
Masa datang bulan Muti sudah selesai. Muti memberitau ke Nurman bahwa masa datang bulannya selesai. mendengar itu nurman, meminta Muti untuk melakukan hubungan suami-istri yang sempat tertunda di malam pertamanya sebagai pengantin. dan terjadilah perang surgawi
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
semenjak kejadian itu hari-hari yang dijalani Muti biasa saja. 1 Minggu Muti tinggal di rumah mertuanya... ayah mertuanya ini tiba-tiba memanggil Muti, karena Nurman masuk kerja shift sore jadi hanya Muti yang di panggil
"Muti, udah 1 mingguan Nurman dan Muti tinggal disini" ucap ayah mertuanya mengaiti kata-katanya
"dan semenjak itu Nurman sudah tak lagi memberi ayah uang, jadi ayah minta tiap bulan kalian memberi ayah uang 400ribu karena sudah tinggal disini" kata ayahnya tanpa basa basi
mendengar itu Muti kaget 😱 dan berpikir baru kali ini ada orang tua yang pamrih, dan Muti jadi merasa hidup di mertuanya seperti hidup di kost-kostan tidak seperti kekeluargaan.
"enggeh yah, tapi mas Nurman belum ngasih Muti uang" kata muti ke mertuanya
"loh kamu gimana? Nurman gajiannya loh mingguan masak belum di kasih?" tanya mertuanya
Muti juga baru paham kalau gajian suaminya mingguan, Muti mikir bulanan karena Nurman belum ngasih uang semenjak mereka menikah.
"terus kamu masak tiap harinya pakek uang siapa?" tanya mertuanya
karena memang semenjak Muti tinggal bersama orang tuanya Muti memutuskan untuk masak sendiri buat makannya dan Nurman
"Muti Makai uang Muti sendiri" jawab Muti
"intinya ayah manggil kamu cuma ngasih tau kalau tiap bulannya kamu sama Nurman harus ngasih 400ribu" kata ayahnya sambil beranjak masuk ke kamarnya
Muti terheran-heran, ternyata ayah mertuanya sosok orang tua yang pelit dan pamrih jika melakukan sesuatu ke anaknya sendiri.
malamnya Muti belum tidur karena menunggu suaminya pulang kerja. pukul 23.15 Nurman baru sampai rumah dan di sambut Muti yang dari tadi menunggunya.
"mas mandi dulu sudah muti siapkan air hangatnya" kata muti
Nurman pun lalu mandi dan setelah selesai mandi masuk kamarnya.
sebelum menceritakan kejadian sore tadi bersama ayah mertuanya Muti memastikan dulu kalau mood Nurman sedang baik takutnya jika moodnya tidak baik akan jadi marah
"mas capek, mau Muti pijitin?" tanya muti
"iya boleh" jawab Nurman
mutipun lalu memijiat pundak Nurman. beberapa menit memijat Muti memberanikan diri cerita ke suaminya
__ADS_1
"mas tadi ayah kamu bilang kalau kita harus ngasih 400ribu tiap bulannya" cerita Muti ke suaminya
"lalu udah kamu kasih?" tanya Nurman
"iya belum mas, uang Muti selama ini buat makan dan mas Nurman belum ngasih uang ke Muti" jawab Muti
"ya sudah besok sore kamu kasih, ini mas kasih kamu 500ribu" kata Nurman sambil memberikan uang 100ribuan 5 lembar ke istrinya
Muti menerimanya lalu bertanya
"mas Nurman gajiannya mingguan ya?" tanya muti
"iya, kenapa?" tayan Nurman balik
"satu Minggu dapat gaji berapa mas?" tanya muti
"1juta, makanya barusan aku kasih kamu separuhnya" jawab Nurman
"ya sudah mas, kalau gitu kita istirahat aja mas pasti udah ngantuk" ajak Muti
besok sorenya sepulang Muti bekerja, Muti menemui ayah mertuanya dan memberikan uang yang di minta ayah mertuanya
"yah ini uang yang ayah minta" kata muti sambil memberikan uangnya
mendengar itu Muti merasa ayah mertuanya seperti bapak kost 😌
Muti lalu masuk ke kamarnya. tiba-tiba dia mencium bau udang yang di masak membuatnya tak bisa menahan dan ingin muntah
Muti keluar kamar menuju kamar mandi karena tak tahan bau udang "Hoek, Hoek, Hoek" suara Muti dari dalam kamar mandi
mendengar itu ibu mertuanya lalu marah
"Muti, kamu kalau mau muntah jangan di depan orang masak" teriak ibu mertuanya
Muti keluar dari kamar mandi dan meminta maaf
"maaf Bu, gak Muti gak enak badan" kata muti lalu pergi menuju kamarnya
dalam hati Muti, gak biasa dia muntah gini hanya dengan bau udang yang di masak!!
sebulan berlalu, Muti merasa tak nyaman tinggal di rumah mertuanya. yang seakan-akan hidup di kost-kostan, ibu mertuanya juga tiap hari marah-marah ke Muti jika Muti melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ibu mertuanya lakukan selama ini.
__ADS_1
Muti akhir-akhir ini juga selalu merasa mual. dan mengatakannya ke suaminya
"mas akhir-akhir ini aku gak enak badan, anterin aku berobat y" pinta Muti ke suaminya
"iya" jawab suaminya
sorenya Nurman mengantar Muti berobat ke bidan, setelah di periksa bidan itu mengatakan ke Nurman
"selamat pak, istri bapak hamil" ucap bidannya
mendengar itu Nurman hanya berekspresi datar tak seperti suami pada umumnya jika mendengar kabar bahagia itu.
mereka pun pulang ke rumah setelah berobat ke bidan, Muti bahagia mendengar kabar kehamilannya tapi sedari tadi Nurman hanya biasa saja.
malamnya di kamar Muti mengatakan ke suaminya jika Muti ingin tinggal di rumah orang tuanya
"mas, gimana kalau kita tinggal di rumah orang tua Muti?" tanya muti
"enggak" jawab Nurman datar
"kamu kenapa sih mas? dari tadi juga kamu gak terlihat bahagia dengar aku hamil" tanya muti
"sudah ah muti, aku capek gak mau debat" jawab Nurman lalu tidur menyingkuri Muti
Muti yang melihat tingkah suaminya seperti itu membuat Muti kesal, karena suaminya tidak ada pengertiannya sama sekali dan Muti bingung kenapa suaminya seperti itu. dalam hati Muti sedih, mertuanya tidak menganggapnya seperti menantunya padahal ayahnya mertuanya yang ingin Nurman menikahinya, suaminya juga tidak pengertian atas kondisi Muti. Muti tidak habis pikir .
Muti akhirnya tertidur dengan perasaan bingung atas sikap suami dan mertuanya.
pagi harinya pukul 7.00 Muti telat bangun, melihat sampingnya suaminya sudah tidak ada. ternyata Nurman sudah berangkat kerja.
waktu Muti ke kamar mandi, di dapur ada ibu mertuanya yang menegur Muti terang-terangan di depannya.
"Oalah nak, suami kerja pagi kok jam segini baru bangun Sampek suaminya sarapan beli nasi bungkus" kata ibu mertuanya
mendengar itu Muti agak geram lalu membalasnya
"kalau ibu tau, aku telat bangun dan g masakin mas Nurman. kenapa ibu gak nawarin masakan ibu ke Nurman?" ucap muti membalas perkataan ibu mertuanya sambil balik ke kamar Muti
"OOO anak di kasih tau malah melawan" teriak ibu mertuanya
di dalam kamar Muti menenangkan hatinya atas kejadian barusan. Muti awal tak ingin melawan ibu mertuanya tapi semenjak Muti tinggal di rumah mertuanya, ayah dan ibu mertuanya terkesan cuek dan jika Muti melakukan kesalah sedikitpun langsung di marahi dengan nada yang menyindir dan Muti tidak tahan lagi.
__ADS_1
Muti lalu berangkat kerja dan melupakan kejadian pagi tadi.