanya.
"Sama-sama mba..biar saya bantu ambilkan susu yang mba butuhkan."
"Aahh...iyah maaf merepotkan sekali lagi terimakasih.."
__ADS_1
Fram memberikan susu yang tadi ranhi pilih untuk putranya. Diam-diam ranhi menelisik pria yang sekarang ada didepan nya, menurut ranhi pria itu sangat familiar tapi pernah bertemu dimana ranhi merasa lupa pernah bertemu dimana. Pada akhirnya ranhi memberanikan diri untuk bertanya siapa gerangan sosok pria tampan yang sudah menolong nya karena merasa dirinya sungguh tidak asing lagi.
"Maaf apa sebelum nya kita pernah bertemu ??"
"Mungkin saja pernah.." dengan sedikit senyum yang terkesan cool fram begitu membuat ranhi terpesona.
"Baiklah..sekali lagi terimakasih sudah menolong saya.." ranhi hendak beranjak pergi karena semua yang dia perlukan sudah dia dapatkan semuanya.
Namun ketika ranhi baru melangkahkan kaki nya fram menggapai tangan ranhi sampai ranhi menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap pada fram.
"Maaf..boleh saya tau nama anda nona?"
"Tentu..nama saya ranhi.." dengan sedikit malu ranhi menyebutkan namanya.
"Perkenalkan saya framono tapi cukup panggil saya fram saja."
"........."
Ranhi sedikit terkejut karena ketika fram menyebutkan namnya ranhi teringat bahwa dia pernah bertemu di alam mimpi nya. Namun menurut ranhi itu sangat mustahil kalo semua terencana mungkin itu hanya sebuah kebetulan. Ekspresi ranhi yang terlihat bengong membuat fram tersenyum kembali dibuatnya.
"Hei..kenapa kamu malah bengong ?" fram menjentikan jarinya agar ranhi tersadar dari bengong nya.
"Oh..iyah fram salam kenal..kalo begitu saya permisi."
"Baiklah ranhi..senang bisa berkenalan denganmu.."
Merekapun berpisah sampai disitu saja, disisi lain sepanjang jalan ranhi bergelut sendiri dalam pikiran nya. Bertanya-tanya kenapa bisa sekebetulan itu dalam mimpi dan kenyataan yang baru saja terjadi ranhi bertemu orang dengan nama dan sosok yang sama pula.
"Hiss....ko bisa kebetulan seperti itu ya??" gerutu ranhi di angkot yang dia tumpangi sekarang.
Sementara fram yang sedari tadi mengikuti angkot yang ranhi tumpangi hanya tersenyum-senyum sendiri karena akhirnya dia bisa berkenalan dan bertemu langsung dengan ranhi.
********
Gimana ceritanya bagus kah..atau jelek kah..
Bocoran sedikit dari aku ternyata fram mempunyai mimpi yang sam dengan ranhi lhoo...
Maknya dia selalu nyari bahkan sudah mengikuti ranhi dari seminggu yang lalu lho say...
Cukup ya bocoran nya..
Terimakasih like dan komen nya ya...
__ADS_1
Tetap tinggalkan jejak jempolnya ya...