
memang benar kan anak kalian itu adalah seorang penipu kalau anaknya penipu mungkin orang tuanya juga seorang penipu" ucap Bella yang memprovokasi mereka berempat.
mendengar omongan dari Bella Linda pun langsung menghampiri Bella dan menamparnya.
"jaga bicaramu" ucap Linda.
"jika kamu marah berarti aku benar kan kamu juga seorang penipu" ucap Bella.
Linda yang marah pun lagi-lagi menampar Bella. Bella pun tidak merasa takut sama sekali hal itu karena dia ingin melawan orang yang selalu menindasnya dia ingat akan kata-kata dari Daniel. "Jika kamu tidak bisa melawan orang yang menindasmu maka selamanya kamu akan terus di ditindas" ucapan Daniel itulah yang membuat Bella menjadi pemberani.
Daniel yang selesai melakukan Pekerjaan pun kemudian menghubungi Bella. ponsel Bella pun berbunyi. mendengar bahwa ada ponsel yang berbunyi Toni pun langsung menggeledah tas Bella. Toni pun menemukan sebuah ponsel dan di dalam ponsel tersebut ada telfon dari seseorang ternyata ketika Toni melihat nama kontaknya Daniel.
"Ternyata yang menelfon kamu adalah pacar kamu kebetulan sekali ada hal yang ingin aku tanyakan.
[Halo Bella]
[halo apakah kamu orang yang bernama Daniel]
[siapa kamu dan dimana Bella]
[Bella sekarang ada di tanganku kalau kamu ingin Bella kamu harus menuruti apa kemauanku]
[apa yang kamu inginkan]
[aku ingin kamu mengeluarkan dua orang yang kamu penjara]
[siapa yang kamu maksud]
[jangan pura-pura tidak tahu kamu kan yang membuat Andra dan Salsa masuk penjara]
[oh si penipu itu ya akulah yang membuat mereka masuk penjara]
[kalau begitu kamu bebaskan dia maka aku akan melepaskan Bella pacarmu ini]
[kalau aku tidak mau]
[kalau kamu tidak mau melepaskan mereka berdua maka aku akan siksa perempuan ini]
Daniel Sebenarnya telah memasang GPS di hp Bella maka dia pun sebenarnya tahu dimana Bella Berada di melakukan ini untuk memancing siapa yang menculik Bella.
Kemudian Daniel pun mendapatkan kiriman Video di sana Bella sedang diikat oleh Tali dan terus di tampari oleh dua orang wanita.
[Kamu sudah lihat bukan ini Wanitamu sedang kami siksa jika kamu ingin dia selamat kamu harus membebaskan mereka berdua.]
__ADS_1
[baiklah aku akan membebaskannya] ucap Daniel dengan berpura-pura Daniel pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke tempat Bella di Culik. sampailah Daniel di tempat yang sepi dan disana terdapat rumah terbengkalai. Daniel pun tanpa basa-basi langsung mendobrak pintu tersebut. mendengar pintunya di dobrak ke empat orang itu pun kaget begitu juga dengan dua anak buahnya Toni. saat mereka melihat ke arah pintu ada sosok Laki-laki yang berada di depan pintu tanpa basa basi Daniel langsung menghajar Anak buahnya Toni. Anak buahnya Toni yang kaget pun tidak bisa menghindar sama sekali. kedua anak buah Toni pun langsung tumbang. mereka berempat yang melihat adegan itu pun sangat ketakutan terutama Farah.
"jangan mendekat kalau kamu mendekat aku akan bunuh dia" ucap Farah.
"Sebelum kamu membunuhnya mungkin aku lah yang terlebih dahulu membunuhmu"ucap Daniel.
Daniel pun mendekati ke empat orang tersebut ke empat orang itu pun hanya bisa mengancam lewat Bella.
"jika kamu mendekat aku akan membuat dia menghilang dari dunia ini" ucap Linda mengarahkan pisaunya ke Bella.
Daniel pun tidak merasa terancam sama sekali justru ketika dia melihat wajahnya Bella dia melihat Bella tampak Tenang.
Lalu Daniel pun semakin dekat dengan mereka berempat kini Daniel mulai menampar satu persatu orang yang menculik Bella. tapi Ketika Daniel melihat ada bekas luka di muka Bella Daniel pun langsung marah kemudian langsung menghajar ke Empat orang tersebut.
"Saya ingin bertanya siapa yang telah melukai Bella"ucap Daniel. mereka pun hanya bisa terdiam mendengar kata-kata dari Daniel.
"kenapa kalian diam cepat jawab" ucap Daniel dengan marah.
"memangnya kamu itu siapa kenapa kamu ingin menyelamatkan perempuan sialan ini" ucap Linda.
"kamu bilang dia perempuan sialan sekali lagi kamu berkata seperti itu aku pasti akan membuatmu menghilang dari dunia ini" ucap Daniel.
"kamu ingin tahu kenapa kami menculik Perempuan ini" ucap Farah.
"karena dia telah membuat anak kami masuk penjara dan ini semua gara-gara dia dan pacarnya yang bernama Daniel." ucap Farah.
"oh jadi kalian adalah orang tua dari penipu itu pantas saja muka kalian sangat mirip kalau kalian memang benar adalah orang tua dari anak tersebut aku tidak akan melepaskan kalian" ucap Daniel.
"apa kamu lihat ada pisau di tanganku aku bisa membunuhmu bahkan aku bisa membunuh kekasihmu" ucap Farah.
Daniel yang merasa sangat marah pun langsung menendang Edwin dan Toni hingga terpental jauh. kini mereka berdua merasakan sakitnya di tendang oleh Daniel. sementara itu kedua wanita tersebut sangat ketakutan Daniel pun menyuruh mereka untuk minggir.
Daniel lalu melepaskan ikatan milik Bella kini Bella telah lepas dari ikatannya kemudian dia memeluk Daniel. dia pun menangis tersedu-sedu.
"akhirnya kamu datang Kak Deny" ucap Bella.
"ka ka kamu tadi bilang apa?" ucap Daniel dengan kaget.
"Kak Deny aku panggil kamu kak Deny" ucap Bella.
"kamu sudah mengingat semuanya" ucap Daniel.
"iya aku sudah mengingat kamu kak Deny terimakasih kamu telah menyelamatkanku" ucap Bella.
__ADS_1
Daniel pun berbalik ke arah mereka berempat lalu dia pun menelfon Evans.
[halo Evans]
[halo bos ada apa]
[Evans apa kamu tahu kelurga Toni wijaya Dari Blue City dan Keluarga Edwin jayadi]
[iya bos saya tahu memangnya kenapa bos]
[aku ingin keluarga itu hancur sekarang juga]
[baik bos segera laksanakan]
"Kamu siapa kenapa kamu ingin menghancurkan keluargaku" ucap Toni.
"kamu tidak perlu tahu siapa saya yang lebih penting aku ingin keluarga kalian ini hancur tanpa ada yang tersisa sedikit pun" ucap Daniel.
"memangnya apa kesalahan kami" ucap Farah.
"apa kesalahan kalian kesalahan kalian itu adalah kalian telah berani membuat luka ke orang yang aku sayangi" ucap Daniel yang membuat hati Bella pun merasa berbunga-bunga".
"hahaha tidak mungkin kamu tidak mungkin menghancurkan kami" ucap Toni.
"oh kamu tidak percaya kita tunggu saja dalam lima menit" ucap Daniel.
akhirnya lima menit pun telah tiba. Toni di kejutkan dengan ponselnya yang berbunyi ternyata itu adalah telfon dari asistennya.
[halo ada apa kamu menelfonku]
[Tuan Toni gawat]
[apanya yang gawat]
[perusahaan kita bangkrut semua mitra menarik kerjasama dengan kita]
[apa] ucapan asistennya pun kaget dia teringat kata-kata Dari Daniel.
"Siapa kamu sebenarnya" ucap Toni.
"oh aku lupa memperkenalkan diri Perkenalkan. aku Daniel Pemilik dari perusahaan Daniel Grup dan Nexus Grup
Jeger mereka pun langsung kaget ketika mereka Tahu siapa yang mereka singgung.
__ADS_1