Kekuatan Hati Seorang Istri

Kekuatan Hati Seorang Istri
eps 17 *Pertengkaran*


__ADS_3

Di tempat kerjanya Muti terlihat agak lesuh, pemilik konveksinya melihat kondisi Muti yang lesu memberikan Muti ijin pulang cepat.


Sesampainya di rumah mertuanya, Muti langsung istirahat di kamarnya. ibu dan ayah mertuanya mengetahui Muti pulang cepat hanya biasa saja


sorenya Nurman pulang kerja, ayahnya lalu memberitahu Nurman


"Nurman, istri kamu tadi pulang cepat dari kerjanya" kata ayahnya


"mungkin karena masih gak enak badan" jawab Nurman


"istri kamu itu ajarin yang bener Nurman, tadi pagi ibu nasehati malah melawan" kata ibu tiri Nurman


Nurman diam saja lalu berjalan menuju kamarnya.


melihat Muti yang masih tertidur di bangunkan oleh Nurman


"Muti bangun, udah sore ini" kata Nurman


Muti masih diam tak menjawab kata-kata Nurman


Nurman mengoyakkan tubuh Muti sambil berkata


"bangun Muti" kata Nurman lagi


Muti akhirnya terbangun dengan kondisi yang lemas.


"iya mas ada apa?" tanya muti


"kamu ini ya, baru hamil aja udah merepotkan" kata Nurman


"mas kenapa kamu bilang begitu?" tanya muti


"kamu gak masak, buat makan malem kita?" tanya Nurman


"badan ku masih lemes banget mas" jawab Muti


"jangan manja Muti" jawab Nurman sambil keluar dari kamarnya


Muti tak menyangkan sikap suaminya juga ikut berubah, padahal kondisi Muti sekarang sedang hamil. bukan memanjakan Muti malah marah-marah gak jelas ke Muti


malamnya Nurman beli makanan buat makan malamnya 2 bungkus nasi goreng.


sesampainya di rumah, Nurman langsung masuk kamar dan memberikan 1 bungkus nasi goreng yang di belinya buat istrinya


"ini aku belikan nasi goreng, cepat makan" kata Nurman


mutipun memakannya karena dia merasa lapar


selesai makan Nurman keluar kamarnya menuju ruang tengah

__ADS_1


pak Udin yang melihat Nurman di ruang tengah menghampirinya


"istri kamu sakit?" tanya pak Udin ke nurman


"mungkin karena dia hamil" jawab nurman


"sebentar lagi kamu akan jadi ayah" kata pak Udin


mendengar hal itu Nurman menjadi marah


"ini kan yang ayah ingin kan? melihat Nurman menikah, biar Nurman gak ngerepotin ayah lagi" kata Nurman bernada tinggi


"Nurman apa yang kamu bicarakan?" tanya ayahnya


"Nurman sebenarnya tidak ingin bekerja di pabrik sekarang tapi ayah memaksa Nurman buat bekerja, Nurman turutin kemauan ayah. bahkan ayah menyuruh Nurman menikah sama Muti, Nurman turutin kemauan ayah. tapi pernah gak ayah tanya apakah Nurman siap? apa Nurman suka dengan apa yang ayah suruh?" tanya Nurman


mendengar hal itu ayahnya pun terpancing emosinya


"kamu anak gak tau terimakasih ya. ayah melakukan ini semua demi kebaikan kamu. biar kamu jadi orang yang sesungguhnya. mungkin ayah terlalu memanjakan mu jadi kamu menjalani hidup seperti ini saja sudah mengeluh" ucap ayahnya ke nurman


lalu ayahnya masuk kamarnya dan meninggalkan Nurman di ruang tengah sendirian


Muti yang di dalam kamarnya mendengar percakapan antara suaminya dan ayahnya. Muti berpendapat jika sebenarnya Nurman belum siap menikah maupun bekerja mungkin karena dulunya Nurman begitu di manja. dalam hati Muti (jadi ini yang menyebabkan mas Nurman berubah sikap, karena sebenarnya dia belum siap menikah. di tambah lagi sekarang dia akan menjadi seorang ayah) tapi itu bukan menjadi alasan karena bagaimanapun Sekaran Dian sudah menjadi kepala rumah tangga dan harusnya berdamai dengan keadaannya sekarang.


mengetahui Nurman yang marah-marah karena mengeluarkan uneg-uneg nya ke ayahnya dalam hati Muti lebih baik Muti tidur membiarkan suaminya menenangkan hatinya dulu tanpa di ganggu.


esok paginya Muti bangun pagi-pagi sekali karena merasa badannya sudah enakan, muti memasak buat suaminya.


"mas, bangun mas. Muti sudah siapin sarapan buat mas Nurman" kata muti membangunkan suaminya


"mmmm iya" jawab Nurman bangun lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi karena dia harus siap-siap berangkat kerja


merakpun sarapan berdua. setelah sarapan Nurman pamit berangkat kerja ke istrinya.


Muti merasa suaminya sudah baik-baik saja, mungkin dengan cara Muti memberi perhatian lebih dan menghargainya. hati suaminya akan terbangun dan akan memperhatikan Muti dan calon anaknya.


Muti memutuskan untuk risegn kerja dari konveksi karena kondisinya sekarang hamil dan ingin lebih memperhatikan suaminya.


sorenya Muti memasakan untuk makan malamnya bersama suaminya . ibu mertuanya yang melihat Muti seharian di rumah, bertanya ke Muti


"kamu gak kerja mut hari ini?" tanya ibu mertuanya


"Muti berhenti kerja Bu, karena Muti sedang hamil" jawab Muti


"ooooo" jawab ibu mertuanya


ibu mertuanya ini kadang baik dan kadang terlihat jahat, dan biasanya suka jadi tukang kompor.


Muti menyelesaikan masaknya lalu masuk kamarnya untuk bersih-bersih diri sebelum suaminya pulang kerja.

__ADS_1


Nurman pulang kerja belum masuk rumah sudah di tungguin oleh ibu tirinya di depan tokonya


"Nurman si nak" kata ibu tirinya


"ada apa Bu?" tanya Nurman


"istri kamu hamil ya? selamat" kata ibu tirinya


"iya" jawab Nurman singkat


"pantes istri sehari dirumah hari ini, katanya risegn dari tempat kerjanya" cerita ibu tirinya ke Nurman


tanpa menjawab kata-kata ibu tirinya Nurman lalu masuk ke dalam rumah.


Nurman masuk kamarnya dan mendapati Muti menyiapkan makan untuknya, tapi Nurman tak tersentuh apa yang sudah dilakukan istrinya untuknya


"mas kamu udah pulang, mandi dulu gih mas" suruh Muti ke suaminya


Nurman pergi mandi begitu saja tanpa membalas kata-kata muti


Muti kaget, apa yang salah dari Muti? apa mas Nurman masih marah sama ayahnya semalam ya? tanya muti dalam hatinya


selesai mandi Nurman masuk kamarnya lagi, dan langsung bertanya ke Muti


"kamu risegn dari kerja?" tanya Nurman


"iya mas" jawab Muti


"kenapa kamu gak bilang ke aku dulu?" tanya Nurman


"Muti pikir karena Muti sekarang hamil jadi perlu istrinya banyak, sekalian fokus melayani mas Nurman" kata muti menjelaskannya


"kenapa sih kamu gak pernah diskusi dulu sama aku?" tanya Nurman


"mas Nurman kenapa kamu semarah ini?" tanya muti


Nurman diam sejenak mendengar pertanyaan Muti itu. karena dalam hatinya sebenarnya Nurman ingin risegn juga dari kerjaannya karena Nurman merasa tidak nyaman dengan kerjanya. dan sekarang mendengar muti risegn kerja, Nurman merasa jadi beban lagi jika dia risegn juga pemasukan darimana.


"aagh sudah lah kamu gak bakal ngerti" kata Nurman ke istrinya


"kalau mas Nurman gak cerita gimana bisa muti ngerti? mas Nurman cerita dulu, dengan begitu Muti bisa ngerti" kata muti


"aku mau risegn dari kerja" kata Nurman


Muti yang mendengarnya terkejut


"mas kenapa mau risegn kerja?" tanya muti


"karena aku gak suka kerja disitu?" jawab muti

__ADS_1


"lalu mas Nurman mau kerja dimana kalau risegn?" tanya muti


"udah lama kamu sama aja sama ayahku, kamu gak bakal ngerti" jawab Nurman lalu keluar kamar dan pergi keluar rumah mencari hiburan


__ADS_2