
Hari pernikahan Muti dan Nurman tiba tepatnya tanggal 17 Juli 2015 hari Sabtu.
Muti sedang di rias oleh periasnya, untuk prosesi akad nikah yang di selenggarakan pukul 08.00 WIB
pukul 7.30 keluarga mempelai pria sudah datang, dan semuanya berkumpul di ruang tamu rumah keluarga mempelai wanita (dikediaman pak Ahmad)
penghulupun sudah siap, sebelum prosesi akad penghulunya menanyakan beberapa hal ke calon pengantin prianya salah satunya sudah siap untuk ijab kabul. setelah calon pengantin prianya siap, mulai lah prosesi ijab Kabul ya pukul 07.50an.
Muti calon penganti wanitanya masih di kamar sampai ijab Kabul ya selesai baru Muti menuju ruang tamu
tangan Nurman menjabat tangan pak Ahmad ayahnya Muti.
"saya nikahkan Nurman Suhartono bin Udin Sholahudin dengan anak saya yang bernama Muti suhartuti binti Ahmad Syaifulloh dengan mas kawin uang tunai 200 ribu rupiah beserta seperangkat alat sholat di bayar tunai"
"saya terima nikahnya Muti suhartuti binti Ahmad syaiful dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Nurman dengan lantang
para saksi dan penghulu serentak menjawab "SAH"
setelah ijab kabul selesai Muti yang memakai kebaya serbah putih dengan bawahan batik mendatangi Nurman karena sudah SAH menjadi istri Nurman dan duduk di samping Nurman serta mencium tangan Nurman.
setelah itu penghulu membacakan do'a untuk pasangan suami istri baru itu. semua keluarga pun mengucap syukur Alhamdulillah atas proses ijab kabul yang lancar.
setelah acara prosesi ijab kabul selesai, pihak keluarga Nurman kembali pulang karena sorenya harus datang lagi melakukan prosesi temu manten dan resepsi.
Mutipun balik ke kamarnya, Muna adiknya dan muji kakaknya mendatangi Muti di kamarnya mengucapkan selamat ke Muti atas pernikahannya
"selamat ya adikku, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohma. ini bukan akhir dari kehidupan tapi ini akan menjadi awal kehidupan yang sesungguhnya, semoga kamu semakin dewasa dan bahagia dalam rumah tanggamu kelak dik" ucap muji mendo'akan adiknya
__ADS_1
"aamiin, makasih kak do'anya" jawab Muti
"kakakku selamat ya, Muna ikut bahagia kalau kakak bahagia" ucap Muna sambil memeluk kakaknya itu
mutipun hanya tersenyum dan mengelus kepala adiknya.
Bu Muja pun mendatangi anak-anaknya yang sedang berkumpul di kamar Muti, melihat anak-anaknya yang rukun dan saling menyayangi buat hati Bu Muja begitu bahagia (sejatinya kebahagia seorang ibu ketika melihat anak-anaknya rukun dan hidup bahagia)
Bu Muja memeluk Muti beberapa menit sambil menahan air matanya karena terharu Muti anak keduanya sekarang sudah menikah dan menjadi milik suaminya
"pesan ibu, slalu jadi manusia yang baik, tulus dan ikhlas karena setiap masalah hanya itu obatnya. dan itu yang akan menjadikan Kekuatan Hati seorang wanita maupun istri" ucap ibunya memberi pesan ke Muti
"enggeh Bu" jawab Muti dengan senyum
"ya sudah kamu istirahat dulu saja nduk, biar nanti sore kamu terlihat fresh" kata Bu Muja ke Muti
"enggeh Bu" jawab Muti
mereka bertiga pun meninggalkan Muti di kamarnya sendirian untuk istirahat sejenak.
dalam sendiri Muti masih tidak menyakan sekarang Muti menjadi seorang istri di usia 19tahun, usia yang terbilang muda tapi sudah menjadi tradisi di keluarganya jika seorang gadis tidak baik mengulur waktu untuk menikah. mutipun juga tak menyangkan jika suaminya adalah sosok laki-laki pilihan ayahnya, bukan laki-laki yang di cintainya yaitu Aryo. mengingat itu Muti hanya bisa mengikhlaskan jalan hidup yang sudah di tentukan oleh sang penciptaan Allah SWT.
Beberapa jam sudah berlalu, sore mulai datang. pukul 15.00 Muti sudah di rias oleh periasnya untuk prosesi temu manten.
Muti begitu cantik dan anggun, mengenakan kebaya adat Jawa serta berkredung.
pukul 15.30 keluarga pihak pengantin laki-laki sudah datang dan proses temu manten pun mulai berjalan
__ADS_1
momen prosesi temu manten itu begitu haru, karena ibu Muti tak bisa menahan air matanya melepas Muti anaknya yang sekarang sudah menjadi milik nurman suaminya. begitu juga Muti yang tak bisa menahan air matanya ketika sungkem ke kedua orang tuannya. setelah prosesi temu manten dan sungkem selesai, sekarang Muti dan Nurman pun duduk berdua di kursi pelaminannya karena melangsungkan prosesi resepsi.
banyak dari teman-teman Muti datang, termasuk Aryo mantan Muti datang. awalnya Muti tak sanggup untuk mengundang Aryo tapi Muti meyakinkan hatinya bahwa perasaannya ke Aryo sekarang hanya perasaan teman makanya Muti mengundangnya.
ketika Aryo datang, Aryo lalu naik ke atas pelaminan dan bersalaman ke Muti serta memberikan sebuah amplop, Muti merasa biasa saja ke Aryo dan Muti mengucapkan sebuah kata ke Aryo "semoga kamu segara menyusul menikah" di balas senyum oleh aryo. lalu Aryo bersalaman dengan Nurman dan mengucapkan selamat kepada Nurman atas pernikahannya dengan Muti.
Nurman tak mengetahui bahwa laki-laki barusan yang menyalaminya adalah mantan kekasih Muti.
lalu banyak teman-teman dari Muti yang akhirnya ikut naik ke pelaminan dan bersalaman mengucapakan selamat ke Muti dan Nurman.
hari pun semakin malam, mutipun berasa lemas karena seharian berada di pelaminan. pukul 22.00 Muti memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan hanya tersisa Nurman yang berada di pelaminan dan membantu pak Ahmad menyapa para tamu pak Ahmad.
saat Muti sudah berada di kamarnya dan melepaskan baju pengantin menjadi baju tidur, serta menghapus make up-nya. Muti tiba-tiba teringat amplop yang di berikan oleh Aryo kepadanya. mutipun lalu membukanya, di dalam amplop berisikan beberapa nominal uang seratus ribuan 3 lembar dan ada sebuah tulisan berisi
"selamat atas pernikahannya dek muti, mas Aryo berharap dek muti bahagia selalu. mungkin saat ini mas Aryo belum bisa melupakan dek muti dan mas belum tau sampai kapan. terimakasih atas kenangan kita dan sekali lagi selamat atas pernikahannya" isi tulisan Aryo untuk Muti.
Muti mebacanya surat itu dengan air mata yang sudah menetes di pipinya. beberapa saat Nurman datang dan masuk ke kamar Muti yang menjadi kamar pengantinnya. melihat Nurman masuk kamarnya Muti buru-buru menghapus air matanya dan memgepal-ngepal amplop yang berisi tulisan Aryo itu dan membuangnya di kolong ranjangnya.
Nurman pun biasa saja dan tak menyadari kalau Muti habis menangis, karena Nurma merasa capek diapun melepas bajunya dan berganti memakai baju tidur.
Nurman lalu duduk di tepi ranjang sisi sebelah Muti duduk.
"mas tidur dulu ya, capek" kata Nurman ke Muti
"iya mas" jawab Muti singkat
Muti yang merasa sedikit aneh karena ini pertama kalinya ada laki-laki yang seranjang dengannya meski itu suaminya sendiri sekarang.
__ADS_1
lalu mutipun ikut tidur karena capek dan sudah mengantuk