Kekurangan Istriku

Kekurangan Istriku
Memberi Kesempatan


__ADS_3

Handuk kimono pun di pakai Mita untuk keluar kamar mandi. Tatapannya begitu tajam pada sang suami yang duduk menatapnya dalam. Suasana kamar tampak hening tak ada percakapan sama sekali. Mita bergerak acuh mengambil baju kerja dan memakainya di ruang ganti. Ia sama sekali malas berbicara dengan Yazid lagi. Lebih baik memikirkan pekerjaan yang akan menjadi masa depannya nanti.  Penampilann rapi tinggal memakai make up tipis, Mita duduk di meja make up. Di belakang Yazid memperhatikan pergerakannya.


Di luar kamar Imah nampak menggeleng kepala. "Ini mereka kenapa lagi yah, Pah? Mita itu terlalu kekanakan masih untuk menghadapi masalah pernikahan."


"Maka itu kita biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, Mah. Nantinya mereka akan lebih mudah menyelesaikan masalah tanpa bantuan kita. Ayo, temani Papah ke kantor saja." Kedua orang tua mita pun pergi meninggalkan rumah tanpa mau ikut campur masalah sang anak.


Tak ada rasa khawatir sedikit pun di diri keduanya. Mereka sangat yakin Mita dan Yazid mampu mengatasi masalahnya. Sebelum setuju menikahkan anak gadis mereka dengan Yazid, Wahid sudah mencari tahu semua kehidupan sang menantu. Sampai pada akhirnya ia mantap memilih Yazid menjadi suami Mita.


Di kamar, kini Mita memberontak saat tiba-tiba Yazid memeluknya dari belakang. Sedikit ada perasaan senang ia raskaan meski lebih dominan rasa jengkel.

__ADS_1


"Lepas! Lepaskan aku. Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!" Mita berteriak sampai menghempas tangan Yazid dan menggigitnya kuat.


"Mita, tolong kita bicara baik-baik dulu. Awh..." keluh pria itu mengusap tangannya yang di gigit oleh sang istri.


Mita menatapnya begitu tajam saat ini. "Apa lagi yang perlu di bicarakan? Urus sana sahabat terbaikmu itu. Aku mau kerja. Minggir!" Mita begitu kasarnya berbicara dengan Yazid. Sangat berbeda dari biasanya.


"Tolong, Mit. Kasih aku kesempatan. Aku salah, aku akui. Kali ini biarkan aku menebus semuanya. Aku janji akan benar-benar menjauhi Nia. Oke? demi pernikahan kita. Demi orang tua kita. Tolong...kita pulang sekarang yah?" Tangan Mita keduanya di genggam dengan erat oleh Yazid. Pria itu sudah berdiri berhadapan dengan Mita saat ini. Ia begitu menatap dalam mata sang istri.


"Satu kali kesempatan aku akan berikan. Satu kali pun aku tida mau melihat kalian bertemu lagi. Tidak ada satu pun wanita atau pria di antara kita." Yazid mengangguk menyanggupi permintaan sang istri.

__ADS_1


"Iya, aku akan tepati janjiku. Ayo kita pulang yah? jangan bekerja di tempat itu lagi." bujuknya yang merasa sangat tak tenang melihat sang istri sudah berpakaian rapi bahkan dengan rok span yang begitu membentuk body Mita.


Yazid yang melihat anggukan kepala Mita segera memeluk tubuh wanita itu. Di usapnya kepala Mita. Rasanya dunia begitu damai saat mendapat kesempatan dari Mita. Mita pun tersenyum senang. Pelukan yang ia dapatkan begitu meneduhkan. Segala luka yang di berikan sang suami selama ini serasa lenyap begitu saja. Mita pun berjanji akan berusaha menjadi istri yang lebih baik lagi. Ia tidak ingin menyia-nyiakan pernikahan yang sudah ia perjuangkan susah payah hancur begitu saja. Bahkan membayangkan dirinya berstatus janda sungguh membuat Mita takut.


"Aku harap Kakak benar-benar tidak akan melupakan janji ini. Persahabatan antara wanita dan pria itu sangat mustahil kak tidak ada rasa salah satunya. Dan aku tidak mau itu menjad duri di rumah tangga kita nantinya." Yazid menganggukkan kepala tersenyum mendengar ucapan sang istri.


"Kita sarapan yuk." ajak Yazid usai mencium kening sang istri.


Kening Mita mengerut mendengar sang suami yang mengajaknya makan, sebab seingatnya tadi di rumah Nia sudah menyediakan sarapan untuknya. Mengerti akan pemikiran sang istri segera Yazid berkata,

__ADS_1


"Kakak tidak makan. Mana mungkin bisa makan sedangkan istri ngambek begini." Mita tersenyum malu mendengar ucapan Yazid yang begitu enak di dengar.


Hubungan keduanya yang semula begitu kaku kini berbeda seiring berjalannya waktu dan datangnya masalah yang sering menguji keduanya. Mita merasa sudah memenangkan hati Yazid meski ia masih sangat takut jika Nia akan datang lagi menghancurkan semuanya.


__ADS_2