Kekuatan Hati Seorang Istri

Kekuatan Hati Seorang Istri
eps 18 *Hati seorang istri*


__ADS_3

Semenjak pertengkaran Muti dan Nurman. malamnya Nurman tak pulang ke rumahnya. Muti di dalam kamar menunggu suaminya, dan ingin meminta maaf jika apa yang di lakukan Muti membuat suaminya marah tapi sampai tengah malam pun Nurman belum pulang ke rumahnya. Muti pun khawatir... Muti menghubungi hp nya Nurman tapi tak ada jawab


"Tut Tut Tut...... Tut... Tut ..." bunyi nada dering ketika Muti menelpon hp suaminya


"mas kamu sebenarnya kemana sih?" tanya muti dalam dirinya sendiri


Muti masih menunggu suaminya sampai dia tak sadar tertidur, Muti terbangun dari tidurnya melihat suaminya masih belum di kamar. Muti melihat hp nya ternyata suduh pukul 4.00 WIB dini hari.


Muti lalu berjalan menuju depan rumah mengecek mungkin saja suaminya terkunci di luar.


ketika Muti membuka pintu depan rumah, betapa kagetnya melihat suaminya tertidur di teras rumahnya..


melihat suaminya tidur di teras rumah, Muti membangunkannya dan Muti menyadari kalau suaminya bau alkohol.


"mas bangun mas" kata muti


"mas kamu mabuk ya" timpal Muti lagi


Nurman terbangun tapi masih seperti orang teler, lalu Muti menuntunnya bangun dan berjalan menuju kamarnya.


setiba di kamarnya, Muti membaringkan suaminya ke tempat tidurnya. lalu membersihkan badan Nurman.


"ya Allah mas kenapa kamu Sampek gini, untung saja ayah sama ibu kamu belum bangun dan gak ngelihat kamu dalam kondisi mabuk gini" kata muti yang ke suaminya yang tertidur karena mabuk


Muti sholat subuh, dalam sholatnya dia mendo'akan suaminya agar suaminya baik-baik saja meski suaminya menyimpan masalahnya.


selesai subuhan Muti, pergi belanja sayuran ke tukang sayur yang jaraknya hanya beberapa rumah dari rumah mertuanya.


"Bu saya beli sayur kangkung ini, sama ayamnya setengah kilo aja" kata muti ke tukang sayurnya


"iya Bu Muti, semuanya 25 ribu" kata tukang sayur yang sudah mengenal Muti karena Muti sering berbelanja sayur disitu


sepulangnya Muti lalu ke dapur dan memasak sayur dan ayam yang sudah di belinya


di dapur terlihat ibu mertuanya sudah bangun dan hendak memasak juga.


"dari mana kamu?" tanya ibu mertua ke Muti


"belanja Bu" jawab Muti singkat


"ibu dari sore gak lihat Nurman, kemana dia?" tanya ibu mertuanya


"iya ams Nurman pulang agak malem kemaren Bu, sekarang masih tidur" jawab Muti tak mengumbar kelakuan suaminya yang habis mabuk

__ADS_1


"oooo" jawab ibu mertuanya


mutipun lalu fokus memasak, dia masak ayam kentaky kesukaan suaminya itu. dan membuatkan suaminya wedang jeruk karena buat stamina suaminya yang habis mabuk.


selesai masak Muti membawa makanan ke kamar , melihat suaminya yang masih tidur Muti tak enak hati untuk membangunkannya. Muti akhirnya memutuskan istirahat juga sejenak.


Alarm hp Nurman bunyi membuat Muti terbangun lalu mematikan alarm hp suaminya ternyata sudah pukul 8.00 pagi


Muti membangunkan suaminya


"mas bangun mas, sarapan dulu" kata muti membangunkan suaminya


"mmmmm" jawab Nurman


"mas bangun mas" kata muti lagi


"diam, aku masih mengantuk" bentak Nurman ke istrinya


Muti pun tak ambil hati atas sikap suaminya, Muti berpikir itu masih da bawah alam sadar suaminya. Muti hanya diam dan duduk di kamarnya sambil menunggu suaminya terbangun dengan sendirinya


ditoko... ayah dan ibu tiri Nurman sedang mengobrol


"yah, Nurman hari ini gak kerja ya? gak terlihat Nurman sama sekali dari pagi" tanya ibu tiri Nurman ke suaminya


"Oalah yah, dia kan anak kamu dan masih tinggal disini. kalau ada apa-apa ayah harus nasehati" kata ibu tiri Nurman


"terserah sekarang Nurman mau ngapain saja, karep-karep e" jawab pak Udin


melihat pak Udin cukup emosi, ibu tiri Nurman tak melanjutkan obrolannya tentang Nurman dan mengalihkan pembicaraan ke lainnya.


Di rumah orang tua Muti. ibu Muti merindukan anaknya karena beberapa hari Muti tidak menelpon.


"tumben sekali Muti tidak menelpon. apa Muti sedang sibuk ya. apa sabaiknya aku yang telpon Muti dulu? tapi takutnya nanti menganggu Muti" itu yang ada di benak ibu Muti memikirkan anaknya


"ya Allah semoga lindungilah Muti anak hamba slalu" do'a Bu muji ke anaknya Muti


seperti seorang ibu yang merasakan firisat bahwa anaknya tidak baik-baik saja


pukul 11.00 siang Nurman terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya tertidur di bawah duduk dan kepalanya di atas kasur. Nurman mengabaikannya dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya


di kamarnya Muti juga terbangun, mendapati suaminya sudah tidak ada di ranjangnya. Muti pergi ke dapur mencari suaminya dan mendengar di kamar mandi ada grujukan air. Muti berpikir yang sedang mandi adalah suaminya, lalu Muti balik ke kamarnya dan meyiapkan makanan untuk suaminya


Nurman masuk kamarnya sehabis mandi. Muti lalu melayani Nurman untuk makan

__ADS_1


"mas ini sudah muti siapin makanan kesukaan mas nurman, sama wedang jeruk nipis ya biar badan mas segar" kata muti ke suaminya


Nurman hanya diam tak menjawab tapi langsung memakan makanan yang sudah di siapkan istrinya.


Nurman makan begitu lahap, karena selain Muti masak ayam kentaky kesukaannya tapi masakan Muti benar-benar enak karena Muti jago masak.


dengan cepat Nurman menyelesaikan makannya.


Nurman terdiam setelah selesai makan, Muti hanya tersenyum melihat suaminya.


"kenapa kamu senyum?" tanya Nurman ke istrinya


"gakpapa mas" jawab Muti


"kamu sekarang sudah tau kan aku yang sebenarnya" tanya Nurma ke istrinya karena seingat Nurman semalam mabuk dan tertidur di teras rumah pasti istrinya yang membawa ke kamar


"memangnya mas Nurman sebenarnya apa?" tanya muti seakan-akan gak paham maksud suaminya


"iya aku mabuk" kata Nurman


"mas Nurman kenapa mabuk?" tanya muti


"iya ini lah aku" jawab Nurman


Muti berusaha tenang dan ingin menyadarkan suaminya dengan bicara dengan lembut


"mas, itu gak baik buat kesehatannya mas Nurman. kalau mas Nurman ada masalah bisa cerita ke Muti. kita kan sudah menjadi suami-istri jadi harus terbuka" kata muti


"aku gak suka kerja di pabrik ini, aku mau risegn" kata Nurman


"memangnya sudah mas pikirin baik-baik? dan nantinya mas kerja dimana? sekarang Muti sedang hamil loh mas" kata muti memberikan penjelasan kondisi rumah tangganya


"intinya aku mau risegn dan untuk urusan kerja nanti aku bisa kerja di tempat lain, aku masih ada uang buat persalinan kamu nanti" kata Nurman menjanjikan istrinya


"ya sudah kalau memang itu keputusan mas Nurman" ucap muti tak memperbesar masalah ini


tapi ayah Nurman yang mengetahui anaknya sudah tak bekerja lagi malah meluapkan amarahnya ke Muti menantunya ketika Nurman tak di rumah


"kamu ini gimana Muti? jadi istri itu harus bisa membuat Nurman mengambil keputusan yang benar, jangan menuruti kemauan Nurman saja kamu pikirin biaya hidup kalian nanti" kata yah mertuanya ke Muti


"mas Nurman katanya mau cari kerja yang dia sukai yah" jawab Muti


"memangnya cari kerja mudah? kamu ini gak bisa jadi istri penyemangat suamimu" kata ayah mertuanya ke Muti lalu meninggalkan Muti

__ADS_1


Muti bingung dan merasa apa yang dilakukan serba salah di rumah mertuanya, melihat hubungan suami dan ayahnya yang sebenarnya tak akur.


__ADS_2