Kekuatan Hati Seorang Istri

Kekuatan Hati Seorang Istri
eps 5 *Bimbang ragu*


__ADS_3

Setelah pertemuan antara Muti dan urman anak pak Udin. malamnya pak Ahmad dan istrinya yang sedang di kamar mau tidur, mereka mengobrol tentang Nurman dan pak Udin


"ibu tadi lihat Ndak? Nurman dan Muti berasa sudah dekat, padahal baru ketemu" ucapk pak Ahmad


"hmmmm" hanya di satu Bu Muja seperti bergumam


mendengar respon istrinya hanya begitu pak Ahmad terus memuji Nurman


"kalau bapak lihat-lihat sepertinya Muti cocok Bu sama Nurman" kata pak Ahmad


"ya di tanyakan dulu yah ke Muti, Mutinya suka gak. terus tanya juga ke pak Udin anaknya itu juga suka Ndak sama Muti. kalau sama-sama suka ya gakpapa yah. yang menjalankan sebuah pernikahan kan anak-anak yah bukan orang tua" kata Bu Muja


"iya itu tugasnya ibu tanya ke Muti, kan Muti lebih dekat sama ibu" kata pak Ahmad


"ya sudah, tidur pak. udah malam" kata Bu Muja mengakhiri obrolannya sebelum tidur.


Keesokan harinya, seperti biasa Muti membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. ketika Muti membantu memasak untuk siang harinya, ibunya mengambil kesempatan ini untuk Berta ke Muti tentang kesan pertama ketemu Nurman kemaren sore.


"nduk ada yang mau ibu tanyakan ke kamu" kata ibunya


"enggeh Bu, mau tanya apa?" ucap Muti


"gimana kesan pertama kamu ketemu Nurman kemaren?" tanya ibunya


"mmmmm" Muti sedikit berpikir sebelum menjawab


"ya baik orangnya, sopan juga" jawab Muti


"OOO gitu ya Alhamdulillah kalau kesan pertamanya baik" kata ibunya


"ibu cuma berpesan sama Muti. jangan terlalu pilih-pilih pasangan nak. kadang yang sudah kita kenal lama belum tentu jadi jodoh kita, bisa saja yang baru kenal dan dia serius itu jodoh kita. karena takdir jodoh sudah di tentuka oleh Allah, kalau kita baik pasti jodoh kita juga baik pula dan sebaliknya nak" kata Bu Muja ke Muti


Muti hanya mengangguk dan berpikir tentang kata-kata ibunya.

__ADS_1


siangnya setelah Muti mengantar makan siang ayahnya, Muti menghubungi kekasihnya yaitu Aryo dengan mennelponnya. nada berdering ..... Tut..Tut...Tut... ketika sudah di angkat


"hallo assalamualaikum mas" salam Muti


"walaikumsalam dek" jawab Aryo


"Muti ganggu gak ini?" tanya Muti ke kekasihnya itu


"ini mas lagi ngerjain skripsinya dek, tinggal beberapa hari lagi inysaallah selesai" jawab Aryo


mendengar jawabnya Aryo seperti itu Muti langsung berpikir bahwa Aryo sibuk dan harus mengerjakan skripsinya padahal Muti ingin mengajak Aryo ketemu sore nanti. tapi Muti tidak ingin mengganggunya, dan mengurungkan niatnya ngajak ketemu Aryo.


"ya sudah mas Aryo, semangat ya ngerjakannya" kata muti menyemangati aryo


"iya dek, makasih ya semangatnya" ucap Aryo


"ya sudah mas, Muti tutup dulu telponnya" kata muti


"iya dek, selamat beraktifitas buat dek Muti. assalamualaikum" salam Aryo di jawab Muti walaikumsalam lalu menutupnya.


setelah Nurman minta ijin ke orang tua Muti untuk mengajak Muti jalan-jalan, mutipun terpaksa mau.


karena Nurman tidak begitu paham daerah rumah Muti, meminta Muti untuk merekomendasikan tempat buat jalan-jalan. Muti pun berkata, bahwa dia biasanya hanya jalan-jalan di lapangan dekat pasar di daerahnya. akhirnya mereka berdua jalan-jalan di pasar untuk makan.


Muti jalan-jalan sama Nurman tapi yang ada di kepala Muti kekasihnya yaitu Aryo, Muti merasa apa yang dilakukannya ini benar atau salah jika jalan dengan laki-laki lain. apa ini termasuk perselingkuhan? tanya Muti dalam hatinya. (ayah tapi aku dan mas Nurman ini kan hanya teman, tidak ada hubungan apa-apa. dalam hati Muti meyakinkan bahwa tindakannya ini tidak salah)


setelah sholat Maghrib di salah satu musholla dekat pasar, Meraka berduapun pulang.


setelah sampai rumah Muti, Nurman dengan sopan berpamitan ke orang tua Muti.


saat Muti hendak masuk kedalam rumah, ayahnya menyeletuk


"wah nak Nurman ini, benar-benar bisa jadi suami idaman"

__ADS_1


mendengar ayahnya berkata seperti itu Muti diam saja dan berpikir dalam hatinya. (sepertinya, mas Nurman menyukai Muti. tapi Muti bingung, itu beneran suka apa dorongan dari ayahnya 'pak udin' untuk mendekati Muti?) Muti pun bimbang ragu sementara malam mulai datang.


malam hari, ayahnya menghampiri Muti yang berada dalam kamarnya.


"nduk, ayah boleh masuk kamarmu?" tanya ayahnya


"enggeh yah, masuk saja" Muti mempersilahkan


"nduk, gimana hubungan kamu sama Nurman?" tanya ayahnya langsung to the point ke muti


mendengar pertanyaan itu, Muti bingung menjawab apa. karena Muti sebenarnya tidak ada rasa ke Nurman


"hubungannya gak gimana-gimana yah" jawab Muti


"menurut ayah, Nurman itu anak baik, sopan, dan sudah bekerja yang lebih penting, cocok di jadikan suami nduk" kata ayahnya


"mutipun baru kenal sama mas Nurman yah. iya, emang mas Nurman terlihat baik tapi kan Muti sama mas Nurman baru kenal. dan Muti juga masih pacar mas Aryo" ucap Muti


"kamu ini perempuan nduk, gak baik menunggu laki-laki terlalu lama. kalau ternyata Aryo bukan jodoh kamu? kamu membuang waktumu untuk menunggu laki-laki yang bukan jodohmu" kata ayahnya yang makin membuat hati Muti bimbang


"menurut ayah, Nurman suka sama kamu nduk. soalnya pak Udin bilang sendiri ke ayah seperti itu" kata pak Ahmad


Muti hanya terdiam dan terlihat sekali kalau Muti bimbang


"ya sudah nduk, ayah balik dulu ke kamar. kamu pikirkan kata-kata ayah dengan baik, sebelum kamu mengambil keputusan" kata ayahnya lalu berjalan keluar dari kamar Muti.


mutipun semakin bimbang dan ragu, disatu sisi ayahnya mendesak untuk menikah dan terlihat sekali bahwa ayahnya menjodohkan dengan Nurman meski semua keputusan ke Muti. di satu sisi Muti masih menyayangi Aryo, dan berharap Aryo bisa memberikan kepastian dalam hubungan. dalam lamunan Muti yang bimbang, terdengar bunyi hp nya ada pesan masuk. ternyata dari Aryo, ekspresi Muti berubah menjadi senang karena Aryo mengirim pesan lewat hp


"assalamualaikum dek Muti. maaf udah malam mas baru bisa ngabari dek Muti karena, baru selesai ngerjakan skripsinya untuk harinya dan di lanjut besok lagi. dek Muti kalau sudah tidur, selamat malam ya good night" isi pesan Aryo


Muti pun senang membacanya, karena Muti merasa mas Aryo benar-benar sayang ke Muti hanya saja waktunya saat ini Aryo sibuk dengan tugas akhir kuliahnya.


"ini baru mau tidur mas, selamat malam juga mas. good night" bls Muti

__ADS_1


setelah menerima pesan dari Aryo, rasa bimbang mutipun sedikit berkurang. lalu dia memejamkan matanya untuk tidur karena sudah larut.


__ADS_2