
Episode 5
Maafkan lah dirikuhhh yang terlalu lama up..
andai kalian tahu diriku sudah ketik panjang-panjang dengan kejam hilang seketika hasil ketikan ku..huaa..huaa...😭😭😭😭 tapi beruntung kopian nya masih ada 😅😅
selamat membaca aja ya...
****""""”
Jam tangan ranhi menunjukan sudah jam 6.15 sarapan yang ranhi buat sudah tersedia dengan tersusun rapih di meja tamu, karena ranhi belum punya meja makan saat ini.
Ranhi menghampiri dimas yang berada dikamar. "Abi ayo bangun sarapan dulu.."
Setelah solat tadi dimas memang melanjutkan tidurnya karena masih merasa ngantuk.
"Yaelah..kebiasaan banget ni orang berdua susah kalo dibangunin tidur nya kecuali kemauan dirinya sendiri.."gerutu ranhi.
"Faiz mau les kaga sayang.." jurus terampuh sekarang untuk membangunkan putranya itu mengatakan les.
"Pastinya umi..dedek mau berangkat les.." faiz duduk ditepi kasur nya dengan mata masih tertutup yang sesekali dia menguap karena masih kantuk.
"Bangunkan abi sekalian dek.."
"Hemppp....baiklah..."
Jangan pernah lupa faiz anak paling banyak ide yang jail.
Dengan seringai khas faiz yang penuh ide nya faiz mengambil ujung selimut kesayangan nya dan menggelitikan nya ke telinga dimas sesekali.. Dimas yang merasa geli mengibaskan tangan nya untuk menghalau sesuatu yang mengganggu nya.
Berkali-kali faiz melakukan itu sampai dimas bangun karena faiz tertawa geli dengan sikap abi nya yang terus mengibaskan tangan nya namun tidak mengenai apapun.
"Hahaha....abi lucu sekali..lagi ah...xixi..."
Dengan segera dimas pun bangun menangkap tangan faiz dan balik menggelitik badan mungil putranya. Merekapun malah asik saling membalas gelitikan nya, yang tanpa mereka sadari ranhi sudah berkacak pinggang satu tangan dengan menepak jidat sendiri.
"Ya ampun.. 🤦🏻 udah siang hei helloo...buruan kalian mandi terus lekas sarapan..umi tunggu didepan.."
"Siap umika..." dengan lantang dimas dan faiz menjawab serempak."
"Dasar kalian memang konyol.." ranhi berlalu meninggalkan mereka berdua.
Setelah selesai bersiap dimas dan faiz menghampiri ranhi dan sarapan bersama. Selesai menghabiskan sarapan ranhi membereskn kembali meja tamu nya dan menaruh piring kotor dikamar mandi nya yang nanti akan ranhi cuci setelah pulang dari les putranya.
Dimas yang sudah rapih hendak ingin tau kegiatan putranya di tempat les dan hari ini dimas ingin dia sendiri yang mengantarkan putranya untuk les. Ranhi sedikit kaget dengan keinginan suaminya itu.
"Pantas saja hari ini abi bangun pagi dan sudah berdandan rapih..ternyata mau nganter les dedek tohh...."
Dimas hanya menyengir kuda menanggapi ranhi.
..............
Tempat les
Sesampainya di tempat les faiz merengek minta di tungguin ketika belajar. Dimas yang merasa malu karena banyak ibu-ibu memperhatikan nya ketika mengantarkan anak-anak nya untuk les.
"Dek kaga usah ditungguin abi ya..kan udah besar juga, nanti kalo udah selesai abi jemput lagi."
__ADS_1
"Abi mahhh...umi aja selalu nungguin dedek kalau lagi les..abi kga asik nii...
"Tapi kan abi malu..tuh ibu-ibu pada terpesona liat kegantengan abi yang hakiki ini..nanti kalau abi diculik ibu-ibu gimana ?"
"Helehhh...abi narsis, gantengan juga dedek kemana mana.."
Yahh....seperti itu lah dimas dan faiz yang selalu beradu argumen dengan hal apa aja yang kadang membuat ranhi merasa jengkel namun terkadang tertawa terpingkal-pingkal karenanya.
Faiz akhirnya mengalah karena ibu dina sudah memanggilnya untuk segera masuk kelas.
"Ya sudah lah terserah abi saja..hanya pria paling ganteng yang mau mengalah.."
Dimas yang mendengar ucapan faiz hanya melongo sampai kalau digambarkan tuh dagunya sampai jatuh ke tanah saking tidk percaya putranya bisa berbicara seperti itu dengan santai nya. Dan merasa terbalik sebenernya yang jadi anaknya itu dia atau faiz.
"Buset dah...songong ini anak..ngidam apa istri gue dulu ampe punya anak ajaib begitu. tapi keren 😎 seperti diriku" gumam nya.
Ditempat ranhi sekarang dia sedang bersantuy menikmati secangkir kopi sambil mengotak ngatik hp nya. Ranhi senyam senyum sendiri dengan memperhatikan hp nya, tanpa dia sadari dari awal dia bersantay duduk di depan teras rumah nya selalu ada orang yang memperhatikan dirinya.
Disisi lain memang ada sosok pria dibalik pohon yang selalu memperhatikan ranhi.
Ranhi yang menyadari ada orang diseberang memperhatikan dirinya merasa terganggu. Sampai dia memberanikan dirinya untuk memastikan orang itu sedang apa dan kenapa memperhatikan dirinya yang sedang bersantay menikmati kopi nya. Namun ketika ranhi baru beranjak melangkah orang itu segera pergi dari tempatnya tadi untuk memperhatikan ranhi.
"Siapa sihh..???" gerutu ranhi namun berbalik ke posisi PW ranhi tadi ketika menikmati secangkir kopi kembali, karena orang yang mau dia hampiti juga sudah menghilang dari pandangan nya.
Dari kejauhan pria itu masih anteng diam-diam memperhatikan ranhi dalam mobilnya.
"Suatu saat aku pasti bisa bersamamu lagi anhi..aku pulang untuk menepati janjiku padamu".
Pria itu meyakinkan dirinya bahwa ranhi akan bersedia hidup bahagia bersama dirinya. Dan segera beranjak melajukan mobilnya pergi dari pengintaian nya.
...............
"Abi kenapa mukanya ditekuk seperti itu?? Bukan nya tadi semangat dan ceria banget berangkat nganter dedek les."
"Hiss...putra kesayangan mu menyebalkan.."
"Kenapa dengan putraku.."
"Masa tadi dia bilang kalau hanya orang ganteng yang mau mengalah.."
"Emang putraku yang paling ganteng.."ranhi menutup mulutnya karena takut terlihat menertawakan dimas. Ranhi sudah paham karena pasti disana mereka adu argumen dan dimas tidak pernah mau mengalah meski itu dengan putra kesayangan nya sendiri.
"Owh..jadi menurut umi abi jelek dan dedek lebih ganteng gitu ??"
See..dimas berperilaku kekanak kanakan lagi setiap bertengkar dengan putranya sendiri.. Terkadang ranhi heran sendiri yang mana putranya.
"Bukan begitu abi..dedek memang ganteng dan kegantengan nya berhasil diturunkan dari abinya, bukan begitu??
Dimas tersipu mengerti kata-kata istrinya dengan cepat dia menarik tangan ranhi dan masuk ke dalam rumah.
"Benarkah...??"
"Tentu sayang.." ranhi mengelus pipi dimas dan mengecupnya.
Dimas yang merasa ranhi sudah mulai nakal merengkuh pinggang ranhi dengan posesif dan dengan cepat mendaratkan bibir nya dan melumat nya. Ranhi mendorong dada dimas untuk melepaskan ciuman nya.
"Kenapa umi mendorong abi sih...?? Bikin suasana romantis jadi ambyarr..."
__ADS_1
"Lagu kali ah ambyar..."
"Terus kenapa?? Apa umi tidak suka?? Atau sudah bosan sma abi??"
"Hadeuhhh....mulai lebay..itu..tuhhh..." ranhi menunjuk ke pintu yang sudah terbuka dan faiz yang berpangku tangan di dada menggelengkan kepala dengan decikan nya..
"Ck..ck..ck...hisss...abi sama umi pada kaga malu apa di siang begini berciuman?? Depan anak nya pula".
"Biarin wew...lagian kenapa udah pulang secepat ini ?? Jangan-jangan dedek kabur ya.." dimas heran putranya sudah pulang sebelum dia jemput.
"Ibu guru nya mau pada rapat abi jadi dedek dan yang teman yang lain disuruh pulang."
"Kenapa ibu dina tidak wa umi memberi tahu ya?"
"Dari tadi bu dina sudah wa umi..cuman tidak di read bahkan bu dina juga menelpon umi tapi kaga diangkat."
"Masa sih...ko umi kaga tau ya..."
"Ya kali mau tau dari mana..hp umi dimana??"
Ranhi meraba kantung celana nya dan ingat kalo hp nya sedang dia cas dikamar.
"Hp nya dikamar lagi dicas..hee"
"Dasar umi.. Ya sudah dedek cape mau minum dulu."
Faiz pun mengambil botol air es di kulkas dan segera menenggak nya.
"Lahh...tu bocah ajaib banget ya mi.." dimas pergi ke kamarnya..
"Terus dedek barusan pulang dianter siapa??"
"Dedek tadi pulang bareng malika anak nya tante dewi umi.."
"Berdua aja gitu..
"Ya enggak lah umi..tadi malika dijemput tante dewi pake motor jadi dedek diajak pulang bareng."
"Owh...seperti itu.."
"Dedek mau maen ke rumah malika ya mi..tadi udah janjian soalnya."
"Ya udah tapi hati-hati ya..jangan maen jauh trx jangan ngerepotin tante dewi terus kalau denger adzan pulang ya"
"Iyah....
..........
Rencananya sore ini dimas mau menyerahkan uang yang kemaren ditransfer kakak nya ke orang yang gadai mobil. Dimas mengajak ranhi ikut menemaninya namun ranhi menolak karena setelah masak dia mau maen voly yang menjadi hobinya sekarang ini.
"Abi nanti pergi dianter dedek faiz aja..umi mau voly juga nanti ah.."
"Begitu amat c mi..sungguh tega nya dirimu teganya..teganya..pada diriku.."
"Helehhh...malah nyanyi.."
.....................
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya...
semoga kita selalu diberi kesehatan...amin