
Pagi harinya setelah semalam resepsi pernikahan, pukul 7.00 pagi Muti membangunkan Nurman yang sekarang menjadi suaminya
mereka berdua bangun kesiangan karena kelelahan setelah acara semalam.
"mas bangun mas sudah jam 7 pagi" ucap muti membangunkan suaminya dengan lembut
"mmmmmm iya" jawab Nurman yang masih mengantuk sebenarnya tapi Nurman bangun lalu mandi.
Muti ke luar kamar menuju mejaka makan untuk menyiapkan sarapan buat Nurman. karena masih ada beberapa makanan yang masih ada setelah resepsi kemaren, mutipun tinggal menghangatnya saja makanannya.
Bu Muja menghampiri Muti
"ya gitu nduk, siapkan makan buat suamimu" kata ibunya
"enggeh Bu" jawab Muti
"Muna mana Bu? sekalian sarapan bareng-bareng" ajak Muti
"kami udah sarapan kok nduk, Muna Sekaran bantu ayahmu ke sawah" jawab ibunya
Nurman pun menuju meja makan setelah Dia sudah mandi, Bu Muja yang melihatnya langsung menyuruh mantunya untuk sarapan
"Nurman sini sarapan nak, Muti sudah menyiapkannya ini" kata Bu Muja ke menantunya itu
"enggeh Bu" jawab Nurman
"ya sudah ibu tinggal dulu ya. siap-siap mau ada arisan" pamit Bu Muja ke manenantu dan anaknya itu
"enggeh Bu" jawab Muti dan Nurman bebarengan
Muti mengambilkan nasi untuk Nurman
"segini cukup mas" tanya muti ke suaminya itu sambil memperlihatkan nasi yang di taruh piring
"iya cukup dek" jawab Nurman
"mas pakek sayur apa? soto apa rawon?" tanya muti lagi
"soto aja dek" jawab Nurman
merekapun sarapan berdua pertema kalinya setelah menikah. Nurman makan begitu lahap, mungkin karena saking laparnya.
sehabis makan Muti membersihkan meja makannya dan mencuci piring kotornya, Nurman pergi ke ruang tengah untuk menonton TV karena Nurman bingung harus melakukan apa di hari pertamanya setelah pernikahan dan di rumah mertuanya.
setelah Muti selesai mencuci piring, Muti menghampiri suaminya yang menonton TV di ruang tengah.
Muti agak kaget karena yang di tonton Nurman serial cartoon doraemon, dalam hati Muti (mas Nurman emang suka nonton cartoon? apa karena ini hari Minggu gak ada acara lain jadi nonton cartoon y?)
"mas suka nonton cartoon?" tanya muti
"karena gak ada serial lain aja jadi nonton cartoon" jawab Nurman.
__ADS_1
"mas sukanya nonton apa emangnya?" tanya muti
"mas suka lihat drama Indonesia" jawab Nurman
mendengar jawaban suaminya Muti berpikir bahwa suaminya ini tipe orang yang mudah terbawa suasana karena menurut Muti orang yang suka menonton drama tipe orang yang muda terbawa suasana.
"aku bikinin teh ya mas, sambil aku bawakan cemilan" tanya muti
"kalau bisa es teh aja ya dek" pinta suaminya
"iya mas" jawab Muti, lalu pergi ke dapur membuatkan es teh untuk suaminya dan mengambilkan beberapa cemilan yang masih ada sisa resepsi kemaren
beberapa menit Muti datang membawakan es teh beserta cemilan untuk suaminya
"ini mas es teh sama cemilannya" kata muti sambil menyajikan di depan Nurman
"makasih dek" ucap Nurman ke istrinya
Nurman memakan cemilannya sambil menyeruput esnya....
"mas nantinya kita tinggal disini, di rumah orang tua mas Nurman apa kita hidup mandiri saja ngekost?" tanya muti ke suaminya
"kita tinggal di rumah orang tua mas saja dek. di sana rumahnya lebih besar" jawab Nurman
Muti menatap Nurman penuh arti karena mendengar rumah Nurman lebih besar, Nurman yang mengerti langsung menjelaskan maksud omongannya
"maksud mas, tempat kerja mas lebih dekat dari rumah orang tua mas dan tempat kerja kamu juga lebih dekat dari rumah orang tua mas kan?" jelas Nurman sambil bertanya ke istrinya
"jadi besok kami beres-beres bawa bawaan kamu yang menurut kamu penting buat tinggal di rumah orang tua mas" kata Nurman
"hah besok mas?" tanya muti dengan kaget
"iya" jawab Nurman
"cepat banget mas pindah ke rumah orang tua mas Nurman?" tanya muti
"ya besok lusanya mas harus masuk kerja" kata Nurman
Muti hanya mengangguk mendengar alasan Nurman.
sore harinya ayah muti dan ibu Muti duduk di ruang tamu, Nurman yang melihat ayah dan ibu mertuanya duduk santai di ruang tamu. Nurman mengajak Muti menghampiri kedua orang tuanya.
Nurman meminta ijin ke mertuanya untuk membawa Muti tinggal di rumah orang tua Nurman
"yah, Bu. Nurma meminta ijin ke ayah dan ibu, membawa Muti tinggal bersama Nurman di rumah ayah saya" kata Nurman
"iya boleh saja nak. nanti kalian sambil nabung, buat bangun rumah sendiri lebih baik" kata ayah muti
"enggeh yah" jawab Nurman
"jadi rencananya kapan kamu bawa Muti tinggal di rumah ayah kamu?" tanya pak Ahmad
__ADS_1
mendengar hal itu pak Ahmad dan istrinya kaget karena terlalu cepat
"loh kok besok nak?" tanya pak Ahmad
"enggeh yah karena besok lusanya saya harus masuk kerja" jawab Nurman
"OOO ya sudah kalau gitu" kata pak Ahmad mengiyakannya
"nak Nurman, tolong di jaga anak ibu ini ya. kalau Muti melakukan kesalahan ya di nasehati dengan baik-baik biar hubungan tetap harmonis dengan saling menghargai" pesan ibu mertuanya kepada menantunya itu
"enggeh Bu" jawab Nurman singkat
mereka berempat pun ngobrol-ngobrol terutama Bu Muja memberi pesan-pesan ke Muti karena Muti akan berada di tempat baru dan Muti harus menyesuaikan kondisi dimana.
setelah selesai mengobrol Nurman dan Muti pamit masuk kamarnya
Muti berkemas membawa baju-baju dan barang yang di perlukan Muti untuk tinggal di rumah mertuanya nanti.
saat Muti berkemas, Nurman melihat Muti terus dengan mata penuh arti. Muti yang merasa suaminya melihat dirinya turus lalu bertanya ke suaminya
"mas kenapa natap Muti gitu?" tanya muti
"gakpapa dek. dek muti belum selesai ya datang bulannya?" tanya Nurman
karena beberapa hari sebelum pernikahan Muti datang bulan, dan di ceritakannya ke Nurman. mutipun paham maksud suaminya
"belum mas, kalau gak besok ya lusa" jawab Muti
"OOO gitu" gumam Nurman
lalu Nurman rebahan tidur. Muti melanjutkan berkemasnya.
selesai berkemas Muti mendapati suaminya sudah tertidur pulas. melihat suaminya tidur mutipun ikut tidur karena Muti juga sudah mengantuk.
pukul 4.30 pagi muti terbangun, melihat suaminya masih tidur Muti membangunkannya untu sholat subuh karena kemaren pagi Muti bangunnya juga siang jadi tidak bisa membangunkan suaminya untu sholat subuh.
"mas bangun mas, sholat subuh" kata muti dengan lembut
"mmmm iya" gumam Nurman yang sebenarnya masih mengantuk
Muti membangunkan lagi dan akhirnya Nurman bangun lalu ambil air wudhu untuk sholat subuh di kamarnya. setelah sholat subuh Nurman kembali tidur
sedangkan Muti membantu ibunya masak di dapur. ayah muti puku 6.00 pagi sudah berang ke sawah begitu juga disusul adiknya berangkat sekolah.
jam sudah pukul 7.00 pagi
"nduk, bangunkan suami mu gih buat sarapan udah jam 7.00 pagi loh ini" suruh Bu Muja ke Muti
"enggeh Bu" jawab Muti
lalu pergi ke kamarnya membangunkan suaminya untuk sarapan bersama.
__ADS_1