Kekurangan Istriku

Kekurangan Istriku
Mencari Mita


__ADS_3

Keadaan rumah sejak kepulangan Yazid hingga malam hari tampak hening. Jika biasanya akan ada saja keributan yang Mita timbulkan, kini hanya ada keheningan. Yazid bertanya-tanya apa yang membuat sang istri menjadi berubah seperti itu? sampai malam harinya pun makanan tak juga ada terhiang di meja makan. Bahkan tepat jam setengah sembilan malam wanita itu sudah berbaring lebih dulu dengan selimut menutup tubuhnya. Mita tak lagi tidur seperti biasa memeluk tubuh sang suami. Kini ia tidur di sisi ranjang yang berjarak jauh dengan Yazid dan membelakangi pria itu.


Lagi Yazid menatap punggung tubuh sang istri setelah ia menyelesaikan bermain ponsel. Keningnya berkerut dalam rasanya terlalu cepat jika Mita tidur saat ini. Biasanya wanita itu akan sibuk dengan berbagai pekerjaan bahkan memijit tubuhnya. Satu kata pun tak ada ia dengar untuk hari ini keluar dari bibir istrinya.


"Mungkin dia sedang lelah." gumamnya acuh dan memejamkan mata juga.


Rasanya sulit untuk Yazid memejamkan mata, biasanya tubuhnya akan terasa hangat dengan dekapan sang istri. Tidak untuk malam ini, ia hanya berlapis dengan selimut saja. Hingga menjelang pagi pun, akhirnya ia terbangun dan lagi-lagi mendapati sang istri yang sudah tak ada di rumah. Kamar kosong hanya tercium sisa aroma parfum yang sepertinya habis di semprot oleh Mita.


"Kemana dia?" Yazid tampak bingung ia melangkah keluar kamar mendapati meja makan kosong dapur masih berantakan. Hanya ada piring yang seperti habis di gunakan di sana dan segelas susu yang tampaknya tak habis. Kesana kemari mata Yazid mencari sang istri tak ada juga.


"Ah bodoh mengapa aku pusing begini? Justru bagus dia pergi. Aku tak perlu drama apa pun lagi." umpatnya yang memilih untuk segera mandi dan ke kantor. Pria itu buru-buru sebab waktu sudah sangat terlambat untuknya ke kantor.


Sementara di tempat lain, kini Mita tampak mengendarai mobilnya menuju sebuah pantai dimana akan sangat indah menikmati suasana  pagi di sana. Di ujung kota ia pergi seorang diri. Tampilan yang ia gunakan sudah sangat cocok untuk di bawa ke pantai.


Musik selama perjalanan mengiringi laju mobil itu. Yah, Mita ingin menikmati waktunya sejenak untuk mengusir rasa lelahnya. Sungguh Mita sangat senang saat ini meski di dalam hati yang paling dasar ada sakit yang ia coba untuk sembuhkan.


Kekecewaan dan amarah yang ia rasakan kala mengingat ucapan sang suami tak ingin membuatnya hilang kendali. Pernikahan akan tetap selamanya ada untuk Mita. Ia tak ingin apa pun keadaannya bisa menghancurkan komitmen yang ia bangun.


Jumpstui putih model sabrina menjadi pilihan Mita pagi ini untuk duduk santai di pantai. Meski pun bukan hari libur namun pantai itu selalu saja ramai dengan banyaknya wisatawan dari luar negeri mau pun dalam negeri yang menyempatkan waktu sekedar berjemur di pantai itu.


Mita berjalan menelusuri pantai kala itu dengan tubuhnya yang putih dan mulus bahkan kakinya yang tinggi membuat para pria sangat terpesona melihatnya. Rambut hitam bergelombang yang terus berterbangan di tiup angin membuatnya menghipnotis mata para pengunjung.


"Di sini tidak ada mobilnya. Lalu kemana dia?" tanpa Mita tahu jika di halaman rumah kedua orangtuanya tampak mobil Yazid baru saja tiba.

__ADS_1


Meski waktu sudah sangat siang, Yazid tak bisa menuju kantor seperti tujuannya sedari rumah tadi. Pikirannya yang memikirkan perubahan sikap Mita membuat pria itu gelisah sendiri. Memastikan mobil sang istri di rumah mertua, namun tak juga ada. Semakin gelisah pikiran Yazid saat ini.


"Loh, Zid? kamu kesini. Sama Mita kah?" baru saja Yazid ingin menutup kaca jendela mobilnya suara sang mertua tampak menghampirinya dari samping.


Mau tak mau Yazid harus turun dari mobil dan menyalami wanita paruh baya itu. "Em Mah, saya sendiri. Tadinya saya pikir Mita ke sini." jawabnya dengan kikuk sebab ia tak tahu lagi harus berkata apa.


Kening Imah mengerut dalam mendengar sang menantu yang mencari sang anak. Itu artinya Mita pergi tanpa pamit pada sang suami bahkan ini masih sangat pagi dan kemana Mita pergi pikir Imah bingung.


"Mamah jangan khawatir mungkin Mita ke pasar kali." ujar Yazid buru-buru tak ingin sang mertua menduga hal yang terjadi pada mereka. Jangan sampai imah berpikir jika Mita pergi dari rumah tanpa izin dari suaminya.


Usai memastikan sang istri tak ada, Yazid pun pamit dengan meninggalkan Imah kecemasan. Ia sangat tahu sang anak tidak mungkin pergi kemana pun tanpa pamit.


Kini Yazid hanya tertuju pada rumah sang orangtua. Ia yakin jika Mita pergi kesana. "Aku harus menemukan dia dulu. Setidaknya setelah baik-baik semuanya aku akan kerja dengan tenang." ujarnya sepanjang jalan gelisah.


Yazid dan Nia sama-sama sedang gelisah, tidak dengan Mita yang heboh kala kedatangan para teman-temannya.


"Hai gais..." sapanya memeluk ketiga temannya yang baru datang memenuhi undangan Mita.


"Mit, ini ada angin apa manggil kita-kita? Lihat ini jam kerja loh." ujar Vera yang heran.


Sejak menikah Mita tak pernah mau memenuhi panggilan mereka untuk sekedar nongkrong. Dan sekarang mereka pagi-pagi sudah di kumpulkan di pantai oleh Mita. Tentu saja mereka heran. Sementara Mita tersenyum-senyum malu.


"Sebagai permintaan maaf ku karena bolos terus dari kumpulan kalian. Yuk aku traktir deh hari ini mau kemana aja. Sekali-kali bolos kerja kan nggak apa-apa." jawab Mita dengan santai.

__ADS_1


"Elu mah enak keluarga kaya. Kita? nggak begitu kaya sih. Tapi bisalah buat cari kerja lagi kalau di pecat. hahahaha." Mereka berempat tertawa bersama dengan heboh. Serasa dunia adalah milik mereka berdua kali ini.


Akhirnya keempat wanita itu satu hari penuh menghabiskan waktu mereka dengan bersenang-senang. Bahkan hingga sore harinya saat Yazid pulang, pria itu masih tak mendapati sang istri di rumah. Keadaan sangat hening dan sepi. Kehilangan sosok ribut membuat Yazid gelisah. Biasanya akan ada yang menyambutnya pulang kerja dengan berbagai masalah di dapur dan ucapan yang selalu membuatnya pusing.


"Kak, mandi yah?"


"Kak, habis ini Kakak langsung ke sini cobain masakan aku."


"Kak Yazid, ayo sikat gigi nanti giginya berlubang habis makan nggak langsung di bersihkan,"


"Kak, aku pijitin yah?"


"Kak, aku mau peluk, ayo tidur."


Segala ucapan manja dari Mita memenuhi kepala Yazid saat itu. Ia tampak menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikirannya yang terpenuhi dengan Mita.


Pria itu bergegas menuju kamar untuk mandi. Malam ini ia akan membuat makan sendiri ala kadarnya jika Mita memang tak lagi memasak.


Sudah jam lima sore, tanda-tanda Mita pulang pun juga belum ada. Yazid yang baru selesai mandi tampak menghela napas dan tersenyum melihat wanita membelakanginya saat ini.


"Ternyata pulang juga..." ujarnya dalam hati sembari mendekati dapur. Dimana di sana ada seorang wanita yang tengah mencuci piring.


"Kenapa kamu potong rambutmu?" pertanyaan Yazid sontak membuat wanita itu menunduk dan membalik tubuhnya.

__ADS_1


"Tuan, bicara dengan saya?" Kening Yazid mengernyit mendapati sosok wanita yang bukan istrinya. Wanita yang sangat ia kenal, yah itu adalah salah satu pelayan yang ada di rumahnya.


__ADS_2