
Episode 20
Siang² begini aku usahakan up episode yang ke 20 lhoo...
Bahkan sedikit panjang..masa iyah kalian tega c yang baca tidak meninggalkan jejak sama sekali..
Ayo like nya manaa...??
Jangan lupa like nya ya..makasihh...
Happy reading all....
"*******"
Akhirnya fram sudah dipindahkan ke ruang pemulihan dan ranhi ikut masuk ke ruangan fram sekarang namun tidak untuk ikut dirawat untuk pemulihan. Dengan tertatih menggunakan satu tongkat untuk membantu nya berjalan ranhi masuk ruangan fram dan duduk di kursi sebelah kasur fram tertidur.
Seharusnya ranhi ikut dirawat beberapa hari karena luka di kakinya. namun ranhi tidak mau merepotkan siapapun apalagi harus mengeluarkan biaya yang besar untuk menginap di rumah sakit itu.
Jordi yang melihat ranhi tampak tidak nyaman permisi untuk pergi ke luar untuk membeli makanan dan keperluan tuan nya.
"Saya mau keluar sebentar tolong nona jaga tuan fram sebentar."
Ranhi hanya menganggukkan kepala nya mengiyakan Jordi untuk pergi. Dengan perlahan ranhi meraih tangan fram yang kini sedang terbaring lemah bahkan terlihat sedikit pucat pada wajah fram sekarang. Ranhi dengan lembut menempelkan tangan fram di pipinya dan sesekali mengelus tangan fram seraya berkata.
"Cepatlah sadar fram, jangan membuat aku khawatir dan takut seperti ini."
Disisi lain sebenarnya fram sudah sadarkan diri namun dia tetap menutup matanya berpura-pura belum sadar karena diapun kaget karena ranhi dengan lembut menempelkan tangan nya di pipi ranhi yang sedikit tembem. Fram berusaha menahan detak jantung nya yang berdetak kencang karena begitu bahagia mendapat perlakuan itu dari ranhi.
Sampai ranhi begitu sangat panik ketika ranhi merasakan cetakan ditangan fram semakin kuat, bahkan tanpa ragu ranhi sepontan beranjak mendekat dan menempelkan kepala nya ke dada fram untuk mengecek detak jantung fram saat itu yang terdengar semakin kencang.
Fram sontak terkekeh karena ranhi sangat polos bergumam sendiri.
"Hahh...ada apa dengan mu, kenapa detak jantung nya semakin kencang ketika aku...." ranhi menggantungkan kata-kata nya namun masih betah menempelkan telinganya di dada bidang nya fram.
"Hei..kenapa sekarang malah terdengar orang ketawa sih..?"
Ranhi akhirnya bangun dan melihat ternyata fram sedang terkekeh menertawakan ranhi bahkan sekarang dia tertawa lepas karena ulah nya yang absurd.
Ranhi langsung cemberut karena fram menertawakan nya.dengan kesal ranhi memukul tangan fram.
"Fram kamu sangat menyebalkan.." ranhi terus memukuli tangan fram yang masih menertawakan nya.
Tiba-tiba fram mengaduh merasakan sakit di kepala nya dan membuat ranhi kembali khawatir padanya.
"Aww...kepalaku.."
"Fram kamu kenapa ??" Ranhi memeriksa kepala fram dan langsung memencet tombol darurat bahkan dia lari keluar dengan terpincang-pincang agar dokter bisa langsung datang dan menangani fram.
__ADS_1
Tidak lama kemudian dokter dan seorang suster cantik masuk untuk memeriksa fram yang merasa kesakitan. Ranhi yang khawatir malah menangis takut terjadi sesuatu pada fram.
Akhirnya fram membaik setelah dokter menyuntikan obat pereda sakit padanya. Ranhi masih menangis dan duduk merasakan perih di kakinya yang ternyata mengeluarkan darah lagi.
"Kemari lah..aku sudah tidak apa-apa."
Fram melihat ranhi yang sedang menangis langsung menyuruhnya untuk mendekat padanya dan duduk di atas kasur nya.
Suster pun membantu ranhi menghampiri fram, dan sesuai perintah didudukan di kasur yang fram tiduri. Dokter dan suster itu hanya tersenyum melihat dua sejoli yang sedang saling menghawatirkan satu sama lain.
Setelah ranhi duduk fram menyuruh dokter untuk memeriksa kaki ranhi yang sekarang mengeluarkan darah lagi.
"Dokter tolong periksa kaki kekasih ku."
Ranhi menoleh pada fram karena dia memanggil dengan sebutan kekasih.
"Baik..suster tolong ambilkan kain kasa dan yang lain nya." dokter yang bernama beni itu memberi perintah pada susternya.
Tak lama kemudian ketika dokter fram mengobati kaki ranhi bahkan menjahit ulang luka di kaki nya Jordi masuk ke ruangan bahkan tidak sengaja bertubrukan dengan suster cantik itu.
"Maaf anda tidak apa-apa suster?" dengan sigap Jordi menopang suster itu yang hampir terjatuh karena tubrukan nya.
"Ahh...tidak apa-apa maaf saya tidak melihat anda."
Disisi lain fram berusaha menenangkan ranhi yang kesakitan pada kakinya sesekali mengusap air mata pada pipi ranhi.
Ranhi tetap tidak bisa berhenti menangis malah sekarang dia yang ikut berbaring di kasur bersama fram menyembunyikan kepalanya di dada fram malah sesekali memeperkan ingus nya yang membuat baju pasien yang fram gunakan kini basah. Fram merasa geli karena ranhi yang terus menggerakan-gerakan kepalanya di dada fram membuat fram tertawa.
"Haha...ranhi hentikan itu membuat aku kegelian.." sedikit menahan bahu ranhi agar bisa menghentikan gerakan ranhi.
"Hu...hu...hu...tidak mau..ini sangat sakit tau..huu.." ranhi bertingkah seperti anak kecil manja yang kesakitan.
Sedari tadi dokter yang mengobati luka ranhi sudah selesai dengan cepat. Namun karena ranhi yang terlalu berlebihan hanya terus menangis dan tidk mau melepas pelukan nya pada fram. Jordi beserta Dokter beni dan suster nya pun hanya terkekeh melihat tingkah ranhi yang begitu lucu, dan segera meninggalkan mereka berdua yang berada dalam satu tempat tidur.
Karena lelah menangis dan dokter beni juga memberi obat pereda sakit akhirnya ranhi tidur terlelap dengan posisi yang sama memeluk fram. Fram yang masih terjaga mengusap rambut ranhi yang panjang sudah tidak mendengar ranhi menangis malah mendengar nafas ranhi yang mulai teratur karena sudah terlelap tidur hanya tersenyum merasakan begitu bahagia bisa berdekatan dengan sang pujaan hati. Fram berharap waktu bisa berhenti sejenak agar mereka tetap bersama seperti itu.
Ranhi mulai membuka matanya perlahan ketika merasakan begitu hangat dan nyaman namun terusik karena cahaya yang begitu silau dari lampu ruangan. Ketika ranhi berusaha menetralkan pandangan nya dia melihat fram yang masih terlelap dalam tidur nya, fram terlihat begitu tampan meski terlihat masih sedikit pucat. Akhirnya tanpa sadar ranhi meloloskan kata yang ada didalam hati nya meski perlahan tapi posisi sedekat itu pastinya fram bisa mendengar apa yang ranhi katakan.
"Tampan.." ranhi membelai pipi nya dengan jari nya perlahan yang turun sampai ke leher jenjang fram.
Belaian itu membuat fram terbangun dan sekarang sudah membuka matanya, sementara ranhi terus memainkan jarinya membuat bulatan tidak jelas di bahu fram.
Karena sudah tidak tahan dengan godaan dari ranhi dengan lembut fram meraih tangan ranhi hingga membuat ranhi terkejut dan mendongak ke atas menatap wajah fram.
"Jangan membangunkan harimau yang sedang tidur sayang.." fram berbisik tepat didepan wajah ranhi sampai hembusan nafas nya mengenai wajah ranhi.
Ranhi yang merasa malu malah menutup mata karena tangan kanan nya kini didekap fram ke dada nya sedangkan tangan kirinya terhimpit badan nya sendiri membuat ranhi tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Karena ranhi menutup mata perlahan fram mendekatkan wajah nya dan menempelkan bibir nya pada bibir ranhi sampai ranhi membelalakkan matanya karena kaget bibirnya menempel dengan dengan bibir fram dan melihat fram yang memejamkan matanya. Fram melepaskan kecupan bibirnya pada ranhi, mereka saling bertatapan dengan tatapan yang begitu lembut. Tanpa menghilangkan kesempatan fram kembali menempelkan bibirnya dengan bibir ranhi namun sekarang fram sedikit melumat bibir ranhi dengan perlahan dan penuh kelembutan membuat ranhi nyaman imut terhanyut dan membalas lumatan fram dengan lembut.
Lumatan yang berawal lembut berubah menjadi ciuman yang panas diantara keduanya membuat mereka saling kehabisan nafas dan mengakhiri ciuman itu hendak mengambil nafas dalam masing-masing menetralkan nafas nya yang tersengal. Namun entah mengapa ciuman itu membuat mereka berdua seakan menjadi candu yang begitu memabukan, sampai Jordi yang masuk ke dalam kamar rawat fram itu pun tidak mereka ketahui dan sadari sekarang bahkan sudah berada didepan mereka dengan bersilang tangan di dada nya.
"Ekhemm..hemm..." Jordi berdeham membuat fram dan ranhi menghentikan ciumannya dan melihat siapa yang mengeluarkan suara.
Ranhi yang malu pada jordi langsung menyembunyikan wajahnya di dada fram yang membuat Jordi tertawa karena menurutnya ranhi begitu absurd dan sangat lucu.
Sebaliknya fram begitu kesal pada Jordi karena sudah mengganggu kesenangan nya.
"Hiss....Jordi kau mengganggu saja." fram sedikit malu membentak Jordi karena Jordi tanpa ragu menertawakan mereka berdua.
"Aku tidak kuat menahan tawa melihat dia sangat lucu..wkwkwk.." Jordi tertawa lepas kembali.
Memang ketika Jordi sedang lupa ingatan menjadi seorang asisten pastinya selalu bersikap normal layaknya fram hanya seorang adik baginya Seperti saat ini dan fram juga tidak pernah mempermasalahkan sikap Jordi yang terkadang lancang seperti itu.
"Aahhh...fram asisten mu itu sangat menyebalkan." ranhi memukul pelan dada fram agar dia memarahi Jordi asisten nya.
Sementara Jordi makin terpingkal-pingkal karena menahan tawa nya. Hingga sebuah bantal yang dilempar fram melayang dan mengenai muka Jordi dengan kencang.
"Pergi sana kau membuat suasana menjadi tidak asik lagi." fram menyuruh Jordi keluar ruangan.
"Hei..tuan muda ku tersayang ini sudah lewat dari jam makan malam dan kalian belum makan malam, ini aku sudah bawakan makanan agar kalian tidak kelaparan." Jordi menyimpan dua bungkus bubur ayam dimeja dekat tempat tidur fram.
"He..he..ok makasih Jordi kamu tau aku memang sudah lapar dari tadi, namun ada makanan ringan didepan mata kenapa harus di sia-siakan." fram mengedipkan sebelah matanya pada ranhi yang sekarang sedang menatapnya.
Ranhi pun dengan kesal beranjak bangun dan mengambil tongkat nya perlahan yang ada di samping tempat tidur. Namun fram menghentikan ranhi untuk turun dari tempat tidur nya.
"Mau kemana hemm...?"
"Aku mau pulang ini sudah habis jam besuk."
Ranhi menjawab sekenanya.
"Maaf nona ranhi, sekarang baru jam 8 malam jadi masih dalam jam besuk, lebih baik anda makan malam terlebih dulu dengan tuan muda."
Jordi memberi pengertian pada ranhi dengan mode yang sudah kembali sebagai asisten yang patuh pada majikan.
Fram hanya terkekeh melihat mereka berdua yang sedang berdebat, baginya itu suatu hiburan tersendiri. Fram akhirnya melerai mereka yang masih saja saling mengumpat.
"Sudahlah..kalian berdua itu berisik kapan makan nya ini??"
Sekarang terbalik ranhi dan Jordi yang menertawakan fram.
"Heiii...kenapa sekarang malah kalian yang tertawa??" fram terlihat mulai kesal.
Jordi memberikan bubur yang tadi dia beli kepada fram dan ranhi kemudian dengan cepat mereka pun langsung memakan nya sampai habis hanya bungkus nya saja yang tersisa.
__ADS_1