Kekuatan Hati Seorang Istri

Kekuatan Hati Seorang Istri
eps 3 *Awal perjodohan*


__ADS_3

Setelah pak Ahmad mengetahui keinginan anaknya yaitu Muti ingin bersekolah lagi. pak Ahmad malah mengutarakan pemikirannya ke Muti. lebih baik Muti menikah, dengan begitu Muti akan bahagia dengan kehidupan rumah tangganya kelak tanpa perlu sekolah lagi. mutipun di panggil oleh ayahnya ke ruang tamu.


di ruang tamu ada ayah muti, ibu Muti dan Muti.


ayahnya membuka obrolan ke Muti


"Muti, ayah sudah mendengar dari ibumu kalau Muti ingin sekolah lagi mengejar cita-cita Muti. tapi bukannya ayah tidak mau menyekolahkan Muti lagi, tapi kondisi keuangan kita pas-pasan." kata pak ayahnya


Muti hanya terdiam menunduk mendengar kata-kata ayahnya, ayahnya pun melanjutkan omongannya


"kalau menurut ayah, bagaimana kalau Muti menikah saja?? nanti ayah kenalkan sama anaknya pak Udin, teman ayah kemaren yang Muti ketemu di sawah" kata ayah muti


"tapi yah, Muti belum kepikiran untuk menikah" jawab Muti


"Oalah nduk, coba kamu lihat kakak kamu muji. dulu dia juga menikah muda, dan sekarang hidupnya juga baik-baik saja bahagia, karena sejatinya seorang perempuan akan jadi ibu rumah tangga. walaupun ingin bekerja membantu keuangan keluarga ya sebisanya saja." kata ayah muti


Muti hanya terdiam dan berpikir (bagaimana ini, apa aku cerita saja kepada ayah bahwa aku mempunyai seorang pacar yang aku cintai? jadi ayah tidak perlu menjodohkan ku dengan putranya pak Udin temannya itu)


dengan keheningan sementara ibu Muti, memecahkan keheningan tersebut


"nduk, gak usah di pikir menjadi beban. kalau Muti gak mau gakpapa bilang saja ke ayah, atau Muti sudah memiliki kekasih?" tanya ibu muti


akhirnya mutipun memberanikan diri menceritakan bahwa Muti memiliki kekasih bernama Aryo.


"enggeh Bu, Muti sudah punya kekasih namanya Aryo" jawab Muti


"tuh yah, anak kita sudah memiliki kekasih. jadi jangan di paksa dikenalkan ke anaknya pak Udin dulu" kata Bu Muja ke suaminya


"ayah gak maksa Bu. kalau Muti anak kita ini sudah punya kekasih ya Monggo di kenalkan ke kita, biar kita bisa mengenalnya terlebih dulu" kata pak Ahmad


mutipun menyanggupi akan mengenalkan kekasihnya ke kedua orang tuanya.


malam harinya Muti tidak bisa tidur padahal jam sudah pukul 21.30, dia kepikiran gimana nanti bilang ke mas Aryo kekasihnya kalau orang tua Muti ingin bertemu dengan Aryo. Muti merasa kalau ayahnya ingin sekali melihat dirinya segera menikah, karena sudah adat keluarga ayahnya kalau seorang perempuan akan di nikahkan muda. padahal Muti sebenarnya ingin menggapai cita-citanya dulu. dengan hati yang cukup gelisah Muti akhirnya tertidur.


pagi harinya Muti mengabari kekasihnya Aryo, untuk ketemuan sore hari di pasar yang jaraknya 1km an daribrumahnya, aryopun mengiyakan pertemuan itu karena Aryo sebenarnya kangen ingin ketemu Muti.


seperti biasa hari-harinya Muti, membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengantar makan siang untuk ayahnya.

__ADS_1


Sore harinya pukul 16.00, Muti sudah selesai bersiap-siap menemui kekasihnya di pasar. Muti pun ijin ke ibunya lalu dia mau pergi ke pasar, ibu Muja mengijinkannya.


Aryo sudah datang duluan dengan sepeda motor Beatnya, dia menunggu di lapangan dekat pasar yang biasanya menjadi tempat mereka berdua bertemu. Muti baru sampai beberapa menit setelah Aryo menunggu, Muti turun dari ojek dan melihat kekasihnya menunggu di lapangan. mutipun menghampiri kekasihnya dengan senyum.


"mas Aryo sudah nunggu lama?" tanya Muti ke Aryo


"enggak kok dek, baru juga mas datengnya" jawab Aryo


"dek Muti mau jalan-jalan dulu apa makan dulu?" tanya Aryo ke kekasihnya itu


"makan aja mas, sebenarnya Muti lagi pengen makan tahu campur sekali pengen ketemu mas Aryo" jawab Muti manja


"yasudah ayo dek kita makan tahu campur" kata Aryo sambil menyalakan motornya dan menyuruh Muti naik ke boncengannya.


setelah sampai ke warun tahu campur, mereka berdua menikmati makanan sambil cerita-cerita sedikit tentang kabar mereka satu sama lain.


setelah selesai makan tahu campurnya, Muti menceritakan kalau orang tuanya ingin mengenal Aryo


"mas, kita kan udah menjalin hubungan udah hampir 1tahun. ayah dan ibuku menanyaiku, apakah aku sudah punya pacar atau belum. aku jawab sudah dan mereka ingin kenal sama kamu mas, menurut kamu gimana?" tanya Muti ke Aryo


"iya nanti waktu nganter dek Muti pulang, sekalian mas mampir buat ketemu sama orang tua dek Muti" jawab Aryo


dalam perjalanan Aryo berhenti ke warung terang bulan, membeli kue terang bulan untuk buah tangan ke orang tua Muti, dengan perlakuan Aryo yang begitu peduli sama orangtua Muti. mutipun di buat meleleh dengan sikap baik dan perhatiannya Aryo.


sesampainya mereka di rumah Muti, dengan sopan Aryo mengucapkan salam meski datang bersama Muti.


salam Aryo di jawab oleh ibu Muti.


"assalamualaikum" salam Aryo


"walaikumsalam, masuk masuk sini nak" jawab ibu Muja sambil mempersilahkan Aryo masuk


Muti pun ijin ke Aryo untuk masuk kedalam membuatkan Aryo minum.


beberapa menit ayah muti keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu begitu dengar pacarnya Muti datang, sesampai ruang tamu. Aryo dengan sopan, menyalimi tangan pak Ahmad. setelah itu pak Ahmad duduk, dan membuka obrolan


"nama e siapa nak" tanya pak Ahmad

__ADS_1


"nama saya Aryo pak" jawabnya


"jadi Muti sudah cerita ke kami, kalau nak Aryo ini pacarnya Muti ya!!" celetuk Bu Muja


"enggeh" jawab Aryo singkat sambil senyum


suasana hening beberapa menit hingga Muti muncul membawakan 3 cangkir teh untuk ayah, ibu dan kekasihnya


"silahkan nak di minum tehnya" tawar Bu Muja


"enggeh Bu" jawab Aryo


mutipun duduk di tempat duduk samping Aryo


"nak Aryo sekarang sudah umur berapa? apa masih seumuran Muti?" tanya pak Ahmad


"Aryo umur 22 pak, kakak tingkatnya Muti waktu SMA" jawab Aryo


"berarti nak Aryo ini sudah lulus sekolah ya? kegiatannya sekarang bekerja?" tanya pak Ahmad


"saya masih sekolah pak, sekarang sudah semester akhir mengerjakan skripsi" jawabnya


dengar jawaban Aryo pak Ahmad hanya "oooo"


Muti yang mendengar pertanya-pertanyaan ayahnya untuk Aryo sedikit tak enak hati terhadap kekasihnya itu.


setelah 20menitan mengobrol dengan kedua orang tua Muti, Aryo pamit pulang. Muti pun mengantarnya kedepan.


ketika Aryo mau naik motornya, mutipun meminta maaf ke Aryo.


"mas, maafin orang tua Muti ya kalau mereka tanya-tanya gitu tadi" kata muti


"iya dek, gakpapa kok wajar orang tua tanya gitu" jawab Aryo dengan nada sabar


"yasudah mas balik dulu ya" pamit Aryo


"iya mas hati-hati" jawab Muti

__ADS_1


setelah Aryo mengendarai motornya sudah jauh dari pandangan Muti, mutipun masuk kedalam rumah.


__ADS_2