Kekurangan Istriku

Kekurangan Istriku
Trik Mita


__ADS_3

Mendengar suara yang tak asing di ruangan itu, segera Mita pun membuka matanya yang masih merasakan kantuk. Semula pandangan wanita itu mengarah pada sang suami, namun ketika melihat pandangan Yazid yang tertuju ke arah lain Mita mengikuti arah pandangan itu dan terjawablah suara siapa yang barusan menyapa sang suami.


Wanita yang sedang Yazid usahakan untuk menjaga jarak kembali datang dengan wajah tak berdosanya sama sekali. Hati istri mana yang tak geram melihat tingkah Nia yang selalu menemukan seribu cara untuk mengejar sang suami. Rasanya Mita tak bisa membiarkan sang suami saat ini bertindak sendirian. Inilah waktunya ia berperan dengan baik sebagai seorang istri.


"Eh ada Kak Nia?" sapaan ramah dan senyuman yang mengembang membuat Nia dan Yazid menatapnya heran.


Mimpi apa Mita yang baru bangun dari tidurnya berubah begitu ramah menyambut kedatangannya. Jika sebelumnya wanita itu pasti akan berteriak seperti ayam yang tengah bertelur ketika telurnya di ganggu oleh orang lain. Kini ia berubah menjadi ibu peri yang sangat lembut.


Nia tersenyum kaku melihat Mita berjalan ke arahnya. Begitu pun dengan Yazid yang hanya diam memperhatikan pergerakan sang istr yang entah ingin melakukan apa pada sahabatnya saat ini. Berharap tidak ada terjadi keributan, jangan sampai Mita menjadi kesurupan di ruang kerjanya dan akan menjadi buah bibir para karyawan tentunya.


Lagi-lagi mereka terkejut saat tangan Nia di pegang oleh Mita. "Ayolah duduk bareng aku, Kak. Wah kakak pasti bawain makan siang buat Kak Yazid suamiku aku kan?"


Dengan canggung Nia hanya mengangguk. Ia tidak tahu apa yang sedang ingin Mita lakukan, namun yang jelas dari kata-kata Mita barusan sudah terdengar penegasan jika Yazid adalah suaminya. Dan tidak ada yang boleh mendekatinya lagi.


"Coba kemarikan?" ujar Mita menarik tanpa permisi bekal di tangan Nia. Wajahnya masih terus tersenyum. Yah mungkin hanya dengan caranya ini ia bisa membuat wanita itu sadar akan posisinya yang tidak boleh menggantikan peran sebagai seorang istri.


"Ah tunggu sebentar. Aku lupa sesuatu." ujar Mita tampak beralih mengambil ponsel.

__ADS_1


Suasana di ruangan itu begitu mendebarkan bagi Nia dan Yazid. Namun, sebagai suami Yazid tak akan melarang apa pun yang ingin di lakukan sang istri. Sebab ia tahu Mita pasti tahu batasannya pada Nia.


Lama wanita itu berkutat dengan ponsel hingga akhirnya terdengar suara ketukan di depan pintu. Mita bergegas membuka pintu dan terlihatlah asisten Yazid sudah membawa dua makan siang untuk mereka.


"Kak Yazid, ayo gabung. Ini buat suami tercinta, dan ini buat Kak Nia. Aku yang akan makan masakan dari Kak Nia. Boleh dong kak? Aku kan juga penasaran selera suamiku seperti apa sih?" Nia tersenyum kecut sembari mengangguk saat melihat Mita sudah menyendok makanan yang ia bawakan pada Yazid.


"Oh jadi ini rencana istri manjaku? Semoga dia tidak marah saat merasakan masakah Nia memang benar enak." gumam Yazid dalam hatinya.


Yazid dan Nia pun makan bersama Mita. Wajah wanita itu terus tersenyum dan mengangguk meski dalam hati ia ingin sekali mengumpat.


"Anj**ng! Ini makan enak sekali. Huh bagaimana bisa aku menandingi masakan si Nia yah? Nggak kak Yazid nggak boleh makan ini lagi. Pokoknya aku harus bisa masak." gumam Mita begitu marah merasakan masakan Nia memang sangat memanjakan lidahnya.


"Kak Nia setelah ini aku denganku yah?" ujar Mita membuat Nia menoleh ke arahnya.


"Astaga istriku rencana apa lagi yang dia buat?" gumam Yazid tak habis pikir dengan Mita.


Ternyata kecemburuan bisa membuat Mita menjadi wanita yang sangat bermuka dua, pikirnya. Selama ini ia tahu jika Mita adalah wanita yang begitu polos.

__ADS_1


"Ikutlah dengannya." ujar Yazid saat melihat Nia menoleh padanya. Meski rasanya malas namun Nia pun tidak bisa menolak.


"Sudah tenang saja, urusan kerjaan Kak Nia, aku bisa selesaikan dengan orangku," sahut Mita yang tahu jika Nia akan memakai alasan kerjaan untuk menghindar.


Memangnya mereka mau kemana berdua pergi? Tidak. Bagi Nia itu adalah hal yang membuang-buang waktu saja. Berbeda jika menyangkut tentang Yazid.


"Hahaha kamu pikir aku sudi gitu jadi adek mu? Tidak akan. Lihat saja bagaimana Si Mita ini mengatur semuanya. Pokoknya aku harus bisa mengalahkan masakan dia. Aku harus bisa membuang posisi si Nia ini dari suamiku. Enak saja giliran ranjang lari ke aku giliran perut larinya ke perempuan lain. Ini nggak bisa aku biarkan." ujar Mita berbicara dengan dirinya sendiri dalam hati sembari menikmati makanan yang benar-benar nikmat rasanya.


Usai makan siang pun akhirnya Mita berpamitan dengan sang suami. Ia meninggalkan Yazid yang sebanarnya enggan berpisah. Tujuan membawa Mita ke perusahaan adalah ingin bersama terus namun sang istrii justru mendadak harus pergi demi melancarkan aksinya.


"Sayang, aku pergi jalan-jalan dulu yah. Aku mau mengenal Kak Nia juga biar jadi sahabatku. Kan laki-laki dan perempuan sudah nggak boleh sahabatan kalau menikah. Jadi gantinya aku." Mita mencium bibir sang suami sembari merengek manja di leher Yazid.


Pemandangan yang membuat Nia harus membuang pandangan. Mita melihat hal itu, ia pun semakin melancarkan aksinya.


"Nanti langsung pulang yah? Aku akan siapkan sesuatu di rumah." bisik Mita dengan suara manja yang membuat tubuh Yazid tiba-tiba merespon dengan cepat. Ada rasa desiran di tubuhnya yang menjalar namun tak bisa ia lampiaskan saat itu juga.


"Ayo Kak," ajak Mita membawa Nia keluar dari ruangan. Yah inilah satu-satunya cara yang paling aman menjauhkan sang suami dari wanita itu. Mendekatkan diri dan menggantikan sang suami di posisi Nia.

__ADS_1


Keduanya pun memasuki mobil milik Yazid. Nia hanya diam tak tahu harus berkata apa pada Mita. Keadaan canggung ketika Mita hanya diam.


__ADS_2