
Episode 13 : dias..
Di penghujung acara penutupan akhirnya diselenggarakan pada 1 hari sesudah pembubaran anggota pramuka di lapangan pertama mereka ketika star dan finish perjalanan mencari jejak itu tepatnya pada malam hari disebuah aula gedung yang cukup mewah.
ketika acara pesta dimulai semua yang berada di ruangan aula asik menikmati semua hiburan yang ada dengan sederet acara menari , menyanyi , bahkan sten up komedi jga ada..
ketika ranhi berdiri karena ingin membenarkan gaun nya yang tersangkut tiba-tiba seorang laki-laki berbadan tinggi kira-kira 180 seperti seorang atletis berparas tampan mulus dan berwajah kebule-bulean..
laki-laki itu membantu ranhi membenarkan gaun nya dan menarik tangan ranhi dengan lembut dan hangat dia gandeng ranhi mengikutinya ke atas pentas, semua orang pun tercengang bahkan fram yang duduk bersama teman laki-laki yang lain merasa geram dan cemburu melihat nya.
setibanya dipentas dias bernyanyi dengan merdu dan mengajak ranhi ikut berdansa dengan nya.
ranhi masih dalam keterpesonaan nya pada ketampanan dan romantisan dari dias mengikuti gerakan dias dengan mesra mereka berdansa dengan indah.
mereka berdua menari bak sepasang dewa dan dewi kayangan yang sedang memadu kasih tanpa celah kesalahan sedikitpun.
" ya ampun mereka sangat romantis dan sangat serasi, apakah mereka sepasang dewa dewi yang diturunkan dari langit ?".
fram yang mendengar teman perempuan dibelakang tempat duduk nya merasa tambah panas terbakar api cemburu sampai menampakan muka memerah, dengan rahang yang menegang, dan tangan mengepal dengan erat menandakan bahwa dia begitu marah.
"b****** berani nya dia menyentuh miliki..".geram fram.
ranhi merasa terkejut ketika dias dengan lembut menarik pinggang nya masuk dalam dekapan dias yang mengerat dari belakang hingga badan mereka menempel sampai dada ranhi berdegup dibuatnya.
tanpa ada celah dias pun mendekatkan wajah nya disebelah pundak ranhi hingga hembusan nafas dias mengenai telinga ranhi dan membisikan kata
"kamu lebih cantik dengan gaun dariku.."
seketika ranhi pun tercengang dan tersipu malu hingga telinga nya pun memerah.
dias yang menyadari ketersipuan ranhi memberanikan diri mengecup telinga ranhi hingga ranhi berbalik badan dan mendongak menatap dias karena kaget denga apa yang dias lakukan.
dias hanya tersenyum manis dengan lesung pipi nya yang menambah begitu tampan dirinya.
alunan lagu pun berakhir dan dias menunduk berterima kasih kepada ranhi dan berbalik ke arah penonton melakukan hal yang sama menunduk bertanda dia mengakhiri penampilan nya.
para penonton pun bersorak tepuk tangan dan berteriak mengelukan mereka berdua dengan penampilan yang menakjubkan.
ranhi pun menjadi kikuk dan sedikit ketakutan karena dia melihat sosok fram yang sedang mendekat padanya dengan wajah yang begitu marah sedangkan tangan ranhi masih dias genggam dengan erat bahkan tak mau terlepas ketika ranhi berusaha melepasnya.
"lepaskan dia.."dengan sorot mata yang tajam.
"tidak mau.." dias tetap dengan mode tersenyum.
"gue bilang lepasss..."dengan suara meninggi dan rahang menegang.
"tidak akan pernah.."dias menarik tangan ranhi ke belakang punggung nya.
ranhi hanya bisa terdiam karena bingung harus bagaimana.
dengan kasar fram menarik tangan ranhi dengan kasar hingga gelang ranhi terputus dan sedikit menggores tangan nya hingga sang empunya mengaduh kesakitan..
"aww...sakit fram..lepas.."dengan mata berkaca-kaca seakan buliran air mata itu akan segera jatuh menetes.
fram yang mendengar keluhan ranhi tidak memperdulikan nya sama sekali yang dia inginkan hanya mengajak pergi ranhi tuk menjauh dari pria yang merebut ranhi miliknya.
" hei..sob dia seorang perempuan cantik perlakukan dia dengan manis dan lembut.."
"dia milik gue dan bukan urusan lo bagaimana gue harus memperlakukan dia seperti apa.."
dias merasa ikut terpancing sedikit emosi karena melihat ranhi yang kesakitan dan bahkan sudah menitikan air mata namun dengan sikap santuy dias berusaha meyakinkan pada ranhi agar tenang dan tidak menangis.
"jelas sekarang menjadi urusanku..karena perempuan cantik yang kau paksa ikut dengan mu adalah tunangan ku.."
fram yang mendengar ucapan dias sepontan melepaskan tangan ranhi dan beranjak pergi dari tempatnya berdiri sekarang.
__ADS_1
dias pun menghampiri ranhi dan dengan lembut merangkul ranhi untuk ikut ke tempat yang dias tuju, ranhi pun mengikuti langkah dias.
setelah didekat mobil dias segera membukakan pintu mobilnya agar ranhi masuk ke mobilnya.
ranhi masih merasa aneh dan bingung dengan keadaan dia bahkan dengan perlakuan manis dari dias sekarang ini.
setelah mereka dimobil dias pun langsung melakukan mobilnya menuju sebuah vila yang tidak begitu besar namun begitu elok dan indah dengan hamparan taman yang luas membuat vila itu terkesan mewah dan nyaman tuk ditempati.
setelah sampai di vila itu dias mengajak ranhi turun dan mempersilahkan ranhi masuk ke vila bersamanya.
dias dengan lembut mengajak ranhi duduk disopa kecil diruangan tengah yang menghadap ke tungku perapian yang akan menghangatkan ruangan karena memang disana areal puncak sehingga suhu nya lebih dingin..
namun diruangan itu sekarang sangat hangat karena tungku api yang menyala.
dias meninggalkan rani untuk membawa kotak obat P3K untuk mengobati luka ditangan ranhi yang tadi tergores gelang nya karena tarikan fram.
tak lama dias datang kembali dan langsung membersihkan luka ranhi yang mengeluarkan sedikit darah..
ranhi terkesiap dan merasakan pedih ditangan nya sampai meringis.."isshhhh...."
"tahan sedikit ini memang akan terasa sedikit perih karena mengandung alkohol.." dengan telaten dais mengoleskan obat dan langsung memberikan perban luka pada tangan ranhi yang terluka.
tanpa diduga setelah selesai mengobati luka nya dais mencium luka nya yang sudah diperban dengan lembut.
begitu manis perlakuan dais pada ranhi hingga membuat ranhi memperlihatkan rona pipi kemerahan..
"maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu bidadari ku.."
" tidak apa-apa terimakasih atas semuanya tapi maaf saya tidak mengenali anda tuan.." dengan canggung ranhi menarik tangan nya yang sedari tadi dipegang dias.
dalam dada ranhi kini sedang dagdigdug kaya orang dangdutan..
karena sudah tidak tahan dengan keadaan yang membuat dia meleleh seperti coklat lumer dia berniat tuk pulang sendiri.
ranhi pun beranjak berdiri tuk pamit pulang namun dias menghadang ranhi dengan tangan nya.
"umhh...sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan saya mau permisi pulang tuan..
"bidadari cantik ku tetaplah tinggal disisiku..
"maaf tuan tapi saya tidak mengenal anda..dan lagi saya bukan siapa-siapa anda tuan..
"baiklah..perkenalkan nama ku dias Narendra kamu bisa panggil dias saja dan aku adalah tunangan mu yang artinya calon suamimu..
" apa tuan bercanda ?? saya tidak mungkin tunangan anda tuan dias..
" jangan panggil saya tuan..cukup panggil dias dan aku serius bidadari cantik..
"maaf tu..emhh..dias anda juga cukup panggil saya ranhi saja..
dias tersenyum manis mengiyakan permintaan ranhi untuk tidak memanggilnya bidadari ku..
"kalau begitu kamu bisa beristirahat dulu malam ini dikamar atas besok baru aku antar kamu pulang..
" tidak terimakasih..saya mau pulang sendiri saja pakai taxi online..
ranhi terus memaksa agar dia diperbolehkan pulang namun tetap tidak diperbolehkan dias hingga ketika ranhi mau meninggalkan dias menuju pintu keluar dias menarik tangan ranhi dengan sedikit kencang sehingga ranhi terpental ke belakang dan menubruk badan dias cukup keras.
hingga mereka terjatuh dengan posisi ranhi berada diatas tubuh dias yang atletis itu.
wajah dias begitu dekat dengan wajah ranhi hingga membuat mereka merasakan dada yang berdetak kencang..
tidak berapa lama karena dias merasa tidak nyaman karena mau bagaimanapun dias juga seorang pria normal yang memiliki hasrat pada seorang perempuan dia berusaha bangkit agar ranhi bisa menyingkir dari atas tubuh nya.
"apakah kamu begitu nyaman berada
__ADS_1
diatas tubuhku..hingga mau melanjutkan ke hal lain yang lebih menantang..
ranhi pun baru tersadar oleh keterpesonaan nya terhadap ketampanan dias.
"ap-apa ka-kamu bilang ??salah sendiri kamu yang narik aku..dan aku tidak sedikitpun tertarik dengan tubuh mu..
dengan sekejap dias membalikkan tubuh nya hingga posisi nya berubah ranhi yang dibawah Kungkungan dias saat ini.
"baiklah..apa benar kau tidak akan tergoda dengan tubuhku ini..
dengan cepat dias membuka kemeja nya dan memperlihatkan kulit yang mulus dengan otot-otot dada dan perutnya yang kotak-kotak seperti roti sobek yang membuat ranhi lebih terpesona lagi..
dengan cepat ranhi memejamkan matanya..
dias menggenggam kedua tangan ranhi disamping dan mendekatkan wajahnya ke wajah ranhi yang sedang memejamkan matanya.
hingga tanpa ranhi tahu dias menempelkan bibirnya ke bibir merah jambu ranhi.
ranhi yang menyadari bibir nya terasa hangat dan ada yang menempelinya membuka mata dengan lebar.
dias melepaskan ciuman nya, namun melihat ranhi yang melotot dias kembali menempelkan bibirnya lagi ke bibir rani.
merasa tidak ada penolakan dari ranhi dias mulai sedikit melumat bibir rani dengan lembut.
ranhi masih belum sadar dari keterkejutan apa yang dias lakukan terhadapnya hingga hanya mematung saja.
"apa ini ?? bisa-bisa nya aku berciuman dengan seorang pria yang baru aku kenal.."dalam hati ranhi bergumam.
dias semakin melumat dan berusaha meminta balasan dari ranhi untuk mengikuti permainan nya.
tanpa ranhi sadari dia terhanyut dengan manisnya dan kelembutan dias yang sedang melumat bibirnya.
ranhi pun membalas lumatan dias yang semakin memanas..dias menggigit pelan bibir bawah ranhi agar ranhi bisa memberi ruang tuk jajahan lidah dias.
dengan sigap dias pun mengabsen setiap rongga mulut rhani hingga lidahnya menemukan apa yang dicarinya karena ranhi mulai mengikuti permainan dias.
mereka saling memautkan lidah yang menari-nari ketika berciuman sampai ranhi merasa kehabisan nafas..
ranhi mendorong dada dias dengan kencang..
"apa yang kamu lakukan ??
" bukankah kau juga menikmati dan menyukainya sayank..
tangan dias membelai pipi ranhi yang bersemu merah merona dan itu sangat menggemaskan.
"ti..tid..tidakk...it..itu..itu..
ranhi memalingkan wajahnya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dias.
dias tidak ingin ranhi merasa takut karena ulah nya tadi.
dias pun beranjak dari posisi yang begitu panas itu dan membangunkan ranhi agar bisa duduk di sopa dengan benar..
"bagai mana apa kamu masih belum mau mengakui ketertarikan mu pada tunangan mu ini??
dengan mengedipkan sebelah matanya..
ranhi merasa sangat kesal pada dias yang terus mengatakan bahwa dia tunangan nya.
" hei...siapa yang jadi tunangan mu..aku bukan siapa-siapa mu..baiklah dimana kamar untuk ku tidur..
"di atas mari aku antar.." dias melangkah menunjukan kamar untuk ranhi.
ranhi mengikuti langkah dias dari belakang menuju kamar untuk nya.
__ADS_1
dias mempersilahkan ranhi masuk kamarnya yang begitu nyaman dengan dekorasi ruangan berwarna coklat dan cream terlihat kasur ukuran king size begitu juga lemari besar dan kamar mandi kaca yang transparan.