
Episode 9
Maaf ya say..rhe tadi abis thur se RT..makany baru sempat..
Ni juga rhe sangat teramat cape gaeyysss..ngikutin kemauan bocil terasa sesuatu banget..
Alhasil sekarang terasa tepar ni dikasur..badan lemes mata kantuk kaga pake hidung mampet..jadi maaf ya...
‌Yuu...next episode....😋😋😋😋
**†**
Duhhhh....
Gubrak.....
"Aduhhh....sakit nya...." ranhi mengaduh kesakitan yang tiba-tiba jatuh tersungkur karena tertubruk orang yang sedang lari pagi di taman olahraga.
"Tunggu..dimana lagi ini aku sekarang ?? Mimpi ko nyusahin diri sendiri ya...orang bukanya kalau mimpi harusnya sesuai dengan keinginan yang punya mimpi, lah ini mah apa coba ?? Tidak dalam prediksi yang punya mimpi."
Ranhi menggerutu begitu panjang kali lebar dalam hati dan pikiran nya yang campur aduk dengan posisi duduk karena tersungkur tadi akibat tubrukan nya.
Dengan sekuat tenaga dan fikiran ranhi berusaha untuk bisa sadar dan terbangun dari tidurnya saat ini. Namun usahanya sia-sia saja hingga dia pun sekarang hanya bisa pasrah berharap semua baik-baik saja dan bertemu orang yang dikenal nya dan rela menolong ranhi saat ini yang merasa kesakitan dibagian kakinya.
Akibat tersungkur tadi kaki ranhi terkilir dan sedikit mengalami lecet di tumit. Hingga ranhi terbangun dari bengong nya oleh suara seseorang yang agak ngebas dan sepertinya ranhi mengenali suara siapa itu.
"Kamu gak papa??....lhooo anhi ??"
Pria yang menabrak ranhi itu langsung membantu ranhi berdiri namun ketika ranhi melihat siapa yang menolong nya dia langsung terpukau dengan parasnya yang begitu ranhi rindukan selama ini sekarang ada tepat dihadapan nya. Namun seketika ranhi merasakan kembali sakit hatinya karena teringat bagaimana pria itu dulu pernah mengkhianati ranhi dulu ketika masih bersama.
Kontak ranhi menolak tangan yang hendak memapah dia untuk berdiri.
"Aku gak papa.." dengan ketus ranhi menjawab.
Namun naas ranhi yang berusaha berdiri sendiri terhuyung kedepan karena kakinya sakit dan tidak mampu menopang badan nya.
Dengan sigap radit menangkap badan ranhi yang hendak jatuh tersungkur kembali.
Pria itu bernama Raditia putra anak sulung keluarga Putra yang sangat terkenal di kota S.
Radit panggilan semua orang padanya, jelasnya radit adalah mantan kekasih ranhi yang dulu hampir bertunangan dengan nya namun dibatalkan karena radit mengkhianati ranhi dan diketahui ayah ranhi.
Kurang lebih nya seperti itulah kisah singkat ranhi dengan radit..
..........
Radit langsung mengangkat ranhi dengan ala bridal radit memangku nya dan membawa ranhi ke kursi yang ada di taman olahraga itu. Ranhi terkejut dengan perlakuan radit yang begitu tidak berubah meski semua sudah berbeda.
Ranhi didudukan radit dibangku taman dan langsung berjongkok didepan ranhi. Sontak ranhi terkejut karen radit yang jongkok dihadapan nya langsung meraih kaki ranhi yang terlihat sedikit membengkak.
"Anhi kakimu terkilir biyar aku bantu sedikit pijat."
"Tidak terimakasih.."
"Ayolah nhi..ini juga kesalahan aku yang menyebabkan kaki mu sakit."
"Sudahlah ka tidak apa-apa..anhi bisa mengobatinya nanti di rumah."
"Kalo gitu aku antar kamu pulang."
__ADS_1
"Tidak perlu nanti urusan nya jadi ribet kalo ayah sampai tau."
"Sebegitu bencikah anhi dan keluarga kepadaku??"
"Kakak radit pikir bagaimana?? Tapi sudahlah aku bisa pulang sendiri pakai ojek online."
Radit merasa sangat sedih karena ranhi menolak pertolangan nya dan menyesal karena dulu dia menghianti ranhi. Dengan tertunduk masih berjongkok depan ranhi dia menangis tersedu menyayat hati bagi siapa saja yang mendengar nya.
Radit tidak pernah malu menangis didepan ranhi dari dulu radit tak peduli dia memperlihatkan kelemahan nya didepan ranhi.
"Maafkan aku anhi..maaf atas semua kesalahan ku dimasa lalu..hikh..hikh.."
"Sudahlah ka..anhi juga sudh memaafkan kakak, dan tolong tinggalkan anhi sendiri disini."
"Kakak tidak akan pernah meninggalkan anhi lagi.. Akan kakak antar pulang."
"Tapi..."
"Tidk ada kata tapi atau penolakan.."
Radit memapah ranhi menuju mobil nya yang terparkir diparkiran. Didalam mobil mereka berdua bungkam dengan perasaan nya masing-masing. Hingga mobil yang mereka naiki sudah tepat berada didepan rumah ranhi.
Radit segera turun untuk membantu ranhi keluar dari mobil dan segera memapah nya untuk masuk rumah.
Ranhi mengetuk pintu dan memberi salam agar orang rumah mau membukakan pintu.
Tok..tok..tok..
"Assalamualaikum.."
"Walaikumsalam.." dari dalam terdengar suara yang begitu lembut dan segera membukakan pintu.
Tanpa berfikir lagi ranhi langsung memeluk ibu nya karena ranhi begitu rindu pada ibu nya, bahkan teramat sangat rindu. Tanpa menghiraukan rasa sakit di kaki nya sekarang ranhi memeluk dengan erat pada ibu nya.
"Mamah..anhi kangen mamah..anhi sayang mamah..jangan pernah tinggalin anhi mah..huaa...anhi butuh mamah.."
Ranhi menangis begitu keras sambil tetap memeluk ibunya.
"Heyy...anak mamah kenapa menangis seperti ini?? Mamah kan memang selalu ada dan dekat dengan mu..kenapa bertingkah aneh seperti ini.."
Ibunya ranhi mengelus rambut ranhi dengan penuh perasaan dia menenangkan putri kesayangan nya. Ranhi pun yang merasakan kehangatan yang begitu dia rindukan mulai merasa tenang dan mulai tersadar kalau dibelakang nya masih ada radit.
Ranhi melepas pelukan dari ibu nya dan menengok ke arah radit.
"Raditia..kenapa kamu ada disini nak?? Bukankah kamu sudah menikah dan berada di luar kota."
"Iyah mah..radit pulang karena mempersiapkan berkas untuk membuka toko cabang baru disini dan radit sekarang singel mah."
"Owh..ternyata sudah jadi duren yah.."
Radit yang mendengar kata-kata ibunya ranhi menyengir kuda karena malu sekaligus merasa senang karena sekarang sudah menlajang lagi. Dan mungkin sekarang berencana ingin mendekati ranhi lagi dan srndak memperoleh restu orang tua ranhi kembali.
Radit sebenarnya dulu sudah sangat disayangi oleh keluarga ranhi karena radit lah orang yang selalu membantu keluarga ranhi ketika sedang kesusahan.
.......,.......
Flashback on
*Usia ranhi baru menginjak umur 17 tahun yang mulai beranjak dewasa, ranhi begitu menggemari nonton sepak bola bersama teman-teman nya dan sang ibunda tercinta.
__ADS_1
Suatu ketika pertandingan sepak bola antar kota yang diadakan setiap tahun kota yang ranhi tempati juga mengirimkan tim sepak bolanya untuk mengikuti ajang pertandingan itu.
Salah satu pemain sepak bola inti dikota ranhi adalah raditia putra. Dia menjadi andalan ditim sepak bolanya pada saat itu. Padahal radit termasuk orang baru yang masuk tim, radit bisa masuk ke tim inti sepak bola awalnya karena ajakan dari sahabatnya yudi seorang kiper di tim.
Radit ditempatkan sebagai straiker di tim, dia begitu hebat bermain sepak bola. Ranhi yang saat itu begitu mengidolakan radit karena permainan nya yang bagus dan begitu keren menurutnya.
Ranhi yang masih remaja bahkan tidak ragu untuk berteriak memanggil nama radit agar radit lebih bersemangat ketika bermain sepak bola saat bertanding. Tak jarang ranhi selalu melihat radit latihan bersama tim nya juga. Bahkan lebih gila lagi ranhi selalu berusaha menarik perhatian radit dengan selalu memberikan minum kepada radit dan yang lain nya.
Saat itu sebenarnya radit juga mulai tertarik dan menyukai ranhi yang ceria dan begitu bersemangat dalam segala hal yang menurutnya itu sangat menyenangkan.
Radit mulai memperhatikan ranhi dan menanyakan siapa gadis yang terpaut beda 6 tahun dengan dirinya saat itu kepada teman sekaligus sahabat baginya yang mengenal baik ranhi dan keluarganya.
"Yudi..siapa sebenarnya gadis riang itu?"
"Dia ranhi anak pak rahardika, tinggal dekat dengan rumah ku yang sekarang..heyy tunggu jangan bilang kamu suka padanya."
"Memang nya kalo aku suka padanya salah??"
"Bukan begitu dit, tapi pak rahardika orang nya galak dan ranhi itu putri satu-satunya yang paling dia sayang."
"Galakan siap anjing sama ayahnya ranhi??"
"Wkwkwkwkwkwk.....gila lo sob..tapi aku harap kamu tidak mempermainkan ranhi karena dia ank yang baik hati, meski sedikit nakal."
"Apa benar seperti itu?? Aku janji dia yang terakhir jika dia mampu melumpuhkan hati ku.."
"Waduh..bahaya..awas brow kamu nanti jdi bucin nya c ranhi lhoo.."
"Masa iyah gadis seperti dia bisa membuatku jadi bucin?? Mustahil."
"Jangan gegabah radit..ranhi bukan gadis biasa percaya padaku dan ingat jngan pernah kmu merusak dia."
"Memang nya siapa yang mau merusak nya yudi??"
"Aku tau kamu itu seorang casanova yang dengan mudah bisa mendapatkan wanita yang kau mau, bahkan mereka rela menyerahkan dirinya untuk kau tiduri radit."
"Hahaha...apakah aku separah itu?? Aku janji yud hanya ingin mengenalnya saja."
"Baiklah..aku akan kenalkan dia padamu tapi ingat pesan ku."
"Okee..."
Yudi bersama radit menghampiri ranhi yang saat itu sedang membagikan air minum untuk teman nya yang lain*.
**********
Kalau boleh jujur pas rhe menceritakan hal yang menyangkut ibu nya ranhi hati rasanya perih..
bahkan rhe nangis gaeysss...
teringat pada mamah ku yang sudah tiada selama hampir 5 tahun ini..
Buat kalen yang masih mempunyai ibu sayangilah mereka dengan sepenuh hati, muliakan dan utamakan dia selalu..
Buatlah ibu mu selalu bahagia, tidak perlu dengan memberikan harta yang berlimpah namun kasih, cinta, dan perhatian ibu kita pasti sudah bahagia.
Jangan sampai kalen menyesal dikemudian hari kalau ibu sudah tiada. dan tidak bisa membalas kebaikan nya.
Jangan lupa like dan komen tentang isi ceritanya ya..rhe juga butuh masukan dari kalian semua..terimakasih... 😘😘😘😘
__ADS_1
.......tetap semangat dan happy reading.......