
Beberapa hari berlalu semenjak Muti bekerja di konveksi, sekarang Muti sudah cukup pandai menjahit pakai mesin. Muti beru merasakan capeknya menjahit karena duduk seharian membuat punggung dan pantatnya panas. tapi Muti tetap semangat karena ini pekerjaan yang ia senangi dari SMA. semenjak bekerja Nurman sering menjemput Muti dan mengantarnya pulang, membuat perasaan Muti yang sebelumnya ragu dengan sikap Nurman yang tiba-tiba pemarah menjadi terkesan lagi oleh Nurman.
hari lamaran Nurman dan Muti tiba, kedua keluarga masing-masing sibuk menyiapkannya. keluarga Nurman sibuk menyiapkan, seseran dan kue-kue yang akan di bawa untuk melamar Muti. sedangkan keluarga Muti sibuk menyiapkan jamuan untuk keluarga Nurman.
di hari lamarannya Muti memakai baju buatannya sendiri, karena Muti sudah bisa menjahit baju sendiri.
Muti bersiap-siap dandan memakai baju buatan sendiri, ibunya datang untuk melihat Muti
"waah cantik sekali anak ibu yang satu ini" puji ibunya ke Muti
Muti hanya tersenyum senang, karena bajunya hasil karya sendiri
"wah bajunya bagus Muti, ibu jadi pengen di buatin Muti baju" canda ibunya
"iya Bu, nanti Muti bikinin baju buat ibu" kata muti menyanggupi
"makasih nduk. ini nanti nurman pasti kaget lihat kamu tambah cantik gini" puji ibunya lagi
"ah ibu bisa aja. jangan bikin Muti tambah GE'ER" kata muti malu-malu
tiba-tiba adiknya datang masuk ke kamar Muti
"wah kakak cantik banget" puji adiknya
"ah kamu bisa aja dek" kata muti sambil menunjuk lengan adiknya
"bu, di panggil ayah. katanya tamunya sudah mau datang, ibu di suruh ke ruang tamu" kata Muna adiknya Muti
"iya iya" ibunya pun pergi ke ruang tamu untuk menenami suaminya
di ruang tamu, ada ayah, ibu Muti, kakak Muti beserta suami dan anaknya. beberapa menit datanglah 1 mobil Avanza tidak lain keluarga Nurman.
hanya 7 orang dari keluarga Nurman. ayahnya, ibu tirinya, bersama dua kakaknya serta dua Kakak iparnya
__ADS_1
keluarga Nurman masuk dengan membawa beberapa hantaran, yang di sambut keluarga pak Ahmad. setelah itu mereka berkumpul di ruang tamu.
"pak Ahmad, Bu Ahmad. kami kesini, memerjelas lagi. kami berniat melamar Muti buat anak kami Nurman" kata pak Udin memulai mengutarakan niatnya setelah mengobrol basa-basi
"iya pak, kami sekeluarga paham maksud tujuan pak Udin kemari" kata pak Ahmad
"berarti pak Ahmad mengijinkan dan menerima lamaran anak saya ya pak?" tanya pak Udin
"iya saya menerimanya" jawab pak Ahmad
"Bu, panggil Muti buat datang kemari" suruh pak Ahmad ke istrinya berbisik
beberapa menit Muti keluar kamar bersama ibunya menuju ruang tamu, ketika Muti memasuki ruang tamu. pesona Muti membuat semua orang yang di ruang tamu terpanas akan kemanisan penampilan Muti.
Muti pun duduk dekat ayahnya
pak Ahmad menyuruh Nurman memasangkan cincin tanda pengikatan ke jari Muti.
Nurman datang mendekati Muti dan memasangkan cincin ya ke jari manis Muti. semuanya bersorak mengucap syukur atas berlangsungnya momen lamaran tersebut dengan hikmat.
pak Ahmad pun mengiyakannya.
malam harinya, pak Ahmad bercerita ke istrinya. bahwa pak Udin meminta pernikahannya dilakukan di percepat itu lebih baik.
"gimana menurut ibu kalau pernikahan Muti di percepat?" tanya pak Ahmad ke istrinya
"iya kalau ayah sudah menyiapkan dana yak gakpapa nanti kita cari tanggal baiknya" jawab istrinya
"iya Bu, pak Udin bilang ke ayah nanti pihak pak Udin membiayai separuh dari kebutuhan resepsinya" kata pak Ahmad
"iya sudah pak, besok kita cari tanggal baiknya" kata istrinya
di dalam kamar, Muti tidur-tiduran sambil melihat cincin yang ada di jari manisnya. dia masih tidak menyangkan kalau sekarang dia sudah dilamar, dia dulu membayangkan Aryo yang akan melamarnya tapi kenyataannya Muti di lamar laki-laki anak dari teman ayahnya. Muti teringat Aryo dan mengingat kenangan-kenangan bersama Aryo.
__ADS_1
sejujurnya Muti masih belum bisa melupakan sosok Aryo, laki-laki pertama yang di cintai. Muti lagi-lagi berusaha menerima kenyataan takdir jodohnya, dia berpikir mungkin ini yang terbaik buat semuanya.
keesokan harinya orang tua Muti berkunjung ke pak kiyai, untuk menanyakan hari baik menyelenggarakan pernikahan Muti.
pak kiyai itu memberikan saran kalau hari yang baik yaitu 1 bulan setelahnya (cocoklogi weton). setelah orang tua Muti mendapat hari baiknya, ayah Muti mengabari pak Udin lewat telpon
"hallo, assalamualaikum pak Udin" salam pak Ahmad
"walaikumsalam pak Ahmad. gimana gimana pak, sudah mendapatkan hari baik untuk pernikahan anak kita?" tanya pak Udin
"iya pak Udin. saya dan istri saya sepakat hari baiknya bulan depan pak setelah mencocokan weton Muti dan weton nak Nurman" kata pak Ahmad
"OOO iya baik pak, nanti akan saya persiapkan" ucap pak Udin
"ya sudah kalau gitu pak, assalamualaikum" tutup pak Ahmad
"walaikumsalam" tutup pak Udin
malam harinya orang tua Muti menghampiri Muti di kamarnya, memberi tahu Muti kalau hari pernikahannya sebulan lagi. Muti yang mendengarnya cukup kaget karena menurutnya terlalu cepat
"ayah, ibu. apa itu Ndak terlalu cepat?" tanya muti
"itu hari baik dari pak kiyai, setelah mencocokkan weton kamu sama weton Nurman nduk," jawab ayahnya
"kalau gak bulan depan, hari baiknya satu tahun lagi. terlalu lama gak baik nduk" timpal ayahnya
mendengar penjelasan ayahnya Muti hanya pasrah, Muti hanya berpikir kalau hubungannya dengan Nurman belum terlalu mengenal karena Muti merasa sikap Nurman mudah berubah-ubah kadang baik, kadang pemarah.
"sudah nduk jangan terlalu banyak berpikir. ibu hanya berdo'a kalau ini memang takdirnya Muti berjodoh sama Nurman maka semuanya akan di permudah" tutur ibunya
Mutinya hanya mengangguk mendengar ucapan ibunya.
setelah orang tuanya keluar dari kamar Muti, Muti hanya pasrah dan bero'a ke Allah SWT jika memang ini takdirnya Muti ikhlas menjalaninya. beberapa detik setelah Muti bero'a
__ADS_1
suara pesan masuk dari hp Muti terdengar, Muti mengecek hp nya dan ternyata Aryo mengirim pesan ke Muti bertulisan selamat malam, tapi beberapa detik pesan itu di tarik oleh Aryo membuat Muti jadi bertanya-tanya. apakah Aryo memang mengirim pesan itu untuk Muti apa Aryo salah kirim sehingga pesan itu di tarik Aryo kembali. tapi Muti mengabaikannya karena Muti mulai mengantuk dan tertidur.